Cinta Salah Target

Cinta Salah Target
Bab 18 Lingerie


__ADS_3

Rafka berjalan beberapa langkah mendekati Namira. Dia memandangi perempuan itu sedikit lama. Tak bisa di tebak apa yang sedang di pikirkannya sekarang.


Aduh.. gimana ini?! ngapain dia deket-deketin aku? kalo aku langsung bangun, pasti dia bakal tau kalo aku cuma pura-pura tidur.


oh, iya..aku ada ide, mending aku tendang aja juniornya, seolah-olah lagi ngelindur. biar kapok. kayaknya nggak bakal ketauan deh, kalo aku ngelakuinnya kelihatan natural.


ini semua gara-gara lingerie sialan itu. ah.. bukan, emang dianya aja yang kegatelan. Enak aja mau berbuat macem-macem sama aku!


Namira sudah bersiap-siap akan menendang kalau laki-laki itu seandainya mendekat. Tapi Rafka malah mundur beberapa langkah, lalu berbaring pada sofa yang ada di dekat jendela.


Dia tak ingin membuat kesalahan besar yang nantinya malah akan merusak keadaan. Dia lebih memilih untuk menahan rasa yang menyiksanya, dari pada harus menyakiti hati perempuan itu.


Cukup lama ia gelisah sambil membolak-balikkan badan ke kanan dan ke kiri untuk mencari posisi ternyaman agar bisa lekas tertidur. Untungnya sofa itu cukup lebar dan juga empuk, kalau tidak badannya pasti akan sakit semua.


Beberapa saat kemudian, terdengar dengkuran halus dari laki-laki itu. Rupanya ia sudah tertidur pulas setelah berusaha dari tadi.


Sedangkan Namira tampak tak nyaman dengan baju yang di pakainya. Dia sampai merasa kegerahan padahal ruangan ini ber AC. itu semua karena gaun pengantin yang masih menempel di tubuhnya hingga sekarang.


Dia pun menyerah juga pada akhirnya. Dia mengambil lingerie yang tergantung di lemari,lalu bergegas memakainya di kamar mandi. Terpaksa ia harus memakainya jika tidak mau kegerahan dan bisa tidur dengan nyaman.


Namira pikir,tidak masalah memakai pakaian kurang bahan itu sekarang, karena Rafka sudah tidur pulas. Besok pagi dia akan berencana bangun lebih pagi sebelum Rafka, lalu segera mengganti bajunya agar tidak ketahuan.


Setelah mengganti baju akhirnya Namira bisa tidur dengan nyenyak dan lebih nyaman. Jadi lah malam pengantin itu di lewatkan dengan tidur terpisah antara sepasang suami istri itu. tanpa ada suasana penuh keromantisan yang biasanya ada di malam pengantin.


Namira mengucek-ucek matanya sambil menguap. Dia melihat jam weker di sebelah tempat tidurnya, sudah pukul enam lewat lima belas menit.


"apa!! udah jam segini?! kok bisa-bisanya aku kesiangan. Rafka udah bangun apa belum ya? moga aja belum,biar aku bisa mengganti bajuku ini!

__ADS_1


Namira mencari keberadaan Rafka dengan mengintip dari balik selimut. Rupanya pria itu sedang berada di balkon sambil meregangkan kedua tangannya seperti sedang melakukan pemanasan.


Namira tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dia pun segera membuka selimut yang menutupinya lalu berdiri dengan cepat berniat akan ke kamar mandi untuk berganti pakaian.


Tepat saat ia berdiri, tanpa di sangkanya Rafka masuk dan melihatnya yang sedang memakai lingerie tipis itu saja. Namira refleks berteriak dan langsung berlari dengan kencang ke dalam kamar mandi. sedangkan Rafka tampak tertawa lepas melihat kelakuan istrinya.


Dengan cepat Namira memakai gaun super ribetnya lagi,lalu merobek lingerie tadi saking kesalnya. Bisa-bisanya laki-laki itu muncul di waktu yang tidak tepat begitu. Namira ngedumel sendiri di dalam hati.


