
Sore harinya mereka semua berkumpul di halaman rumah.Dengan menggelar Tikar untuk mereka Duduk menikmati kebersamaan yang jarang mereka rasakan.
Santi melihat kebersamaan Anak anaknya itu,Tanpa terasa airmata Santi terlihat mengalir di sudut matanga.
"Ibu,Kenapa Ibu menangis?"Tanya Ani yang baru sja masuk ke Dapur untuk membantu sang ibu
"Tidak Nak,Ibu hanya bahagia melihat kebersamaan kalian,Ibu Takut tidak bisa melihat hal ini lagi",Jawab Santi sambil mengusap air matanya
"Ibu kenapa bicara seperti itu,Ibu Akan selalu sehat.Ibu akan melihat Semua cucu Ibu Dewasa",Ucap Ani
"Ibu berharap seperti itu Nak",Ucap Santi dengan wajah sendu
Ani melihat kesedihan di mata Sang ibu."Apa ada hal yang ibu sembunyikan dari kami Bu?"Tanya Ani penuh selidik
"Apa yang kamu katakan Nak,Tidak.......Tidak ada yang ibu sembunyikan dari kalian.Jangan berfikiran yang tidak tidak.Kamu kesini ingin membatu Ibu kan,Sekarang bawa ini ke depan,Mereka pasti sudah menunggu",Ucap Santi sambil mengambil Nampan yang berisi makanan Lalu berjalan mendahului Ani
Ani Menatap aneh melihat sifat ibunya yang terlihat tidak biasa."Aku meresa Ibu menyembunyikan sesuatu,Batin Ani.Ani mengambil nampan yang minuman dan membawanya ke depan.
"Ani kenapa kau lama sekali?"Kesal Amel yang sudah sangat kehausan
"Cihhhhh.....Kakak ini selalu tidak sabar.Aku kan sedang Hamil Jadi aku tidak bisa berjalan cepat",Ucap Ani cepat
"Benar Kah,Wahhhh selamat Ya,Maaf Dek......Kakak kan tidak tau jika kau sedang Hamil",Ucap Amel yang sangat senang mendengar Adik sahabatnya itu tengah mengandung
"Iya Juga,Hehehehe.Maafkan Ani juga",Ucap Ani sambil tertawa kecil
"Wahhhh Slamat ya Brow,Akhirnya Lo nyusul kita juga,Sebagai perayaan bagaimana kalau Malam Ini kita buat pesta kecil",Ucap Danu semangat
"SETUJU.....",Ucap semuanya kompak
"Kalian bersenang senang lah,Ibu mau istirahat sebentar di kamar",Ucap Santi cepat
"Ibu tidak apa apa?"Tanya Anel khawatir
"Tidak Nak,Ibu hanya lelah.Maklum Ibu kan sudah Tua",Jawab Santi Sambil memegang tangan Sang Anak,Ia tidak mau Anak anaknya khawatir.
"Baik Lah,Ibu istirahat Saja.Biar Kami yang menyiapkan semuanya untuk malam Nanti",Ucap Anel
Santi Masuk ke dalam Kamarnya Dengan wajah sedih,Ia duduk di pinggir tempat tidur sambil melihat ke luar jendela."Ibu tidak ingin merusak kebahagiaan kalian dengan kabar buruk Ibu Nak,Ibu sangat bahagia melihat kalian para putri Ibu mendapat Suami yang sangat mencintai Kalian,Ibu Akan lebih tenang jika harus meninggalkan Kalian Nanti",Ucap Santi dengan Air Mata yang mulai menetes
Santi Merebahkan Tubuhnya di atas tempat Tidur,Ia memejamkan Matanya yang mulai terasa Berat.Belakangan Ini Santi memang Merasa tubuhnya sangat mudah lelah,Bahkan Kepalanya sering merasa nyeri.
******
DI HALAMAN DEPAN
"Kak,kenapa Aku merasa Ibu sedang tidak baik baik saja ya",Ucap Ani saat tengah menyiapkan Buah untuk yang lainnya
"Kamu jangan berfikiran Buruk Dek,Itu tidak Baik.Ibu sudah bilang jika Ibu baik Baik saja Bukan",Ucap Anel Vositif
__ADS_1
"Iya Sih....Tapi aku merasa ada yang di tutupi dari kita",Ucap Ani lagi
"Kita Tanya Ibu Nanti,Sekarang Biarkan Ibu istirahat Dulu",Ucap Anel menenangkan Sang Adik
Sebenarnya Anel juga merasakan yang Sama,Tapi Anel tidak ingin berfikiran Buruk.Ia juga tidak ingin membuat sang Adik khawatir karna itu bisa berpengaruh buruk terhadap kandungannya.Anel berjalan ke luar membawa Potongan Buah di tangannya.
"Mama Fandla ingin Itu",Ucap Fandra sambil menunjuk Buah Pepaya yang masing menggantung di pohonnya.
