
*Tak Sesuai Harapan
Rafkil : "Cheri jas putih aku dimana ya?"
siru : "ada didalem lemari Cheri, udah aku setrikain semalam"
Rafkil : "ok, Thankyou Cheri"
siru : "kembali kasih Cheri"
"Cheri tolong pasangin ini dong" tukas rafkil sembari menyedorkan sebuah dasi berwarna hitam
Iksi terperanjat dari tempat duduknya, dan segera memasang kan dasi pada kerah baju rafkil, namun tiba-tiba ia terlihat pening sembari menutup hidung dan mulutnya, seakan tak tertahankan sesegera mungkin iksi berlari menuju kamar mandi, dari belakang rafkil tertatih mengikutinya
Rafkil : "are you ok?"
"Hwuuuk...hwuuuk..hwuuk!!!" iksi terus menerus muntah bahkan ia tak berdaya untuk menjawab pertanyaan suaminya itu
"Cheri punya riwayat maag?" tanya rafkil sekali lagi, sembari memijat-mijat leher belakang iksi
Siru : "Gak...!!! Aku hsnya gak suka bau parfum cheri..!"
Rafkil : "aku gak make parfum kok, Cheri...ini cuman body lotion aja"
Siru : "apapun itu pokoknya aku gak suka, Cheri jauh-jauh dari aku"
Rafkil : "ok...taoi tumben-tumbennya Cheri gak suka dengan bau body Lotion aku, wait...are you pregnant?"
Seketika iksi melebarkan bola matanya, seakan jantungnya menguncup saat mendengar pertanyaan suaminya itu, sembari mengingat-ngingat kalau dirinya memang sudah telambat haid selama dua minggu.
"Are you pregnant?" rafkil mengulangi pertanyaannya
Siru : "aku gak tau Cheri..!"
Rafkil : "siklus menstruasi Cheri gimana?"
Siru : "aku udah telat haid selama 2 minggu cheri"
Sontak rafkil tersenyum manis pada iksi, meskipun dengan jarak yang sedikit berjauhan lagi-lagi iksi seakan tak bisa berlama-lama untuk melihat senyuman rafkil yang bisa membuatnya meleleh itu.
Siru : "kenapa Cheri senyum-senyum?"
Rafkil : "gak...gak kenapa-napa, yaudah cheri tunggu disini yah, aku mau beli testpack dulu"
Siru : "haaaa? Te..te..testpack?"
__ADS_1
Rafkil : "ya...! I'm sure you are pregnant"
Siru : "okey...tapi emang Cheri gak malu...buat beli testpack? Lagipula sekarang Cheri udah telat 15 menit loh ke rumah sakit"
Rafkil : "demi cheri akan ku korbankan segala-galanya, bahkan rasa malu sekalipun" cetuhnya sembari mendekati iksi
Siru : "hwwuuk..hwuukk..cheri jangan deket-deket..hwuuk...hwuuk"
Rafkil : "ya ampun..I am so sorry Cheri, I'm forget..really"
Siru : "aku bener- bener mual, kalo cium body lotion yang cheri pake"
Rafkil : "ok..ok, aku janji mulai hari ini aku gak bakal pakai body lotion itu lagi" tukasnya sembari mengangkat tangannya setinggi kepala
Demi menghemat waktu rafkil segera menuju apotek terdekat untuk membeli testpack, sesaat kemudian ia lalu menyuruh iksi untuk melakukan Plano Test, dengan sabar ia menunggu iksi untuk bersama-sama melihat hasil test tersebut kendati ia harus bertukaran shift dengan dokter yang lain.
sesaat setelahnya iksipun keluar dari kamar mandi sembari memegang testpack menuju rafkil, dengan senyuman lebar rafkil menyambut iksi
Rafkil : "Gimana hasilnya?"
tanpa ucapan, iksi hanya bisa menarik nafas dalam lalu menggelengkan kepalanya dengan wajah yang sendu ia segera memberikan testpack yang di peganginnya itu pada rafkil.
