
*Makan Malam Yang Wah Dirumah Mewah
Menunggu waktu 2 minggu bagi para penantinya bukanlah hal yang mudah, bagaikan menunggu waktu selama 2 tahun, sesuai janjinya tepat di hari ini iksiru akan memberikan jawabannya terhadap keluarga rafkil.
Mamah : "akhir-akhir ini kok kamu sering melamun sih nak, kamu mikirin jawaban yang akan diberikan ke keluarga nak rafkil yah?"
Siru : " aku bingung mah, aku udah sholat istikharah, tapi....."
Mamah : " tapi kenapa nak?" tanya mamanya penasaran.
Siru : " aku bingung dengan arti mimpiku mah!"
Mamah : "memangnya kamu mimpi apa nak?"
Siru : "aku selalu mimpiin rafkil tersenyum padaku mah"
Mamah : "wah itu pertanda baik nak, kamu terima aja nak rafkil, in sha allah dia jodoh kamu" tukas mamahnya meyakinkan iksiru.
Siru : "tapi mah.." iksiru merengek
Mamah : "udah gak usah tapi tapi, ini udah sore, sana mandi siap-siap, malam ini kamu di undang makan malam dirumah tante ika"
Siru : "apah???......tuh kan mama selalu aja ngomongnya dadakan kek gini" ucap iksiru kesal
Mamah : " udah sana sana mandi" sembari senyum senyum melihat anak semata wayangnya itu cemberut.
Kini waktu telah menunjukkan pukul 18.30 WIB, usai sholat maghrib iksirupun mulai bersiap-siap, dengan mengenakan pakaian yang cukup sederhana dan dandanan yang natural membuatnya tetap percaya diri untuk menghadiri acara makan malam bersama di rumah rafkil.
Siru : "loh..mamah kok belum siap siap sih" ucap iksiru sedikit kesal melihat ibunya masih stay didepan televisi.
Mamah : "mama sama papah gak jadi pergi, nanti titip salam aja yah sama mama papah nya rafkil"
Siru : "loh, kok gitu sih mah...siru gak berani kesana sendirian mah!" ucap iksiru cemberut.
Mamah : "nak, mama masih banyak kerjaan di belakang, tuh adonan cake di dapur buat dagang besok, papah kamu juga gak enak badan hari ini nak"
Siru : "huufftttt ya udah lah, aku gak bakalan pergi, kalo mama sama papah gak pergi" cemberut sembari berjalan menuju kamarnya.
Mamah : "hei..hei..hei sini nak, itu bentar lagi sopir pribadi tante ika datang kesini buat jemput kamu"
Siru : "waduuuh..kenapa pake di jemput segala, aku kan kesana bisa pake ojek atau grab mah..!"
Mamah : "tante ika yang nyuruh nak, udah gak usah ngelawan" tukas mamahnya sembari mencegah iksiru masuk ke kamarnya.
Siru : "mah...aku canggung lah kesana sendiri!!!"
Mama : "ucap bismillah nak" ucap mamahnya menguatkan.
"Piiiiippppp....Piiiiiiiipppppp" bunyi klakson mobil pribadi tante ika.
"Tuh mobilnya udah nyampe, hayu ke depan" tukas mamahnya.
Setelah iksiru dan mamahnya membuka pintu rumah, tampak seorang pria berseragam hitam telah standby untuk menjemput iksiru.
"Apa betul ini rumah ibu ratna?" ucap pria tersebut.
__ADS_1
Bu ratna : "Iya, saya ratna pak, bapak sopir pribadi bu selvika yah"
"Iya benar bu, saya kesini mau menjemput iksiru" tukas pria itu lagi.
Bu ratna : "Iya ini anak saya iksiru, ammmm saya titip dia yah pak"
"Siap bu, ayo mbak iksi kita berangkat sekarang" ucap lelaki itu, sembari membukakan pintu mobil untuk iksiru.
Siru : "siru pamit yah mah assalamualaikum" sambil mencium tangan mamahnya.
Mamah : "iya nak, hati-hati yah, waalaikumussalam"
Setelah 30 menit dalam perjalanan akhirnya iapun tiba di rumah rafkil, iksiru begitu tercengang melihat betapa mewahnya rumah rafkil, layaknya sebuah istana didepan garasi terdapat beberapa buah mobil mewah termasuk mobil pribadi yang ia naiki barusan, belum lagi isi rumahnya yang selalu dan selalu membuat iksiru tercengang melihatnya.
Siru : "assalamualaikum tante!!"
Tante ika : "waalaikumsalam iksi sayang" sembari cipiki cipika dengan iksiru.
