
*Cinta Setengah Lingkaran
setelah menghabiskan waktu liburan selama kurang lebih 2 Minggu, akhirnya mereka akan bergegas kembali ke kota jogjakarta, tuntunan pekerjaan telah memanggil untuk menunaikan kewajiban masing-masing dari mereka yang menggeluti pekerjaan di instansi yang berbeda
***********
suasana yang cukup deg-degan tengah menyelimuti rafkil dan iksi, bagaimana tidak hari ini merupakan hari dimana hasil test DNA akan keluar, simpulan hasil tentunya akan menentukan kegembiraan ataupun kesedihan bagi salah satu pihak saja.
"aam mohon maaf dok, boleh saya sendiri yang membaca hasilnya?" tukas rafkil pada seorang dokter yang bertanggung jawab atas hasil test tersebut
"Ohow, boleh silahkan dok" jawabnya dengan sopan
Rafkil cukup deg-deg kan saat memandangi sebuah amplop putih yang saat ini dipeganginya itu, dengan membaca bismillah ia lalu membuka amplop tersebut yang berisikan selembaran kertas hasil test DNA, perlahan ia mulai membaca kata demi kata tulisan yang ada hingga sampai pada simpulan yang cukup mencengangkan itu.
Siru : "gimana hasilnya cheri?"
Rafkil hanya terdiam sembari menatap sinis Zeyyan yang duduk berdempetan dengan ayah dan ibunya, Zeyyan seakan enggan untuk melihat wajah iksi maupun rafkil, hal tersebut semakin menarik sorotan mata rafkil terhadapnya
"Cher, gimana hasilnya? Negatif kan?" sambung iksi yang keliatannya juga sangat penasaran akan hasil test itu
"Hasilnya apa? Katakan pada kita semua biar jelas" sambung mamahnya Zeyyan dengan tatapan mata yang sangat tajam.
"jangan diam aja, ayo bacakan hasilnya apa" cetuh papahnya Zeyyan dengan nada suara yang tinggi
Rafkil : "oke.."
"hwuuuw hasilnya...hasilnya positif" dengan terpaksa rafkil memberitahukan simpulan hasil test DNA tersebut, sambil sesekali ia melihat wajah iksi yang terlihat sangat terkejut itu
mendengar simpulan hasil test tersebut tentunya berita yang sangat menggembirakan bagi salah satu pihak keluarga, Zeyyan dan orang tuanya pun seketika tersenyum sinis, sementara iksi masih belum percaya dengan simpulan itu.
Siru : "apah??? Positif? Kamu pasti bercanda kan?"
rafkil : "Cheri..!"
siru : "Cheri bercanda kan? iya kan?
rafkil : "No..listen..aku..aku"
__ADS_1
"Cheri..." iksi segera memblocking ucapan rafkil, sembari menunduk seakan ia tak kuat harus melihat senyuman sinis dari pihak keluarga Zeyyan, yang seolah-olah sedang menertawai kelemahannya itu
"Huufftt..cheri do you believe me?" tanya rafkil dengan memegang ke dua pundak iksi
Air mata yang masih terbendung dari kedua sudut kelopak mata iksi itu, menandakan betapa terpukulnya dia dengan hasil test DNA itu, ia hanya mampu membungkam dan menatap rafkil seakan ia tak bertenaga untuk menjawab pertanyaan rafkil.
seketika itu rafkil segera mendekati Zeyyan dengan seribu wajah kemarahannya, ia sangat yakin ada permainan Zeyyan dibalik simpulan hasil test tersebut
Rafkil : "Zey..apa yang kamu lakukan dengan hasil tes DNA ini hah?" tukasnya sembari menunjuk Zeyyan
"Hei..hei, yang sopan yah kalau bicara sama anak saya" tukas mamah nya Zeyyan yang tiba-tiba terperanjat dari tempat duduknya saat melihat rafkil yang menunjuk-nunjuk anak kesayangannya itu
Zeyyan : "emang aku lakuin apa! Rafkil cukup lah kamu menuduhku yang tidak-tidak, so sekarang biarlah hasil tes yang berbicara, kamu belum puas juga?"
