CINTA PENGGANTI

CINTA PENGGANTI
Bab 115


__ADS_3

Kini Semua sudah Berkumpul di halaman depan,Halaman yang di rubah untuk pesta kecil yang di gelar untuk mereyakan kehamilan Ani.Aldo dan Malika pun sudah Datang


Fino dan Danu tengah sibuk memanggang Jagung,sedangkan Nathan Hanya duduk Diam bak Raja dalam Dongeng.


"Apa kau hanya akan terus duduk seperti patung yang di pajang di depan rumah,Setidaknya bantu Kami menyingkirkan Kulit jagung ini",Ucap Danu ke Nathan


"Aku tidak Bisa melakukan itu,Apa kau tidak melihat betapa sulitnya mengupas kulit jagung itu!.Lagi pula kenapa kau tidak membeli yang sudah di kupas saja",Ucap Nathan


"Cihhhhhh....Apa kau tidak melihat Fandra begitu semangat membantu Kami,Kau benar benar Payah",Ledek Danu


Nathan melihat ke arah sang Anak,Benar saja Fandra sedang mengupas kulit jagung itu dengan serius Lalu Nathan mendekati tubuh kecil Fandra."Sayang,Kenapa Fandra ikut mengupas kulit jagung itu,Biarkan Om Aldo saja yang melakukannya",Ucap Nathan ke Fandra


"Kenapa Papa.....?Fandla juga ingin membantu Uncle Danu dan juga Paman Fino,Fandla Kan anak Laki laki Pa.Papa kenapa Diam Saja,kenapa Papa tidak membantu?"Tanya Fandra sambil menatap Papanya yang hanya diam saja


"Iya,Papa juga akan membantu.Tapi Perut Papa sedang sakit,Jadi Papa akan membantu Nanti",Ucap Nathan berbohong


"Ohhhh",Ucap Fandra tidak perduli


Nathan berjalan mendekati para wanita,Ia duduk di kursi dekat sang istri."Apa yang mas lakukan di sini?"Tanya Anel saat melihat Nathan duduk di sampingnya


"Aku hanya ingin menatap kecantikan istriku dari dekat",Goda Nathan


Anel mengangkat sebelah alisnya,keningnya berkerut mendengar ucapan Sang Suami."Apa Mas sedang Demam,Atau Udara di luar terlalu dingin hingga membuat Mas jadi mengigo",Ucap Anel


"Sayang,Aku sedang serius",Ucap Nathan dngan wajah kesal


"Hahahha,Aku juga bercanda Mas......Ahhh ya Jika mas Tidak ada kerjaan,Mas tolong bantu Kami membawa piring piring itu ke meja Makan",Ucap Anel sambil memberi suaminya piring yang akan di gunakan oleh mereka


"Baik lah Sayang",Ucap Nathan dengan suara lemas.


Semua makanan sudah terhidang di meja makan,Mereka semua menyantap hidangan sederhana itu dengan canda Tawan,Kegembiraan itu sangat terlihat jelas dari raut wajah mereka.


"Ehemmmmm,Maaf Semua Saya mengganggu Kegembiraan Kalian,Tapi Saya ingin menyampaikan Kabar untuk Kalian",Ucap Aldo Cepat


Semua Yanga ada di sana menatap ke arah Aldo."Kabar apa yang ingin Kau sampaikan Aldo?"Tanya Nathan cepat

__ADS_1


"Apa Kau akan mengundurkan diri menjadi asisten Nathan?"Tanya Fino


"Hahahahha.....Apa kau sudah Bosan bekerja Dengan Bos Kampret ini",Timpal Danu dengan tawa yang memecah keheningan di malam itu


Plakkk


Nathan melempar tissu ke wajah Danu."Kau ingin mati Hahhhhh",Ucep Nathan dengan tatapan Tajam


"Tidak,Bukan itu.Saya Dan Malika akan melangsungkan pernikahan 1 Bulan Dari sekarang",Ucap Aldo dengan senyum mengembang.Sedangkan Malika Hanya tertunduk Malu


"Benarkah,Wahhhhh ini kabar yang sangat Baik.Slamat Ya Do,Semoga semuanya di lancarkan",Doa Fino ke Aldo


"Aku turut Senang Untuk Mu dan Malika,Semoga Kalian langgeng sampai Maut memisahkan",Ucap Nathan


"Akhirnya Kau bisa menyusul Kami,Jika perlu sesuatu jangan sungkan untuk meminta bantuan Kami",Timpal Danu


"Terimakasi Semuanya",Ucap Aldo tulus


"Malika selamat Ya,Kami turut bahagaia",Ucap Anel


"Kami Akan mendampingi kamu sampai hari Pernikahan Tiba,Jangan pernah sungkan Pada Kami ya",Timpal Amel


Mereka melanjutkan makan malam mereka dengan gembira.Tanpa terasa malam semakin larut,Aldo dan Malika pun berpamitan untuk Pulang.Anel Dan yang lainnya membersihkan piring kotor yang berserakan di meja.


