Cinta Salah Target

Cinta Salah Target
Bab 28 Awal mula petaka di mulai


__ADS_3

Alvan membuka matanya perlahan setelah pingsan selama beberapa jam. Dia memperhatikan sekelilingnya dan mengingat-ingat semua yang terjadi.


Aku ada di mana? bukankah tadi aku sedang duduk di kafe dengan Reno. Lalu setelah dia pergi,aku minum minuman itu dan setelah itu aku tak tau apa-apa lagi!


Ah.. ya,aku ingat tadi Namira mengirim pesan, aku berjanji akan menemuinya segera tapi malah berakhir di tempat ini.


Ya tuhan.. Namira pasti sedang menunggu dan mengkhawatirkanku sekarang!


Alvan pun bergegas bangkit dari tidurnya, tapi dia sangat terkejut karena bangun dalam keadaan bertelanjang dada, dan hanya menggunakan celana boxer saja.


Dia pun mencari keberadaan baju dan celana panjangnya. Dan akhirnya menemukannya di dekat kolong tempat tidur. Dengan cepat ia memunguti bajunya yang berserakan di lantai lalu memakainya kembali.


Setelah memakai pakaian yang lengkap. Ia melihat jam di tangannya. Ternyata sekarang sudah larut malam, waktu menunjukkan pukul satu lebih sepuluh dini hari.


Alvan masih merasa sangat bingung dengan kejadian ini. Dia mengamati lagi ruangan itu dan logikanya mulai bekerja. Alvan yakin sedang berada di sebuah kamar hotel. Tapi di dalam hati dia masih bertanya-tanya, siapakah yang membawanya ke tempat ini, dan apa tujuannya.


Tiba-tiba Alvan teringat pada calon istrinya lagi, dia ingin menelpon tapi takut mengganggu istirahat Namira karena sekarang pasti dia sudah tidur. Akhirnya ia putuskan untuk mengirim pesan singkat saja, setidaknya Namira tidak akan merasa khawatir karena dia sudah memberi kabar.


Alvan pun pulang ke rumahnya dengan membawa berjuta tanya tentang kejadian yang menimpanya tadi. Dia tak tau apa maksud dari semua itu.


Mulai dari kepalanya yang tiba-tiba pusing hingga ia berakhir setengah telanjang di kamar hotel. Dia yakin ada seseorang yang menaruh sesuatu di minuman tadi karena ia merasa aneh setelah menghabiskan minuman itu.


Alvan bangun lebih awal pagi ini, padahal tidurnya sama sekali tidak nyenyak. Ia baru bisa tertidur pada pukul tiga dini hari karena memikirkan peristiwa kemarin. Hari ini ia ada janji dengan Namira untuk fitting baju pengantin mereka.

__ADS_1


Dia berharap semuanya baik-baik saja dan tidak ada masalah apapun yang di timbulkan dari kejadian kemarin.


Alvan bisa bernafas lega karena semuanya berjalan dengan normal seperti biasa. Acara fitting baju pengantinnya berjalan dengan lancar dan juga Namira tidak marah karena ia tidak datang menemuinya kemarin. Dia memberikan alasan yang masuk akal dan Namira mengerti.


Dia terpaksa harus berbohong,tidak menceritakan semua yang terjadi pada calon istrinya agar perempuan itu tidak khawatir. Lagi pula semuanya baik-baik saja dan tidak ada masalah yang berkaitan dengan peristiwa itu.


Tapi ternyata perkiraannya salah, Namira tiba-tiba saja marah dan memutuskan hubungan mereka. Bahkan rencana pernikahan mereka yang tinggal menghitung hari juga di batalkan sepihak oleh tunangannya itu tanpa ia tau sebabnya.


Dan di saat Namira menunjukkan foto dirinya yang seakan-akan sedang tidur satu ranjang dengan perempuan lain, ia baru sadar bahwa dirinya telah di jebak. Dia baru paham jika tujuan si pelaku adalah menghancurkan hubungannya dengan Namira.


