
Setelah pergi berbulan madu ke negara bersalju selama satu minggu, Namira dan Rafka kembali melakukan aktifitas seperti semula.Sebenarnya bukan bulan madu yang sesungguhnya, melainkan hanya liburan bersama. Seperti biasa mereka sangat pintar berpura-pura, hingga orang tua mereka pun tak tau keadaan yang sebenarnya terjadi.
Namira sekarang terpaksa harus tinggal di rumah Rafka menuruti ucapan papanya. Pak Pramana bilang kalau sebagai seorang istri Namira harus selalu mengikuti kemana pun suaminya pergi,dan juga harus mematuhi semua kemauannya selama tidak menyimpang dari hukum agama dan negara.
Kedua orang tua Rafka sudah meninggal, jadi di rumah itu dia hanya tinggal berdua dengan adik perempuannya saja sebelum kehadiran Namira. Adik perempuan Rafka bernama Alena. Dia adalah seorang mahasiswi semester akhir di salah satu universitas ternama di kota ini.
Alena adalah gadis yang baik, dia sama sekali tidak pernah berbuat aneh-aneh dan menyusahkan kakaknya. Tak cuma itu, bahkan Alena selalu berprestasi di bidang akademik selama masa pendidikannya.
Hanya saja Namira tidak terlalu mengenal adik iparnya itu dengan baik, karena mereka hanya bertemu beberapa kali saja sebelum pernikahan dan juga saat acara pesta pernikahan berlangsung, Itu pun hanya sebentar saja.
"selamat pagi kak, selamat pagi kakak ipar!" sapa Alena sambil duduk di kursi makan sebelum memulai sarapan bersama.
Namira dan Rafka sudah duduk manis terlebih dahulu di sana. Jadi tinggal menunggu kehadiran adik perempuan satu-satunya di rumah itu saja.
"selamat pagi Alena" balas Namira dan Rafka bersamaan.
Setelah semua penghuni rumah sudah lengkap, mereka pun memulai sarapan pagi dengan sedikit obrolan ringan.
Selain Rafka dan Alena ada juga dua asisten rumah tangga yang tinggal di sana, yang membantu untuk menyiapkan makanan dan juga bersih-bersih, dan juga seorang supir pribadi bernama pak Sugeng. Mereka sudah mengabdi di keluarga ini dari semenjak orang tua Rafka dan Alena masih hidup. Jadi kakak beradik itu sudah menganggap mereka seperti keluarga sendiri.
"Alena berangkat dulu ya kak" pamit Alena setelah menghabiskan sarapannya. Dia tampak sedikit terburu-buru meminum jus apel yang sudah di siapkan oleh bik Atun seperti biasa.
"Di antar pak Sugeng aja Al, jangan nyetir sendiri. Ujar Rafka memberikan perintah yang langsung membuat gadis itu memanyunkan bibirnya.
"Aku kan udah segede ini kak? kapan sih di bolehin nyetir mobil sendiri?!" gerutu Alena.
"Jangan dulu Alena, bahaya!" Tegas Rafka tak mau di bantah.
Kalau sudah seperti itu gadis itu tak bisa membantah lagi. Terpaksa ia harus menuruti ucapan kakaknya, entah sampai kapan. Alena pun bangkit dengan malas-malasan.
__ADS_1
"hati-hati Alena!" seru Namira.
"iya kakak ipar" balas gadis itu sambil tersenyum ke arah Namira lalu berubah jadi cemberut lagi setelah melihat Rafka. Lalu ia segera berlalu meninggalkan meja makan.
"aku ke kantor dulu ya!" Ujar Rafka setelah Alena pergi. Dia mengelola perusahaan milik ayahnya yang sudah bangkit kembali setelah di bantu oleh papa Namira. Maka dari itu Rafka sangat menghormati pria paruh baya itu karena sudah sangat berjasa dalam hidupnya.
"iya. aku juga mau ke butik hari ini" balas Namira lalu beranjak dari tempat duduknya. Dan langsung keluar menuju mobilnya.
Rafka menghela nafas besar. Memang pernikahan tanpa cinta seperti ini tak pernah terbayangkan sebelumnya di pikiran laki-laki itu.