"Buk,Lebih Baik Ibuk tidur lebih Dulu.Biar kami yang membersihkan ini semua,Lagi pula Fandra sudah tidur",Ucap Anel ke Ibunya


"Tidak Apa Apa Nel,Ibu masih belum Ngantuk",Ucap Santi ke Anak pertamanya itu


"Tapi Buk,wajah Ibu terlihat pucat.Lebih Baik ibu istirahat ya Buk",Ucap Anel cepat


"Tidak Nak,Jangan terlalu khawatirkan ibu",Ucap Santi dengan senyum di wajahnya


"Baik Lah Buk,Anel ke sana dulu membantu Amel",Ucap Anel lalu berlalu meninggalkan Ibunya


Santi memegang kepalanya yang mulai terasa sakit,Ia berjalan perlahan mendekati meja makan,Saat ia ingin mengambil Piring Kotor tiba tiba ia merasakan kepalanya semakin berat,Santi meraba Hidungnya yang kini mengeluarkan Darah,Ia mengambil tissu yang ada di atas meja,Perlahan Santi Membersihkan darah yang terus keluar.....Santi merasakan pengelihatannya mulai kabur.

__ADS_1


Brakkkkkkk


Santi terjatuh ke lantai,Anel dan Amel yang melihat Ibunya terjatuh langsung berlari ke arah sang Ibu.


Anel memangku kepala Ibunya,Ia melihat Darah yang keluar dari Hidung Ibunya."Da......Da_Rah......Buk Bangun,Ibuk kenapa",Anel Mulai Panik Matanya mulai mengeluarkan buliran bening.


"Nel Tenang,Aku akan panggil Yang lainNya",Ucap Amel yang langsung berlari ke dalam rumah


Tak lama kemudian Amel dan yang lainnya datang."Kak Ibuk kenapa?"Tanya Ani yang ikut Panik


"Sayang,lebih baik kita bawa Ibu ke Rumah sakit sekarang",Ucap Nathan."Danu tolong siapkan Mobil sekarang,Kalian bertiga lebih baik menunggu di rumah,Aku titip Fandra",Ucap Nathan cepat


"Hikssss.....Tapi aku ingin ikut Kak",Ucap Ani yang mulai menangis


"Sayang,Lebih Baik kita menunggu di rumah.Kau sedang Hamil dan itu tidak baik untuk kesehatan Bayi Kita,Aku yakin Ibu akan baik baik saja",Ucap Fino menenangkan sang istri


Nathan menggendong tubuh mertuanya masuk ke dalam Mobil,Setelah Anel dan Natham masuk ke dalam,Danu langsung melajukan Mobilnya ke arah Rumah Sakit terdekat


"Sayang,Tenang lah.Aku yakin ibu tidak apa apa",Ucap Nathan saat melihat Istrinya itu terus saja menangis


Anel tidak menjawab,Ia terus menatap wajah sang Ibu yang sudah sangat pucat,Air Matanya terus saja mengalir tanpa henti.Tidak Lama kemudian mereka sampai di Rumah Sakit terdekat,Anel dan Nathan turun dari mobil itu dan bergegas memanggil suster jaga.


Suster segera datang membawa Barankar untuk Ibu Anel.Ibu Anel di naikan ke atas brankar dan dengan cepat di bawa ke ruang IGD.


"Hikssss......Mas Ibu akan baik baik saja Kan",Ucap Anel yang terus menatap pintu ruang IGD


Nathan berjalan ke arah sang istri lalu mendekap tubuh kecil Anel."Ibuk pasti baik baik saja sayang",Ucap Nathan menguatkan sang istri


"Aku Takut Mas....Hiksss,


"Jangan berfikiran yang tidak tidak,Lebih baik kita berdoa supaya Ibuk Baik baik Saja",Ucap Nathan lagi


Anel mencoba menguatkan hatinya,Tapi rasa takut itu selalu datang menghampiri benaknya.Sekelebat bayangan sang Ayah menghinggapi ingatan Anel,Ketakutan akan kehilangan Ibunya kini kembali menghampiri Anel.Air Matanya tak henti hentinya mengalir,Tubuh Anel bergetar di pelukan sang suami. Nathan hanya bisa menguatkan sang istri karna ia tau Anel begitu takut kehilangan Ibunya.


šŸƒSEBENARNYA AUTHOR SANGAT TIDAK TEGA MENULIS BAB INI,KARNA DI DUNIA NYATA INI LAH YANG TERJADI DENGAN IBUK AUTHOR.

__ADS_1


SEMOGA KALIAN YANG MASIH MEMPUNYAI IBU BISA LEBIH MENYAYANGI IBU KALIAN YA.JANGAN SIA SIAKAN MEREKA SEKALIPUN KALIAN SUDAH BERSUAMI😄


😘LOVE YOU IBU YANG ADA DI SURGA😄


__ADS_2