
"Nel,Ada apa?",Tanya Amel sambil memegang tangan sahabat nya itu
"Tidak,Aku hanya takut lo kenapa napa Mel",Ucap Anel menatap Amel sendu
"Sayang,bukankah aku sudah bilang,tidak akan terjadi apa apa",Ucap Nathan meyakinkan sng istri
Kalian tidak akan mengerti apa yang aku takutkan
" Nel,lo harus yakin ok,Lagi pula hanya satu minggu",Timpal Amel
"Ok kalau begitu,kita keluar sekarang,acaranya akan segera di mulai",Ucap Danu cept
Mereka berjalan keluar dari ruangan itu,mereka berjalan terpisah,Amel yang merasa haus pun bergegas mengambil minuman sekaligus mencari orang yang bernama Sheno.Mungkin bagi Amel Nama itu tidak asing bagi nya,tapi ia tidak mau terlalu memikirkan nya.
"Sayang,tunggu di sini sebentar,akan aku ambilkan minum",Ucap Nathan cepat
"Ya Mas",Jawab Anel cepat
Nathan pun pergi untuk mengambilkan sang istri dan dirinya minum
"Anel",Panggil Sheno cepat
"She.......No",Gumam Anel lirih
"Ahhhh,Ternyata ini benar kamu",Ucap Sheno dengan suara lembut
"I.....ya,Ma'af Shen aku harus ke sana",Ucap Anel cepat
"Nel Tunggu",Ucap Sheno sambil menarik lengan Anel
"Shen,tolong lepaskan",Ucap Anel sambil memohon
"Nel,Aku hanya ingin bicara sebentar",Ucap Sheno menatap lekat wajah wanita yang dulu pernah mengisi hati nya
"Ta......pi Shen ...A", Belum selesai Anel bicara Nathan sudah datang dan langsung memukul wajah laki laki yang tengah memegang tangan sang istri.
BUKKKKK
"Jangan pernah menyentuh Istri saya",Ucap Nathan menatap tajam ke arah laki laki yang tengah tersungkur di lantai akibat pukulan nya
Seluruh tamu yang berada di ruangan itu menatap ke arah sumber suara,begitu pun Danu dan juga Fino yang berada tidak jauh dari keduanya.
Danu dan Dania langsung berjalan ke arah keduanya.
__ADS_1
"Kakak tidak apa apa",Ucap Dania sambil memebatu kakak nya berdiri
Sheno bangkit sambil memegang bibirnya yang berdarah akibat pukulan Nathan."Istri",Ucap Sheno sambil menatap ke arah Anel,ia baru sadar akan perut buncit Anel
"Lalu jika dia istri Anda kenapa,Saya tidak ada urusan dengan anda Tuan Jhonatan Sanjaya",Ucap Sheno dengan seringai licik nya
"Jika menyangkut istri saya,tentu ini menjadi urusan saya",Ucap Nathan dengan wajah memerah menahan amarah
"Hahahahaha,Apa Anda tidak pernah mendengar tentang mantan istri Tuan",Ucap Sheno dengan wajah yang penuh dengan tanda tanya
Nathan menyerit kan dahinya,ia cukup tau apa maksud ucapan laki laki di depan nya itu."Saya tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi Tuan Sheno yang terhormat",Ucap Nathan dengan penuh penekanan.
Mungkin dulu Nathan bisa mengalahkan perusahaan itu dengan mudah nya,tapi sekarang perusahaan itu hampir sama besarnya dengan perusahaan nya.hal yang tidak mungkin Nathan lakukan dengan mudah.
"Sheno",Ucap Amel yang baru saja masuk ke dalam krumunan itu
"Kau juga berada di sini Mel?",Tanya Sheno cepat
"Ahhhhh,Iya.Danu itu teman ku",Jawab Amel sambil menatap Danu yang tengah berdiri di dekat Nathan
"Ternyata Dunia ini cukup Adil",Ucap Sheno penuh arti
"Maksud mu?",Tanya Anel bingung
"Batalkan pertunangan ini",Ucap Sheno tegas
"Apa kau tidak dengar,pertunangan ini batal",Ucap Sheno menatap tajam ke arah sang adik
"Nak Sheno,apa yang anda katakan",Ucap Ibu Danu yang baru saja datang
"Apa Anda Tuli Nyonya",Ucap Sheno meremehkan
"Jaga ucapan Anda",Ucap Danu menatap Tajam ke arah Sheno
Para penjaga sudah masuk untuk mengamankan semua tamu yang ada di ruangan itu,mereka di giring untuk ke luar dari dalam ruangan.
