CINTA PENGGANTI

CINTA PENGGANTI
Episode 16


__ADS_3

Andini tertidur dengan piyamanya. Bisma berada disofa sesekali melirik Andini yang ada ditempat tidurnya.


"Aku tahu mengapa Bima menyukai Andini. Gadis ini sangat berbeda dengan gadis diluar sana yang memakai topeng hanya untuk memanfaatkan harta kami. Tapi tunggu dulu aku harus berhati-hati siapa tahu dia hanya berpura-pura polos dan baik dihadapanku dan dihadapan semua orang." Gumam Bisma dalam hatinya. Sekali lagi dia melirik Andini lalu memejamkan matanya.


Saat makan malam dia dan Andini tidak keluar kamar untuk makan bersama orang tuanya. Beberapa kali nyonya Maryam mengetuk pintu kamar Bisma tetapi Bisma tak menyahut dari dalam kamar. Saat makan malam nyonya Maryam juga mengundang Sarah datang kerumah mereka. Perasaan Bisma seperti ingin berteriak memaki dan mencari tahu kebenaran atas meninggalnya orang tua kandungnya tetapi pengacara Sunan menahannya agar semua berjalan dengan lancar.


***


Pagi hari saat matahari telah memancar dari jendela kaca dengan gorden yang sedikit terbuka. Bisma berusaha membuka matanya dan langsung tertuju pada tempat tidurnya melihat seseorang yang dia cari. Bisma tidak mendapati Andini ditempat tidurnya sehingga dia berdiri mencari ponselnya yang dia letakkan dimeja disamping tempat tidur.


"Jam setengah delapan? Wanita itu? Apa dia tidak punya telinga semalam aku mengatakan apa?" Kata Bisma memaki didalam kamarnya. Bisma bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Saat dia mau berganti pakaian catatan kecil tertempel dilemari.


"Maaf pak Bisma aku tidak berani membangunkan anda. Aku sudah menyiapkan baju anda dan aku letakkan didalam lemari." Tulis Andini sebuah kertas lalu dia tempelkan di lemari pakaian.


Bisma meremas kertas tersebut lalu membuangnya ke lantai.


"Aku salah menilainya semalam!" Kata Bisma kesal.


Saat Bisma keluar dari pintu kamarnya, nyonya Maryam mondar mandir didepan pintu kamarnya.

__ADS_1


"Bisma! Mengapa kamu mengajak Andini tidur dikamarmu? Mengapa kamu tidak menemui Sarah semalam? Mengapa kamu memecat Sarah dari kantormu? Mengapa kamu.."


"Hentikan! Jika ma.." Bisma berhenti sejenak saat kata mama dia ingin ucapkan. "Hubungi pengacara Sunan jika ingin bertanya!" Bisma pergi begitu saja meninggalkan nyonya Maryam dengan mata melotot.


"Sunan? Kamu telah membuat ini menjadi kacau. Seharusnya aku menyingkirkan kamu sejak dulu. Aku hampir pada tujuan akhirku yaitu menikahkan Bisma dan Sarah tetapi kamu telah membuatnya menjadi kacau karena membawa gadis kampung itu masuk kerumah ini. Lihat saja nanti siapa yang akan menang mendapatkan harta warisan ini, aku atau kamu." Kata nyonya Maryam terlihat sangat kesal.


Bisma langsung pergi kekantor meninggalkan nyonya maryam yang masih bertengkar dengan batinnya. Sesampainya dikantor Bisma mencari sosok Andini secara diam-diam dengan berpura-pura melewati ruangan Andini untuk bertemu Alex.


"Alex dimana?" Tanya Bisma mengeraskan suaranya tetapi karyawan lain malah merasa heran dengan pertanyaan Bisma. Bisma sengaja membesarkan suaranya agar Andini melihat ke arahnya atau menjawab pertanyaannya tetapi Andini hanya fokus pada layar komputernya tanpa tertarik menjawab pertanyaan Bisma.


"Maaf pak Bisma, bukannya pak Alex telah pindah keruangan manajer?" Ucap salah satu karyawan menjawab pertanyaan Bisma.


Karena Andini masih sedingin mungkin Bisma pergi dengan perasaan kesal.


