
Pov: Jack
"Kerjaanku sudah beres, waktunya aku pulang." Zed mematung di hadapanku.
Menatap wajahnya serasa sedang bergumul via online barusan.
Terus Jack!
Pikiran kotor terus membayangiku ketika berada di dekat gadis ini, tubuhku saja maaih berkeringat.
"Kita harus lembur." aku memperbaiki posisi duduk.
"Lembur lagi? Tapi semuanya sudah siap Jack."
"Kita siapkan yang lain." jawabku acuh.
"Yang lain apa?"
"Nanti aku jelaskan, sekarang tolong buatkan aku kopi." kuangkat dua kaki ke atas meja. Mata Zed mendelik.
"Turunkan kaki anda, sangat tidak sopan."
"Lebih tidak sopan lagi bermearaan di depan umum."
"Apa maksudmu?"
"Pikir saja sendiri."
"Hello! Aku dan Syaif itu sahabat, kami biasa begitu. Toh selama ini tidak ada yang terganggu, karena kami tidak punya pacar."
"Mulai sekarang aku yang terganggu melihat adegan itu."
"Apa urusannya denganku?" wajahnya melengos. Jutek banget.
Ya Tuhan! Sombong sekali dia, ingin marah tapi tak bisa.
"Itu urusannya, sudah buatkan aku kopi seperti di rumahmu."
"Aku bukan OB, suruh saja Mirna, dia kayaknya happy saat kau suruh-suruh, aku sih enggak."
"Zed, please!"
"Hm! Oke aku buatin pak bos, kali ini saja."
Aku tersenyum penuh kemenangan, dia bergegas pergi dengan wajah kesal.
Ayolah Cinta, selama kau di sini tak akan kubiarkan kau jauh-jauh dariku.
"Ini." Zed meletakkan kopi dengan kesal.
"Terima kasih, Cinta." aku meletakkan dua jari di bibir.
"Najis ih. Sok ganteng kamu."
"Tapi keren kan?"
Dia menggeleng aku tak peduli. Kuseruput kopi dengan santai.
Wajah Zed semakin kesal. Dia menghentakan kakinya ke lantai.
__ADS_1
Tingkahnya sangat lucu. Gemas rasanya.
Kopi buatannya benar-benar nikmat. Aku harus segera melamarnya dan menjadikan gadis ini istri agar bisa merasakan nikmatnya kopi buatannya setiap hari.
👇👇
Pov: Zee
Menyebalkan sekali tingkahnya hari ini, mentang-mentang bos besar.
Benar kata kak Laras cowok ini sedikit error, tingkahnya aneh, kadang perhatian, tapi terkadang sok ngatur dan ngeselin abis.
Lihat saja gayanya saat nyeruput kopi yang kubuat.
Ih, gak kebayang kalau dia jadi suamiku. Jauh-jauh deh, Ogah amat.
"Kenapa liatin terus, naksir ya?" tanyanya dengan mimik wajah menyebalkan.
"Ih geer, yang ada aku mual lihat kamu."
"Mual ya, apa karena kita sering bercinta online terus kamu bisa mual?" Jack terkekeh.
"Apa katamu? Bercinta online? Ih nggak banget, sorry ya aku gak sabodoh itu."
"Masa?"
"Aneh."
"Siapa yang aneh?"
"Kamu."
"Aku lagi yang salah."
"Ya karena kamu sudah merusak otakku."
"Enggak jelas kamu, Jack."
"Iya, aku ngomong serius nih, besok sore kita berangkat aku jemput kamu ke rumah ya?"
"Nggak usah, Jack, kita ketemu di sini saja."
"Tidak ada tapi tapian, besok aku jemput kamu."
"Terserah!"
Aku menyerah.
Jack tersenyum penuh kemenangan.
Seminggu ke depan kamu bakal jadi milikku, hanya milikku Zed. Mungkin itu yang ada di hatinya, dasar kurang ajar!
"Aku sudah bisa pulang kan? Ayolah Jack, aku harus ke toko ayah, membantunya menutup toko."
"Kenapa tak bilang dari tadi."
"Kamu gak ngasih kesempatan aku bicara."
"Aku sekarang yang salah."
__ADS_1
"Baru sadar kah?"
"Kalau begitu pulanglah, salam buat Om Hanif, katakan padanya calon menantunya yang ganteng ingin mengajak ngopi bareng."
Akubtak menjawab. Tingkah orang sangat aneh, dia kira aku akan mudah dirayu dengan hal remeh kayak begini.
"Bagian kabar kakakmu?"
"Dia baik-baik saja. Sudah ya aku pulang." jawabku meninggalkan bos konyol itu yang tengah asik menikmati kopi buatanku.
Jack Nichol apa yang sebenarnya ada di otakmu?
Aku harus bergegas, kalau telat ayah keburu pulang dan sendiri menutup toko.
👇👇
Alhamdulillah, ayah masih ada di toko.
"Kenapa tak langsung ke rumah Zee?"
"Aku mau bantu ayah beres-beres dan nutup toko."
"Tidak usah, Sayang, kamu sudah capek di kantor."
"Tidak ayah, Jack baik, dia tak membiarkanku bekerja terlalu keras."
Kubereskan barang dagangan yang berserakan tak karuan karena banyaknya pembeli yang memilih ini itu, kadang mereka mencampurkan barang-barang kelontongan itu dengan yang lain merek.
"Beruntung sekali kamu, Sayang, bisa mendapatkan bos sebaik dia."
"Tapi tingkahnya aneh ayah."
"Aneh gimana?"
"Aneh aja, seolah dia sudah mengenalku lama."
"Apa itu menganggumu, Zee?"
"Tidak ayah, kadang justru lucu, tadi juga dia titip salam buat ayah, katanya kapan calon mertuaku mau diajak minum kopi bareng? Gila kan dia?"
Ayah tertawa.
"Itu artinya dia menaruh hati padamu sayang.'
"Ayah, Jack bos besar, ada banyak gadis cantik yang akan mau jadi istrinya, sedangkan aku siapa? Cantik juga tidak, pinter pun? Aku tak sepercaya diri itu."
"Sayang, cinta itu kadang memang aneh, tak sesuai logika, kalau dipikirin otak kita tak akan sampai ke sana."
"Apa seperti ayah, yang tetap sayang sama mama, walaupun mama tak menyayangi ayah?"
"Zee, semua tak seperti yang kau lihat, nanti kau akan tau kalau mama benar-benar sayang pada kita." ayah menggenggam tanganku.
Kapan itu ayah? Aku tak sabar menunggunya, aku ingin melihat cinta di mata mama untukku.
Semoga saja yang ayah katakan benar adanya.
Ikuti terus kisah ini gaess!
Follow ya gaess!
__ADS_1
Â