Cinta Seorang Perawat

Cinta Seorang Perawat
Episode 70 (Part II)


__ADS_3

*Ungkapan Konyol


Sore itu, Rafkil tengah berolahraga di taman mini dekat perumahan yang mereka tinggali, namun diam-diam Anisa membuntutinya dari belakang, saat Rafkil mulai beristirahat, ia pun segera menghampirinya dengan membawa sebotol air mineral.


"Eh dokter Rafkil olahraga disini juga?"


"Aaa..ya!" sahut Rafkil sedikit terkejut.


"Ehehe sama dong aku juga sering olahraga disini dok!"


"Ow ya? tapi kok aku gak pernah liat kamu ya?"


"Ehehe! iya kerena mungkin belum ketemu aja dok!" lagi-lagi Anisa nyengingiran tak menentu saat berhadapan dengan Rafkil.


"Aam! dok, ini" cetuhnya lagi sembari menyedorkan sebotol air mineral pada Rafkil.


"Aahm, gak usah makasih ya? aku bawa minum sendiri kok!"


"Ow yah, jendela rumah kamu gimana?"


"Udah jadi dok, makasih ya dok, aku selalu ngerepotin dokter"


"Iya gak apa-apa, sesama tetangga kan kita harus saling membantu!" sahutnya datar, namun tetap saja Anisa dibuat nyegingiran lagi oleh dokter tampan itu.


"Aam..dok ada yang mau aku omongin!" kali ini tatapan Anisa terlihat sangat serius.


"Ouw ya? ya udah ngomong aja sekarang" seketika itu, ia pun bergegas memetik setangkai mawar putih yang ada disitu.


"Aam! ini dok, buat dokter" ia kemudian menyedorkan mawar itu pada Rafkil.


"Aaam! apa ini?" tanya Rafkil dengan tatapan bingung memandang Anisa.

__ADS_1


"Ya bunga mawar lah dok!"


"Iya maksudnya buat apa?"


"Se..sebenarnya saya, saya suka sama dokter hehe"


"Haa? kamu udah gila ya?" sontak Rafkil mengircutkan dahinya, ia masih belum percaya bila Anisa bisa seberani itu mengungkapkan cinta padanya.


"Aku serius dok, sejak pertama aku ngeliat dokter, aku udah suka sama dokter"


"Aam, maaf yah!" segera saj ia terperanjat lalu bergegas pergi dari situ, namun Anisa kembali berlari sambil merentangkan kedua tangannya seraya menghalangi jalananan yang agak sempit itu agar Rafkil kesulitan untuk meneruskan langkahnya.


"Dokter, tunggu dulu, dok..dokter Rafkil dengerin aku dulu, aku rela kok jadi wanita simpanan dokter" cetuhnya sangat serius, mendengar ungkapan konyol itu, Rafkil kembali memelototinya dengan tatapan sinis.


"Hei kamu memang udah sakit jiwa ya? aku gak suka sama kamu, mulai detik ini aku gak mau lagi liat wajah kamu di hadapan aku, paham?" ia kemudian menggeser Anisa yang sedari tadi terus saja menghalangi jalannya, ia lalu bergegas pergi meninggalkan wanita yang dianggapnya tengah sakit jiwa itu, hal lain yang terjadi dengan Anisa, saat ini ia hanya terdiam dengan tatapan kosong, dan tiba-tiba saja air matanya mulai menitih.


"Huh, sakit jiwa? haah? kamu ngatain aku gila? salah kah aku suka sama kamu dokter? lagi dan lagi kalian selalu memilih wanita sialan itu, apa sih kelebihan dia? huuph!" ia bergumam lirih seorang diri.


"Loh! kok udah pulang sih? tumben banget" tegur Iksi.


"Aam, cheri tolong buatin aku sereal dong"


"Okey, tapi cheri belum jawab pertanyaan aku"


"Aku laper makanya cepet pulang!" sahutnya pelan, setelah menyeduh sereal Iksi kemudian menyajikan di hadapan Rafkil.


"Bener? tapi kok ekspresi cheri aneh gitu"


"Huum! sebenarnya tadi aku bertemu lagi dengan Anisa" seketika Iksi menarik nafas dalam.


"Terus?"

__ADS_1


"Cheri tau gak, dia tuh blak-blakan ngungkapin kalo dia suka sama aku!"


"Haah? dia gak punya malu sama sekali yah, nomong kek begitu sama suami orang" sahut Iksi sangat kesal.


"Aku tuh udah curiga dari awal, kalo dia emang suka sama cheri" lanjutnya lagi.


"Tapi saat aku ngeliat tatapan matanya, aku bisa nyimpulin kalo Anisa itu sedang sakit sekarang!"


"Sakit? sakit jiwa maksudnya?" Rafkil kemudian menganggukkan kepala.


"Yang aku liat Anisa itu orangnya idealis, selalu menuntut sempurna untuk hidupnya, dan orang-orang idealis itu ketika satu aja keinginannya tidak terpenuhi, maka akan berisiko besar untuk mengalami gangguan jiwa" tutur Rafkil.


*****


Sementara yang terjadi di rumah mamah Ika saat ini ialah beberapa perdebatan yang keluar dari mulut Dila dan mamah Ika.


"Pokoknya aku gak mau mah, menikah sama laki-laki itu, aku gak suka sama dia mah!" tukas Dila mulai kesal.


"Dila, Izam itu anak yang baik, sholeh lagi, dalam hal agama insya allah dia bisa ngebimbing Dila" mama Ika menyahuti.


"Mah, dila masih bisa lah, nyari calon suami sendiri, kayak gak laku aja harus di jodoh-jodohin kek begini"


"Anak keras kepala seperti kamu itu, cocoknya bersuamikan orang sabar seperti Izam, kalo dapet suami seperti Stevan yang tipikalnya sebelas dua belas seperti kamu, sudah pasti tiap hari Dila bakalan di pukul habis-habisan, Dila mau hidup sama suami seperti itu?"


"Coba liat kakak kamu sekarang, dulu mati-matian gak mau di jodohin sama Iksi, ujung-ujungnya mereka bahagia kan?" lanjut mamah Ika.


"Terserah apa kata mamah, pokoknya Dila gak mau menikah sama laki-laki itu" segera saja ia bergegas meninggalkan sang mamah yang semakin membuatnya merasa kesal.


Jangan lupa follow dan vote yah🤗


masuk ke grup chat juga, biar kita bisa kopdar online hehe😆

__ADS_1


__ADS_2