Cinta Seorang Perawat

Cinta Seorang Perawat
Episode 30


__ADS_3

*DNA Test


Masih pagi-pagi kedua belah pijak keluarga sudah berbaris mengantri untuk melakukan tes DNA, perasaan deg-degan tentunya semakin terasa bagi ke dua belah pihak keluarga saat ini.


hanya dengan saling tatap tanpa sapaan seakan pertemuan yang tercipta kali ini terasa lebih canggung dari pertemuan sebelumnya, apatah lagi Zeyyan ia terlihat sangat malu seakan ia tak berani menatap wajah rafkil ia hanya bisa menundukkan kepala sampai semua prosedur terselesaikan.


Usai melakukan prosedur Tes DNA rafkil terlihat tak bergairah menjalani hari, seakan ada yang mengganggu pikirannya, rasanya melakukan tes tersebut bukanlah solusi yang tepat baginya.


Siru : "Cheri kenapa sih, akhir-akhir ini murung aja, coba deh cerita sama aku"


Rafkil : "Apa Cheri udah yakin dengan keputusan kita untuk melakukan tes DNA?"


Siru : "ya..memangnya kenapa?"


Rafkil : "Cheri..Zeyyan itu orangnya nekat, dia bisa ngelakuin apa aja, untuk mendapatkan keinginannya"


Siru : "maksudnya ngelakuin apa aja?"


Rafkil : "apa aja yang penting dia senang huufffttt!"


Siru : "aku gak ngerti maksud kamu cheri"


Rafkil : "listen cheri..kita gak tau apa yang akan terjadi setelah ini, bisa saja Zeyyan nekat membayar pegawai laboratorium untuk memanipulasi hasil dari tes DNA itu"


Siru : "sudahlah cheri gak usah terlalu mikirin hal itu, ingat aku percaya sama cheri, kalau...kalau anak yang dikandung Zeyyan itu bukan anak cheri"


Rafkil : "hmm..thank you cheri" ucapnya sembari mencium kening iksi.


Siru : "kembali kasih cheri" tukasnya sembari tersenyum menatap rafkil


Rafkil : "ya..besok aku akan mengurus izin pengambilan cuti kita"


Siru : "huumm cuti?"


Rafkil : "ya cuti"


Siru : "emangnya kita mau kemana?"


Rafkil : "liburan"


Siru : "haaa..liburan?"


Rafkil : "u'um.."


Siru : "loh, gimana dengan hasil lab?"


Rafkil : "udah cheri tenang aja, hasil lab. Akan keluar 14 hari lagi, nah sehari sebelumnya kita sudah harus kembali kesini"


Siru : "ok, tapi liburan kemana?"


Rafkil : "cheri maunya kemana, ke italy, paris, amsterdam atau jepang?"


Siru : "aaam..gimana kalau liburan nya gak usah keluar negeri, kayaknya kalau kita liburan di vila pasti seru, sambil menikmati view pemandangan alam gitu, gimana?"


Rafkil : "kalau aku sih terserah cheri aja maunya dimana"


Siru : "ok, jadi kita liburan nya di vila aja yah"


Rafkil : "okeey!"

__ADS_1


Siru : "umm..kalo aku ngajak syifa boleh gak?"


Rafkil : "boleh, cheri boleh ngajak siapa aja asalakan jangan ngajak.."


Siru : "jangan ngajak siapa?"


Rafkil : "khalief" tukasnya tak bergairah


Siru : "huuum, baru aja mau ngomong sekalian ngajak sama kak khalief, eh tau-tau nya udah dilarang"


Rafkil : "No..his can not follow....titik"


Siru : "cheri..please!"


Rafkil : "No..!"


Siru : "please!"


Rafkil : "No, you know N-O?"


Siru : "huuuuw cheri..please"


Melihat iksi yang terus ngotot ingin mengajak khalief dengan menampilkan wajah yang penuh harap agar rafkil menyetujui permintaannya itu membuat rafkil merasa semakin tak tega jika ia terus berkata tidak pada iksi, sehingga nya ia menyetujui permintaan isterinya itu.


Saat rafkil menyetujui permintaannya itu dengan sergap ia segera ke rumah khalief, untuk menyampaikan rencana liburan akhir minggu.


Khalief : "liburan..?"


Siru : "u'um..!"


Khalief : "duuhh..iksi maaf banget yah, kayaknya ana gak bisa ikut deh"


Siru : "tapi kenapa?"