Apa yang kamu harapkan darinya Rafka? kamu ingin istrimu itu mencium tangan sebelum keluar rumah? jangan bermimpi!! karena pernikahan di antara kalian atas dasar keterpaksaan saja. jadi jangan harap dia akan bersikap manis padamu..
Setelah mobil Namira keluar dari halaman rumah, Rafka pun mengemudikan mobilnya pula menuju kantornya.
* * *
Gadis itu tampak begitu asyik dengan ponselnya, bahkan sambil senyum-senyum sendiri membaca chat yang ada dalam benda persegi panjang tersebut. Rafka sampai terheran-heran, tak biasanya Alena bertingkah berlebihan seperti itu.
Rafka pun duduk di sebelah Alena. Tapi adiknya itu sama sekali tidak menyadari kehadirannya. Hal itu membuat Rafka semakin penasaran, dengan siapa adiknya itu berkirim pesan sampai-sampai sebegitu seriusnya.
"Alena.. kamu ngapain?" ujar Rafka yang langsung membuat adiknya tersentak seperti kaget karena tiba-tiba dia berada di sampingnya.
"kak.. kak Rafka?! duh.. ngagetin aja sih!" Alena terlihat gugup, bahkan sampai gelagapan mengucapkan kalimat itu.
"Lagi chat an sama siapa Alena? kok tumben serius banget sampe segitunya?!" selidik Rafka. Dia merasa harus mengetahui hal sekecil apapun tentang Alena, karena dialah yang bertanggung jawab atas adiknya itu setelah sang ayah meninggal dunia.
"emm...lagi chat sama temen kak. biasa!!" balas gadis itu santai.
"tumben kok serius amat?! gak biasanya kayak gitu, sampe kakaknya dateng malah nggak tau!" sindir Rafka.
__ADS_1
"hehehe.. ya maaf kak" jawab Alena sambil nyengir kuda sembari memasukkan ponsel ke dalam saku celana pendeknya seperti sedang menyembunyikan sesuatu jika di lihat dari gelagatnya yang sedikit mencurigakan.
"temen kamu cewek apa cowok?" Rafka masih belum menyerah menginterogasi adiknya.
"emang kenapa sih kak? kok kayak pengen tau banget?!"
"oh.. jadi sekarang mulai main rahasia-rahasiaan sama kakaknya sendiri?!" Rafka memasang wajah pura-pura marah agar adiknya mau menjawab pertanyaannya.
"Jangan marah dong kak, masak gitu aja ngambek?" Ucap Alena mengiba.
"ya udah kasih tau kalo nggak mau kakak marah!" Rafka masih saja mendesak agar Alena mau bicara jujur padanya.
"ya udah deh aku cerita, tapi janji kak Rafka nggak boleh marah ya?!"
"oke!" Jawab Rafka yakin, padahal belum tau apa yang akan di ceritakan adiknya.
"emm... sebenarnya aku lagi deket sama cowok kak. Dia baik banget, selalu perhatian sama aku dan nggak mata keranjang seperti kebanyakan cowok-cowok lain di luaran sana" Jelas Alena penuh antusias. Bahkan matanya terlihat berbinar penuh cinta saat menceritakan tentang laki-laki yang sedang dekat dengannya.
Sepertinya adikku sedang jatuh cinta, karena tak biasanya dia bertingkah aneh seperti itu. Rupanya kamu sekarang sudah dewasa, Alena. Tapi.. siapa laki-laki yang sedang dekat dengannya? aku harus mencari tau. Aku tidak mau kalau sampai adikku mendapatkan pasangan yang salah.
"apa dia satu kampus dengan kamu?" tanya Rafka memastikan.
"nggak kak, usianya lebih tua sedikit dari aku. Dia udah kerja kak" jelas Alena apa adanya.
"apa?! kerja apa memangnya laki-laki itu?" Rafka terkejut mendengar pengakuan Alena.
"dia orang kantoran kak, umurnya kira-kira seumuran kakak gitu deh. Pokoknya dia smart dan baik banget kak. Kak Rafka pasti ngerasa klop juga deh kalo ketemu dia,aku jamin!" Alena berkata dengan penuh percaya diri.
"kalo gitu bawa dia besok menemui kakak" perintah Rafka yang membuat Alena membelalakkan mata.
__ADS_1