CINTA PENGGANTI

CINTA PENGGANTI
bab 46


__ADS_3

HALO SEMUA MAAF YA JIKA UP NYA LAMA.SAYA HANYA UP SIANG SAMA SORE AJA,SATU HARI 2 BAB SAJA.JDI MOHON MAKLUM YA.JANGAN LUPA TERUS LIKE,KOMENT DAN VOTE YANG BANYAK🙏


***#


Nathan melajukan mobilnya menuju taman kota.Sesampainya di taman kota Nathan langsung mencari tempat parkir untuk memakirkan mobilnya. Nathan yang tidak ingin membuang waktu segera turun dan mencari tempat penjual Batagor yang di inginkan Anel.


Nathan sangat kesal saat ia tidak menemukan orang yang menjual makanan aneh itu. Sudah hampir tiga kali Nathan memutari taman kota tersebut. Hingga ia sangat lelah dan memutuskan untuk duduk di salah satu bangku taman.


Saat Nathan sedang mengatur nafasnya yang sudah ngos-ngosan akibat berjalan lama, tiba tiba ada yang mnepuk pundak Nathan dari arah belakan. Itu membuat Nathan menoleh ke arah orang yang menepuk pundaknya.


"Heyyyy brow sedang apa kau disini malam malam begini?" tanya orang tersebut


"Aku sedang bertapa mencari pencerahan." jawab Nathan asal


"Bahahahaha, untuk apa kau mencari pencerahan jangan malam malam begini, kau fikir sinar mentari terbit di malam hari." ucap Fino sambil tertawa. Ya,orang yang menepuk bahu Nathan adalah Fino, pria itu baru saja pulang dari rumah Sakit untuk bertugas, dan saat dua melintasi taman kota ia tidak sengaja melihat mobil Nathan yng terparkir di jalan dekat Taman kota. Tanpa pikir panjang Fino langsung saja mencari keberadaan sahabatnya itu.dan disini lah ia sekarang.


"Aku sedang tidak ingin bercanda, pergi dari hadapanku." usir Nathan sambil menatap tajam ke arah sahabatnya itu


"Hey kenapa kau sangat sensitip, apa kau sedang datang bulan. Aku kan bertanya baik baik, kau saja yang tidak serius." ucap Fino lagi sambil duduk di sebelah Nathan.


Nathan mendengus kesal."Jangan memancingku Fin." ucap Nathan penuh penekanan


"Ya ya, baiklah. Sekarang aku bertanya serius. Kau sedang apa disini sendiri malam malam, apa kau sedang bertengkar dengan Istrimu?" tanya Fino serius


"Tidak." Jawab Nathan cepat


"Lalu buat ap kau di sini sendiri? Ahhhh jangan jangan kau sedang........." ucapan Fino sengaja di buat menggantung,ia ingin membuat Nathan semakin kesal


"Hey apa yang kau fikirkan, kau kira aku sedang apa hahhhh." Triak Nathan semakin kesal


Fino tertawa lagi, dia sudah puas melihat wajah sahabatnya kesal." Baiklah, maaf. Sekarang ceritakan pada ku, siapa tau aku bisa membantu mu." ucap Fino lagi


"Istri ku meminta ku mencarikan makanan yang namanya sedikit Aneh, hampir tiga kali aku berkeliling tapi tidak ada sama sekali yang menjual makanan itu." ucap Nathan kesal


"Memang Nama makanan itu apa?" tanya Fino penasaran


"Bertenggor.....batenggor.....Ahhhh pokoknya isi Gor lah." jawab Nathan Asal


Fino terbahak mendengar Nathan menyebutkan nama makanan yang banyak orang tau. Tapi dia menyebutkan namanya saja salah." Sekalian ja lo bilang Banteng." ucap Fino sambil tertawa lucu, Fino sampai sakit perut di buatnya.


