
*Pindah Rumah
rafkil : "udah nyampe, turun sekarang!!!"
siri : "ouw Ini rumah kita yah?..ya allah indah banget"
Rafkil : "udah gak usah banyak ngomong, bawa turun barang-barang kamu sekarang"
Siru : "huuufftt..okeeyy"
Rafkil : "nanti kalo kamu mau beli kebutuhan dapur atau apapun itu didepan sana ada supermarket"
Siru : "okeeyy"
Dengan semangat iksirupun segera memasuki rumah yang terbilang sangat mewah itu ruangan demi ruangan diamati nya secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat singkatnya, rasanya tergelitik dihati saat melihat seisi rumah barunya itu, terlihat sangat klasik, elegan dan bernuansa rumah-rumah mewah yang ada di paris benar-benar menunjukkan rumah idaman seorang dokter rafkil.
**Ruang tamu
Ruang nonton
Kamar tidur
Ruang dapur
Ruang makan**
siru : "wauuw...cantik banget rumah ini, bener-bener elegan"
Rafkil : "umm nih karena kamar-kamar yang lain masih di rehab, so untuk sementara waktu kita tidur sekamar dulu"
Siru : "loh kok sementara? Aku gak mau tidur sendiri, pokoknya sampai mati pun kita tetap harus tidur sekamar titik" ucapnya sembari memasukkan lembar demi lembar pakaiannya kedalam lemari
Rafkil : "huuufftt..terserah kamu lah" ucapnya sembari berlalu meninggalkan iksiru
Siru : "e eh..mau kemana?"
Rafkil : "pesan piza"
Siru : "ouuw"
Usai merapihkan pakaian, selang beberapa saat orderan pizapun datang.
Rafkil : "berapa mas?"
Mas : "370 ribu pak" tukas bapak itu sembari menyedorkan 2 kotak piza pada rafkil
Rafkil : "ok..nih, makasih yah mas"
Mas : "iya sama-sama pak, saya permisi dulu pak"
Rafkil : "iya!"
Setelah itu rafkil segera membawa 2 kotak piza ke ruang makan, disana sudah ada iksi yang duduk dengan wajah lesuh karena sedari tadi ia berusaha untuk menahan laparnya
Rafkil : "nih makan dulu, aku tau kamu pasti lapar" ucapnya sangat datar sembari menyedorkan satu kotak piza pada iksi
Siru : "ayo lah kita makan sama-sama"
Rafkil : "makan lah aku belum lapar" ucapnya sembari beranjak dari tempat duduknya
Siru : "rafkil...?"
Rafkil : "hmmm...? Apa lagi sih?"
Siru : "please...temani aku makan?"
Rafkil : "huuufffttt...makan aja lah sendiri" ucapnya mulai kesal, sembari berlalu meninggalkan iksiru
"Yelleh....makan aja minta ditemani" omelan rafkil merasa sedikit kesal yang masih sempat didengar oleh iksi
__ADS_1
Masih dengan wajah yang lesuh ia menikmati piza tersebut seorang diri, rasa nikmat seakan sulit untuk diutarakan, pada hakikatnya kenikmatan dari suatu makanan dapat dijelaskan dari seberapa banyak penikmatnya, karena suasana juga bisa membangkitkan selera makan.
Usai menyantap piza iksipun segera menghampiri rafkil yang sedang asyik menonton televisi.
Siru : "aaamm..kil?"
Rafkil : "hmmmm?"
Siru : "nih?" tukasnya sembari menyedorkan sejumlah uang pada rafkil
Rafkil : "uang apa nih?"
Siru : "ini..aku mau lunasin utang aku sama kamu"
Rafkil : "utang apa?"
Siru : "ow..kamu udah lupa? Itu dulu aku pernah minjem uang sama kamu, dulu aku minjam nya sih 500 ribu, tapi kamu malah ngasih nya 5 juta, maaf yah aku baru gantiin sekarang inipun gaji aku yg kemaren"
Rafkil : "ouw..yang dulu itu, ya udahlah kamu simpan aja"
Siru : "gak ini uang kamu, kenapa aku yang kamu suruh simpan"
Rafkil : "aku ikhlas nolongin kamu waktu itu, so save this money and please don't ask me many questions because I'm watching now"
Siru : "okeeyy..maaf" ucapnya sembari menuju ruang tamu, saat ia akan menaiki lantai dua, tiba-tiba ia tak sengaja melihat seorang wanita paruh baya yang sedari tadi mondar mandir dan terlihat sangat panik, seketika iapun membuka pintu lalu menghampiri ibu itu.
