
Setelah makan siang itu berakhir mereka semua melanjutkan dengan mengobrol di taman belakang rumah Nathan. Mereka semua bercanda ria menikmati hari libur yang hanya datang seminggu sekali.
"Hey, bagaimana jika kita lomba berenang." usul Danu kepada Nathan dan Fino. Pria itu memang tidak bisa diam, selalu ada ide muncul di kepalanya.
"Apa kau sudah gila, kau tidak lihat disini ada seorang wanita." ucap Fino cepat
"Hahhhh, memang dia ini wanita." sidir Danu sambil menatap remeh ke arah Amel
"Ya, kau Memang tidak bisa membedakan mana wanita tulen dan mana wanita jadi-jadian. Atau jangan-jangan kau sering di temani wanita yang di pinggir jalan itu ya." ucap Amel yang tak mau kalah.
"He, jangan sembarangam ya. Aku tidak seperti itu." ucap Danu tak terima dengan ucapan Amel
"Makanya, kalau tidak ingin orang lain meremehkanmu, jangan meremehkan orang lain." ketus Amel.
"kalian itu bukan seperti Tom and Jarry, tapi lebih keseperti Kucing dan hamster." ucap Nathan mulai pusing mendengar pertengkaran keduanya.
"Mas, jika kucing dan Hamster itu tidak sepadan." protes Anel
"Lalu yang sepadan itu apa?" tanya Nathan cepat
"Kucing dan singa." jawab Fino asal
"Itu lebih tidak cocok." Protes Anel lagi
"Lalu yang pantas untuk mereka itu apa?" tanya Nathan lagi
"Kenapa kalian malah ingin memberi kami julukan." kesal Danu
"Ya berikan saja julukan itu padanya." ucap Amel cepat
"Itu lebih pantas untuk mu Nona." tunjuk Danu kepada Amel
"Cihhh, bahkan kau tidak mau mengalah kepada seorang wanita." ucap Amel menatap tajam Danu
"Buahahahahhaha, mengalah pada mu. Jangan mimpi Nona." ucap Danu sambil tertawa
"Mas apa kau bisa menikahkan mereka berdua secepatnya, aku pusing mendengar mereka seperti itu." ucap Anel kepada suaminya
"TIDAK." Triak Danu, Amel dan juga Fino secara bersamaan, hingga membuat Anel dan Nathan saling menatap bingung
__ADS_1
"He Fin, kenapa kau juga ikut berteriak?" tanya Nathan penuh selidik
Fino menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tingkahnya seolah menyiratkan jika dirinya tertarik pada Amel. Gadis yang baru saja ia kenal
"Wah sepertinya akan ada Cinta segitiga nih." ucap Anel dengan godaan mata.
Ketiganya langsung diam mendengar perkataan Anel barusan. Setelah perdebatan yang cukup panjang, mereka pun memutuskan untuk pulang,karna hari sudah semakin sore.
Mobil Amel pun sudah selesai di perbaiki. Awalnya Fino ingin mengantar Amel tapi di tolak oleh Amel karna ia tidak ingin meninggalkan mobil kesayangannya disini.
Setelah rumah sepi, Anel dan Nathan masuk ke dalam kamar mereka. Anel langsung berbaring di tempat tidu karna lelah. Nathan yang melihat kondisi Anel langsung duduk di sebelah sang istri.
"Apa kamu lelah sayang?" tanya Nathan
"Iya mas, sekarang aku jadi mudah lelah. Bahkan kaki ku sering sekali kesemutan." keluh Anel
"Apa mau aku pijat?" tanya Nathan dengan suara yang lembut
"Apa mas tidak capek?" tanya Anel balik
"Tidak. Tunggu sebentar akan aku ambilkan minyak hangat." ucap Nathan lalu pergi mengambil minyak hangat
Nathan kembali dengan cepat, ia langsung duduk dan mulai memijat kaki sang istri. Anel merasa nyaman dengan pijatan yng di berikan Nathan rasa sakit pada kakinya pun sudah sedikit menghilang.Tanpa terasa Anel Tidur dalam pijatan Nathan.
Walau pun sedang libur tapi Nathan tetap harus bekerja, ia memeriksa email yang di kirimkan Aldo untuknya.
Tanpa terasa waktu begitu cepat berlalu. Saat Anel mengerjapkan matanya mencoba untuk bangun dari tidur nyenyaknya yang sangat nyaman. Anel melihat ke arah jam dinding yang terpampang jelas menunjukan pukul delapan malam.
"Sudah brapa jam aku tertidur, dan kemana mas Nathan." gumam Anel sambil melihat ke seluruh kamar besar itu.
