
Pov: Zee
Alhamdulillah, beres sudah pekerjaanku hari ini.
Kak Laras sudah pulang lebih awal, dia punya baby, perusahaan memberikan keringanan padanya.
Ya perusahaan besar ini menghargai wanita dan semua para pekerjanya.
Aku beruntung bisa bergabung dengan perusahaan sebesar ini.
"Apa tuan Jeremmy masih di ruangannya?" seorang wanita berdiri di belakangku.
Tuhan! Aku seperti mengenalnya. Tapi di mana?
"Hai, kau Zee kan?" mata cantik itu terbelalak, sepertinya dia tak percaya pada penglihatannya kali ini.
"Iya tante, aku Zee."
"Sayang, dunia sempit ternyata, kita bertemu lagi, padahal tante sempat nyari-nyari kamu di Mall itu. Tak disangka ternyata kamu ada di sini.Tapi apa kamu bekerja di sini?" tanyanya heran. Dia memelukku.
Sikap ramahnya tak Berubah, jemarinya mengelus rambutku. Rasanya masih sama seperti saat kami bertemu dulu.
"Iya tan, aku kerja di sini."
"Ya ampun! Bagus sayang, tante lupa minta nomor ponsel kamu waktu itu."
"Iya aku juga."
__ADS_1
"Eh iya, nanti kita makan bareng ya, tante bakal kenalin kamu sama anak dan suami tante."
"Ehm, Kamu di sini?" suara Bariton pak Jeremmy menghentikan obrolan kami.
"Eh, iya, aku baru nyampe. Ketemu dia di sini."
"Memangnya kamu kenal dia?" Tuan Jeremmy menatapku.
"Iya, ini gadis yang aku ceritain waktu itu, yang nolongin aku pas jatuh di bassment Mall." Tante Cantik itu begitu antusias.
Tapi tunggu, tante ini istrinya tuan Jeremmy, itu artinya? Oh no! Dia mamanya Jack!
Tak disangka ternyata aku sudah mengenalnya. Ah, Jack, seramah ini mamamu.
Benar dunia memang sempit.
"Sini sayang, kenalin ini Om Jeremmy, suami tante."
Tuan Jeremmy mengangguk. Matanya mengerling pada istrinya.
"Enggak usah panggil bapak ya, panggil aja Om Jeremmy, kalau manggil bapak, nanti harus manggil tante ibu juga, kan gak enak kedengerannya. Gak bagus!" si tante mengedipkan mata.
"Baik tante."
"Sayang, jangan galak-galak ya sama Zee, dia udah baik banget waktu itu sama aku."
Tuan Jeremmy hanya mengangguk.
__ADS_1
"Ya sudah ayo kita pulang." ujarnya.
"Tante pulang dulu ya, sayang, hati-hati" kembali dia mengelus rambutku.
Tuan Jeremmy menarik tangan istrinya.
Aku masih tak percaya. Iyakah aku sudah mengenal mamanya Jack!
"Sayang, apa kamu mau ikut dengan kami?" tawarnya ramah. Berbalik kita kembali.
"Oh, tidak tante saya dijemput Syaif."
"Syaif? Apa dia pacarmu?"
"Bukan tante, dia temanku." aku menggeleng, lalu tersenyum.
Ingin aku berkata "pacarku anakmu tante."
"Ayo, kita pulang!" Sekali lagi tuan Jeremmy menarik si tante. Sepertinya dia khawatir aku bicara lebih jauh dengan istrinya.
"Ya udah, tante pulang dulu ya, sayang, salam buat mama papamu."
"Iya tante, insya Allah saya sampaikan." wanita itu memelukku lagi. Sebelum dia berlalu dengan suaminya yang terlihat tak nyaman dengan kedekatan kami.
Tuhan! Dia calon mama mertuaku rupanya!
Dan jack, dimana dia sekarang?
__ADS_1
🍥🍥🍥