Siru : "ouuw gitu yah, huum.. ya udah gak apa-apa" tukasnya tak bergairah


Khalief : "iksi gak apa-apa kan?"


Siru : "eh..hehe iya aku gak apa-apa kok"


Khalief : "sekali lagi maaf yah iksi!"


Siru : "i..iya gak apa-apa kok kak, ya..ya udah kalo gitu aku pamit dulu yah..assalamualaikum!"


Khalief : "wa'alaikumussalam..wr.wb"


Keesokan harinya masih pagi-pagi buta syifa dan dua orang temannya sudah berada di halaman depan rumah iksi dengan segala perlengkapan yang mereka simpan di bagasi mobil


Siru : "syifa......ya allah aku kangen banget sama kamu" tukasnya sembari berpelukan dengan syifa


Syifa : "hiiiiiii..sama aku juga kangen banget sama kamu, eh iya nih kenalin temen-temen aku, ini dina dan ini elsa" tukasnya sembari mengenalkan satu persatu dua wanita yang ia bawa itu pada iksi


Siru : "hai aku iksiru panggil aja aku siru atau iksi" tukasnya pada dua wanita itu, tak lupa merekapun memberikan senyuman pada iksi.


"Ya udah kita masuk dulu yuk, nungguin rafkil siap-siap setelah itu baru kita go..!" sambung iksi


Suasana ruang tamu saat ini cukup berisik, berkali-kali percakapan mereka berujung tertawa lepas, dina dan elsa terlihat sangat menikmati percakapan itu, merekapu seakan tak terlihat canggung dengan iksi yang baru saja mereka kenali itu.


Siru : "apa persiapan kalian disana nanti?"

__ADS_1


Syifa : "kami bawa banyak loh, haha"


Siru : "ow yah, emang kalian bawa apa aja?"


Syifa : "humm, elsa sebutin apa aja yang kita bawa!"


Elsa : "tenda, selimut, bantal, piring, sendok dan alat buat barbeque an"


Siru : "haha ya ampun banyak amat, emang tenda buat apaan?"


Syifa : "ya elaah..buat camping lah, iksi masa buat mandi...haha!"


Siru : "iya, tapi kalian tenang aja, di disana tuh kalian gak akan di terlantarkan loh, rafkil udah menyiapkan dua vila untuk kita"


Syifa : "hehe sebenarnya aku sengaja bawa tenda, biar kalo kita barbeque an nanti suasananya jadi berasa kayak camping gitu"


Siru : "ouuw..hehe! Eh cheri udah siap?"


Rafkil : "ayo berangkat sekarang!"


Siru : "yuk!"


Dina : "ha...hei syif itu suaminya?" gumamnya pada syifa


Syifa : "iya emang kenapa nanya-nanya?"


Dina : " wooaaah...Cakep banget gila"


Syifa : "udah..udah, gak usah menggatal yeh ingat lu tuh udah punya reno"


Dina : "hiiiisss taulah syif, aku hanya terkejut aja, tiba-tiba ada opa sarangheo gitu"


Syifa : "udah..udah ayo!"


Mereka sangat menikmati perjalanan yang cukup membilas penglihatan itu, kelelahan seakan terobati dengan suguhan pemandangan desa-desa yang masih asri, dipenuhi hijaunya pepohonan dan persawahan.


Syifa : "ouw udah nyampe?"


Dina : "terus Mau loh?"


Syifa : "yah aku kan belum puas menikmati pemandangan yang begitu menyejukkan!"


Dina : "udah gk usah banyak omong, bantuin turunin barang-barang semuanya"


Sementara iksi dan rafkil juga tengah sibuk menurunkan barang bawaan yang ada di bagasi mobil.


Rafkil : "ini vila aku sama iksi, yang sana vila kalian!"


"Kemouh oppa!" sontak elsa menjawab sambil nyengir-nyengir memandangi rafkil


Rafkil hanya memberikan senyuman yang cukup singkat sembari membawa masuk barang-barang ke dalam vila, iksioun tersenyum bahagia saat melihat tingkah dingin rafkil kambuh lagi.


"Hiisss elsa apa-apaan sih kamu" sambung dina yang geram melihat tingkah genit epadanpada rafkil


elsa : "We geure?"


syifa : "hiiss..gak usah sok-sok koreaan deh lu, mending bantuin kita ngangkat barang"


***jangan lupa vote sebanyak-banyaknyak yah!

__ADS_1


*jangan lupa follow juga ok


*ow yah komen jgn lupa😊**


__ADS_2