Anel mencoba duduk dan bersandar di pinggir ranjang, ia mengelus perut buncitnya, mencoba mengobrol dengan buah hatinya yanh tidak lama lagi akan segera lahir."Nak, Mama sangat lapar, apa kamu juga lapar?" tanya Anel kepada si jbang bayi
Anel merasakan tendangan yang cukup keras dari dalam perutnya."Aduhhh sayang kamu sangat lapar ya, baiklah mari kita ke bawah dan melihat apakah ada makanan atau tidak." ucap Anel cepat
Anel langsung beranjak keluar dari kamar menuju ke arah dapur. Tapi sebelum Anel menuruni tangga Anel melirik ke kamar sebelah, itu adalah ruang kerja Nathan. Anel berjalan ke arah pintu itu dan membukanya sedikit. Anel tidak pernah masuk ke dalan ruang kerja itu, tapi Entah apa yang membuatnya kali ini ingin masuk ke sana.
Setelah Anel melihat apa yang sedang suaminya lakukan Anel pun langsung pergi ke bawah, ia berjalan ke dapur, dan disana sudah terlihat bik imah yang baru saja selesai membersihkan peralatan masak.
"Bibik masak apa? " tanya Anel saat sudah tiba di dekat bik imah
__ADS_1
"Bibik baru mau masak Non. Non Anel lapar ya?" tanya bik imh cepat
"Ia bik aku sangat lapar. Apa mas Nathan sudah makan malan bik?" tanya Anel lagi
"Belum Non, den Nathan belum turun sejak sore tadi,mungkin Den Nathan sedang ada pekerjaan." jawab bik imah sambil mengambil bahan masakan dalan kulkas
"Non Anel tunggu saja di meja makan, biar den Nathan bik yem yang panggilkan." ucap bik yem cepat
"Tidak usah bik, biarkan saja. Mas Nathan masih ada pekerjaan. Oh ya, apa bibik bisa membutkan ku telur orak arik, aku sangat ingin makan itu." ucap Anel
" Tentu saja non." ucap Bik imah
Anel berlalu meninggalkan dapur dan berjalan ke arah meja makan. Anel duduk di depan meja makan, menatap kosong ke depan, Ia memegang dadanya,ada rasa sesak di bagian itu. Wajah nya terlihat sangat sendu. Tanpa Anel sadari Nathan sudah ada di belakangnya
"Sayang, jangan melamun." ucap Nathan sambil memeluk Anel dari belakang
"Mas, kau mengagetkan ku saja." ucap Anel cepat
Nathan melepaskan pelukannya dan duduk di sebelah Anel."Sedang memikirkan apa, hmm?" tanya Nathan menatap serius ke arah Sang istri.
"Apa kau benar benar mencintai ku mas." tanya Anel dengan Wajah yang sendu.
"Kenapa kau masih bertanya seperti itu, apa semua yang aku lakukan tidak cukup untuk membuat mu percaya." ucap Nathan menatap heran dengan pertanyaan yang baru saja keluar dari bibir Anel
"Aku rindu ayah Mas, maafkan aku jika masih meragukan mu. Maafkan aku yang tidak bisa menjadi pengganti yang sempurna." ucap Anel sambil menangis
Nathan menarik Anel dalam dekapannya."Kau bukan pengganti Sayang. Aku tidak pernah menganggap mu seperti itu. Kenapa kamu masih menganggap dirimu seperti itu." ucap Nathan sabil mengelus punggung sang istri.
"Kau berbohong mas." batin Anel
"Naik dan mandi lah sebelum makan malam." ucap Nathan sambil melepaskan pelukannya
"Apa mas sudah mandi?" tanya Anel sambil mengusap sisa air matanya
"Mas sudah mandi sebelum turun kemari." jawab Nathan
"Baik lah, aku ke atas dulu ya mas." ucap Anel sambil berlalu meninggalkan Nathan sendiri di meja makan.
Flashback on
__ADS_1
Anel membuka Pintu ruang kerja Nathan dengan hati hati. Tidak terlihat Nathan di sana, Anel memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan pribadi milik suaminya itu. Perlahan Anel melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Saat ia tiba di depan meja kerja Nathan, Anel melihat sebuah binkai foto kecil,di sana terlihat foto sepasang kekasih yang tengah tertawa bahagia.
Anel tertegun, dia cukup terkejut dengan apa yang dirinya lihat. Anel tau kenapa selama ini suaminya tidak terlalu memperhatikannya. Ya walaupun Anel selalu melihat Nathan mencoba untuk bersikap baik dan bertanggung jawab. Tapi semua itu tidak membuat kenyataan yang ada berubah.