Setelah selesai,ia membuka pintu kamar mandi perlahan. berharap Rafka sedang tidak ada di kamar. Dan kali ini ia bisa bernafas lega karena laki-laki itu tidak nampak batang hidungnya di kamar ini. entah kemana perginya.


Tok.. tok.. tok..


Terdengar suara ketukan dari luar pintu kamar Namira. Ia pun bergegas membuka pintu itu. Tampak dua orang pegawai hotel sedang membawa nampan berisi makanan dan yang satunya membawa paper bag berwarna coklat.


"ini breakfast nya Bu, dan ini juga ada titipan dari pak Rafka untuk anda" ucap mereka sopan kemudian menyerahkan paper bag tadi.


"oh..iya. silahkan" balas Namira sambil membuka pintu lebih lebar dan bergeser memberi jalan.


"kalau begitu kami permisi dulu Bu, selamat menikmati hidangannya"


"iya mbak. terima kasih"


Namira pun menutup pintu kembali setelah kedua pegawai wanita itu pergi. lalu membuka paper bag yang ada di tangannya. Ternyata isinya adalah sebuah dress. Ia mengambil dress itu kemudian membuka lipatannya. Dress cantik selutut berwarna pink pastel dengan aksen pita di bagian punggung, menambah manis pakaian itu.


Di dalam hati Namira bertanya-tanya, sebenarnya siapa pengirim dress itu. memang pelayan wanita tadi menyebut nama Rafka. Tapi ia ragu setelah melihat model dan warna dressnya. Bagaimana mungkin pria itu bisa sangat tau selera baju yang ia suka.


oh.. aku tau,ini pasti ulah mama lagi. mama yang ngasih bajunya tapi dengan mengatas namakan Rafka. ya, pasti begitu..

__ADS_1


bodo amat ah. yang penting aku bisa ganti baju dan segera terbebas dari gaun yang super ribet ini.


Dengan semangat Namira melepas gaun pengantinnya dan mengganti dengan dress tadi. Dia bercermin dan memuji kecantikan dress yang di pakainya di dalam hati.


Saat sedang bercermin, tiba-tiba saja perut Namira keroncongan. Dia pun segera menyantap dengan lahap makanan yang di terimanya tadi.


Kembali terdengar ketukan dari luar pintu kamar saat sarapannya tinggal satu suap lagi. Namira menaruh sendok yang di pegangnya lalu meminum segelas jus jeruk segar sebagai penutup sarapan. setelah itu beranjak membuka pintu.


"mama? ayo masuk ma!" kali ini mamanya yang datang. Namira semakin yakin kalau dress yang di pakainya itu dari mamanya. dan tujuan beliau ke sini adalah untuk memastikan apakah dress itu sudah di terima. itu lah yang ada dalam pikiran Namira.


"wah.. anak mama cantik sekali. loh.. kok kamu bisa ganti baju Namira?!" mama Namira memandangi putrinya dari atas sampai bawah dengan ekspresi wajah yang terlihat keheranan.


"maksud mama?" Namira mengerutkan dahinya tak mengerti.


"harusnya kan kamu pakai lingerie itu dan nggak bisa ... ups!" mama Namira menutup mulutnya karena sadar kalau sudah keceplosan.


"ih... mama jahat banget sih. masak anaknya di kerjain kayak gitu!!" Protes Namira sambil cemberut.


"hehehe.. maaf Namira. mama sama papa kan pengen cepet-cepet punya cucu" balas Bu Asti santai. Dia tak tau kalo putrinya kelabakan tadi malam karena ulahnya.


"nggak gitu juga dong ma caranya. Namira sampe malu gara-gara mama"


"ya maaf, sayang. jadi gimana dengan lingerie nya?" tanya Bu Asti penasaran.


"udah sobek ma. tu di kamar mandi!" jawab Namira polos.


*yes .. rencana ku berhasil. bahkan lebih mulus dari yang ku duga. mana lingerienya sampai sobek lagi. aduh.. menantuku itu sangat tidak sabaran rupanya*.

__ADS_1


Mama Namira mengambil kesimpulan sendiri dari yang di ceritakan putrinya. Padahal yang menyobek lingerie itu adalah Namira sendiri.


__ADS_2