"Kalo lo juga tidak tau jangan sok mentertawakan ku." ucap Nathan ketus


"Oke, oke, sory brow. Gue tau dimana lo bisa dapetin makana itu, mau gue antar tidak." tawar Fino setelah selesai tertawa


"Jangan coba coba mengerjai ku." ucap Nathan lagi


"Tidak, kali ini aku serius. Kenapa kau tidak percaya pada ku. Mau aku antar tidak, jika tidak aku akan pergi sekarang." ucap Fino sambil bangkit dari kursi itu.


Nathan menghalau Fino dengan menggenggam tangannya."Baik lah , tapi awas saja kau menipuku.Akan ku buat kau tidak bisa bekerja di rumah sakit tempat sekarang kau bekerja." Ancam Nathan dengan wajah serius


"Cihhh, kau slalu mengancam ku dengan itu." ucap Fino sambil berjalan mendahului Nathan.

__ADS_1


Nathan berjalan mengikuti langkah Fino. Mereka berjalan menuju belakang taman. Beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah tempat yang menyediakan banyak sekali makanan.


"Nah makanan yang kau cari ada di sebelah sana." Tunjuk Fino pada sebuah tempat.


Nathan melihat tempat yang di tunjuk oleh Fino,disana tertulis jelas nama makanan yang di inginkan Anel."BATAGOR". ucap Nathan pelan


"Itu nama yang benar, bukan Batenggor." ucap Fino cepat.


Nathan tidak menghiraukan ucapan Fino, ia berjalan mendekati tukang BATAGOR itu dan langsung memesannya.


"Pak saya pesan Lima bungkus ya." ucap Nathan cepat


"Baik tuan, tunggu sebentar." jawab penjual Batagor


"Ehhhh buset, bini lo lagi ngidam brow, bukan acara naikin berat badan. Satu bungkus aja cukup kali." ucap Fino cepat.


"Protes mulu lo kayak mak mak yang lagi demo. Biar istri gue puas tau lo." Jawab Nathan cepat


"Elahhhh keong, orang ngidam itu paling makannya satu suap doang, ini lo beli buat se kampung." ucap Fino lagi


"Gk usah banyak protes, gue yang beli kenap malah lo yang gk terima." kesal Nathan


"Maaf tuan, ini pesanan nya." ucap penjual Batagor itu sambil menyodorkan bungkus keresek untuk Nathan.


"Ini semua berapa pak?" tanya Nathan sambil mengambil bungkus itu dari sang penjual


"Lima puluh ribu tuan." ucap penjual itu cepat


Nathan dan Fino sampai di depan mobil mereka masing masing. Fino sudah lebih dulu melajukan mobilnya untuk pulang. Di susul oleh Nathan.


waktu menujukan pukul 11.00 malam, Nathan sudah tiba di rumahnya. Dia bergegas masuk ke dalam rumah dan langsung saja berjalan ke arah kamarnya.


Perlahan Nathan membuka pintu kamarnya. DIa melihat ke arah tempat tidur, terlihat Anel sudah sangat terlelap. Nathan sempat kesal melihat sang istri sudah tidur sebelum memakan makanan yang sudah susah payah ia cari. Tapi Nathan mengerti ini sudah sangat larut.


Nathan mendekat ke arah tempat tidur, ia duduk di tepi ranjang, mengelus kepala Anel dan mengecupnya dengan sayang.


"Tidur yang nyenyak Sayang, maafkan mas terlalu lama mencari makanan yang kau ingin kan." Gumam Nathan


Nathan keluar dari dalam kamar menuju ke arah dapur untuk menaruh Batagor itu di dalam kulkas,setelah itu Nathan kembali ke dalam kamar dan langsung tidur di sebelah sanga istri.


*******


Mentari mulai menampakan sinarnya, hari ini adalah hari libur. Nathan sangat malas membuka matanya. Ia sangat lelah karna semalam mencarikan Anel makan itu.


Berbeda dengan Nathan, Anel sudah berada di dapur dengan Bik Yem sejak pagi tadi. Awalnya Bik yem menolak untuk di bantu oleh Anel, tapi Anel memaksa dengan alasan karna keinginan anaknya.yahhhh Bik Yem tidak akan bisa menolak lagi.