"Danu Diam lah",Ucap Sang ibu
"Tapi Bu",Ucap Danu
"Ibu bilang diam ya diam,Kau tau apa jadi nya jika pertunangan mu batal Nak",Ucap Sang ibu dengan nada suara yang mulai menunggu.
"Kak,aku mohon jangan batalkan pertunangan ini,Aku sudah mulai suka dengan mas Danu kak",Ucap Sang adik yang mulai menangis
__ADS_1
"Tapi ma'af,saya tidak pernah suka dengan mu",Ucap Danu tegas
"Kau dengar adik ku sayang,Ayo kita pergi",Ucap Sheno cepat
"Tidak Kak,Aku yakin Mas Danu akan menyukai ku suatu saat nanti",Ucap Dania
"Ma'af Dania,tapi aku sudah mencintai wanita lain",Ucap Danu sambil menatap ke arah Amel
"Hahahaha,benar benar konyol,"Ucap Sheno cepat.Sheno menarik Tangan sang adik meninggalkan tempat itu,fikiran nya masih tentang Anel.
Mereka semua menatap kepergian dua kakak beradik itu,Ibu Danu sempat menghalangi nya,tapi langsung di tarik oleh Danu.Mereka semua kini duduk di satu Ruangan yang cukup besar.Nathan menatap sang istri yang masih menunduk dengan wajah yang sendu.Amel yang mengerti akan tatapan Nathan mencoba untuk memberi pengertian.
"Rencana kita gagal total",Ucap Danu
"Sudah lah Brow,Kita tidak tau khan jika Sheno itu mengenal Amel dan Anel",Timpal Fino,
"Apa kamu ingin menjelaskan sesuatu Sayang?",Tanya Nathan dengan Nada suara yang cukup membuat bulu merinding
"Nat sudah lah,ini sudah malam,besok kita bicarakan ini lagi",Ucap Amel cepat,ia tidak ingin sahabat nya itu tertekan
"Aku ingin penjelasan sekarang juga",Ucap Nathan Dingin
"Nat,Apa kau tidak melihat istri mu sedang Hamil,Kita bicarakan ini besok saja",Timpal Danu
"Anel,Apa kau tidak dengar",Ucap Nathan dengan suara yang sudah meninggi
"Mas...",Ucap Anel dengan suara yang lirih dan mata yang mulai menggenang
"Jelaskan",Ucap Nathan tanpa melihat ke arah sang istri
Tapi Anel masih tetap Diam,Tubuh nya bergetar karna Takut.Air matanya mulai mengalir.
"JELASKAN",Bentak Nathan
"Tuan",Ucap Aldo mencoba menenangkan
Nathan menatap tajam ke arah asistennya itu.ia tidak ingin ada yang ikut campur jika ia sedang bicara.
"Baik,Temui aku jika kau sudah ingin bicara",Ucap Nathan lalu meninggalkan Ruangan itu
Anel semakin terisak melihat kepergian suami nya.Amel mencoba menenangkan sahabat nya itu,karna khawatir akan berpengaruh dengan kondisi kehamilan nya .
"Mel,Bawa Anel ke Mobil,Aku akan mengantar kalian pulang,Dan kamuAldo,Ikuti mobil Nathan,aku takut dia melakukan hal yang tidak tidak",Ucap Danu cepat
__ADS_1
"Aku ikut ",Ucap Fino cepat
Aldo dan Fino melacak Nathan lewat ponsel nya,lalu Meraka pun menyusul ke sana,sedangkan Danu mengantar Anel,dan Amel ke ke kediaman Sanjaya.Mereka tidak menyangkan akan seperti ini,Rancana yang di susun dengan begitu matang hancur hanya kerna masa lalu Anel yang mereka tidak tau.