Cinta Pertama Sang CEO

Cinta Pertama Sang CEO
Penjahat Bertopeng Kebaikan


__ADS_3

Pov: Jack


Aku masih berharap jika apa yang kulihat bukan satu kenyataan, pria bernama Yanuar Riyadi itu bukanlah seseorang yang punya hubungan darah dengan Zed.


Jariku mengetikkan nama tersebut di kolom pencarian Google, dan terpampanglah fakta-fakta yang kutemukan tentangnya.


Umur, pekerjaan, riwayat hidup, pendidikan, bisnis yang digeluti, hingga keluarga besar yang kini bersamanya.


Seorang bajingan bertopeng kebaikan, benar kata Nadin. Pria ini banyak mengelola yayasan sosial, bahkan beberapa panti jompo, panti asuhan hingga rumah singgah,serta sekolah-sekolah dari yang gratis hingga tingkat elit.


Memalukan! Bandar narkoba dipuja sebagai dewa penolong oleh masyarakat, dia mencuci dosa-dosanya di dunia dengan kebaikan yang di salah gunakan.


Pintar memang, tapi tunggu saja, kuasa Tuhan tidak bisa dipermainkan. Kejahatan tetaplah kejahatan, sebaik apapun kau membungkusnya, Yanuar Riyadi!


Yanuar Riyadi! *** tak punya hati yang membuat hidup wanita pujaanku berantakan.


Lihatlah Zed, ini ayahmu, pria tegap dengan segudang bisnis itu adalah pria yang menyebabkan kau lahir ke dunia.


Tunggu Zed, aku akan membantumu membuat pria seperti bajingan itu sadar, bahwa ada seseorang anak perempuan yang hidupnya hancur karena perlakuannya di masa lalu.


🌸 🌸 🌸


"Benarkah?" mata Syaif terbelalak, dia masih tak percaya dengan fakta-fakta yang kutunjukan padanya.


Aku mengangguk.

__ADS_1


"Bajingan tengik! Tunggu saja kau, akan kubuat perhitungan denganmu, ***!" Syaif mengepalkan tinjunya.


Nampak kemarahan luar biasa di matanya, dan itu di luar kebiasaan laki-laki berwajah bijaksana ini.


"Zee, dia ayahmu, pria yang selama ini kita cari, pria yang menghancurkan hidup dan masa kecilmu." bibir Syaif bergetar.


"Tenang, untuk sementara kita tahan info ini dari Zed, kita selidiki terlebih dahulu. Kata Nadin, minggu ini Si *** Yanuar akan ke Jakarta, kesempatan kita untuk bisa mengenalnya Lebih jauh, aku akan minta bantuan Nadin."


"Baiklah, aku akan menghubungi Kak Laras siapa tau dia mengenalnya," ujarnya, meneguk cangkir kopi yang tinggal separuh.


"Astaga, aku hampir lupa, jika dilihat dari bisnis yang digelutinya, bisa dipastikan dia bekerja sama dengan Daddyku."


"Nah, itu dia, aku yakin Kak Laras tau banyak tentangnya."


Syaif mengangguk, sementara ini lupakan masalah hati Jack, demi wanita yang kau cintai.


"Apa kau masih tinggal di apartemen?" tanya Syaif.


"Aku hanya punya waktu dua hari lagi, setelah itu aku harus mencari tempat tinggal lain." Syaif melirik ke arahku.


"Tinggalah di rumah kami, Kak Laras memintanya."


"Serius?"


"Ya. Mana pernah aku bermain-main dengan hal sepenting ini."

__ADS_1


"Baiklah, akan kupertimbangkan."


Aku dan Syaif bersalaman. Aku kagum pada orang tua yang dimiliki Syaif, mereka pandai mendidik putra dan putrinya, berjiwa besa, tanggung jawab dan mandiri, semua tercermin pada pribadi Kak Laras dan Syaif adiknya.


Sedangkan Daddyku? Dia hanya punya anak seperti aku, bajingan kecil yang tak tau diri, egois, naif dan pemalas.


Bukankah aku melihat semuanya dari kepribadian Dadku? Ya, sikap Dad yang egois, serakah, mau menang sendiri serta semua sifat buruk yang dimiliki olehnya menurun padaku.


Sial! Kenapa baru kusadari sekarang? Kenapa kuhabiskan masa remaja indah itu dengan semua hal yang sia-sia.


Mom, maafkan aku!


Aku terlalu banyak membuat wanita wanita yang kucintai terluka dan kecewa, kini tak akan kubiarkan lagi.


"Jack! Apa kabarmu?"


Pesan dari Zed kuterima. Ah aku lupa beberapa hari ini aku tak menghubungi gadis pujaanku itu.


Aku tak ingin dia tau apa yang terjadi denganku saat ini, sebelum aku mendapatkan pekerjaan layak, rumah tinggal layak, aku memang berniat untuk tak menghubunginya.


Walau rindu begitu menyiksa batin dan ragaku ini.


Zed! Aku sangat merindukanmu.


 

__ADS_1


__ADS_2