Cinta Pertama Sang CEO

Cinta Pertama Sang CEO
Pria Aneh


__ADS_3

Pov: Zee


"Zee, Sayang ada tamu untukmu."


"Siapa ayah?"


"Jack, Bosmu?"


Hah! Sepagi ini? Jack, aku bahkan belum mandi.


"Hai!" pria konyol itu menatapku, senyum mengembang di bibirnya.


"Jam berapa ini Jack? Ayah saja belum berangkat ke toko?"


"Kita akan ke luar kota, Zed."


"Ya, aku tau, tapi tak sepagi ini, Jack."


"Tak apalah kata om Hanif aku bisa menunggumu di sini, sambil ngopi."


"Ngopi lagi?"


"Yes, aku bisa nunggu kamu kok, asal buatkan aku secangkir kopi."


"Dasar, pria modus, ngomong aja pengen ngopi." dengusku kesal.


"Ayolah, Zed."


Aku mengangkat bahu.


"Sudahlah Zee, buatkan pak Jack kopi, setelah itu kau mandi." Ayah tiba-tiba muncul.


"Nah, itu baru cocok, Om." wajah Jack penuh kemenangan.


"Ini kopinya." kusodorkan kopi padanya dengan kasar.


Pria itu melotot, namun aku tak peduli.


"Lihatlah gadis itu om, kasarnya dia padaku."

__ADS_1


"Biarkan Jack, Zee memang begitu, tapi dia penyayang kok, hatinya baik dan mudah tersentuh."


"Dan manis, Om." Jack menambahkan. Ayah tersenyum bangga.


Serasa ayah mendukungnya saat ini.


Dasar cowok Aneh!


👇👇


"Ayo Zed." dia membukakan pintu untukku.


"Bersikaplah biasa, Jack, jangan membuatku malu.


"Hello! Ini romantis, apa kau tak suka menonton film? Lihat gaya para aktor yang selalu membukakan pintu mobil dan mempersilahkan wanitanya."


"Tapi aku bukan wanitamu, tau."


"Anggap saja begitu."


"Hm!" aku menggerutu.


Sayang, semuanya hanya mimpi, entah kapan itu bisa terjadi.


Mama ibarat bulan yang diimpikan seorang pungguk, hanya harapan penuh kesia-siaan.


Sebuah mobil sedan masuk ke pekarangan rumah, dan parkir persis di samping mobil Jack.


"Zee, mau kemana kamu?" Syaif turun tergesa.


"Syaif, ada apa, pagi-pagi datang ke sini?" aku turun dan menghampirinya.


Jack memandang kami dengan tatapan aneh.


"Dia lagi." dia gumamnya.


"Ditanya balik nanya, dasar!" Syaif menjitak kepalaku.


"Adaw! Sakit tau."

__ADS_1


"Sakit ya, Maaf Zee." kini dia mengusapnya.


"Seminggu ke depan aku akan di luar kota If, nemenin bos."


"Itu bos kamu?" Dia menunjuk Jack yang cepat-cepat memalingkan wajahnya.


"Heeh." aku tersenyum.


"Ya sudah, hati-hati ya, ingat jangan makan yang pedas, nanti lambungmu kambuh."


"Oke, Bos!"


"Sana berangkat, salam buat bosmu."


Aku mengangguk. Naik ke mobil Jack kembali, Syaif menatap kami.


"If, ingat ponselmu harus on terus, awas kalo aku telpon gak diangkat." ancamku.


"Iya, bawel." Syaif mengangguk dari kejauhan. Aku melambaikan tangan dia pun membalasnya.


"Lebay!" Jack terlihat kesal.


Kenapa lagi dia!


Dasar manusia aneh.


Pov: Jack


Sial, aku harus Kembali bertemu dengan pria menjengkelkan itu.


Lihat saja, si Kelinci nakal langsung turun dari mobilku saat melihatnya.


Membuatku Muak melihat adegan mesra keduanya.


"Syaif, Syaif! Nama yang aneh di telingaku.


Tapi Zedku terlihat bahagia di dekatnya.


Ah, dadaku Kembali terbakar, apa yang harus kulakukan? Terus terang kalau aku cemburu pada Zed? Bisa turun gengsiku di depannya.

__ADS_1


 


__ADS_2