"anda itu dokter, seharusnya anda tau kalo hasil test kek gini tuh gak mungkin dimanipulasi" cetuh mamahnya Zeyyan makin geram dengan ucapan rafkil
"humm..justru saya dokter dan dia juga dokter, kita sudah sering terpapar dengan hal-hal seperti ini, kita juga sangat paham bahwa hasil Lab. seperti ini juga bisa dimanipulasi oleh tangan-tangan yang tak bertanggung jawab" tegas rafkil dengan santai ia membalas ucapan wanita paruh baya itu
"Semuanya udah clear, kita gak mau ada keributan lagi stelah ini, yang kami minta hanya satu nikahi Zeyyan secepatnya" tukas papanya Zeyyan dengan pelan sembari menggiring Zeyyan dan isterinya untuk pulang
rafkil kehabisan kata-kata untuk menjelaskan semuanya pada iksi, dengan lesuh ia bersimpuh di hadapan iksi yang duduk di kursi antrian sembari menitihkan air matanya, sontak rafkil mengusap air mata yang terus menetes di pipi isterinya itu.
siru : "hiiiks....hiiiikks..hiiiks!"
rafkil : "Cheri, don't cry please!"
siru : "hiiikss..hiiikss..hiiks..!"
rafkil : "Cheri...??? huufftt.."
"Answer to me ...please, Cheri aku..aku sama sekali gak pernah nyentuh dia cheri, ini manipulasi aku yakin hasilnya pasti sudah dimanipulasi oleh Zeyyan cheri" sambung rafkil
Siru : "aku...aku...aku ikhlas cheri.!"
Rafkil : "ikhlas? Maksudnya?"
Siru : "aku ikhlas cheri menikah dengan Zeyyan"
Rafkil : "No..Never! please don't say like that"
__ADS_1
Siru : "cheri please, yakinkan aku bahwa kehadiranmu di hidupku bukan untuk menyakiti, setidaknya sampai aku terbiasa untuk menerima Segala sesuatu yang tak sesuai dengan harapan yang kupunya"
Rafkil : "cheri jika permintaan cheri ialah menikahi Zeyyan maka itu adalah satu-satunya permintaan yang gak akan pernah aku sanggupi, ingat itu cheri, kekuatanku ada pada dirimu"
siru : "aku ingin belajar ikhlas, meskipun aku tahu ikhlas itu adalah kata yang singkat namun bermakna berat cheri, aku juga mungkin gak akan sanggup..hiiks..hiiks"
rafkil : "No..cheri aku mohon teruslah bersamaku!"
Siru : "cheri aku gak akan pernah tinggalkan cheri, aku hanya minta setengah kasih sayang cheri itu aja"
Rafkil : "terus setengahnya lagi?"
siru : "setengahnya lagi untuk Zeyyan, mungkin....cinta kita hanya berbentuk setengah lingkaran aja" tukasnya masih terisak-isak
Rafkil : "No..cheri, No...cinta kita itu berbentuk lingkaran yang utuh"
Siru : "cheri please, aku hanya tidak ingin memandang kenyataan dengan kebencian, aku hanya ingin berdamai dengan keadaan ini"
Rafkil : "entah kenapa aku sama sekali tidak menginginkan ada tamu yang akan menetap dirumah kita cheri paham kan maksud perkataanku, so please don't force me to marry with her"
siru : "Cheri..."
"No.." rafkil segera memangkas ucapan iksi yang tidak ingin ia dengar itu, dan segera memeluk iksi yang masih menangis terisak-isak, mungkin saat ini hatinya memang hancur namun ia sangat menyadari ada hati yang lebih hancur saat menghadapi kenyataan yang semu itu, hati seorang wanita yang saat ini masih terisak di pundaknya itu
**********
setelah melewati hari yang berat, kini jam dinding telah berada pada pukul 13.00 WIB, suasana rumah begitu hening, hanya terdengar suara TV yang sangat kecil itu, sementara di sofa rafkil terbaring duduk dengan tangan kanannya mengeggam remot TV sementara tangan kirinya menggenggam tangan iksi yang terbaring lelap dipangkuannya.
...............To be Continue.............
don't forget for :
Like👍
Coment🤓
Follow🏃🏃🏃♀️
Vote🙇🏻♀
__ADS_1