Siru : "tante gimana kabarnya?"
Tante ika : "alhamdulillah sehat sayang, mama sama papah gimana dirumah?"
Siru : "ow iya, papah lagi gak enak badan jadinya mama sama papah gak bisa datang tapi mereka kirim salam ke tante"
Tante ika : "iya waalaikumussalam, tadi mamah kamu udah sms tante kok, hehe hayu kita ngobrol disana sayang"
Setelah hampir satu jam iksiru dan tante ika mengobrol rafkil dan yang lainnya juga belum muncul di ruangan yang sudah di persiapkan untuk makan malam tersebut, berbagai sajian makanan lezat yang sudah dihidangkan di meja itu belum juga dicicipi satupun oleh iksiru, dikarenakan ia masih menunggu kedatangan rafkil.
Tante ika : "makanannya udah dingin sayang, kita makan duluan aja yuk, gak usah nungguin rafkil, dia tadi dinas sore seharusnya jam segini sih dia udah pulang, tapi dia masih ada jadwal operasi"
Tante ika : "ya udah kalo gitu tante telpon dia lagi yah"
"Tuuuuuutttt..tuuuuuuttt, halo assalamualaikum rafkil... jam berapa balik sayang?.....Loh tadi katanya jadwal operasi tinggal satu lagi, inikan udah jam 10 rafkil....emangnya dokter yang lain gak bisa handle kasus itu?.....rafkil kasian iksi dari tadi dia nungguin kamu loh....ya udah satu jam lagi yah janji???, pokoknya mama sama iksi nungguin kamu di rumah..hhmmmm waalaikumussalam" ucap tante ika pada rafkil lewat telpon.
Tante ika : "aammm...iksi sayang, rafkil masih ada jadwal operasi lagi, gimana iksi masih mau nunggu kan?"
Siru : "ammmm.....iya tante, ow iya om dimana?"
Tante ika : "di amsterdam sayang, udah 3 hari dia disana, yah gitulah iksi rumah tante ni selalu sepi, anak tante hanya 2 orang rafkil dan rafdila, hanya saja dila lagi keluar gak tau kemana"
"Malam mah.." ucap rafdila dari kejauhan sembari mendekat dan mencium pipi mamahnya
Tante ika : "Hmmm umur panjang baru aja di omongin, kamu dari mana aja sih sayang...biasain salam dong kalo masuk"
Dila : "tadi dila udah salam mah, ini dila habis dari rumah teman" tukas dila cemberut
Tante ika : "emang salam seorang muslim kek gitu?"
Dila : "hmmm baper amat sih mah, ow ya itu siapa? " tanya dila sembari menyinggung iksiru yang belum dikenalinya.
Tante ika : "kenalan dong, kata pepatah kalo gak kenal maka gak sayang, makanya harus kenalan sekarang"
Dila : "hai...I'am rafdila, just call me dila" ucap dila pada iksiru tanpa menyedorkan tangan nya.
Siru : "iya, saya iksiru, panggil aja iksi" tersenyum sambil menyedorkan tangannya ke rafdila.
__ADS_1
dila : "okeyy..!!!" dengan mengabaikan iksiru iapun berlalu menuju kamarnya, namun mamahnya menghentikan langkahnya.
Tante ika : "dila, dikit lagi kamu jemput kakakmu yah di RS"
Dila : "mah, nih kak rafkil baru ngeWA dila..katanya nanti kak rafkil pulangnya jam 12.30, masa dila yang jemput sih mah, lagi pula dila gak mau gangguin moment mereka mah, mama lupa yah hari ini kan hari jadian kak rafkil sama kak Zeyyan"
Tante ika : "what do you mean dila?, jadi dari tadi rafkil sibuk ketemuan sama Zeyyan?" tanya mamahnya dengan nada suara yang agak tinggi.
Dila : "yah...gitu lah mah, udah lah mah dila naik dulu yah, udah ngantuk..hooaam" Ucap dila dengan sedikit acting menguap sembari menuju kamarnya yang ada di lantai 2.
Tante ika "hmmmm..rafkil bener bener yah" bersuara lirih sembari menahan amarahnya yang begitu besar pada rafkil.
Hari semakin larut Jarum jam telah menunjukkan pukul 00.49 WIB, setelah lama menunggu rafkil yang tak kunjung datang, akhirnya iksirupun pamit pulang.
