CINTA PENGGANTI

CINTA PENGGANTI
Bab 119


__ADS_3

Aldo menepikan mobilnya di pinggir jalan yang cukup sepi,dan di sebrang jalan terlihat ada gang kecil yang hanya di sinari lampu kecil.


"Kenapa kau berhenti di tempat gelap seperti ini Do?"Tanya Nathan cepat


"Kita sudah sampai Tuan",Jawab Aldo cepat


"Kau yang benar saja,Apa kita akan mencarinya di pinggir jalan ini,Bukan kah keong itu hidupnya di persawahan",Ucap Nathan yang mulai kesal


"Kita memang Akan mencari keong itu di Sawah Tuan,Dan sawahnya ada di ujung Gang itu",Ucap Aldo sambil menunjuk gang kecil yang terdapat lampu kecil


Nathan menatap takut ke arah gang itu."Apa kau yakin Do,Saya tidak yakin dengan ini",Ucap Nathan


jika Semua musuh mu melihat ini Tuan,mereka pasti akan mati tertawa karna sakit perut melihat seorang CEO perusahaan terkenal Takut akan gang kecil,Batin Aldo


"Tuan tidak usah Takut,Disini Aman Tuan",Ucap Aldo meyakinkan atasannya itu


"Aku bukannya Takut,Tapi lebih ke waspada....Tapi baik lah Lebih cepat lebih baik......Tapi_......Kau jalan lebih Dulu",Ucap Nathan


Hahhhh......,Nona kali ini kau sudah menampakan sisi lain dari seorang Jhonatan Sanjaya,Batin Aldo tersenyum geli mendengar ucapan Atasannya itu


Aldo mengambil senter yang ada di jok belakang mobilnya,Lalu ia menyalakan senter itu dan berjalan mendahului Atasannya itu.Sedangkan Nathan berjalan mengekor di belakangnya.


Kini mereka sampai di hamparan Sawah yang Luas,Nathan sampai tertegun melihat keindahan persawahan itu."Kenapa Aku tidak tau jika di dalam Kota ini ada persawahan yang luas dan indah",Gumam Nathan


"Itu karna Tuan terlalu banyak menghabiskan waktu di perusahaan",Jawab Aldo yang mendengar gumanan atasannya itu


"Kau Benar Do,Lain kali aku akan mengajak Anak dan istriku ke sini",Ucap Nathan tersenyum


"Mari Tuan kita cari keong nya,Nona Pasti sudah lama menunggu kita",Ucap Aldo menyadarkan Atasannya itu atas tujuannya datang ke sawah ini


"Ahhhh,Aku hampir saja lupa,Dimana kita harus Mencarinya?"Tanya Nathan cepat

__ADS_1


Aldo menunjuk ke arah pinggiran Sawah yang di penuhi dengan tanaman Padi."Disini Tuan",Ucap Aldo


Nathan mengikuti langkah Aldo dan berjongkok di Sebelahnya."Dimana keongnya Do?"Tanya Nathan yang clingak clinguk mencari keberadaan keong itu


"Kita telusuri saja pinggir sawah Ini Tuan,Biasanya mereka akan terlihat",Ucap Aldo sambil berjalan


"Aldo,Apa itu keongnya",Tunjuk Nathan


Aldo mengikuti arah yang di tunjuk oleh Nathan,Terlihat senyum mengembang di wajahnya."Benar Tuan,Itu Dia",Ucap Aldo senang


"Lalu bagaimana cara mengambilnya Do?"Tanya Nathan panik saat melihat Keong itu terlihat berjalan


Aldo mengeluarkan tas keresek kecil dari saku celananya."Tuan tinggal ambil saja,Lalu masukan ke sini Tuan",Ucap Aldo sambil memberikan taa keresek yang ia pegang


"Kau saja yang Ambil,Saya takut dia menggigit",Ucap Nathan takut


"Buahahahahha",Aldo terbahak mendengar ucapan Atasannya itu


"Kenapa Kau tertawa hahhhh,Apa kau ingin angka Nol ti rekeningmu berkurang",Ancam Nathan


"Apa kau Yakin?"Tanya Nathan penuh curiga


"Saya Yakin Tuan",Jawab Aldo cepat


Dengan perasaan Takut Nathan mencoba mengambil keong itu."Ini Demi Istri dan Anak ku,Kau bisa Nathan,Batin Nathan


Tak butuh waktu lama mereka sudah mengumpulkan banyak keong,Nathan dan Aldo bergegas ke tukang Sate untuk menyuruhnya membatu Nathan mengolah Keong itu.Untungnya Tukang sate itu baik dan mau membatu Nathan.


