Cinta Seorang Perawat

Cinta Seorang Perawat
Episode 14


__ADS_3

*Wanita kuat yang rapuh


Detik demi detik telah berlalu kini jarum jam telah menunjukkan pukul 14.40 WIB, di dapur iksiru tengah sibuk menyiapkan makan siang untuk rafkil.


Mama ratna : "Huuumm..wangi banget masakan anak mamah..masak apa sih untuk rafkil?"


Siru : "masak ikan kuah aja mah, soalnya kata mamah ika rafkil gak suka makanan yang terlalu berminyak gitu mah.."


Mama ratna : "huumm...ow yah nih mama sama papah mau melayat, mungkin besok baru mama sama papah balik kesini kalian jaga diri baik-baik yah."


Siru : "uumm..**.innalillahi wa innalillahi raji'un, emang siapa yang meninggal mah?"


Mama ratna : "teman papah kamu, ya udah mama siap-siap dulu yah"


Siru : "iya mah"


Usai memasak, iksiru lalu menghidangkan makanan yang cukup sederhana itu, tak lupa ia membuatkan jus strawberry kesukaan rafkil, hampir 2 jam iksiru menunggu di meja makan rafkilpun tak kunjung datang.


"Udah jam 4 rafkil kok belum pulang juga sih, apa dia udah makan di luar yah?" gumam iksiru dalam hati.


"Assalamu'alaikum...!!! Auuu...hiiisss" ucap rafkil meringis kesakitan


Siru : "waalaikumsalam..haa??? Kaki kamu kenapa rafkil?, kamu jatoh?" tanya iksiru cemas


Dengan tidak menghiraukan pertanyaan iksiru, rafkilpun bergegas menuju kamar, sembari berjalan layaknya orang yang pincang, iksirupun segera mengikuti rafkil dari belakang.


Rafkil : "kamu ngapain sih ngikutin aku?"


Siru : "loh ini kan kamar aku, aku mau masuk ataupun gak..yah terserah aku dong"


Tanpa menyambung ucapan iksiru, iapun segera mengganti bajunya dan duduk diatas tempat tidur sembari membersihkan lukanya.


Siru : "bentar yah aku ambilin air buat cuci luka kamu"


Rafkil : "gak usah, ini cuman luka lecet doang"


Siru : "yah..tetep aja rafkil..luka seperti ini harus di cuci"


Rafkil : "saya dokter....kamu gak perlu ngajarin saya!" tukas rafkil bersuara pelan


Siru : "hmmm..okeeyy, terkadang dokter juga bisa salah, makanya dokter selalu berpatner dengan perawat biar apa? Biar bisa jadi pengingat ketika dia salah, so luka seperti ini kalo gak dicuci bisa infeksi dr. Rafkil"


Saat mendengar ucapan iksiru rafkil hanya bisa diam, sesekali ia menunjukkan ekspresi meringis karena kesakitan, lalu iksirupun segera kedapur untuk mengambil baskom berisi air dan selembar waslap untuk membersihkan luka rafkil


Siru : "sini...aku bersihin lukanya"


Rafkil : "gak usah, aku bisa sendiri" sembari mengambil baskom yang dipegang iksiru


"Aaauuu...auu..hiiisss" teriak rafkil kesakitan, seakan ia tak mampu membersihkan lukanya sendiri.


Siru : "cara ngbersihinnya bukan kek gitu, semuanya tuh pake tekhnik biar gak sakit..sini biar aku bantu" tukasnya sembari mengambil kembali baskom dan waslap yang dipegang rafkil


"Hmmm..gak sakit kan?" tukas iksiru yang terus membersihkan luka rafkil.


"Tililililit..tilililililit...tilililililit..!!" dering handphone rafkil berbunyi


Seketika iksirupun tercengang melihat nama kontak yang bertuliskan kata "sayangku" yang hendak menghubungi nomor rafkil tersebut, dengan perasaan terkejut rafkil hanya bisa menatap dan membiarkan Hpnya yang tergeletak di atas tempat tidur terus berdering.


