
* Kabar Bahagia
Tujuh hari sudah terlewati, sesuai rencana hari ini rafkil akan mengantar iksi ke poli kandungan untuk melakukan pemeriksaan dan konsultasi langsung pada dr. Spesialis Obgyn terkait kondisi kesehatan iksi saat ini
"Antrian selanjutnya atas nama Ny. iksiru Fakillah, silahkan masuk" teriak salah satu perawat yang bertugas di poli kandungan tersebut
Sesaat setelahnya iksi yang ditemani rafkil segera memasuki ruangan, tiba-tiba langkah rafkil terhenti seketika sembari terus memerhatikan wajah seorang dokter wanita yang hendak sibuk menulisi beberapa lembar kertas itu.
"Eh..dr. Ana...!!!" sapa rafkil sedikit terkejut saat melihat dr. Ana yang ternyata teman sekelasnya dulu
"Ya....do...dokter Akil, ya ampun udah lama banget yah kita gak ketemu" cetuh dr. Ana kegirangan
Rafkil : "iya...kamu tugas disini yah sekarang?"
dr. Ana : "ya..ini..ini isteri?"
Rafkil : "ya ini iksi, isteri saya"
dr. Ana : "loh terus Zeyyan?"
Rafkil : "yah..gitulah!"
dr. Ana : "ya ampun, kirain dulu kamu bakal jodoh loh sama Zeyyan, hehe..ya udah silahkan duduk dok dan ibu iksi"
"Ya.." cetuh iksi dengan suara pelan
Saat mendengar nama Zeyyan rasanya bagaikan sebuah pukulan keras bagi iksi, seakan ia merasa asing saat berada diantara orang-orang yang terlalu sibuk membahas soal Zeyyan
dr. Ana : "huum apa keluhannya ibu iksi?"
Siru : "aam ini dok, saya mengalami gejala morning sickness tapi....setelah melakukan Plano tes hasilnya negatif"
__ADS_1
dr. Anna : "ya udah kita langsung USG aja yah sekarang"
siru : "iya dok!"
Saat di lakukan pemeriksaan USG, dengan sabar rafkil terus mendampingi iksi, mengelus-ngelus ubun-ubunnya serta genggaman tangan dari keduanya yang terus merekat layaknya tempelan dua sisi magnet yang sulit terlepaskan, saat ini rafkil terus memerhatikan Monitor USG, sontak ia mulai tersenyum kecil yang tampaknya ia sendiri bisa menyimpulkan hasilnya akan seperti apa.
"Jadi gimana hasilnya dok?" tanya iksi penasaran
"Dari hasil printnan USG ini tampak adanya kantung kecil pada rahim ibu, hal tersebut menandakan saat ini ibu iksi positif hamil" tegas dr. Ana mencoba memberikan penjelasan pada iksi
"Ow yah..?" sambung rafkil kegirangan dengan senyum yang merekah-rekah dari wajahnya
"Ya...selamat yah kil" dr. ana memberikan ucapan hangat pada rafkil sembari menyalaminya
"Ya..thanks ana" balas rafkil
"Dari tadi kamu senyum-senyum sendiri, aku yakin pasti kamu udah tau kan hasilnya akan positif?" cetuh dr. Ana pada rafkil
dr. Ana hanya tersenyum lirih sembari menganggukkan kepalanya dengan pelan seakan turut merasakan kebahagiaan rafkil dan iksi atas kehamilan anak pertama mereka
iksi masih saja melongo, entah harus bahagia ataukah biasa saja yang pasti saat ini ia tengah bingung dengan simpulan test yang menunjukkan hasil yang berbeda
Siru : "Terus kenapa yah dok, hasil Plano test bisa negatif?" tanya iksi masih penasaran
dr. Ana : "Ada dua kemungkinan penyebab terjadinya hasil negatif palsu pada Plano test, yang pertama kesalahan dalam tekhnik pemeriksaan mungkin saja ibu iksi terlalu lama mencelupkan strep testpack pada urin, dan kemungkinan yang kedua kadar hormon B-hcg didalam urin bu iksi yang belum mencukupi sehingga sulit untuk terdeteksi"
Siru : "ouw yah syukurlah..alhamdulillah ya allah!"
iksi yang saat itu terharu dan sangat bahagia dengan mata yang mulai berkaca-kaca ia segera memeluk rafkil
*********
__ADS_1
kabar bahagia itu seakan tak bisa dibungkam lama-lama oleh iksi dan rafkil, saat ini mereka tengah menggelar makan malam bersama keluarga, sembari mengumumkan berita bahagia tersebut kedua belah pihak orang tua mereka pun turut merasakan kebahagiaan yang tiada tara, bahkan mereka saling berebutan hasil printnan USG untuk melihat sosok dari cucu pertama mereka yang belum terbentuk itu
"pokoknya iksi gak boleh kerja berat dulu untuk saat ini ok?, gak usah ke rumah sakit dulu biar rafkil yang ngurusin surat cuti kamu ya sayang, jaga pola makannya juga, jangan biarkan cucu pertama mama sampai kekurangan gizi" cetuh mama ika
"hehe...iya mah" balas iksi dengan pelan
"nak rafkil, tolong jaga cucu pertama kita dengan baik, jangan sampai hal yang tidak kita inginkan terjadi karena ada kata kelalaian, jika hal itu sampai tejadi maka akan ada wajah-wajah yang sangat kecewa diantara kami para orang tua mu" tukas mama ratna
"iya mah..!" balas rafkil sembari tersenyum kecil pada mertuanya itu
"rafkil...papa titip cucu pertama papah, perhatikan kesehatan iksi, jangan lagi buat papah kecewa untuk keberkian kalinya" sambung papa burhan dengan sorotan mata yang cukup tajam saat memandang anak pertamanya itu
"iya pah...!!!" jawab rafkil sangat pelan sembari menggenggam tangan iksi yang duduk tepat disampingnya itu
"iksi...jangan terlalu banyak pikiran yah nak, jangan stres-stres juga, orang hamil gak boleh terlalu banyak stres" papa adnan turut memberikan nasehat pada iksi
"iya pah!" iksi menatap papah nya dengan mata yang mulai berkaca-kaca, seakan ayahnya tau apa yang tengah ia rasakan saat ini, tekanan demi tekanan yang datang dari persoalan rumah tangga mereka namun ia terus berusaha untuk menepis semuanya dengan senyuman
rafkil dan iksi tampak tenang saat mendengarkan nasehat-nasehat dari orang tua mereka, tampak wajah-wajah bahagia yang tergambar dari pihak keluarga saat ini.
********To beContinue**********
**$Udah Like belum?
$Udah Follow belum?
$Udah Vote belum?
jgn lupa untuk coment yah?**
__ADS_1