Cinta Seorang Perawat

Cinta Seorang Perawat
Episode 47


__ADS_3

*Permintaan Maaf


"Minum dulu Zey!!!" Cetuh iksi dengan


Segala rasa ibanya ia menyedorkan segelas air putih


"Makasih yah iksi" ucap Zeyyan sembari mengusap hidungnya dengan tissue


siru : "ya..!!!"


Zeyyan : "iksi...Rafkil...huuuph aku kemari...mau minta maaf sama kalian, selama ini aku udah banyak berbuat salah sama kalian...please forgive me"


Rafkil : "aku dan iksi udah lama maafin kamu Zey, yaudah kamu gak usah sedih sekarang okeyy???"


zeyyan hanya bisa mengangguk sembari sesekali mengusap air mata yang terus menetes itu rasanya saat ini ia semakin kehabisan kata-kata, dengan suaranya yang mulai serak semakin menunjukkan kalau akhir-akhir ini Zeyyan lebih intens mengeluarkan air mata


siru : "aam...mamah sama papah kamu gimana Zey?"


Zeyyan : "yah gitulah iksi, sampai sekarang pun aku masih diabaikan sama mereka, lebih-lebih papah, sampai sekarang papah gak negur aku sama sekali"


siru : "kamu yang kuat Zey, saat ini mungkin mamah papah kamu butuh waktu untuk menerima semuanya! jangan sedih-sedih yah, besok kan kamu udah mau nikah"


lagi-lagi Zeyyan hanya bisa mengangguk tanpa mengeluarkan banyak kata, seketika itu suasana ruang tamu terdengar hening, Zeyyan seakan tak bisa membendung air matanya saat ini, kelopak matanya terlihat sangat sembab dan mata yang terlihat sedikit cekung, rafkil hanya bisa menatapnya tanpa bisa berbuat apa-apa, sementara iksi segera merangkul Zeyyan tanpa sadar iksipun terikut hanyut dalam kesedihan Zeyyan


Zeyyan : "iksi...???" panggilnya dengan berderai air mata


siru : "mmm...???"


Zeyyan : "aku udah gak punya siapa-siapa lagi sekarang...!!! hiiks..hiiiks" ujar Zeyyan


siru : "shhuuutt...kamu gak boleh ngomong kek gitu, Zey... kamu masih punya mamah papah, kamu masih punya kita, robert juga ada..nih bayi kamu, kamu gak sendiri zey!"


Zeyyan : "entahlah iksi, aku gak tau harus ngomong apa ke orang-orang, ke mamah paoah dan sekarang aku merasa dunia seakan sedang membenciku"


siru : "Zey...kamu gak perlu menjelaskan apa yang terjadi pada mereka, huuum mereka hanya butuh sedikit waktu untuk memahami keadaanmu yang sekarang Zey, untuk saat ini kamu harus kuat, demi robert dan juga anak kamu ya???"


Zeyyan : "yah...makasih iksi sudah menguatkan aku!"


siru : "iya Zey" cetuhnya sembari tersenyum

__ADS_1


Zeyyan : "ouw yah..robert mana?"


siru : "Cheri...robert kemana?"


Rafkil : "ow ini..dia lagi beli barang, masih ada beberapa persiapan nikahan kalian yang masih kurang"


Zeyyan : "oouh...!"


*********


sepulang dari rumah rafkil, Zeyyan meneruskan perjalanannya menuju rumah sakit, meskipun keadaannya saat ini sedang dirundung kepedihan yang cukup mendalam namun ia tetap bersikap profesional dengan pekerjaannya


"heii..heii..liat tuh dia emang gak punya rasa malu yah..masih aja punya muka untuk datang ke rumah sakit" ujar salah satu staf yang secara tidak sengaja melihat dr. Zeyyan melakukan Visite diruang anak


hal yang sama juga terjadi diruang perawatan Dahlia, saat ini hampir semua staf rumah sakit sudah mengetahui Fakta sebenarnya tentang kehamilan Zeyyan, hal yang manusiawi dibalik peristiwa tentunya akan ada orang-orang yang mencela dan juga orang-orang yang akan membela


