
Amel terlihat sangat santai, walaupun Nathan membentaknya sangat keras, tapi ia tidak perduli dengan nada keras yang terlontar dari bibir orang yang sangat ia cintai. Ia bangun perlahan dari tampat tidur itu. Berdiri di depan cermin sambil merapikan rambutnya yabg terlihat berantakan.
" Kau tau, aku tidak perduli jika kau mencintai Anel. Yang terpenting adalah aku mencintaimu. Bagiku cintamu pada Anel hanya sebatas rasa kasihan. Dan suatu saat nanti kau pasti akan mencintaiku lagi. Dan aku akan menunggumu sampai kapanpun." ucap Amel santai.
Nathan yang mendengar ucapan Amel mendesah kasat. Dia tau jika Amel memang keras kepala.
"Mel, kau harus mengerti posisi ku. Kau harus sadar,semua ini karna kesalahan mu. Jika kau tidak pergi saat itu, Anel tidak akan menggantikan mu. Kau tau betapa hancurnya aku saat kau meninggalkan aku di hari penting kita. Bahkan aku menyalahkan Anel dan hampir saja mencelakai nya. Anel sudah sangat banyak menderita Mel. Kau tau karna kekecewaan ku terhadap mu aku sampai merenggut paksa kesucian Anel. Bahkan sekarang dia tengah mengandung Anak ku, itu semua karna kesalahan ku." ucap Nathan panjang lebar, berharap Amel akan mengerti.
Amel terdiam mendengar perkataan dari Nathan, ia tidak menyangka karna perbuatannya Sahabat terbaiknya mengalami hal yang begitu menyakitkan.Kaki Amel lemas hingga membuatnya terkulai lemah di lantai. Tidak terasa air mata yng Amel simpan tumpah tanpa aba aba.
Nathan mencoba mendekati Amel, dia tau jika wanita itu memiliki hati yang baik."Kau harus mengikhlaskan aku bersama Anel. Aku mencintai nya Mel, maafkan aku." ucap Nathan dengan lembut.
Amel menangis terisak di dalam dekapan Nathan. Ini sangat berat baginya, disisi lain ada Cinta pertama yang sangat sulit ia lupakan, tapi di sisi lainnya sahabatnya gang ia tau tengah mengandung.
Nathan mengajak Amel keluar dari kamar utama.Turun ke bawah dan duduk di Sofa ruang tamu,Nathan mengambilkan Amel segelas air putih.
"Ini minum lah." ucap Nathan sambil menyodorkan segelas air.
"Trimakasih." ucap Amel mengambil air dari tangan Nathan lalu meneguknya hingga habis. Amel mengusap sisa Air matanya.
"Tunggu sebentar, aku akan bersiap. Aku akan mengantar mu ke apartemenmu." ucap Nathan cepat dan berlalu meninggalkan Amel sendiri
Amel hanya menganggukkan kepalanya, tanda ia setuju. Sambil menunggu Nathan bersiap, Amel memikirkan kondisi sahabatnya itu.Selang beberapa menit Amel melihat Nathan sudah siap dengan menggunakan setelan Jas.
"Kau akan langsung ke kantor?" tanya Amel
"Iya, ada pekerjaan penting." jawab Nathan
Mereka berdua pergi menggunakan mobil Nathan. Di dalam mobil Amel hanya diam sambil melihat ke luar jendela. Nathan sesekali melihat ke arah Amel.Sebenarnya Ada rasa kasihan melihat wanita yang pernah mengisi harinya sekarang hanya bisa diam membisu, karna dulu Amel adalah wanita yang periang.
"Nat, antarkan aku ke rumah yang dulu." ucap Amel tanpa menoleh ke arah Nathan.
"Tolong Mel, jangan membuat masalah lagi." ucap Nathan memelas
"Kau tenang saja. Aku hanya ingin singgah ke rumah lama ku. Aku tidak akan mengganggu Anel." ucap Amel tanpa expresi.
Nathan pun akhirnya memutar arah mobilnya, ia melajukan mobil itu ke arah rumah Amel sekaligus Anel. Lima belas menit kemudian mereka tiba di rumah Amel.
__ADS_1
Amel langsung turun dari mobil Nathan, ia berjalan ke rumah Anel. Nathan yang panik langsung saja mengejar langkah Amel dan menarik tangan nya.
"Nat lepas." ucap Amel cepat
"Aku mohon Mel, Anel sedang mengandung, jangan buat dia stres." Nathan kembali memohon, dia tidak ingin terjadi sesuatu pada Anel dan juga bayinya
"Aku sudah bilang kan, aku ingin menemui Anel saja, tidak lebih." ucap Amel lagi
Amel menggigit tangan Nathan dan langsung berlari ke arah rumah Anel. DIa masuk ke dalam rumah Anel tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.
