Cinta Pertama Sang CEO

Cinta Pertama Sang CEO
Ulah Dadku


__ADS_3

Pov: Jack


"Gimana kuliah kamu, Nad?" Dad menatap Nadia.


"Baik." jawab Nadia sopan.


"Coba Jack itu seperti kamu, mungkin dia sudah menempuh S2 juga seperti kamu." ujar Dad, nada suaranya terdengar kecewa.


Lagi-lagi, Dad membandingkan aku dengan gadis ini.


"Tapi kan Jack sekarang udah bisa gantiin, Om di kantor, kata Papa Jack bagus kok kerjanya." Nadia membelaku, padahal aku tak butuh itu.


"Itu karena terpaksa, ya kalau gak gitu dia mau jadi apa? Jadi mafia?"


"Om, bisa aja, masa ceking gini jadi mafia?" Nadia melirikku.


"Makanya makan yang banyak, sayang, biar badan kamu tuh berisi, Seenggaknya orang-orang tuh tau kalo Mom selalu memenuhi kebutuhan gizimu." Mom menuangkan nasi dan lauk pauk ke piringku dengan jumlah yang lumayan banyak.


"Ini sih porsi kuli Mom, bisa meledak perutku."


Mom dan Nadia tertawa, sedangkan Dad tersenyum sinis.


"Nadia, Om mau kamu dan Jack mendingan liburan dulu deh, pilih tempat yang kalian suka, biar kami sebagai orang tua bisa merencanakan hubungan yang selanjutnya."


"Maksudnya?" Nadia terlihat bingung.


"Agar rencana Perjodohan kalian lancar."


"Tapi Dad, aku sudah bilang, jangan campuri urusan jodohku."

__ADS_1


"Sudahlah, kamu tenang saja, toh kalian sudah saling mengenal bukan?"


"Saling mengenal bukan berarti saling mencintai, Dad!" gertak ku.


"Iya, Om." Nadia ikutan protes.


"Sudahlah, kalian ikuti saja alurnya, orang tua pasti menginginkan sesuatu yang terbaik untuk anaknya."


"Yang terbaik untuk siapa? Untuk aku, Nadia, atau kalian?"


"Tenang sayang." Mom mengusap pundakku.


Suasana mulai terasa panas. Muka Dad terlihat merah, aku tau dia menahan marah.


"Mom, aku dan Nadia buka bocah kecil, kami punya hidup dan cita cita sendiri, punya impian yang berbeda, kalian tka bisa memaksa kami untuk hidup bersama."


Nadia terpaku.


"Otakmu sudah dicuci oleh gadis kumuh itu. Gadis yang asal usulnya saja tidak jelas."


"Tau apa Dad tentang Zedku?'


"Aku tau hal terkecil dari gadis kumuh itu, bahkan lebih dari sekedar tau.'


"Awas saja kalau Dad berani mengganggunya." ancamku.


"Kau yang membuatku melakukan ini, sudah kubilang kan, jangan buat Dad marah dan mengambil tindakan tegas."


"Aku kecewa Dad, kecewa."

__ADS_1


Kutinggalkan ruangan itu, Mom memburuku.


"Jangan pergi sayang, kita bicarakan lagi baik-baik."


"Dad tidak seperti itu Mom, dia selalu menganggapku bonekanya."


"Tapi dia sayang sama kamu, Jack."


"Ini bukan sayang mom, ini ambisi, nafsu serakah, keinginan untuk terus berada di puncak kejayaan dengan mengorbankan kebahagiaan orang lain, bahkan anaknya sendiri."


Mom hanya terpaku.


"Biarkan dia pergi, nanti juga pulang lagi." ujar Dad, aku tak perduli lagi.


❄️ ❄️ ❄️ ❄️


"Zee, wanita yang selama ini dikenal sebagai sekretaris sekaligus calon istri dari pengusaha muda, pewaris tunggal dari keluarga Nichol ini ternyata adalah seorang putri yang dilahirkan akibat perkosaan."


"Tak disangka, Gadiza Zidni, gadis yang menghebohkan media beberapa bulan lalu ternyata adalah anak yang dilahirkan oleh seorang wanita korban perkosaan dan perampokan di Bandung."


"Inilah, Gadiza Zidni, putri Mafia Narkoba yang pernah hebohkan Bandung beberapa tahun silam."


Aku terpaku membaca headline berita beberapa media online.


Zedku?


Apa ini ulah Dad? Atau?


 

__ADS_1


__ADS_2