Cinta Seorang Perawat

Cinta Seorang Perawat
Episode 51


__ADS_3

*Arti Sebuah Air Mata


"apa anda sadar? yang anda lakukan itu ialah sebuah kecerobohan? anda sudah melakukan tindakan mal praktek terhadap isteri saya" rafkil melantangkan suaranya dihadapan dr. Felisya


"maafkan saya dr. Rafkil" seakan takut melihat wajah rafkil, dr. Felisya hanya bisa terus menunduk


"huuftt..anda pikir dengan meminta maaf cukup? hah? anda berjalan lenggak- lenggok kesana-kemari mengenakan jas putih anda bangga? meski faktanya anda gak bisa apa-apa? hei itu cuman operasi caesar! yang hampir kebanyakan dokter muda bisa menangani itu, konon katanya anda yang sudah ahli, kenapa bisa sampai sefatal ini?" tanpa sopan santun rafkil terus saja menyerbu dr. Felisya dengan pertanyaan-pertanyaannya yang cukup mengiris itu, sementara dr. Felisya hanya bisa membungkam dengan sesekali menyeka air matanya


"hwuuh...saya ingatkan sekali lagi sama anda! kalau sampai kondisi isteri saya bisa lebih buruk dari yang sekarang, dengan senang hati saya akan menuntut anda!" pungkasnya sedikit melontarkan kalimat ancaman, tak sudi berhadapan lama-lama dengan dokter paruh baya itu, segera mungkin rafkil bergegas menuju ruang intensif


diruangan rafkil yang terlihat cukup luas itu dr. Felisya masih saja terduduk seorang diri sambil merenungi kelalaiannya, terlihat jelas wajah penyesalannya dengan linangan air mata yang seakan sulit untuk ia bendung, saat ia mengalihkan pandangannya, tak sengaja ia melihat sebuah bingkai berukuran 3 R yang tidak lain ialah foto pernikahan rafkil terpajang rapih didekat komputernya, hal ini semakin membuat dr. Felisya terseduh-seduh dalam tangisanya, tak tanggung-tanggung ia lalu menggenggam foto itu


"yaa! itu foto menantu saya, menantu kesayangan saya" ujar mama ika, yang seketika menghampiri dr. Felisya, dari tatapan matanya terlihat ia sedikit terkejut melihat kedatangan dr. selvika



Visual dr. Selvika ( mamah Ika)

__ADS_1


"dr. selvika? I am so sorry aku..aku tak bermaksud" terus saja ia menangis sampai-sampai ia tak mampu untuk melanjutkan pembicaraannya


"ya..aku tahu, kamu sudah lama vakum dari dunia kedokteran kan? sama seperti aku, faktanya jika kita sudah mulai terbiasa tidak memegang instrumen-instrumen itu, dan kita aka memulainya lagi of course segala sesuatu bisa saja terjadi, Tremor, gerogi yang berlebihan, bahkan rasa ketidakpercayaan terhadap diri sendiri dan saya sangat kecewa dengan anda dokter, kenapa dari awal gak bilang? dan kenapa harus menantu saya yang menanggung semua ini?" tak terkecuali dengan mama ika, matanya pun terlihat mulai berkaca-kaca


*******


terus saja rafkil melangkahkan kakinya menuju ruang Intensif, ia sedikit tertegun dari kejauhan saat ia melihat Zeyyan dan robert yang hendak berdiri dan sesekali mondar-mandir di depan pintu ruang perawatan intensif


"eeh doktor rwafkil!" sapa robert seketika


"kil? are you ok? gimana kondisi iksi?" sambung Zeyyan, tanpa beracting kali ini ia bener-bener terlihat sangat mencemaskan kondisi iksi


"gitulah gimana? a a anak..anak kamu gimana? sehatkan?" Zeyyan semakin menggerutu dengan rasa khwatirnya


"entahlah Zey, iksi sekarang masih kritis, anak aku alhamdulillah sehat, hanya saja di telapak tangannya terdapat luka sayatan" ucap rafkil semakin tak bertenaga


"oh my god!!! aam..boleh aku liat iksi sekarang?" pintanya mulai menggebu-gebu

__ADS_1


"boleh, tapi robert tunggu diluar aja soalnya ika gak pake kerudung!" pinta rafkil, seketika Zeyyan membalasnya dengan anggukan, sembari menerangkan pada robert situasi saat ini


********


"ya tuhan! iksi cantik banget yah ternyata, sumpah aku baru ngeliat dia gak pake hijab, wajahnya pucat banget!!! tekanan darahnya pun masih rendah ya kil?" Zeyyan terheran-heran melihat kondisi iksi


"anak kamu udah ASI belum hari ini?" rasanya bagi Zeyyan, di kepala nya saat ini terus saja terlintas pertanyaan demi pertanyaan


"belum Zey!"balas rafkil sangat singkat


"ya udah, gini aja aku punya banyak stok ASI dirumah, gimana kalau besok nanti aku bawain beberapa bungkus kesini" wajahnya terlihat sedikit serius, tak banyak kata rafkil seketika membalasnya dengan anggukan


"aam..Rozey mana?" tanya rafkil, ia berusaha untuk tidak mendramatisir kesedihan yang sedang ia alami saat ini


"huuum..sama omanya, biasalah mama sama papah aku kan hanya cinta sama rozey aja!" ujarnya sedikit cemberut


"hiisss gak boleh ngomong kek gitu Zey, lama-lama juga mereka bakal nerima robert kok, percaya deh!" seketika Zeyyan tersenyum kembali saat mendengar rafkil yang kenyataannya saat ini masih merundung kesedihan namun dia masih tetap memberikan kekuatan pada Zeyyan

__ADS_1


"kenapa senyum-senyum?" rafkil mulai memerhatikan beberapa bagian tubuhnya, mungkin saja Zeyyan sedang menertawakan penampilannya saat ini


"hehe..gak ada apa-apa, huuufftt aku salut sama kamu kil! kamu lelaki terkuat yang pernah aku kenal" ujarnya tersenyum, rafkilpun seketika menampilkan sedikit senyumannya, setidaknya ia cukup terkesima dengan ungkapan Zeyyan kali ini


__ADS_2