Alvan mencoba untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada Namira tapi perempuan yang di cintainya itu sama sekali tak mau mendengarkan. Akhirnya dia pun harus menerima tuduhan buruk yang tak pernah ia perbuat.


Dia berjanji pada dirinya sendiri, akan menyelidiki semuanya dan mencari tahu siapa dalang di balik kejadian itu.


Alvan pun memulai penyelidikannya dengan mencari keberadaan Reno dan juga mencari bukti-bukti lainnya yang akan memperjelas semua. Bahkan ia sampai menyewa seorang detektif swasta untuk membantunya menguak misteri itu.


Beberapa hari penyelidikan, akhirnya usahanya membuahkan hasil. Ternyata bukan Reno dalang di balik kejadian itu,melainkan Erin.


Kekasih Reno itu merencanakan semuanya dengan matang. Mulai dari sandiwara tentang hutang orang tuanya, lalu meminta bantuan Reno yang mau tak mau akan membuat kekasihnya itu meminta bantuan pada Alvan karena kondisi perekonomiannya yang tak memungkinkan untuk membantu Erin.


Dan dari situ lah semua di mulai. Erin memasukkan obat tidur dengan dosis tinggi di minuman yang di pesan Reno,dan memastikan kalau Alvan lah yang akan meminumnya.


Rencananya pun berjalan mulus. Alvan meminum minuman itu lalu pingsan. Erin yang sudah standby dan bersembunyi langsung melancarkan aksinya.

__ADS_1


Dia meminta bantuan seorang teman pria untuk membantu membawa Alvan ke hotel yang bersebelahan dengan kafe tempat Alvan dan Reno bertemu,lalu membayarnya.


Di dalam kamar hotel ia melucuti pakaian Alvan hingga menyisakan celana boxer saja. Ia pun juga membuka pakaiannya sendiri lalu mulai berpose seakan-akan mereka sedang tidur berdua dan mengabadikannya lewat jepretan kamera.


Tapi di dalam foto itu dia mengambil pose yang tidak memperlihatkan wajahnya dan mengirimkan foto itu pada Namira. Dan hasilnya seperti yang Erin duga, Namira langsung percaya begitu saja dengan foto itu dan membatalkan pernikahannya dengan Alvan.


Erin berniat untuk mendekati Alvan setelahnya. Tapi semua yang di rencanakannya sia-sia karena Alvan pada akhirnya mengetahui semua perbuatannya.


Alvan tidak bisa memaafkan perempuan itu begitu saja karena sudah menghancurkan hidupnya. Dia menuntut Erin dengan tuduhan penipuan dan juga pencemaran nama baik, hingga membawa Erin ke dalam dinginnya sel tahanan.


Flashback off


Erin mengakhiri ceritanya dan bersimpuh di hadapan Namira dengan berlinang air mata. Dia sungguh sangat menyesali perbuatannya sampai membuat hubungan Namira dan Alvan hancur.


Andai saja waktu bisa di ulang kembali, ia tak akan mungkin melakukan hal bodoh itu. Ia akan memilih hidup normal seperti biasa, menjalani hidupnya tanpa berbuat jahat pada orang lain. Karena perbuatan jahatnya itulah ia harus menanggung akibatnya sendiri.


"kenapa kamu tega melakukan semua itu,Erin?" kalimat itu terdengar dingin.


"maafkan aku Namira,aku benar-benar menyesal" Erin menyatukan kedua telapak tangannya memohon maaf dengan tulus.


Namira tak bisa menahan air matanya. Sungguh,ia sangat terpukul mendengar kebenaran yang sesungguhnya.


Dia menyesal, kenapa semudah itu tertipu dengan sebuah foto dan mempercayainya begitu saja. Rasanya Namira ingin kembali ke masa lalu dan mengulang semuanya dari awal agar tidak bertindak gegabah.

__ADS_1


Dan yang paling membuatnya menyesal adalah dia sama sekali tidak memberikan kesempatan pada Alvan untuk bicara dan membuktikan semuanya. Kalau saja ia bisa lebih mempercayai laki-laki yang di cintainya itu, mungkin mereka sudah hidup bahagia sekarang.


__ADS_2