Anel, Santi dan Juga Ani yang tengah santai di ruang tamu sangat kaget mendengar suara keras dari arah pintu, mereka pun menoleh ke arah sumber suara.
Anel dan Santi berdiri saat melihat Amel tengah berjalan ke arah mereka. Wajah datar Amel membuat Anel takut. Tapi tanpa di duga Amel berlari dan langsung memeluk Anel. Air matanya tumpah seketika pelukan mereka meyatu.
"Maaf kan aku Nel, aku bukan Sahabat yng baik.Aku sangat egois, hanya karna seorang laki laki aku sampai lupa jika kita sudah bersahabat sejak di dalan kandungan. Hiks." ucap Amel sambil menangis di pelukan Anel.
Anel senang karna Amel sudah bisa mengerti, dia ikut menangis. Memeluk erat sahabat yang begitu dia rindukan.
" Mel, harusnya aku yang minta maaf . Maafkan aku yang sudah sangat berani mengambil Cinta pertama kamu, tapi sungguh aku tidak sengaja. Aku tidak berdaya Mel." ucap Anel
Amel melepaskan pelukanya."Tidak Nel, kau tidak salah. Harusnya aku sadar, semua ini karna kesalahanku.Dan aku akan mencoba iklas,mungkin Nathan memang bukan jodoh ku." ucap Amel mengusap sisa air matanya.
" Mas Nathan." ucap Anel cepat
"Hey sejak kapan kau memanggil Nathan dengan sebutan MAS?" tanya Amel cepat
Anel terlihat malu, pipinya merona mendapat pertanyaan dari Sahabatnya itu. Ia menundukan kepalanya
"Cihhh, pake acara malu segala." ledek Amel.
"Diam Mel." ucap Anel semakin merona.
Amel tertawa keras, melihat sahabatnya terlihat begitu pemalu. Amel memang harus iklas, mungkin suatu saat nanti dia juga akan mendapat jodohnya.
"Nak Nathan mari duduk." ucap Santi
"Terimakasih Bu." balas Nathan
__ADS_1
Nathan, Anel dan juga Amel pun duduk di ruang tamu yang tidak cukup besar itu. Mereka mengobrol dengan gembira. Santi benar- benar bersyukur karna ke dua putrinya sudah akur kembali.
"Astaga, Ibuk sampai lupa. Ani buatkan minum untuk Kak Nathan dan kak Amel." ucap Santi cepat
"Ihhhhh Ibuk kenpa harus aku sih buk." ucap Ani
"Heyyyy bocah. Kita kan tamu, jadi kamu lah yang harusnya bikinin, udah malas ya kamu sekarang." ucap Amel cepat
"Siapa bilang aku malas, aku bahkan menggantikan kak Nathan saat kakak Anel ngidam." ucap Ani bangga
"Ya sudah sekarang buatkan kami minum, kau ini sungguh tidak sopan." ucap Amel lagi
"Dasar tamu tak tau malu." Ani menggerutu sambil berlalu ke arah dapur.
"Nel, besok aku akan kembali ke Negara A." ucap Amel lagi saat Ani sudah pergi
"Kenapa harus pergi lagi. Apa kau masih marah kepada ku Mel?" tanya Amel cepat
" Jangan berfikit yang tidak- tidak, aku pergu karna ada urusan penting. Aku di sana hanya seminggu,setelah itu aku akan kembali ke rumah depan." ucap Amel cepat.
Ani yang baru saja datang dan meletakan minuman di atas meja pun ikut senang, bahkan sedikit lebay.
"Yeeeeeee, Apa benar kak Amel akan tinggal di rumah depan lagi." Triak Ani heboh
"Iya, kakak tidak akan pergi kemana mana lagi.Lagi pula kaka sudah iklas." ucap Amel
"Trimakasih ya Mel, Ibu senang kamu kembali lagi ke sini." ucap Santi dengan senyum bahagia, dia sangat senang karna ia tidak kan terlalu merindukan Anel karna sudah ada Amel.
" Nat, apa kau masih mencari Asisten? Apa aku bisa kmbali bekerja dengan mu?" tanya Amel
"Tentu saja, kapan pun kau mau." ucap Nathan sambil melihat ke arah Anel, ia juga perlu persetujuan sang Istri.
"Iya Mel, kamu bisa kembali ke posisi awal kamu." timpal Anel.
Setelah lama berbincang-bincang, Nathan meminta izin kembali ke Kantor. Sebelumnya ia sudah menghubungi Aldo untuk menghandle semua pekerjaan nya. Nathan berjanji akan menjemput Anel saat pulang kantor nanti. Sedangkan Amel memilih untuk menghabiskan Waktu bersama dengan Anel dan kelurga kecilnya itu. Ia sangat merindukan mereka.
.
__ADS_1
.
[Bersambung]