
"Apa? berangkat sekarang pak? Maksudku suamiku?" Setengah berteriak karena bahagia Andini berlari memeluk Bisma yang masih terbaring ditempat tidur.
"Kamu senang?" Ucap Bisma saat Andini berada diatas dadanya.
"Terima kasih, aku sangat bahagia. Tapi bagaimana dengan pekerjaanmu?" Sambung Andini.
"Alex dan Naura bisa di andalkan. Kita bulan madu dikampung halamanmu selama tiga hari."
"Terima kasih." Ucap Andini lalu melayangkan kecupan dibibir Bisma.
"Apa kita akan melanjutkan ke ronde selanjutnya?" Ucap Bisma kembali menggoda Andini.
Secara perlahan Andini keluar dari tubuh Bisma dan berlari secepatnya hingga berada didepan pintu kamarnya. "Aku menyerah pak Bisma!" Teriak Andini lalu keluar dari kamar.
Bisma tersenyum melihat tingkah Andini. "Lihat betapa manisnya dia."
Andini menggunakan piyama masuk ke area dapur. Bi Marni bersama dua asisten baru sedang tertawa dimeja kayu tempat para ART sering berkumpul. Andini menarik kursi dan ikut nimbrung kedalam kehangatan yang sedang terjadi. Mareka terhenti tertawa saat Andini berada didekat mereka.
"Ayo lanjutkan! Sepertinya seru." Ujar Andini memasang telinganya untuk mendengar topik pembicaraan mereka.
Bukannya melanjutkan mereka malah terdiam dan terlihat canggung dengan keberadaan Andini.
"Kenapa? Kalian tidak ingin aku mendengarnya? Bukannya kita berteman? Ayolah.. aku juga ingin tertawa bersama kalian." Kata Andini masih memaksa seraya tersenyum lebar.
"Kami sedang membahasmu non Andini." Sahut bi Marni.
Kedua ART lain menunduk tak berani menatap Andini.
__ADS_1
"Aku? Kenapa aku?"
"Sekarang Nn. Andini sepertinya sangat betah berada didalam kamar. Apakah Nn. Andini sudah itu dengan tuan Bisma? Pasti Nn.Andini tahukan maksud anak-anak ini?" Bi Marni memajukan mulutnya menunjuk kedua ART masih gadis yang sedang duduk dihadapannya.
"Ehem." Andini memperbaiki cara duduknya menjadi tegap. Terlihat sangat canggung karena pembahasan mereka mengarah pada topik yang Andini ingin hindari. "Oh itu, belum!" Jawabnya berbohong.
"Yang benar non? Padahal tuan Bisma ganteng loh? Tubuhnya juga sangat kekar apa benar Nn. Andini tidak tergoda." Lili bersuara tetapi secara perlahan dia mengeluarkan kata demi kata.
Aku terjebak, seharusnya aku tidak bertanya apa yang mereka bahas tadi.
"Maksud kedatanganku, aku ingin memberi tahu kalian bahwa aku dan pak Bisma akan pergi selama tiga hari."
"Bulan madu non?" Sambung Lili.
"Hei bukan! Aku akan pulang kampung." Dengan cepat Andini membantahnya.
"Istriku? Hehehe bukannya itu suara tuan Bisma?" Siska dan Lili menahan tawanya sedangkan wajah Andini mulai memerah.
Mengapa dia malah mengencangkan suaranya sih? Apa aku harus menjawabnya tapi melihat wajah mereka seperti sedang mengejekku. Ahhh Bisma awas kau!
"Siapa diantara kita istri tuan Bisma?" Sambung Siska.
"Oke kalian menang kali ini." Andini dengan cepat berlari dari rasa malu.
"Iya suamiku." Sumpah ya ini terdengar menjijikkan.
"Dari mana saja istriku? Bukannya kita harus berkemas? Aku sudah memesan tiketnya." Kata Bisma sambil mengelus kepala Andini.
__ADS_1
"Suamiku." Panggil Andini.
"Apa tolong ulangi lagi? Aku sangat suka mendengarnya."
Ya ampun apa aslinya selebay ini?
"Suamiku, aku dari menemui bi Marni untuk pamit."
"Hemm aku mencintaimu." Bisma mengecup lagi kepala Andini.
***
Bi Marni melambaikan tangannya melepas kepergian Bisma dan Andini. Andini membalas lambaian tangannya sampai dia keluar dari gerbang rumah mereka.
"Aku khawatir dengan bi Marni pak Bis...maksudku suamiku."
"Dia akan baik-baik saja. Aku menyewa beberapa bodyguard untuk menjaga rumah selama kita pergi." Sahut Bisma berada dikursi belakang. Bisma melingkarkan satu tangannya dia perut Andini sedangkan Andini bersandar dibahu Bisma.
Setelah sampai dibandara mereka langsung masuk kedalam pesawat karena lima menit lagi pesawat akan lepas landas. Dengan terburu-buru mereka setengah berlari berlomba dengan waktu. Perjalanan yang mereka tempuh kurang lebih 2 setengah jam menuju pulau Sulawesi.
Andini menarik nafasnya. "Bismillah." Ucapnya. Bisma tersenyum ke arah Andini dan mengucapkan kata yang sama.
Terima kasih karena aku bisa dipertemukan denganmu. Terima kasih untukmu kakakku Bima aku sangat berterima kasih atas perjodohan ini. Aku sangat bersyukur mendapati wanita sepertimu karena kamu membuat hari-hariku lebih indah.
***Love Bisma to Andini 💘❤*
To readers awalnya cerita ini aku nggak ingin lanjutkan karena sesuatu dan lain hal. Tapi setelah lama aku ngangurin dan banyak yang bertanya kenapa terputus jadi aku lanjutkan demi kalian. Aku masih berusaha yang terbaik untuk kalian. Maaf kalau untuk kata-kata yang mengandung adegan ranjang aku skip-skip😁
__ADS_1