Tante ika : "ya ampun iksi, kamu dari tadi belum makan loh sayang, ya udah kamu bungkus ini aja yah bawa pulang ke rumah, bi..bi..tolong bawain Tupperware ke sini"
Siru : "ya ampun tante, gak usah repot repot itu kebanyakan buat iksi"
Tante : "gak apa-apa iksi, disini makanan sebanyak ini juga gak bakalan abis takutnya mubazir sayang"
Sebelum pulang iksiru menyempatkan memasukkan sepiring makanan untuk rafkil ke dalam microwave dan membuatkan jus strawbery kesukaan rafkil yang ia simpan di kulkas, Setelah itu iksiru diantar pulang kerumahnya oleh sopir pribadi tante ika, iksiru pulang membawa 2 buah parsel makanan yang belum sempat ia makan sedari tadi.
Kini jam dinding telah menunjukkan pukul 01.30 WIB tante ika belum juga tidur, ia masih saja menunggu kedatangan rafkil di meja makan, sembari menatap sajian makanan yang sudah dingin itu, dengan perasaan sedikit bersalah pada iksiru, seakan menjadi beban fikirannya malam ini, maksud hati ingin merayakan makan malam spesial namun sayang kenyataan berkata lain.
Dari jauh terdengar suara mobil rafkil yang hendak masuk ke garasi, tante ika masih saja duduk sambil sesekali menarik nafas dalam seakan dadanya terasa sesak, sembari menahan rasa sakit hatinya pada rafkil.
"Pruuuuuuk..kreeeeeeeekk!!!" bunyi gesekkan pintu
Rafkil : "loh mamah kok belum tidur?"
Tante ika : "gimana operasinya tadi? Lancar?" ucap mamahnya bersuara lirih sembari menahan emosinya.
Rafkil : "iya mah, huuffftt rafkil lelah banget" sembari duduk menemani ibunya.
Tante ika : "emang rafkil bisa melakukan operasi sambil ngedate dengan Zeyyan di jam yang sama?"
Rafkil : "mah..di jam 10 tadi rafkil memang ada jadwal operasi, keadaannya darurat mah, harus dioperasi saat itu juga, setelah itu...setelah itu baru rafkil ketemu ama Zeyyan mah"
Tante ika : "kamu tega bo'ongin mama sama iksi..hiiikss...hiiiiikss..hiiikkkkss" ucap mamanya menangis
Rafkil : "mah...don't be cry mah...I'am so sorry..please maafin rafkil mah!" ucap rafkil sembari mengusap air mata mamahnya
Tante ika : "kamu tau? Kenapa dari dulu mama gak pernah setuju kamu dengan Zeyyan?....yang pertama karena dia gak sekeyakinan dengan kita, yang ke dua karena dia kamu sering bo'ong sama mamah..hiiikss...hiiikss.."
Rafkil : "mah jangan nangis lagi dong mah, rafkil benar benar minta maaf mah...terus apa jawaban iksi mah?" ucap rafkil sambil mencium tangan mamahnya.
Tante ika : "iksi mau kok menikah sama kamu rafkil, kamu tau gak? Iksi nungguin kamu selama 5 jam, kamu tau gak rafkil..hiiiks..hiiiks iksi datang dari jam 7 nungguin kamu sampe setengah satu, gak makan gak minum sama sekali, kamu disana malah senang senang sama Zeyyan..hiiikks..hiiikkks" ucap mamahnya menangis terseduh seduh.
Rafkil : "mah udah dong mah...please, I'am so sorry mah, mamah udah makan belum? Kita makan yah...rafkil laper banget nih" ucap rafkil merayu sambil mencium tangan mamahnya.
Tante ika : "mama udah kenyang, kamu makan aja, tuh makanan kamu di microwave udah disiapin sama iksi, jus kamu ada di kulkas, kasian iksi...hiiikss..hiiiikss..kamu makan aja mama mau istirahat dulu" ucap mamanya yang tidak bisa berhenti menangis sembari berlalu menuju kamar tidurnya.
Setelah beberapa saat ia termenung di meja makan sendiri, rafkil lalu berjalan menuju dapur mengambil jus strawberry buatan iksi dan melihat sepiring makanan yang ada didalam microwave tersebut, cukup lama ia memandangi makanan itu, namun tanpa merasa bersalah sedikitpun ia lalu membuang jus dan makanan itu ke dalam tong sampah.
"Malam ini lu benar benar berhasil membuat gue merasa bersalah sama mamah, huuumm gue udah bisa tebak jawaban lu dari awal, lu pikir menikah dengan gue lu bakalan bahagia??? Huummm kita liat aja nanti" ucap rafkil bersuara lirih, mengungkapkan kejengkelannya pada iksiru.
__ADS_1