
"Heeee siapa kau, berani sakali kau memeluk istri ku. Lepaskan Istri ku sekarang juga." ucap Nathan dengan tatapan yang sangat tajam ke arah orang yang tengah memeluk istri nya.
Orang itu melepas pelukannya dan langsung mengalihkan tatpannya."Apa masalah mu jika aku memeluknya." ucap orang itu enteng
"Jelas ini menjadi masalah ku, kau itu memeluk istri ku." ucap Nathan dngan suara yang meninggi
"Cihhhh, kau itu hanya suminya saja, bahkan orang yang aku peluk tidak komplain sama sekali." ucap pria itu lagi.
Nathan menatap ke arah Anel, dan benar saja ia malah tersenyum senang mendapat pelukan dari laki laki itu.
"Kenapa kamu tersenyum senang seperti itu?" tanya Nathan dengan suara yang tidak ramah.
"Mas itu terlalu berlebihan. Kenapa aku harus tidak senang mendapat pelukan dari orang yang aku rindukan." jawab Anel, Iya ingin membuat Nathan sedikit cemburu.
"Jadi kau senang di peluk oleh laki laki ini?" tanya Nathan lagi
"Tentu saja" Jawab Anel enteng.
" Kau sudah mendengarnya Tuan muda, Istri mu saja tidak menolaknya." ucap Laki laki itu dengan wajah meledek.
Ani yang melihat wajah kakak iparnya memerah karna menahan amarah pun merasa tidak tega. Ani menarik tangan laki laki itu untuk mengajaknya duduk di sebelahnya.
"Jangan mengganggu kakakku dan kakak ipar ku. Jiha dia marah, bisa habis kau dengannya." ucap Ani menyeret lelaki itu.
"Siapa yang mengganggu, aku hanya rindu dengan kakak mu, apanya yang salah." ucap Laki laki itu lagi
"Apa kau tidak melihat wajah suminya heh, wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus. Jika telinganya sampai keluar asap, habis lah kau." Bisik Ani sambil melirik ke arah Nathan.
Laki laki itu melihat ke arah Nathan, dia melihat seluruh bagian tubuh Nathan dari bawah hingga atas ujung rambut.
"Apanya yang menarik dari laki laki ini. Kenpa Kak Anell mau menikah dengan laki laki seperti ini. Apa mata kakak audah Katarak." ucap Laki laki itu meremehkan Nathan.
"Apa yang kau katakan, bahkan aku lebih baik dari bocah seperti mu." ucap Nathan tak mau kalah.
"Kau bilang aku Bocah, heyyyy aku bukan Bocah." ucapnya tak terima dengan ucapan Nathan.
"Aduh, sudah-sudah. Mas jangan di besar besarkan.dia hanya bercanda saja." ucap Anel cepat. Anel sangat pusing melihat pertengkaran keduanya.
"Dan kau, bersikaplah yang sopan, suamiku lebih tua dari mu." peringat Anell.
"Cihhhhh, dia yang mulai kenapa aku yang harus mengalah." ucap Laki laki itu lagi.
"Maafkan kelakuan keponakan Ibuk ya Nathan. Dia memang seperti itu." ucap Ibu Anell saat baru masuk ke dalam rumah.
Nathan meresapi kata kata Ibu mertuanya yang baru saja masuk dan bergabung bersama mereka.
"Jadi, dia ini sepupu Anel?" tanya Nathan
"Iya, dia anak dari adik Ibu, namanya Feri." jawab Santi.
Nathan menatap Anel yang terlihat mesem-mesem . Nathan sangat malu karna sudah cemburu pada sepupu istrinya. "Sayang kenapa kau tidak bilang jika dia itu adik sepupu mu." bisik Nathan di telinga Anel
"Hehehehe, maaf mas. Aku hanya ingin tau apa kau cemburu atau tidak." ucap Anel sambil tertawa kecil. Dia puas karna sudah berhasil mengerjai suaminya.
"Dasar kau, awas saja. Akan aku balas nanti." bisik Nathan.
"Akan aku tunggu Sayang." tantang Anel.
"Feri, minta maaf dengan kakak iparmu." pinta Santi pada Anak adiknya itu.
"Baik Bik." ucap Feri dengan lemas
__ADS_1
"Maafkan aku ya kak ipar." ucap Feri penuh penekanan.
"Tidak masalah." ucap Nathan
"Cih, sombong sekali kan dia." ucap Feri tak suka.
