
Jack Nichol
Pov: Zee
Suara Kak Dilara menggema memenuhi ruangan, sontak mama melepaskan pelukannya.
"Aku benci anak itu, dia bukan adikku mama."Jeritnya, lalu memutar kursi roda menuju kamar.
"Kakak."Aku memanggilnya.
"Tenang Zee, mama akan bicara padanya, kamu tenang aja, Sayang." Mama menyentuh bahuku.
Aku melirik Jack, pria itu terlihat aneh, dia terus menatap ke arah lokasi di mana Kak Dilara berdiri tadi. Dahinya berkerut.
Lalu berbalik menatapku.
Ada apa ini? Kenapa Jack terlihat begitu panik.
"Zed, siapa gadis tadi?" manik hitamnya menatap lekat.
"Itu Dilara, kakaknya Zee, nanti kamu harus mengenalnya Jack." ujar mama.
"Dilara kenapa Tante?" Syaif menatap mama.
"Biasa If, dia selalu histeris, apalagi ketika banyak wartawan yang terus mendatangi rumah ini." ujar Ayah.
"Apa peristiwa ini sangat mengganggunya ayah?" tanyaku.
__ADS_1
"Tidak sayang, kakakmu cuma tidak terbiasa dengan hadirnya orang asing di sekitar rumah kita." jawab Ayah.
"Aku selalu membuat kalian tak tenang, "
" Sudahlah Zee, jangan dipikirkan, semua akan baik-baik saja." ayah mengusap rambutku.
"Sudahlah, biar mama menenangkan dia dulu, kalian teruslah mengobrol." mama beranjak meninggalkan ruang tamu dan berjalan menaiki tangga.
Kami terdiam Sepeninggal mama, Jack terlihat salah tingkah.
Sementara Syaif tetap tenang.
"Zee, istirahatlah, aku pulang dulu ya, kasian mama nungguin, aku udah janji mengantarnya ke dokter gigi hari ini."
"Kapan kau akan datang lagi?" tanyaku.
"Kalau kau membutuhkanku, Zee."
"Serius? Lalu guna dia apa?"Syaif menatap Jack dengan tatapan mata yang tak kupahami.
"Jangan bicara begitu bro, Zee pasti lebih membutuhkanku dibandingkan kamu." Jack menyela.
"Sudahlah, kalian jangan bertengkar, baik Jack maupun Syaif semua punya arti buat Zee, iya kan sayang?" ayah menengahi mereka.
Keduanya mengangguk bersamaan.
❄️ ❄️
Pov: Syaif
__ADS_1
Aku berpamitan, Zee memeluk tubuhku. Rasanya aneh, aku seperti kehilangan separuh raga gadis itu.
Apalagi saat kulihat betapa tatapan matanya begitu syahdu saat menatap Jack.
Beruntung sekali kamu Jack, bisa mendapatkan hati gadis ini.
Baru saja kunyalakan mobil, kaca diketuk, dan Jack berdiri di samping mobilku.
"Ada apa?" kuturunkan kaca mobil.
"Bro, boleh kan aku numpang mobil kamu sampe ke depan?" tanyanya penuh harap.
Aku mengerutkan dahi, seorang Jack Nichol mau numpang mobil sedan sederhanaku, kemana mobil sport mewah miliknya?
"Boleh kan?"
Aku mengangguk.
"Thanks." pria konyol itu menepuk bahuku.
Di perjalanan kami tak banyak bicara, hanya musik yang kuputar pelan mengusir kebisuan di antara kami, dua lelaki yang mungkin sedang bersaing meraih hati seorang gadis bernama Gadiza Zidni.
"Sudah berapa lama kau mengenal Zedku?"
"Aku tak tau Zedmu, aku cuma kenal dengan Zee, dia sahabat masa kecilku." jawabku sengit.
"Selow bro, kita teman bukan? Ayolah lupakan dulu kemarahanmu padaku saat ini. Aku mau kau membantuku mencari tau apa alasan Daddyku hingga membongkar masa lalu Zed tanpa ampun." ujarnya sungguh-sungguh.
Bersambung.
__ADS_1