Cinta Pertama Sang CEO

Cinta Pertama Sang CEO
Mungkin harus seperti ini


__ADS_3

Pov: Jack


Nadia nampak gelisah, wajahnya sesekali mengenai bak menahan sakit. Dia meracau tak karuan, meronta, dan terkadang menjerit.


Aku tak tega melihatnya. Rasa iba menjalari hatiku, walau bagaimanapun, aku dan dia adalah sahabat, kami punya ikatan bathin, bahkan ketika aku sakit Nadia seolah merasakannya juga. Pun dengan diriku.


Tapi kenapa malam itu aku sama sekali tak menyadari jika hal mengerikan sedang menimpanya.


Dia berkali-kali menelpon dan memintaku datang, apalah daya aku yang baru saja mendapatkan pekerjaan di kafe Haikal tentu tidak bisa serta merta meninggalkannya.


Sulit sekali mencari pekerjaan saat ini, kebanyakan teman justru menjauh saat aku tak punya apa-apa. Semua jelas terlihat sekarang, teman-teman yang dulu selalu menemani kemana saja aku pergi kini seolah tak sudi menemuiku.


Mereka yang setiap waktu bicara tentang arti teman dan sahabat seolah lupa jika pernah mengenalku.


Benar kata Zed, teman sejati adalah teman yang ada saat kita menderita, sahabat terbaik adalah yang bisa menemanimu menangis bukan tertawa.


Hanya Nadia yang terus menerus menanyakan kabarku, bagaimana aku makan? Dimana aku tinggal? Nadia begitu mengkhawatirkan keberadaanku.


Gadis ini menawarkan segalanya, rumah mewah dan kendaraannya padaku, tapi bukan Jack Nichol namanya jika harus menerima begitu saja uluran tangan seseorang.


Jika harus begitu kenapa tak langsung saja pulang ke rumah dan kembali menengadahkan tangan pada Daddy.


"Jack!" Nadia mulai membuka mata.


"Aku di sini." segera kedekatan tubuhnya. Menggenggam jemarinya.


"Jack, kenapa aku tak mati saja?" lirihnya.


"Jangan bicara begitu Nadia, kita manusia tak bisa menentukan kapan kita hidup dan kapan kita mati." kuusap wajahnya yang berkeringat padahal AC menyala cukup dingin.


"Tapi aku tak bisa hidup dengan keadaan penuh noda begini?" dia terisak.


"Ceritakan padaku segalanya, jangan ada yang kau tutupi, akan kubuat perhitungan dengan jalanan itu."


"Mereka sengaja Jack, mereka menjebakku malam itu?"

__ADS_1


"Mereka? Artinya pelakunya lebih dari satu orang kan?" tanyaku, Nadia mengangguk.


"Apa yang mereka lakukan padamu, Nad?"


"Mereka mencampurkan obat perangsang pada minumanku, Jack!"


"Lalu?"


"Lalu mereka menggilir tubuhku, itu yang dikatakan Anto padaku."


"Anto kau bilang?"


"Iya, dia tau segalanya."


"Nadia, tetaplah di sini, jangan kemana-mana aku mohon, jangan melakukan hal gila yang bisa menghancurkan hidupmu, percayalah akan kubawa keadilan itu padamu." rahangku mengeras. Gigi gemelutuk menahan amarah.


"*** kalian semua, ****!"


Nadia terdiam, menatapku lekat.


"Nad, tak harus lapor polisi untuk sekedar memberikan hukuman pada bedebah itu, agar mereka mau berlumur dan memohon ampun padamu. Itu jika orang tuamu menganggap hal ini adalah aib untuk keluarga."


Dia mengangguk.


"Tetaplah di sini. Aku mohon, tenangkan hatimu aku akan cepat kembali."


Kusambar kunci mobil sport Nadia. Dengan tergesa berlalu dari hadapan gadis Malang itu.


🌸 🌸 🌸


Pov: Zee


"Zee, aku ingin bicara serius denganmu." raut wajah Syaif terlihat begitu serius.


"Mau bicara apa?"

__ADS_1


"Kita ketemu di Kafe depan ya, aku tunggu di sana."


Tanpa menunggu kata iya dariku Syaif memutuskan pacarnya video callnya.


Dengan menaiki Ojol aku tiba di kafe dengan cepat, benar saja Syaif sudah duduk di sana dengan secangkir kopi.


"Mana kopi untukku?"


"Jangan minum kopi dulu, lambungmu sedang tak sehat."


"Baiklah, terserah pak dokter saja." aku tersenyum.


"Zee, maukah kau menemui Jack hari ini?"


"Jack, ada apa dengannya? Dia saja tak berniat menghubungiku."


"Dia sedang ada masalah serius Zee, Ayo lah, bereskan urusanmu dengannya."


"Masalah apa?"


"Nanti kau akan tau sendiri, sekarang mau tidak kau bertemu dengan Jack?'


Aku mengangguk.


"Ayo ikut aku, kita temui pangeranmu itu."


Syaif menarik tanganku.


"Mau kemana kita, If?'


""Bertemu pangeran hati yang selalu membuat hidupmu galau." ujarnya sambil terus melangkah menuju mobil.


Ada apa ini? Apa Syaif tau juga hubungan Jack dengan kak Dilara?


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2