Alex dipercayakan menjadi manajer diperusahaan Bisma sekarang. Sebelumnya papanya Alex pernah menjabat sebagai pemimpin perusahaan otomotif itu. Papanya Alex berteman baik dengan orang tua Bisma dan sebelumnya dia adalah manejer perusahaan itu tetapi setelah orang tua Bisma meninggal dia mengantikan jabatan ayahnya Bisma. Dia ikut menjaga rahasia meninggalnya orang tua Bisma kepada sikembar Bima dan Bisma, bahkan anaknya Alex tidak mengetahui kebenaran yang tersimpan lama itu. Rencana mereka untuk melindungi harta kekayaan orang tua Bisma akhirnya berhasil dan sampai sekarang nyonya Maryam dan tuan Sofyan tidak mempunyai aset apapun atas nama mereka kecuali rumah yang mereka tempati sekarang.


Tuan Sofyan sangat jarang berada dirumah karena dia mempunyai istri sah diluar sana. Tuan Sofyan kadang hanya sekali datang menemui nyonya Maryam dan itupun karena terpaksa agar mereka terlihat romantis dihadapan Bisma dan Bima. Nyonya Maryam dulu adalah kepala pelayan dirumah orang tua Bisma. Dia adalah sepupu dari ibu kandung Bisma dan Bima. Saat itu tuan Sofyan adalah sopir pribadi orang tua Bisma. Tuan Sofyan dan nyonya Maryam terlibat cinta lokasi dirumah itu hingga mereka melangsungkan pernikahan secara diam-diam.


Nyonya Maryam membujuk tuan Sofyan untuk melakukan kejahatan. Cinta membuat tuan Sofyan lupa akan segalanya hingga dia berani mengutak atik kendaraan orang tua Bisma sehingga terjadi kecelakaan tunggal. Dia menghilangkan semua jejak dengan sebersih mungkin sehingga polisi tidak menemukan jejak kejahatan dalam peristiwa kecelakaan itu. Kasus meninggalnya orang tua Bisma berlalu begitu saja karena orang menganggap itu murni kecelakaan tunggal. Sejak saat itu Bisma dan Bima disahkan menjadi anak dari tuan Sofyan dan nyonya Maryam dipengadilan. Tetapi dia lupa jika ada seorang wanita yang menyaksikan semua kejahatan mereka berdua, dia adalah bu Marni. Bu Marni rela menghabiskan sisa hidupnya untuk merawat dan membesarkan Bima dan Bisma.

__ADS_1


Tuan Sofyan dan nyonya Maryam tidak bisa berbuat apa-apa kepada Bima dan Bisma karena semua harta kekayaan di wariskan kepada sikembar dan hanya rumah yang diberi pengadilan kepada nyonya Maryam dan tuan Sofyan. Jika Bisma dan Bisma mengalami kekerasan maka mereka akan diambil oleh pengasuh lain. Tuan Sofyan dan nyonya Maryam akan dihapus dalam daftar hak waris rumah jika bertindak jahat kapada sikembar.


Kedua Orang tua kandung Bisma sama sama merupakan anak tunggal, hanya nyonya Maryam yang menjadi saudara sepupu satu-satunya yang dimiliki ibu kandung Bisma.


****


Saat jam makan siang Alex berdiri didepan Andini.


"Kali ini jangan menolakku untuk makan bersamamu. Kemarin kamu menolakku untuk pulang bersamamu Dini." Kata Alex sambil memegang meja kerja Andini.


"Baiklah, hanya kali ini saja pak manajer." Seraya tersenyum Andini beranjak dari tempat duduknya mengiyakan ajakan Alex untuk makan bersama.


Dikantin kantor, saat mereka makan. Alex ingin membersihkan bibir Andini dengan tisu tetapi dengan cepat Andini menarik tisu tersebut dari tangan Alex dan membersihkan mulutnya sendiri.


"Aku bisa melakukannya sendiri Lex." Kata Andini kembali melanjutkan makannya.


"Setelah kepergian Bima kamu tidak niat untuk membuka hatimu kembali untuk orang lain Din?" Ucap Alex, Andini yang mau memasukkan makanan kedalam mulutnya langsung terhenti sejenak.


"Apakah aku mengatakan kepada Alex bahwa sebenarnya aku dan pak Bisma telah menikah? tapi Bisma mengatakan jangan memberi tahu kepada siapa-siapa tentang pernikahan ini" Batin Andini seraya menatap Alex.

__ADS_1


"Dini?" Panggil Alex.


"Maaf Lex aku harus pergi!" Andini meninggakan Alex yang sedang makan. Alex menjatuhkan sendoknya dipiringnya lalu menyandarkan badannya dikursi. "Andini andai kamu tahu bahwa aku menyukaimu." Kata Alex pelan melihat kepergian Andini.


__ADS_2