
Saat didalam mobil Andini begitu canggung berdampingan dengan Bisma. Bisma tidak mengeluarkan kata-kata selain fokus mengendarai mobilnya. Andini bertanya didalam hati mengapa Bisma tidak membawa sopir dan mengendarai mobil seorang diri.
"Pak ini bukan jalan pulang kerumah!" Andini melihat arah jalan yang berbeda saat mereka pulang.
Bisma masih tidak mengeluarkan kata-kata hingga membuat Andini sedikit takut.
"Jangan bilang dia mau menculikku?" Kata Andini pelan sedangkan Bisma tersenyum simpul mendengar ucapannya.
Sesampainya dirumah yang sangat asing bagi Andini, Bisma keluar dari mobilnya setelah dia memarkir mobilnya dihalaman rumah tersebut. Andini masih terpaku ditempat duduknya merasa takut untuk melangkah keluar dari dalam mobil.
"Hei apa yang kamu lakukan? Cepat keluar!" Kata Bisma dengan nada tinggi.
"Pak ini rumah siapa?" Tanya Andini sambil melihat setiap sudut rumah.
"Aku akan menjualmu pada pemilik rumah ini!" Sahut Bisma sambil menahan tawanya.
__ADS_1
"Apa? Aku tidak mau keluar dari mobil. Jangan berani mendekat atau aku akan menelfon polisi agar kamu dan komplotanmu ditangkap." Andini menanggapinya dengan serius hingga tubuhnya gemetar.
"Aku hanya bercanda, ayo keluar! Ini rumah pengacara Sunan." Sahut Bisma sedikit terkejut dengan reaksi Andini yang ketakutan.
"Sialan! Dia bahkan dia berani membohongiku dan membuatku takut." Batin Andini memaki.
Bisma dan Andini berjalan memasuki rumah pengacara Sunan. Kecepatan langkah Bisma membuat Andini sedikit berlari mengejar lelaki yang ada dihadapannya itu. Didalam rumah pengacara Sunan telah menunggu mereka sejak tadi. Bisma duduk sedangkan Andini memilih duduk agak menjauh dari Bisma. Bisma melototkan matanya mengisyaratkan agar Andini mendekatinya. Andini tidak bergeming hingga akhirnya Bismalah yang mendekati Andini. Bisma meraih pinggang Andini hingga membentuk lingkaran sontak membuat Andini terkejut. Pengacara Sunan tersenyum melihat tingkah mereka yang ada dihadapannya.
"Maaf telah merepotkan kalian untuk datang menemuiku. Sebenarnya aku sudah terlalu jauh ikut campur dalam kehidupan pribadi kalian. Aku hanya ingin melindungi harta kekayaan kakakmu dari orang-orang yang ingin menguasainya." Ucap pengacara Sunan.
"Maksudnya? Orang-orang yang menguasainya? Aku tidak mengerti." Balas Bisma dengan kebingungan.
"Orang tuaku? kamu sedang berbicara apa?" Jawab Bisma semakin bingung.
"Sebenarnya orang tua kandungmu telah meninggal sejak kalian masih kecil karena sebuah kecelakaan tunggal. Nyonya Maryam dan tuan Sofyan bukannlah orang tua kandungmu, mereka adalah sepupu ayahmu. Mereka membesarkan kalian dengan niat tertentu karena ingin mengusai harta orang tua kandung kalian. Selama ini perusahaan kalian aman karena aku dan beberapa mantan Karyawan ayahmu selalu melindunginya dengan mewariskan seluruh harta kekayaan atas nama kalian berdua."
__ADS_1
"Apa? Jadi mama dan papa bukan orang tuaku?" Bisma melepaskan tangannya dari pinggang Andini dan bersandar dikursi seperti tidak percaya jika semua ini terjadi kepadanya.
"Saat itu kalian tidak mau diambil oleh siapapun kecuali orang tua angkatmu yang ada dirumah itu. Kalian masih berumur setahun saat orang tua kalian meninggal. Sebenarnya sudah lama aku ingin mengatakan ini tetapi aku takut kalian tidak bisa menerima kenyataan ini. Maafkan aku karena menyembunyikan rahasia ini dari kalian. Aku menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan ini. Aku melakukan ini karena ingin berterima kasih kepada orang tua kalian yang telah memberikan aku kehidupan yang baik. Mereka mengambil aku saat dipanti asuhan dan memberikan aku tabungan pendidikan hingga kejenjang lebih tinggi. Saat aku mengetahui orang taumu meninggal aku berusaha kembali kerumah itu tetapi selalu terhalang oleh orang tua angkatmu. sekarang mereka tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena aku membuka kembali kasus kecelakaan yang mengakibatkan meninggalnya orang tuamu. Kakakmu Bima telah mengetahui ini dan kamu menjadi harapan satu-satunya untuk mengambil kembali hak milik kalian." Ucap pengacara Sunan.
Bisma masih terlihat kaget dengan perkataan pengacara Sunan.
"Mengapa Sarah dipecat?" Tanya Bisma.
"Dari hasil penyelidikan Sarah adalah anak kandung orang tua angkatmu."
"Apa?" Bisma terbelalak.
"Harap rahasia ini kamu jaga sebelum bukti-bukti yang lain kami dapatkan. Kalian harus berpura-pura biasa saja didepan mereka jangan sampai mereka curiga bahwa kamu sudah mengetahui rahasia ini. Bima sengaja menjodohkan kamu dengan Andini agar kamu bisa menjauhi Sarah. Mereka sangat licik jadi kita harus lebih berhati-hati." Kata pengacara Sunan.
Andini hanya bisa menjadi pendengar. Bisma terduduk lesu mendengar semua perkataan pengacara Sunan. Setelah pembicaraan selesai Andini berjalan keluar dari rumah pengacara sunan sedangkan Bisma masih berada didalam Rumah. Saat Bisma hendak keluar pengacara Sunan menarik tangan Bisma.
__ADS_1
"Tolong jaga Andini untuk Bima, kakakmu sangat mencintainya." Ucap pengacara Sunan.
Bisma hanya menatap pengacara Sunan dengan diam lalu dia pergi begitu saja.