Cinta Pertama Sang CEO

Cinta Pertama Sang CEO
Bahagia itu Datang Juga


__ADS_3

 Pov: Zee


Pesan itu telah kukirimkan padanya, tapi tak ada tanda-tanya Jack akan membalasnya.


Kenapa dia, apa ada yang salah denganku? Jack selalu mengundang tanya buatku.


Kecewa iya, sedih pun iya, semuanya menyatu dalam hati, menjadikan sebuah tanda tanya yang menggunung di dadaku.


Lagi-lagi dia bertingkah aneh, menyebalkan memang, dia tak tau jika aku merindukannya, bahkan sangat merindukannya.


Jatuh cinta haruskah sakit seperti ini? Apa tidak bisa semuanya seperti sedia kala, tak ada raza apapun padanya.


Jack, apa baru sekarang kau merasa menyesal telah menyerahkan hati pada gadis miskin sepertiku.


Jangankan harta, seorang ayah pun tak kumiliki. Ayah yang seharusnya jadi pelindung bagi anak gadisnya.


Tapi aku bersyukur, punya seorang ayah seperti om Hanif, dia memang bukan ayah kandungku, tapi kasih dan sayang yang diberikannya padaku tak lagi diragukan.


Pria baik itu, tak pernah menganggapku sebagai seorang anak hasil perbuatan keji manusia tak bermoral, yang tak bisa kubayangkan wajahnya. Bahkan untuk tau namanya saja aku jijik.


Laki-laki yang membuat seorang wanita hampir gila dan mati. Wanita yang menanggung hal buruk dalam hidupnya karena malu dan tak tahan dengan gunjingan orang, aku salah karena menilai buruk mama dan sikapnya padaku selama ini.


Aku banyak dosa, karena menganggap mama tak menyayangiku, padahal laki-laki yang menjadi penyebab kehadiranku lah yang memang seharusnya disalahkan.


Karena dia, kini banyak orang terluka. Sampai matipun aku tak sudi memanggilnya ayah.

__ADS_1


"Zee, sarapan dulu, Sayang, mama buatkan nasi goreng buat kamu dan Kak Dilara."


"Ma, nanti ga usah repot repot ya, mama udah cukup lelah mengurus kakak, aku bisa sarapan di kantor kok." aku mencium pipi mama.


Mata wanita itu basah. Aku tercenung, apa aku salah bicara pada mama hingga dia menangis.


"Ma, jangan salah sangka ya, Zee cuma mau mama sehat, gak terlalu lelah, jangan lakukan semua pekerjaan rumah sendiri, insya Allah kalau gaji Zee bulan ini naik, kita akan sewa asisten rumah tangga ya." aku memeluk tubuhnya.


Kini mama menatapku, derai air matanya tak terbendung.


"Sayang, izinkan mama menebus kesalahan itu, ayahmu benar, kau dewi di keluarga ini."kecup hangat mendarat di dahiku.


"Mama lah dewi itu, mama malaikat buat kami, mama pahlawan, aku minta maaf ma." kutubruk tubuhnya.


"Sayang, permata hati mama, aku menganggapmu sampah, kotoran tak berharga, aku berdosa sama kamu, Zee."


"Iya, sayang, mama akan sehat, mama akan terus mendampingi putri mama sampai mereka bahagia menemukan jodohnya." mama mengusap air mataku.


"Panggil kakakmu dulu, ya, mama akan buatkan teh hangat Ayah."


Aku mengangguk. Sebelum aku beranjak ayah tiba dengan mendorong kursi roda kakak.


"Selamat pagi semuanya, aduh kok pelukannya gak ngajak ngajak sih!" Ayah tersenyum padaku.


"Iya, Mama curang." Kak Dilara manyun.

__ADS_1


"Kan kakak setiap hari dipeluk mama."


"Iya juga sih, ya udah Kakak rela deh, mama kasih peluk Zee sekarang." Kak Dilara duduk di samping ayah.


"Ayo sarapan, Mama buat teh hangat untuk pria nyebelin ini dulu."


Mama melirik ayah.


"Bilang aja pria tampan, jangan pake malu-malu." ayah mengejek Mama.


"Banyak gaya sekarang ayahmu, Zee. Mintanya macam-macam lagi."


"Mungkin ayah ingin bulan madu kedua ma." ujar kak Dilara.


"Oh, iya kenapa tak kita pikirkan semua itu kak, harusnya iya, mama dan ayah harus bulan madu ke dua."


"Segera rencanakan dengan baik, Zee, kakak setuju." Kak Dilara mengangkat jempol.


"Oke, aku akan bicarakan ini pada kak Laras, minta kasbon dulu."


"Jangan Zee, itu gajimu, gunakan saja untuk keperluanmu." mama tak setuju.


"Ma, Zee bekerja kan untuk menyenangkan kalian semua. Insya Allah Zee ikhlas, ijinkan sekarang Zee membalas semua yang pernah zee terima, mama dan ayah harus mau ya?" aku memohon.


Akhirnya keduanya mengangguk setuju. Aku dan kak Dilara bertepuk tangan.

__ADS_1


Bahagianya melihat orang-orang yang kucintai tersenyum.


Tuhan! Izinkan aku membahagiakan mereka.


__ADS_2