Siru : "kenapa gak di angkat? Angkat lah siapa tau penting"

__ADS_1


Rafkil : "aammm..ini..ini..Zeyyan"


Siru : "yaa..aku tau...hooouuufft luka kamu udah aku bersihin, aku mau ke dapur dulu" tukasnya sembari berlalu meninggalkan rafkil, namun dengan rasa penasaran iksiru pun menghentikan langkahnya dibalik pintu dengan niat ingin mendengarkan percakapan rafkil dan Zeyyan.


Rafkil : "halo..iya sayang..iya gak apa-apa kok sayang cuman luka lecet doang..kamu gimana sayang udah nyampe?..gimana dengan hadiahnya sayang kamu suka?..okeeyy hadiah yang kamu kasih juga aku suka kok..hehe ya udah aku istirahat dulu yah...miss you too" ucapnya lewat telpon


Sesaat kemudian rafkilpun tercengang saat membuka pintu dan melihat iksiru yang masih saja berdiri di balik pintu tersebut


Rafkil : "ka...kamu....???"


Siru : "aammm..ini..a..aku..aku lupa ngambil baskom didalem" ucap iksiru dengan gayanya yang salah tingkah sembari menerobos masuk kedalam.


Rafkil : "kamu nguping pembicaraan ku yah?"


"Waaduuhh..mampus aku" gumam iksiru dalam hati


Siru : "ehhmm..gak ada waktu lah buat ngedengarin pembicaraan kalian"


Rafkil : "baguslah kalo gitu, satu hal yang harus lu ingat, sampai kapanpun gak ada yang bisa gantiin posisi Zeyyan di hati aku"


Iksiru hanya bisa diam saat mendengar ungkapan rafkil yang cukup serius itu,


Siru : "aammm..kita makan yuk aku udah masakin ikan kuah dan buatin jus strawberry kesukaan kamu"


Rafkil : "kamu makan ajalah, aku udah kenyang"


Siru : "oouuww...okeeyy"


rafkil : "jaket aku mana?"


siru : "jaket..tuh di lemari..aammm..kamu mau kemana?"


siru : "kamu kenapa sih..??? begitu sulitkah kamu untuk menjawab pertanyaan ku??" tukas iksiru sedikit kesal


rafkil : "begitu penting kah sampai segala sesuatunya kamu harus tahu?...okeeyy sekarang aku akan keluar dengan Zeyyan..puass???"


siru : "jam berapa kamu akan balik?"


rafkil : "gak usah tungguin aku!" sembari berlalu meninggalkan iksiru


dari kaca spion mobil rafkil melihat iksiru yang terus berdiri di depan pintu seakan ia tak ingin rafkil meninggalkannya malam ini.


namun tetap saja Zeyyan adalah prioritas bagi rafkil, sesaat kemudian rafkilpun tiba di tempat nongkrong yang biasa mereka kunjungi.


rafkil : "haii..sorry brow gue telat"


Fariz : "ahaha santai aja brow"


Zeyyan : "sayang kamu tuh kebiasaan deh, kalo ketemuan gini pasti telat"


rafkil : "sorry sayang, macet tadi dijalan"


Fariz : "ow yah..minggu depan si ilyas sama sinta udah mau tunangan loh, kalian kapan sih kil?"


rafkil : "aammm..ammm..kami masih nunggu waktu yang tepat dulu...hehe..eh lu tuh kapan? jomblo mulu emang gak bosan..hahah"


"hahaha" sontak Zeyyan dan Fariz pun ikut tertawa mendengar ucapan rafkil


setelah kurang lebih 30 menit mereka berbincang-bincang kini perasaan rafkil mulai tidak enak dan tiba-tiba rafkil terus memikirkan iksiru yang hanya seorang diri di rumah.

__ADS_1


rafkil : "aamm..sorry semuanya gue gak bisa lama-lama, gue harus balik sekarang"


Fariz : "loh kok cepet amat sih kil?"