"Ya, baik lah. Aku maafkan kau bocah. Tapi lain kali jangan memeluk Istri ku sembarangan lagi." ucap Nathan ketus
"Apa hakmu, dia kakakku, jadi bebas." ucap Feri tak mau kalah. Perdebatan pun kembali terjadi. Anel sampai Pusing mendengar mereka teeus saling menjawab tanpa ada yang mau mengalah.
****
Waktu sudah menunjukan pukul 03.00
Nathan dan Anel Pamit untuk pulang, karna ada pekerjaan mendadak yang harus Nathan selesaikan hari ini juga. Memang tidak ada rencana menginap, dan Anel pun bel puas melepas rindu. Tapi mau bagaimana lagi.
"Buk, Anel dan mas Nathan pamit pulang, lain kali Anel main lagi." ucap Anel berpamitan.
"Iya sayang, kamu jaga diri baik-baik. Jaga kondisimu, karna kandunganmu sudah semakin membesar." balas Santi yang langsing di balas anggukan dan pelukan hangat dari Anel
"Iya Buk, Anel akan menjaga diri." ucap Anel.
"Kakak gak mau nginep aja gitu, kenpa kakak sebentar banget disininya, Ani masih ingin bermain dengan keponakan Ani ini." ucap Ani sambil mengelus perut buncit Anel.
"Gak bisa dek, Mas Nathan harus ke kantor secepat nya. Karna ada pekerjaan yang tidak bisa di handle oleh Aldo sendiri. Lain kali kakak akan pulang lagi kok." ucap Anel
"Yaudah, hati hati dijalan ya kak. Dan kak Nathan bawa mobilnya jangn ngebut- ngebut ya. Jagain kak Anel." ucap Ani.
"Siap adik cerewet kakak." Nathan masuk ke dalam mobilnya setelah mencium punggung tangan mertuanya. Disusul dengan Anel.
"Kita pamit ya Buk. Adek kamu jagain Ibuk ya, belajar yang rajin, kalau sudah dapet universitas yang kamu suka langsung hubungi kakak." pesan Anel.
Mobil Nathan melaju keluar dari pedesaan tempat tinggal Anel. Di perjalanan pulang Anel terlihat mengantuk.
"Ia mas, aku capek banget." jawab Anel cepat
"Yaudah, kamu tidur aja, kalai udah nyampe nanti mas bangunkan." ucap Nathan lembut
"Apa mas tidak apa apa jika Anel tinggal tidur?" tanya Anel cepat
"Tidak sayang, tidurlah." ucap Nathan lagi
Sebenarnya Anel enggan untuk mninggalkan Nathan tidur. Tapi Anel sudah tidak bisa menahan kntuknya. Dan dalam hitungan menit saja, Anel sudah tertidur pulas. Sesekali Nathan melihat ke arah Anel yang tengah terlelap sangat pulas. Membuat senyum Nathan selalu terlihat di wajahnya.
Sekitar satu jam perjalanan Mobil Nathan Akhirnya tiba di Kediaman Sanjaya. Nathan memarkirkan mobilnya langsung ke dalam garasi. Nathan melihat istrinya masih tertidur pulas. Tanpa berfikir panjang Nathan langsung saja menggendong Anel dan membawanya ke dalam kamar.
Setelah memeberi ciuman sayang dan memasang selimut untuk Anel, Nathan lalu turun ke bawah untuk mencari ART nya.
"Bikkkk,Bibikkkk." triak Nathan. Tak lama Bik yem datang.
"Ia Den, ada yang bisa bibik bantu?" tanya Bik yem yang baru keluar dari arah dapur
"Bik tolong panggilkan mang Ujang." ucap Nathan cepat
"Baik Den." Bik yem lalu pergi untuk memanggil kan mang ujng.
Hanya beberapa menit saja mang ujang Dan bik yem sudah kembali ke hadapan Nathan.
"Aden memanggil mamang?" mang Ujang cepat
"Ahhhh ya Mang, tolong antarkan saya ke Perusahaan ." ucap Nathan cepat
__ADS_1
"Baik den." jawab Mang Ujang cepat
"Ohhh ya bik. Anel sedang tidur di atas, jika dia sudah bangun bilang kalau saya sudah pergi ke Perusahaan." ucap Nathan cepat
"Baik Den." balas Bik Yem.
Setelah itu Nathan langsung menuju ke Perusahaan Sanjaya Group di antar oleh Mang ujang.Sesampainya di Perusahaan Nathan langsung menuju ke rungannya menggunakan Lif khusus.