Dengan riang Anel membantu Bik Yem memotong motong sayur yang akan di masak oleh Bik Yem. Bik Yem yang tengah ingin mengambil ikan di dalam kulkas melihat bungkusan yang begitu besar, Bik Yem pun mengambil bungkusan tersebut.


"Non Anel ini Batagor siapa yang menaruhnya di dalam kulkas ya, perasaan bibi tidak pernah membeli makanan ini." ucap Bik Yem saat sudah membuk isi kantong itu


Anel melihat ke arah Bik Yem dan barang yang di pegang oleh Bik Yem. Anel memincingkan matany,mencoba mengingat kejadian tadi malam.

__ADS_1


"Aduhhhh bik, Anel lupa. Tadi malam itu Anel nyuruh Mas Nathan untuk membeli Batagor , tapi karna mas Nathan lama ya Anel tinggal tidur aja." ucap Anel sambil menepuk jidatnya sendiri.


"Ihhhh Non Anel ini, bisa aja. Terus Batagor sebanyak ini mau di kasi siapa Non?" tanya Bik yem


Sebelum Anel menjawab pertanyaan Bik Yem, tiba tiba ada yang mengetuk pintu rumah besar itu.memebuat Anel dan juga Bik yem menoleh ke arah yang sama.


"Biar bibik aja yang buka Non." ucap Bik yem cepat.


Bik yem langsung berjalan ke arah pintu dan langsung membuka nya.


"Halooo Bibik yang cantik." sapa Danu dan Fino bersamaan, hingga membuat Bik yem terlonjak kaget


"Ehhhh copot Ni pintu. Aduh den bikin bibik jantungan saja." ucap Bik Yem


"Hehehe maaf bik, Nathannya ad bik?" tanya Danu cengengesan


"Den Nathan nya masih tidur Den. Mari masuk aden aden yng ganteng." ajak bik yem yang langsung di angguki oleh keduanya.


Danu dan Fino masuk ke dalam rumah dan langsung duduk di sofa ruang tamu.


"Siapa bik?" tanya Anel yng baru keluar dari dalam dapur.


"Ahhhh ini ada teman teman nya den Nathan Non." jawab Bik yem cepat


Danu dan Fino menoleh ke arah sumber suara.Menatap lekat ke arah Anel dan perut buncitnya.


"Berhenti menatap Istri ku seperti itu."suara Nathan terdengar begitu menakutkan. Tatapan tajam menghujam kedua sahabatnya.


Danu dan Fino langsung saja mengalihkan pandangan nya ke arah suara yang menggelegar itu. Nathan berjalan mendekati Kedua sahabatnya dan duduk di depan mereka.


"Untuk apa kalian pagi pagi sudah nangkring di sini? Kalian fikir rumahku ini tempat Nangkring." ucap Nathan ketus.


"heeeee. Kebiasaan sekali lo pagi-pagi sudah marah-marah. Udah punya Bini masih aja gak brubah." ucap Fino cepat.


"Dan lagian nih ya, lo sendiri yang dulu mengundang kami ke rumah lo. Dasar aki aki, Anak lo belum lahir tapi lo udah mulai pikun." timpal Danu cepat


" Gini ni, orang yang kebanyakan makan BATENGGOR , jadi pikun kan." ledek Fino


"Batenggor, apaan tuh?" tanya Danu yang tidak tau apa-apa.


"Itu Nath _" Nathan membekap mulut Fino sebelum dia menyelesaikan ucapannya.


"Hemppp, le_pas." ucap Fino berontak. Tapi Nathan tetap tidak mau melepaskan. Sampai mereka mendengar sebuah teriakan dari luar rumah. Teriakan seorang perempuan yang terdengar ketakutan.


"Huaaaaa, Anel, Tolongn Gue."


.


.


[Bersambung]

__ADS_1


Jangan lupa Like, comment positif kalian dan juga Vote nya ya. Dan mohon permakluman jika ada bab yang tidak nyambung. Karna Novel ini masih dalam proses Revisi.


__ADS_2