Siru : "ammm..permisi bu?"
"Iya...?" jawab ibu itu sambil sesekali memencet mencet handphone nya, dan terlihat sangat gelisah
Siru : "mmmm..nama ibu siapa?"
"Ratmini" tukas ibu itu
Siru : "aamm..maaf bu, kalau boleh tau ibu sedang apa disini?"
Tanpa menjawab pertanyaannya, bu ratmini segera kembali ke rumah, masih dengan kondisi yanh gelisah dan sesekali terlihat sangat panik, dengan rasa penasaran iksirupun segera mengikutinya dari belakang yang kebetulan rumah bu ratmini terletak tepat disebelah rumah barunya itu.
Siru : "permisi bu" ucapnya tepat didepan pintu
Bu Ratmini : "ngapain kamu ikut saya kesini? Saya gak kenal sama kamu?"
Siru : "saya tetangga baru disini bu, kebetulan saya baru pindah hari ini, itu anak ibu kenapa? Boleh saya liat?" ucapnya sedikit cemas melihat kondisi seorang anak kecil yang terlihat sangat lemas dengan pandangan mata yang sayup-sayup
Siru : *"bu..saya ini bukan orang jahat, saya hanya mau melihat kondisi anak ibu aja"
Bu ratmini : "gak..kamu keluar sekarang dari rumah saya..keluar!!!"* tukasnya dengan nada suara yang tinggi ia meneriaki iksiru
Siru : "bu saya ini perawat, anak ibu memerlukan bantuan medis sekarang, kalau dibiarkan makin lama maka kondisi anak ibu akan semakin parah"
Mendengar hal itu bu ratmini hanya bisa diam dan menelan ludahnya, seketika iksirupun menerobos masuk kedalam meski secara lisan ia tak dipersilahkan untuk masuk.
Siru : "dek..?....dek...???"
"Hummm" jawab anak itu sangat pelan seolah tak berdaya
Siru : "bu..apakah amak ibu mengalami diare???"
Bu ratmini : "iya"
Siru : "ada muntahnya gak?"
Bu ratmini : "ada, muntahnya udah 7 kali hari ini"
Siru : "ada oralit gak bu?"
Bu ratmini : "gak ada, saya gak punya obat-obatan disini"
Siru : "ok sekarang saya minta sama ibu tolong buatkan saya air garam"
Tanpa banyak tanya sesaat kemudian bu ratminipun segera membawakan air garam, dan iapun sangat terkejut saat melihat iksiru meminumkan anaknya dengan air garam tersebut.
Siru : "bu..kira-kira jarak rumah sakit dari sini berapa kilo?"
Bu ratmini : "jauh..sus"
Siru : "iya sekitar berapa kilo?"
Bu ratmini : "sekitar 37 kilo"
Siru : "oh my god...kalau apotek terdekat dari sini ada gak bu?"
__ADS_1
Bu ratmini : "ada, kalau apotek ada sus"
Siru : "yaudah saya minjam buku dan pulpennya bentar bu"
Bu ratmini : "iya bentar saya ambilin dulu sus"
Sesaat kemudian iapun menuliskan beberapa keterangan yang berisi 2 floksi cairan RL, IV cat, IV set dan plaster serta alkohol swab pada selembaran kertas tersebut, lalu tak menunggu waktu lama bu ratmini segera ke apotek untuk membeli segala yang tertulis pada lembaran tersebut.
Bu ratmini : "ini sus"
Siru : "okey, bu saya mau nginfus anak ibu sekarang, karena anak ibu banyak sekali kehilangan cairan dalam tubuhnya"
Bu ratmini : "tapi sus, itu sakit gak sus?"