Waktu terus berjalan,akhirnya Sate buatan Nathan pun siap,Walau Nathan harus menguras semua isi perutnya.Karna ini pertama kali bagi Nathan.Setelah membungkus sate itu Nathan dan Aldo kembali ke rumah Sakit.Dngan perasaan senang Nathan melangkahkan Kakinya dengan ringan menuju ke kamar perawatan Sang Istri


Nathan membuka pintu kamar itu di ikuti oleh Aldo yang mengekor di belakangnya.

__ADS_1


"Sayang In_",Ucapan Nathan terpotong saat Malika menatap Galak ke arah dua orang laki laki yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu


"Hussstttttt,Pak Tolong jangan berisik",Ucap Malika cepat


"Dia Tidur",Ucap Nathan kecewa


"Nona Baru saja tidur Pak,Sejak Tadi Nona Terus saja Muntah,Bahkan wajahnya sampai pucat",Ucap Malika


"Benarkah,Apa Dokter sudah memeriksanya?"Tanya Nathan sambil menatap wajah Istrinya yang begitu teduh saat tertidur


"Sudah Pak,Dokter bilang itu wajar.Tapi tetap Harus di perhatikan",Jawab Malika cepat


"Baik Lah,Trimakasih karna sudah mau menemani Anel,Kalian boleh pulang Sekarang",Ucap Nathan tanpa mengalihkan pandangannya


"Kami pamit pulang,Jika Tuang memerlukan sesuatu lagi,Tuan langsung saja menghubungi Saya",Ucap Aldo yang langsung mendalam anggukan dari Nathan


Setelah Aldo dan Malika Pulang,Nathan duduk di sebelah brankar sang istri,Ia menatap wajah Anel lembut,Tangannya mulai terangkat mengelus pucuk kepala sang istri.Anel terlihat menggeliat,Perlahan ia membuka matanya.Senyum di bibir Anel terlihat mengbang saat melihat Suaminya sudah berada di sampingnya


"Mas sudah Datang",Ucap Anel senang


"Hmmm,Apa ada yang sakit lagi Sayang?Apa Mualnya Masih terasa?"Tanya Nathan yang begitu khawatir


"Tidak Mas,Mualnya sudah Tidak terasa lagi.Tapi Mas,Bolehkah Aku meminta sesuatu lagi?"Tanya Anel penuh harap


"Katakan saja,Aku akan memenuhi semua yang Istri dan calon Anak kita inginkan",Ucap Nathan lembut


"Aku ingin tidur di peluk oleh Mas",Ucap Anel sedikit Malu


Nathan tersenyum mendengar permintaan istrinya itu,Nathan bangun dari kursi lalu Naik ke Brankar Anel yang cukup besar bahkan muat untuk Dua orang itu,Nathan merbahkan tubuhnya di sebelah tubuh sang istri lalu memeluknya dengan erat


"Tidurlah Sayang,Aku akan selalu menjagamu",Ucap Nathan lembut

__ADS_1


Anel memejamkan matanya saat ada rasa nyaman yang ia rasakan,Ia begitu bersyukur memiliki Suami yang sangat menyayangi nya,Walaupun masa lalunya sangat buruk Tapi bagi Anel itu hanya Takdir yang membuatnya Tau bahwa masa depannya sangat indah.


Trimakasih Karna kau memberiku Suami yang sangat baik dan Anugrah Anak yang bisa membuat ku bangkit dari kesedihan,Aku berjanji akan menjaga Anugrah mu ini Tuhan.Bahkan jika aku harus menukarnya dengan nyawaku sendiri.


__ADS_2