
Sementara itu di Ruang Rawat Anel sedang tidur.Sedangkan Ani sedang berbincang ringan dengan Amel yang baru saja tiba
Danu masuk ke dalam ruangan itu dengan wajah lesu."Maaf aku mengganggu kalian",Ucap Danu
"Sayang",Ucap Amel yang kaget melihat bercak darah yang ada di pakaian sang suami begitupun dengan Ani
"Kak apa yang terjadi,Dimana yang lainnya?"Tanya Ani yang mulai khawatir
Danu hanya Diam ia tidak tau harus menjawab apa
"Sayang Jawab,Dimana yang yang lainnya?"Tanya Amel lagi saat melihat suaminya hanya Diam dan terlihat gugup
Anel terbangun karna terusik dengan suara kegaduhan dari dalam ruangan nya.Anel membuka matanya lalu melihat ke arah Danu
"Danu,Apa yang terjadi kenapa pakaianmu banyak darah?"Tanya Anel yang mulai panik
"Maaf Nel,Nathan Sekarang tengah Ada di ruang operasi Ia tertembak saat kami mencoba menyelamatkan Fandra",Ucap Danu lirih
"Lalu Fandra?"Tanya Anel tanpa expresi
"Fandra sedang di tangani oleh dokter karna tidak sadarkan diri akibat penjahat itu menyuntikan obat bius ke badan nya",Ucap Danu lagi
Amel dan Ani terperanjat mendengar ucapan Danu,Sedangkan Anel terkulai lemas di lantai,Badannya bergetar hebat Matanya muli mengeluarkan buliran bening.Anel begitu terpukul mendengar semua itu.
Anel melepas jarum infus yang terpasang di tangan nya lalu berlari ke luar ruangan untuk melihat keadaan Anak dan suaminya.
"Fino",Panggil Anel saat melihat Fino sedang berada di depan ruang operasi
"Nel kau sendiri?"Tanya Fino saat melihat kakak iparnya hanya datang sendiri
"Hiksss....Bagaimana keadaan Fandra Fin?"Tanya Anel dengan tangis yang sudah pecah sejak tadi
"Fandra tidak apa apa,kita hanya harus menunggu Sampai Fandra sadarkan diri setelah itu Dokter akan memeriksa kondisinya lebih lanjut",Ucap Fino cepat
"Lalu mas Nathan bagaimana Fin?"Tanya Anel cepat
"Aku tidak tau,kita tunggu sampai dokter keluar",Jawab Fino menunduk
__ADS_1
"Apa Aku bisa melihat Fandra?"Tanya Anel lagi
"Tentu saja,Dia membutuhkan Ibunya,Tapi kau harus di temani oleh Ani Agar tidak terjadi hal yang tidak tidak",Ucap Fino
Tak lama Ani sudah datang dan langsung mengajak kakaknya menemui aang Anak
"Hiksss Sayang Mama",Lirih Anel saat melihat wajah putranya yang pucat
"Kak,Kakak harus kuat,Fandra pasti baik baik saja",Ucap Ani menenangkan sang Kakak.Sebenarnya Ani juga sangat terpukul melihat kondisi keponakan kesayangannya itu Tapi ia harus Kuat untuk Kakaknya
"Hikssss Kakak Tau,Tapi bagaimana dengan Mas Nathan.....Hikssss.....Kakak takut terjadi sesuatu padanya",Ucap Anel sambil terus menangis di depan putranya
"Aku yakin Kak Nathan bisa melewati ini Karna Kak Nathan adalah pria yang kuat",Ucap Ani
****
RUANG OPERASI
Dokter Kevin yang menangani operasi Nathan sudah keluar,Semua yang menunggu di depan ruangan itu langsung mendekat
"Vin,bagaimana keadaan Nathan",Tanya Fino cepat
"Tapi kenapa Dok,Apa yang terjadi pada sahabat saya Jangan membuat kami khawatir",Triak Danu yang mulai tidak sabar
"Sayang kamu tenang",Ucap Amel memperingatkan sang suami
Kevin menghembuskan nafasnya perlahan."Dia Koma",Ucap Kevin Pelan
"Koma",Ucap Fino yang begitu terkejut begitupun dengan yang lainnya
"Maaf Fin.....Kami sudah berusaha semampu kami,Beruntung peluru itu tidak menembus jantung nya yang mungkin akan merenggut nyawanya dan juga pendarahan yang membuat dia kehilangan banyak darah",Ucap Dokter Kevin sambil menepuk pundak Fino
Anel dan Ani keluar dengan tergesa gesa saat mendengar kabar jika operasai Nathan sudah selesai.
"Fin bagaimana dengan Mas Nathan?",Tanya Anel cepa
Fino diam sambil menunduk begitupun dengan yang lain nya
__ADS_1
"Fin?"Panggil Anel dengan airmata yang mulai menggenang
"Kenapa Kalian Diam,Kenapa dengan Kak Nathan",Triak Ani yang geram melihat semua orang hanya Diam dan menunduk
"Hiksss.....Apa tidak ada yang mau memberitau tau ku tentang kondisi Suamiku",Ucap Anel dengan suara lirih
Amel berjalan mendekat ke arah Anel."Nel Nathan Koma",Ucap Amel pelan Ia tau apa yang di rasakan sahabatnya itu
Brukkkk
Tubuh Anel tumbang seketika,Semua yang tadinya hanya diam dan tertunduk kini menjadi panik.Mereka Membawa Anel ke ruang perawatan.
******
Satu jam berlalu Anel sudah kembali Sadar
"Hikssss.....Mas Nathan",Tangis Anel kembali pecah saat mengingat ucapan Amel
"Kakak jangan seperti ini,Kakak harus kuat demi Fandra",Ucap Ani menenangkan sang Kakak
"Nel,yang Dikatakan Ani benar,Aku yakin Nathan akan seger Sadar,Fandra masih kecil dan dia membutuhkan Mamanya",Timpal Amel
Anel mengusap Air matanya yang terus mengalir,Ia menatap Adik dan sahabatnya secara bergantian."Kalian Benar,Aku tidak boleh lemah.Aku akan merawat Mas Nathan sampai sembuh",Ucap Anel sambil memaksakan senyum nya.
"Fandra Dimana Dek?"Tanya Anel lagi saat ia sudah mulai tenang
"Fandra masih di kamar rawat Anak kak,Fandra sudah mulai sadar dan sekarang sedang di periksa oleh dokter dan Kak Fino",Ucap Ani membuat Anel tenang
"Apa kakak boleh melihatnya Dek?"Tanga Anel lagi
"Kakak Harus menunggu sebentar,Fandra masih harus di periksa,Setelah semua selesai Kakak bisa melihatnya",Ucap Ani
"Nel,Nathan sudah di pindahkan le ruang ICU,Kalau kamu ingin melihatnya.....",Ucapan Danu sedikit menggantung
"Tidak apa apa Danu,Aku akan melihatnya",Ucap Anel
cepat
__ADS_1
Anel berjalan menuju ruang ICU tempat suaminya di rawat.Perlahan Anel membuka pintu ruangan itu Anel melihat suaminya yang terbaring lemah dengan alat yang terpasang di tubuhnya.
"Sayang",Ucap Anel lirih."Anak kita baik baik saja Sayang,Sekarang Mas harus berjanji kalau mas akan cepat sadar,Kami membutuhkan Kamu,Cepat lah kembali",Ucap Anel sambil memegang erat tangan Nathan