Zeyyan : "sayang..kamu apa-apaan sih"


rafkil : "gue lupa kalo minggu depan itu ada presentase dari semua tim dokter, dan aku belum mempersiapkan itu"


Zeyyan : "nanti aku bantuin kamu sayang"


rafkil : "gak perlu sayang, kamu kan juga harus menyusun materi kamu, ya udah Zey.. riz.. gue cabut duluan yah"


Fariz : "oke..hati-hati kil"


diperjalanan rafkil berusaha ngebut agar segera sampai di rumah, namun sesampainya dirumah rafkil begitu tercengang melihat kondisi ruang tamu yang begitu berantakan.


rafkil : "si.....? iksi....??? iksi kamu dimana iksi...?"


hampir seisi rumah rafkil mencarinya namun tetap saja hasilnya nihil, berkali-kali rafkil mencoba menghubungi kontak iksi namun ia hanya menemukan Handphone nya yang tergeletak di lantai.


"iksi....kamu dimana iksi??? ...iksi jawab aku iksi!!!" teriak rafkil sangat khawatir dengan kondisi iksiru.


sesaat kemudian iapun berjalan menuju dapur, disana kondisinya lebih berantakan dari ruangan lain, namun langkah rafkil mulai melambat saat ia melihat hidangan makanan dan segelas jus strawberry kesukaannya yang masih tertata rapih di atas meja.


"iksi...??? kamu dimana iksi???" teriak rafkil


sontak rafkil dikejutkan oleh ketukkan pintu kamar mandi, tak berpikir panjang iapun segera menuju ke kamar mandi tersebut sembari mendekatkan telinganya kearah pintu tersebut.


"kil....rafkil...! tolong bukain pintunya.." teriak iksiru dari dalam.


rafkil : "iksi...???"


siru : "tolong bukain pintunya rafkil" ucap iksiru seakan tak mampu untuk bersuara


rafkil : "oke..oke..menjauh dari pintu sekarang"


rafkilpun segera mendobrak pintu tersebut namun tetap saja pintu itu masih saja sulit untuk dibuka, berkali-kali ia mencoba untuk mendobrak pintu tersebut hingga akhirnya pintu itupun berhasil dibuka, sontak dengan ekspresi yang begitu ketakutan iksiru berlari memeluk rafkil yang berdiri di pintu itu.


siru : "hiiksss...hiiiikkss...aku takut rafkil, aku bener-bener takut..hiiikss...hiiikss" sembari memeluk erat tubuh rafkil.


rafkilpun haya terdiam melongo dan hampir saja ia menangis, bagaimana tidak baru kali ini ia melihat sosok iksiru yang selalu kuat dan tegar kini terlihat sangat ketakutan ditambah lagi, wajahnya yang lebam dan membiru karena bekas tonjokkan dan bibirnya yag terus mengeluarkan darah, tak sanggup rafkilpun menangis dan membalas pelukkan iksiru.


rafkil : "maafkan aku iksi...maafkan aku..hiiikss..hiiikss.." ucap rafkil menangis sembari memeluk erat iksiru, mengusap dan mencium kepalanya.


sesaat kemudian rafkilpun mengobati luka dan bekas-bekas tonjokkan di wajah iksiru, sembari mendengarkan kronologis kejadian yang diceritakan olehnya.


rafkil : "emang kamu kenal siapa mereka?"


siru : "gak...tiba-tiba aja mereka datang berantakin rumah, dan...dan..dan nonjokin aku lalu nyekap aku di kamar mandi..hiiikss..hiiikkkss" tukas iksiru yang tak mampu menahan tangisnya.


rafkil : "udah...gak usah nangis, emang kamu gak malu nangis didepan aku"


siru : "gak..tadi kamu juga nangis didepan aku"


rafkil : "hooouuuftt..kamu gak usah kepedean deh, dan gak usah terlalu dianggap serius dengan sikap aku tadi, aku kek gitu karena refleks aja, karena aku emang orang yang paling gak suka melihat wanita dianiaya"


"huuuummm..udah beres, so you can sleep right now" tukas rafkil sembari melepas handscoon dan membereskan alat-alat yang ia gunakan untuk mengobati luka iksiru


setelah lelah menghadapi berbagai keadaan yang terjadi pada malam ini, akhirnya merekapun kembali terlelap, dengan posisi rafkil yang tidur di lantai dan hanya beralaskan perlak, sementara iksiru tertidur pules di atas ranjang yang cukup luas untuk ia tiduri seorang diri.

__ADS_1


__ADS_2