Tak butuh Waktu lama Nathan tiba di lantai ruangannya, Nathan langsung menuju ke ruangan Aldo.
"Do ada apa?" tanya Nathan, saat sudah masuk ke dalam ruangan Aldo.
"Tuan sudah tiba. Lebih baik kita bicara di ruangan Tuan saja." ucap Aldo cepat
Nathan dan Aldo langsung menuju ke ruangan Nathan. Sesampainya di dalam ruangan Nathan,Aldo langsung menjelaskan semua yang terjadi.
"Apa kau tidak bisa menghandle semuanya sendiri Do?" tanya Nathan cepat
"Tidak Tuan, karna perusahaan itu meminta tuan turun langsung." ucap Aldo cepat.
"Tapi aku tidak bisa meninggalkan Istri ku sendiri Do, kau tau kan jika istriku sebentar lagi akan melahirkan, mana mungkin aku meninggalkannya sendiri." ucap Nathan cepat
"Begini tuan, kita bisa saja menolak keinginan mereka. Tapi taruhannya infestasi yang sudah mereka keluarkan cukup besar. Dan jika tuan tidak mau turun langsung maka mereka akan membatalkan kerja sama itu secara sepihak." jelas Aldo lagi.
Nathan mendengus kesal mendengar penjelasan dari Aldo. Dan baru kalai ini dia tidak bisa menolak permintaan prusahan itu, karna pesaingnya cukup banyak untuk merebut infestornya yang berharga itu.
"Begini saja tuan, sementara tuan titipkan saja Nona Anel di rumah Ibunya. Pasti Nona Anel juga akan senang bisa bersama keluarganya saat ini. Karna besok pagi Tuan sudah harus berangkat kesana bersam Amel." ucap Aldo lagi
"Tidak, aku tidak mau Istri ku menginap di rumahnya." Nathan menolak usulan Danu. Dia tidak ingin istrinya bertemu bocah sembarangan itu. Walaupun mereka bersaudara.
"Maaf tuan, bukankah Nona akan aman dan bahkan akan sangat senang jika bisa menginap di rumah Ibunya, tapi kenapa tuan tidak terlihat suka?" tanya Aldo
" Ya aku tau jika Anel akan aman dan sngat senang disana, tapi aku tidak." jawab Nathan cepat
"Kenapa, apa tuan ada masalah?" tanya Aldo penasaran
" Tentu saja tidak, mana mungkin aku lancang kepada Mertuaku sendiri." kata Nathan
"Lalu, apa yang membuat tuan tidak ingin Nona menginap di sana?" tanya Aldo masih penasaran.
"Aku tidak suka dengan sikap adik sepupu Anel yng suka main peluk se'enaknya, dia bahkan tidak takut sama sekali padaku." jawab Nathan. Dia bahkan masih mengingat bagaimana Feri memeluk Anel di hadapannya.
Danu ingin tertawa mendengar penuturan Nathan, ternyata Atasnya itu bisa cemburu juga. "Apa tuan cemburu dengan saudara Nona. Tapi mereka itu kan saudara tuan, menurut saya wajar saja." ucap Aldo cepat
"Aku hanya tidak suka, dan bagiku itu tidak wajar." ucap Nathan
Aldo menghela nafasnya pasrah. Atasannya memang keras kepala." Baiklah, terserah tuan saja. Tapi bagaimana dengan keputusannya tuan?" tanya Aldo
"Akan aku fikirkan nanti, sekarang siapkan saja berkas yang di perlukan." ucap Nathan cepat.
Aldo mengangguk lalu permisi kembali ke ruangannya untuk mempersiapkan berkas yang akan di bawa oleh atasannya ke luar Negara besok.Sedangkan Nathan kembali ke rumah untuk memberi tau Anel rencana keberangkatannya.
Awalnya Nathan ingin mengajak Anel, tapi melihat kondisi Anel yang tengah Hamil besar, itu tidak memungkinkan bagi Anel untuk terbang dengan jam penerbangan panjang. Tapi di lain sisi Nathan juga tidak mau menitipkn Anel di rumah Ibu mertuanya, karna Nathan tidak Ingin Anel bertemu dengan Feri, adik sepupu Anel yang menurut Nathan sangat menyebalkan.
Nathan terlihat mondar-mandir di depan pintu kamar mandi. Dia tidak tau harus berbuat apa, andai saja orang tuanya tidak memutuskan tinggal di luar negeri, mungkin Nathan tidak sebingung ini.
"Mas kau sedang apa?"
.
.
__ADS_1
[Bersambung]