"Hum..aku gak nyangka yah dr. Zeyyan bisa ngelakuin hal itu" Tukas suster gina, yang juga salah satu perawat yang bertugas di ruang dahlia


Arum : "hu'uum aku juga gak nyangka, pake acara bawa bawa dr. Rafkil segala, padahal kan bukan dr. Rafkil yang ngehamilin dia!"


gina : "hu'uum..!!"


gina : "emang dr. Burhan belum tau???"


Arum : "denger-denger sih katanya belum, kan dr. burhan lagi di amsterdam sekarang"


gina : "emang keluarganya gak ada yang ngasih tau?"


Arum : "uuum kalo soal itu aku gak tau, eh..eeh..eh ada gosip terbaru lagi!" cetuhnya kegirangan


gina : "gosip apa lagi??? makin lama kamu udah kek mak lambeturah yah" cetuhnya ngeledekkin!"


Arum : "hehe...mau denger gak?"


gina : "mau..ayo cepetan gosip tentang apa?"


Arum : "selama ini kita banyak yang gak tau kalau ternyata dr. rafkil itu udah menikah"


gina : "apaah???" teriaknya spontan

__ADS_1


Arum : "shhhhuuut...kagetnya pelan-pelan aja!"


gina : "iya..iya, emang dr. rafkil nikah ama siapa?"


Arum : "ini yang lebih mencengangkan lagi, ternyata dr. rafkil itu menikah dengan suster iksiru"


gina : "aapaah!!!" lagi-lagi gina melantangkan suara kejutannya


Arum : "haduuuh..aku kan udah bilang kagetnya pelan-pelan aja"


gina : "oke..oke sorry, yang bener aja kamu rum"


Arum : "aku serius gin!!!"


gina : "aku masih gak nyangka loh kalau dr. rafkil menikah dengan suster iksi! jadi..jadi selama ini kita..." gina seakan kehabisan kata-kata untuk melanjutkan ucapannya


Arum : "yaap...selama ini kita terlalu naif menganggap mereka itu sepupuan!"


gina : "emang udah berapa lama mereka nikah?"


Arum : "katanya sih udah setahun!"


gina : "waaoow!!! duuuh ya allah..!!! beruntungnya suster iksi itu, bisa menikah dengan opa Rafkil" cetuh gina ngelantur sembari menggelengkan kepalanya


Arum : "Huuuph, kita gak tau kan kisah dibalik pernikahan mereka seperti apa?"


gina : "maksud kamu?"


Arum : "iya katanya sih..mereka itu dijodohkan, bukan menikah atas dasar cinta, buktinya kalo emang pernikahan mereka baik-baik aja kenapa mereka harus nyembunyiin status dihadapan para staf!!!"


gina : "huuum tapi tetap ajalah suster iksi itu beruntung, coba deh bayangin pasti semua cewek-cewek kalo diajakin nikah sama dr. Rafkil pasti maulah!"


Arum : "kata siapa semua cewek-cewek mau diajak nikah sama dia, aku gak lah Menang cakep aja, sifat masih mending batang kayu yang udah jelas-jelas gak bisa ngomong!"


gina : "kamu kalo ngomong manis-manis pedas gitu yah!" cetuh gina dengan wajah masamnya


"ini lagi...!!! kerjaan tiap hari menggosip aja, sana pasien kamar 7 pasangin kateter sekarang" cetuh bu KARU yang memergoki mereka sedang bergosip diruang nurse station


seketika itu gina dan arum saling tatap-tatapan dengan mulut komat kamit tak karuan, sesaat setelahnya gina terperanjat dari tempat duduk dan menyiapkan kateter set di sebuah baki silver lalu ia segera menuju kamar ke 7

__ADS_1


__ADS_2