"Fandra ingin Itu,Tapi Mama sudah bawakan yang bersih sayang",Ucap Anel sambil menunjukan pepaya yang sudah bersing
"Tidak Mau,Fandla Ingin Yang itu Mama",Rengek Fandra
"Mama tidak bisa mengambilkan Fandra,Hmmmmm......Tapi Fandra bisa minta Papa ambilkan",Ucap Anel cepat
Fandra terlihat menatap sang Papa yang tengah duduk berbincang dengan Danu dan juga Fino.Fandra langsung mengangguk lalu segera berlari ke arah Sang Papa."Papa,Fandla Ingin Itu",Ucap Fandra sambil menunjuk pohon pepaya yang ada di pojok rumah Sang Mama
Nathan dan yang lainnya melihat ke arah pohon yang di tunjuk Fandra."Bukankah Mama sudah membelinya Sayang,Makan itu saja Ya",Ucap Nathan cepat
"Tidak,tidak,tidak.....Fandla Mau yang itu",Ucap Fandra sambil menyilangkan Tangannya dan memajukan bibirnyaa
"Hahhhhhh,Sayang Itu sangat tinggi Dan Pohonya sangat langsing",Ucap Nathan sambil menatap pohon pepaya itu
"Hikssss.....Fandla tidak mau Tau.Pokoknya Yang itu Papa",Tangisan Fandra pecah sudah saat sang Papa menolak kemaunnya
"Heyyyy kenapa Jagoan Om menangis",Ucap Aldo yang tiba tiba ada di sana
Fandra melihat Aldo yang tengah berjongkok di depannya."Hikssss......Fandla Ingin buah itu,Tapi Papa tidak mau mengambilkannya Om",Ucap Fandla masih menangis
"Baik lah Om",Ucap Fandra senang
"Hahhhh,Syukurlah kau Datang Do",Ucap Nathan yang merasa terselamatkan
"Malika,Duduk lah di sini",Ajak Anel saat melihat Malika masih berdiri di belakang Aldo
"Trimakasi",Ucap Malika Sambil ikut duduk di antara Anel dan Ani
"Ahhhhh Iya,Kenalkan Ini Adik saya Ani,dan Ini Amel ",Ucap Anel memperkenalkan adik dan sahabatnya
"Aku Ani Kak,Adik Kak Anel",Ucap Ani ramah
"Hayyy Aku Amel,Mantan asisten Nathan sekaligus Sahabat Anel",Ucap Amel cepat
"Saya Malika,Senang bisa berkenalan dengan kalian",Ucap Malika sopan
"Jangan Sungkan Malika,Anggap saja kami ini Kluarga Mu",Ucap Anel."Ahhhh ya,Kamu dari mama bersama Aldo?"Tanya Anel lagi
Wajah Malika kembali sendu,ia kembali mengingat tentang kematian Sang Kakak.
"Apa ada masalah Malika?"Tanya Anel yang melihat perubahan wajah Malika
__ADS_1
"Kakak ku baru saja meninggal,Dan kami baru saja dari pemakamannya",Ucap Malika dangan mata berkaca kaca
"Maafkan Aku",Sesal Anel
"Tidak.....tidak apa apa",Ucap Malika yang terlihat memaksakan senyumnya
"Kami turut berduka ya Malika",Ucap Amel cepat
"Trimakasi",Ucap Malika
"Ahhh iya,Malam Nanti Kami akan mengadakan pesta kecil untuk merayakan kehamilan Ani,Bisakah Kau dan Aldo datang",Ucap Anel cepat
"Iya,Tentu saja Kami akan Datang",Jawab Malika cepat
Saat mereka tengah asyik membahas masalah pesta malam nanti Tiba tiba Mereka mendengar benda jatuh yang begitu keras.
Brukkkkk.....
Mereka semua melihat ke arah benda jatuh itu,Saat mereka tau jika Aldo lah yang jatuh mereka langsung mendekati Adlo."Hahahahha.....Apa yang kau lakukan Do,Apa tempat tidur di rumah mu rusak hingga kau tidur di bawah pohon pepaya itu",Ledek Nathan
"Mas,Bukannya membatu Mas malah meledeknya",Ucap Anel menatap Tajam ke arah sang suami
"Kamu tidak apa apa Do?"Tanya Malika sambil membantu Aldo berdiri
"Tidak,Aku tidak Apa apa",Ucap Aldo cepat
"Sayang,Apa kau tidak lihat jika sekarang Aldo sudah ada yang meng khawatirkannya",Ucap Nathan tanpa Rasa bersalah
"Apa Om Baik Baik Saja?"Tanya Fandra Yang merasa bersalah karna sudah membuat Teman Papanya itu terjatuh
"Iya Sayang,Om Baik Baik saja",Ucap Aldo sambil mengelus pipi Fandra
"Kaki mu terluka,lebih baik cepat di obati",Ucap Anel saat melihat darah di kaki Asisten suaminya itu
Malika membatu memapah Aldo ke teras Rumah,Sedangkan Anel mengabilkan kotak obat di dalam rumahnya Lalu memberikannya ke Malika.Malika dengan sigap mengobati luka yang ada di kaki Aldo.
"Apa Ini sakit?"Tanya Malika saat melihat expresi wajah Aldo
"Hmmmmm,Sedikit",Jawab Aldo cepat
Malika hanya tersenyum Lalu kembali mengobati luka Yang ada di kaki Aldo."Selesai",Ucap Malika cepat
"Trimakasi",Ucap Aldo menatap lembut wajah wanita yang kini telah mengisi hatinya itu
"Ehhhhhmmm,Lebih Baik Kita berpamitan sekarang.Anel mengundang kita kesini Malam Nanti untuk menghadiri pesta perayaan kehamilan adiknya",Ucap Malika cepat
"Baik lah",Ucap Aldo
Mereka berpamitan kepada semuanya,Karna Malam Nanti mereka akan kembali lagi untuk menghadiri undangan Anel.Setelah Aldo dan Malika pergi Anel dan yang lainnya pun segera menyiapkan acara untuk malam Nanti.
__ADS_1
🍃JANGAN LUPA LIKE DAN VOTENYA SUPAYA SEPADAN DENGAN TUNTUTAN KALIAN YANG MENGINGINKAN KELANJUTAN CERITANYA