
Pov: Jack
"Aku mau kita bertemu." sebuah pesan dari Syaif kuterima.
Tumben, dia mau ketemuan, gayanya udah kek remaja lagi pacaran.
"Boleh, dimana?" aku membalasnya.
"Di cafe biasa. Aku tunggu jam delapan malam."
"Ya." kembali kubalas pesan itu.
hanya centang dua tak berubah biru, tandanya Syaif tak lagi membacanya.
Aneh!
Dia yang mengajakku bertemu tapi dia yang mengacuhkanku.
Pria ini memang susah ditebak, tapi Zee terlihat nyaman di dekatnya.
🌸 🌸 🌸
Jam delapan malam, aku tiba di kafe itu, dan Syaif telah duduk di sebuah kursi dengan secangkir kopi.
Wajahnya terlihat tegang, aku penasaran, ada apa ini?
"Hai bro!" Aku menyapanya.
Kami berjabat tangan, Syaif tersenyum setengah sinis.
Aku jadi tak enak hati, kemarin kami baik-baik saja.
Hari ini raut mukanya terlihat begitu tegang.
"Ada apa, Bro?" aku berusaha tenang.
"Langsung saja pada inti pertemuan kita," dia menarik napas berat.
"Ada apa sih? Aku sama sekali tak tau apa yang mau kau bicarakan, apa tentang pekerjaan atau ...?"
__ADS_1
"Tentang Zee, apa yang kau lakukan padanya?" Rahang pria itu mengeras. Sepertinya dia sedang menahan emosi.
"Zed, ada apa dengan Zedku? Dia sakit, If?" kini aku yang mulai penasaran.
Khawatir saat dia menyebut nama kekasih hatiku.
"Ya, Zee sakit, sakit hati, dia tertekan dengan sikapmu." Syaif menatapku lekat.
"Sakit hati? Sakit hati kenapa, siapa yang berani menyakiti hati kekasihku?"
"Masih nanya? Yang menyakiti Zee itu kamu, Jack, Kamu!" gertaknya.
Aku tersentak, kaget Syaif bisa sekasar.
"Oke, aku memang sudah lama tak menghubunginya tapi itu semua kulakukan untuk menghindari rasa bersalahnya atas kepergianku dari rumah."
Aku melanjutkan lagi ucapanku, " Zee itu sensitif, dia pasti akan merasa bersalah, dan tertekan ketika dia tau aku kabur dari rumah dan kini tinggal di jalanan dengan tanpa uang dan semua fasilitas dari orang tuaku."
kujelaskan semuanya pada Syaif. Agar dia mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
Haruskah kuceritakan jika kami masih berkomunikasi lewat e-mail dan sering bercinta online padanya?
"Katakan padaku, apa yang kau katakan pada Zee, aku tak mau hal buruk terjadi padanya."
"Jack, aku mencintainya, lebih dari rasa cintaku pada diriku sendiri. Arti Zed buatku adalah napas, dia kehidupanku. Jika dia terluka maka aku akan lebih merasa sakit lagi."
Syaif tertegun.
"Jika bukan karenamu, lalu apa yang membuatnya berduka, Jack?"
Aku tak bisa menjawabnya.
Maafkan aku Zed, jika selama ini belum bisa membahagiakanmu, tapi lihat saja, aku akan terus berusaha, dengan atau tanpa Daddy aku akan menjadikanmu wanita yang paling bahagia di dunia ini.
"Maafkan aku, If, belum bisa membahagiakan sahabatmu." ucapku datar.
"Jack, jika kau bisa membahagiakan Zee, aku percayakan dia padamu, tapi jika kau hanya ingin menyakiti hatinya, pergilah dari hidupnya, sebelum aku yang mengakhiri hidupmu." ujarnya tegas.
Dia meninggalkan aku yang tertegun. Syaif, apa Zedku begitu berarti bagimu?
Apa kau pun mencintainya? Sama seperti rasa yang kurasa padanya? Hingga tak rela jika gadis manis itu terluka.
__ADS_1
🌸 🌸 🌸
Pov: Zee
"Hai, sayang apa kabarmu?"
Rasanya tak percaya Jack tiba-tiba mengirimkan pesan padaku setelah sekian waktu tak melakukannya.
"Aku baik-baik saja." Aku membalas.
"Apa kau tak merindukanku, Honey?"
Rindu, apa kau tau arti rindu Jack? Rindu itu menyiksaku, rindu itu menjadi belenggu yang menyesakkan dada.
Aku hampir gila, Jack, gila karena rasa rindu, apa lagi saat kutau hanya aku yang merindumu, sedangkan kau tidak sama sekali. Itu sakit Jack, sakit.
Apa kau tau aku tak bisa memejamkan mata karena rindu yang menggila padamu. Dan sekarang kau tanyakan itu padaku?
Tuhan! Sekejam itukah dirimu?
"Honey, are you there?"
"Iya, aku di sini, aku baik-baik saja." aku membalasnya kembali.
"Zed, sepertinya kau sedang banyak pikiran, ada apa? Ceritakan padaku."
Tuhan, taukah kau Jack, kaulah yang membuat moodku hancur lebur seperti ini. Dan kau masih bertanya kenapa?
Rasanya ingin segera kuakhiri chatting ini, apa lagi saat teringat kembali bagaimana mrsra dan mesumnya isi Obrolan Jack dan Kak Dilara waktu itu.
Apa yang harus kulakukan? Apa harus kutanyakan hal ini padanya?
Pahami aku sekali ini saja, Jack, aku sakit aku cemburu padamu.
Bersambung, Guys! Jangan lupa disakreb, tinggalin jejak, biar Author semangat!
Pict by: Shopia Baequni
__ADS_1