Siru : "sakit sih bu, tapi ini demi kebaikan anak ibu"
Bu ratmini : "iya sus, lakuin aja yang terbaik untuk anak saya"
Setelah terpasang infus, kini iksi dan bu ratmini duduk berbincang-bincang sejenak, sembari menikmati beberapa cemilan yang di suguhkan oleh bu ratmini sebagai sedikit ungkapan rasa terimakasih nya pada iksi yang merupakan tetangga barunya itu
Bu ratmini : "terimakasih yah sus, ya allah ibu gak tau harus ngomong apalagi, ibu jadi malu sendiri dengan sikap ibu di awal tadi"
Siru : "aammm..kembali kasih bu, ow yah manggilnya iksi aja soalnya kita tidak berada di rumah sakit sekarang..hehe, mmm terkait sikap ibu tadi, saya pikir itu adalah hal yang wajar, soalnya wajah saya memang masih asing bagi tetangga-tetangga disini"
Bu ratmini : "hehe..iya nak iksi, ibu minta maaf"
Siru : "hehe.. Gak apa-apa kok bu"
Bu ratmini : "ibu tadi benar-benar panik, gak tau paniknya udah kek gimana"
Siru : "hehe itulah naluri seorang ibu, ow iya ibu tadi mondar mandir di halaman depan ngapain?"
Bu ratmini : "ini, ibu lagi nungguin anak ibu, dia kan dosen, tapi kampus tempat dia ngajar itu cukup jauh dari sini"
Siru : "emang anak ibu hanya dua orang?"
Bu ratmini : "yah gitulah nak iksi, semenjak suami meninggal ibu gak punya niat buat nikah lagi, untung saja waktu itu anak sulung saya sering dapet beasiswa karena prestasinya jadi saya gak perlu banting tulang buat bayarin kuliahnya"
Siru : "ouuw..masha allah yah bu"
Bu ratmini : "alhamdulillah..nak iksi, ow iya nanti sering maen-maen kesini yah?"
Siru : "hehe in sha allah bu"
"Assalamualaikum..wr.wb, bu, ibu gimana keadaan dek Khairun? Huw..huw..huw" tukas anak pertamanya itu terburu-buru dengan suara ngos-ngosan memasuki rumah karena khawatir dengan kondisi adik semata Wayangnya itu.
bu ratmini : "wa'alaikumussalam..wr.wb nak"
Siru : "walaik.....kum...salam" Sontak iksirupun sangat terkejut dibuatnya saat ia melihat pria yang baru saja memberi salam itu, iksiru hanya bisa melongo mata seakan tak berkedip, mulutnyapun terbuka lebar seakan ia tak percaya dengan apa yang sedang ia lihat didepan matanya itu.
Bu ratmini : "sekarang udah mendingan kok nak, untung ada suster iksi yang nolongin kalo gak ibu gak tau harus gimana lagi"
Khairun : "kak, kak khalief bawa cokelat gak?"
Khalief : "bawa dong, eiittss tapi jangan dimakan dulu, nanti kalo udah sembuh baru dimakan..janji?"
Khairun : "ok..janji kak" ucapnya sembari mencium pipi khalief
Khalief : "aaaamm..iksi apa kabar?"
Mendengar pertanyaan yang dilontarkan khalief, seakan ia tak mampu untuk mengungkapkan kata-kata ditambah lagi jantungnya yang mulai berdenyut kencang, rasanya ia benar-benar sulit untuk mendefinisikan perasaan yang dialaminya saat ini.
Khalief : "iksi...? Iksi? "
Siru : "hmmmm?" sedikit terkejut
Khalief : "hehe apa kabarnya sekarang?" ucapnya sangat lembut
Siru : "aam..aam..aam..al..alhamdulillah sehat, kak khalief gi..gimana kabarnya?" tukasnya sangat gemetar
Khalief : "aku alhamdulillah sehat, masha allah udah lama banget yah kita gak ketemu?"
bu ratmini : "ow..jadi kalian ini udah saling kenal?"
khalief : "hanya sebatas kenal aja bu, tapi gak sempat akrab"
iksiru hanya bisa diam dan terpaku, bahkan hampir mati gemetaran, rasanya ia tak sanggup harus melihat mata dan wajah khalief yang amat teduh itu, rasanya bersuamikan orang-orang seperti khalief adalah impian semua wanita
...............To be Continue................
Follow🏃🏃♀️ akun milik author yah, biar kalo udah Up readers semua dapet Notifikasinya, petunjuknya ada pada gambar dibawah👇
__ADS_1