melihat ekspresi wajah iksi yang tak bersemangat itu, senyuman rafkil yang tadinya merekah perlahan-lahan mulai datar, dengan tekun ia memerhatikan streep test pack yang saat ini ia pegang itu, dan terlihat hanya satu garis pink yang muncul, berkali-kali ia mencoba meyakinkan penglihatannya, namun tetap saja menunjukkan hasil yang negatif.
siru : "Cheri aku ini perawat, aku tau cara menggunakan benda itu, huum mungkin belum rezeki kita, sabar yah Cheri"
"huum yah..!" cetuh rafkil tak bersemangat
*********
tampaknya sedari tadi rafkil sedikit kecewa dengan Plano test yang menunjukkan hasil negatif, saat pergantian shift ia mendapati banyak jadwal operasi hari ini, rafkil mencoba membangun rasa positif untuk menepihkan kekecewaan dengan menyibukkan dirinya di ruang operasi, bukan hal yang baru lagi bagi para perawat bedah saat melihat dr. rafkil yang berwajah tampan tapi datar dan selalu hemat dalam berbicara, sehingga banyak dari mereka yang mengalami kesulitan untuk menebak suasana hatinya saat ini.
"Ners Hera, Lanjutkan Hakcting bagian kutis dan epidermisnya" cetuh rafkil sembari kaluar dan menuju ruang bedah jantung
"iya dok" jawab Ners hera
setelah berjam-jam menghabiskan waktu di ruang operasi, kini saatnya rafkil akan segera pulang, namun hal yang mencengankan terjadi, saat ia mendapati dr. Zeyyan dengan lancang memasuki ruangannya.
"ngapain kamu diruangan saya, keluar Sekarang!!!" pekiknya dengan lantang
Zeyyan : "sayang kamu kok marah-marah sih sama aku" tukasnya sembari menggapai tangan rafkil
rafkil : "jangan sentuh aku"
__ADS_1
Zeyyan : "okey...aku kesini hanya ingin memastikan kalau calon suami aku yang tampan ini sehat-sehat aja"
"hwuuwh" sontak rafkil menyuguhkan tawa sinisnya pada Zeyyan
"dan...aku juga mau mengingatkan kalau calon anakmu ini sudah gak sabar pengen di elus-elus sama papah rafkilnya..hihihi" sambung Zeyyan kegirangan
"kamu benar-benar sudah gila yah..." rafkil melontarkan kalimat yang cukup pendek itu pada Zeyyan, sembari mengambil kunci mobilnya, dengan tak menghiraukan celoteh wanita berbadan dua itu rafkil berlalu meninggalkannya
rasanya hari ini adalah hari terberat yang sudah ia lalui 1|2 nya, dan 1|2 nya lagi masih menjadi kejutan untuknya dihari esok, dengan tubuh yang sangat letih rafkil ia menaroh sebungkus makanan diatas meja lalu dengan segera ia merebahkan tubuhnya dipangkuan iksi yang seketika itu sedang asyik menonton TV.
siru : "Cheri kelelahan yah?"
rafkil : "ya..."
siru : "banyak pasien yah tadi?"
Rafkil : "Banyak banget, Cheri udah makan belum?"
siru : "belum Cheri"
Rafkil : "tuh..aku beliin nasi goreng kesukaan Cheri"
siru : "Waah..makasih Cheri"
Rafkil : "ya.."
dengan sigap iksi segera membuka bungkusan nasi goreng tersebut, namun saat ia akan menyantapnya lagi-lagi ia mulai merasa mual.
"Cheri kenapa lagi sih..?" Cetuh rafkil sangat pelan
siru : "gak tau, kok aku mual yah saat mencium bau bawang?"
Rafkil : "ya udah minggu depan kita ke poli kandungan"
siru : "loh..ngapain?"
Rafkil : "Cheri...dengan gejala seperti ini tuh, keliatan banget kalo Cheri itu Morning Sickness"
siru : "aku juga mikirnya gitu sih Cheri, tapi hasilnya negatif kan?"
Rafkil : "apa salahnya kalo kita ke spesialis kandungan dulu minggu depan untuk memperjelas aja"
siru : "ya udahlah.." tukasnya sembari mengelus-elus rambut rafkil
__ADS_1