
*Chat dari Rafkil???
Waktu terus berputar layaknya sebuah roda yang terus di kayuh, warna-warni kehidupan trus silih berganti, kini banyak yang telah berubah di hidup Iksi, dimulai dari menghilangnya Anisa dan Khalief yang sampai saat ini belum juga ada kabar, tak bisa dipungkiri, terkadang sesekali iksiru sempat merindukan ke duanya, terlebih lagi pada khalief yang selalu membuat jantungnya berdegup kencang.
"Hei, ngelamun aja lu" tukas Syifa seketika mengejutkan Iksi.
"Hehe..ngagetin aja lu syif"
"Eh eh, Iksi, dengar dengar minggu lalu lu ketemu sama kim soo jin yah? " tanya Syifa penasaran.
"Haa kim soo jin? siapa tuh??" tanya Iksi balik penasaran.
"Haa? lu gak tau kim soo jin? ya ampun Iksi gaptek amat sih lu, kim soo jin itu salah satu personil boy band BTS, yang kembaran nya tuh ada di RS ini?" ucap Syifa dengan semangat yang ber api-api menerangkan pada Iksi.
"Yah mana aku tau, aku kan gak suka nonton drama korea"
"Bukan drama korea kale" balas Syifa cemberut.
"Terserah lah, apapun itu"
"Terus, gimana lu ketemu sama dokter sipit itu?" tanya Syifa penasaran.
"dr. Akil maksud lu?"
"Haa, jadi nama dokter sipit itu Akil? yeay, ya ampuun sumpah dia ganteng banget Iksi, dia tuh bener bener mirip kim soo jin! ya ampun" ucap Syifa kegirangan
"Aam, syif! aku balik duluan yah nanti keburu sore" ucap Iksi berpamitan, seakan ia tak mau membahas tentang dr. Akil.
"loh, loh! lu mau kemana?, Iksi..si..Iksi?" ucap Syifa memanggil Iksi, masih penasaran tentang dr. Akil.
__ADS_1
Iksi pun berlalu meninggalkan Syifa tanpa menoleh dan merespon sedikitpun panggilan Syifa.
*****
Kini waktu menunjukkan pukul 21.00 WIB, Iksi pun melakukan operan dinas pada temannya yang shift malam.
"Itu ajah, ow iya nanti jam 10 ada jadwal suntikan obat untuk bapak Rian yang ada di bed ujung sana, obatnya udah disiapin nanti cek aja di ruang dispensing, ow iya aku pamit yah, semangat!!" ucap Iksi, sembari menyemangati teman-temannya.
"Ok!! hati-hati yah dijalan" jawab teman-temanya.
Saat perjalanan pulang, Iksi melihat penjual makanan yang ada di seberang jalan, iapun berniat untuk membeli sebungkus makanan untuk mengganjal perutnya malam ini, namun saat ia akan menyebrang jalan tiba-tiba....
"Pluuurrr!! drrraaaak!!"
"Aau, tolong! copeet tolong!! copet tolong!!" teriak Iksi meminta tolong.
Beberapa orang sempat mengejar pencopet itu, namun sayang pencopetnya berhasil kabur. Iksi sangat menyesali kejadian tersebut, karena kelalaiannya itu ia kehilangan sebuah dompet yang berisi uang tunai, ATM, KTP dan beberapa kartu penting lainnya, dan saat ini hanya tersisa sebuah handphone yang ia simpan di saku bajunya.
Setelah lelah berfikir meratapi nasibnya, ia pun duduk lesuh disamping tempat tidur sembari memegangi perutnya yang keroncongan itu, tiba-tiba ia teringat ucapan tante Ika.
"Ow iya! Rafkil, Rafkil, Rafkil, duuh mana kontak Rafkil, haa ini dia!! aku chat apa telpon yah? kalo chat, pasti dia gak bakalan balas, ya udah lah telpon aja" Gumamnya sambil mengotak atik Hp nya.
"Tuuut...tuuut...tuuut.." terdengar line telponnya berdering.
"Maaf nomor yang anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi" seketika terdengar lagi suara operator Telkomsel.
"Loh! kok dimatiin sih, sesibuk apa sih dia? houftt, benar-benar gak sopan banget jadi orang" ucap Iksi sangat kesal.
"Ya udahlah aku chat aja balas gak balas terserah lah" ucap Iksi menguatkan diri.
__ADS_1
Sesaat kemudian Iksi pun terpaksa mengirimkan chat melalui WA pada Rafkil, dengan harapan besar semoga rafkil mau membantunya, karena jika tidak maka Iksi akan mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di jogja.
Isi chat Iksi :
"assalamualaikum, maaf ganggu pak rafkil, ini aku iksi, kalo boleh..aku mau minjam uang 500 ribu, aku janji bulan depan aku akan ganti uangnya"
"Tuh kan, dia gak balas lagi chat aku" ucap Iksi ngambek.
"Kriing!! kriiing!! kriing!!" terdengar nada dering pesan masuk.
"Haa? semoga aja pesan dari Rafkil, bismillah, bismillah, bismillah!!" Iksi yang mulai kegirangan bercampur deg-degkan dan rasa penasaran, lalu membuka pesan tersebut, dan ternyata pesan dari operator telkomsel yang mengingatkan kuota flash nya tinggal 500 MB lagi.
"Houuftt!" Iksi hanya bisa menghembuskan nafas.
"Kriing!! kriing!! kriing!!" kini nada pesannya berbunyi lagi.
"Jangan bilang pesan dari telkomsel lagi" ucap Iksi kesal
seketika Iksi mulai tercengang dan seakan tak percaya melihat chat dari rafkil.
isi chat rafkil :
"kirim No. Rek. sekarang!"
"Ya allah, ya allah, ya allah! aku bener bener gak nyangka, dia bakal bales chat aku, yeaay!" ucap Iksi kegirangan sembari melompat-lompat di atas tempat tidurnya.
Tak menunggu waktu yang lama, Iksi pun langsung mengirimkan nomor rekeningnya pada Rafkil, meskipun balasan chat Rafkil sangat singkat, tetapi hal itu cukup membuat rasa lapar Iksi hilang. selang beberapa menit tiba-tiba sms banking pun masuk, Iksi pun dibuat tercengang lagi kenapa tidak nominal yang dikirimkan Rafkil sebesar lima juta rupiah.
"Waduuw kok dia ngirimin aku 5 juta sih, aku kan hanya minta 5 ratus ribu, apa dia salah ketik yah? houuftt banyak-banyakin utang aku aja" ucap Iksi kaget
__ADS_1
Yak tanggung-tanggung Iksi pun mengirimkan pesan ke Rafkil, dan menjelaskan ada kemungkinan Rafkil salah mengetik jumlah nominal uang pada saat transferan, dan meminta nomor rekeningnya untuk mengembalikan sebagian uangnya, namun seperti biasa, Rafkil hanya melihat chat nya tapi tidak untuk membalasnya.
"Tuh kan, dia gak balas lagi, cuman ngeread doang! apa dia sengaja mau numpukkin utang aku? huuftt bener-bener" tukas Iksi kesal.