
*Aku Minta Maaf
Mama ika : "iksi mana kok gak keliatan?"
Rafkil : "aamm..iksi udah berangkat duluan ke rumah sakit mah"
Mama ika : "loh..diakan belum sarapan kamu gimana sih rafkil"
Rafkil : "dia buru-buru mah, mungkin dia sarapan di rumah sakit mah"
Mama ika : "loh..kok mungkin sih, emang kamu gak khawatir kalo kenapa-napa sama iksi gimana"
Rafkil : "mah..dia tuh bukan anak kecil lagi"
Papa burhan : "iya..tapi kamu sebagai suami seharusnya rangkul dia, meski dalam keadaan terburu-buru gimanapun harus utamakan sarapan"
Rafkil : "okey..thank you pah atas nasehatnya"
Papa burhan : "gimana udah dapet rumah belum?"
Rafkil : "udah pah, aku pilih rumah yang agak sedikit luas, yah meskipun tak seluas rumah mama dan papah"
Papa burhan : "yah gak apa-apa yang penting kalian nyaman aja"
Rafkil : "ammm..mah..pah..rencananya minggu depan kita akan pindah"
papa burhan : "umm boleh juga tapi iksi gimana dia suka gak dengan rumah itu?"
Rafkil : "iksi pasti ngikut aja pah"
Mama ika : "loh jadi kamu gak berkompromi dengan iksi?"
Rafkil : "ngapain harus kompromi mah?"
Mama ika : "rafkil, kalau mau buat keputusan apapun itu jangan abaikan isteri, harus kompromi dengan iksi, dia juga punya hak untuk memberikan komentar, kalo hanya harap laki-laki tuh memang kadang-kadang gak selalu nya beres"
papa burhan : "rafkil, kamu itu sekarang sudah menjadi kepala keluarga, so kamu harus bisa menepatkan posisi sebagai seorang kepala keluarga itu seperti apa"
Rafkil : "iya pah"
Mama ika : "nih..mama denger dari tetangga sebelah, katanya iksi ke rumah sakit selalu nya di anter jemput sama pak maman yah? Rafkil ngapain gak berangkat bareng ma iksi?"
Rafkil : "aammm..."
Mama ika : "rafkil, mama kan udah bilang sama kamu stop berhubungan dengan Zeyyan, dan kamu harus ingat sampai kapanpun mama gak aka pernah restuin hubungan kamu dengan Zeyyan"
Rafkil : "mah..kita gak ada apa-apa mah, rafkil hanya beri tumpangan aja mah sama Zeyyan karena kemaren mobilnya sementara di service"
Mama ika : "kenapa bukan pak maman aja yang kamu suruh buat nganter dia kenapa harus kamu, rafkil kamu itu sudah berstatus sebagai suami orang, apa kata orang-orang nanti"
Rafkil : "houuuftt..."
Usai sarapan iapun bergegas menuju rumah sakit, pada pukul 09.30 ia melangsungkan visite di ruang dahlia, disana ia sama sekali tak melihat batang hidung iksiru, besar hati ingin menanyakan keberadaan isterinya pada beberapa orang perawat yang bertugas diruang dahlia namun lagi lagi rasa egonya terlalu besar hingga mengalahkan keinginannya.
Rafkil : "ini resep obat untuk pasien baru yah"
__ADS_1
Gina : "okey..aamm..dok?"
Rafkil : "hmmmm...?"
Gina : "kami bisa nitip paket buat iksi gak?"
Rafkil : "kenapa gak kalian kasih aja ke orangnya langsung"
Gina : "soalnya udah 3 hari iksi belum sempat kesini"
Rafkil : "loh memangnya dia kemana selama itu dia gak masuk?"
Gina : "bukan gak masuk sih dok, kebetulan 2 hari yang lalu kan iksi libur dan hari ini dia lagi ada kegiatan di luar rumah sakit, makanya dia belum sempat ke ruangan"
rafkil : "oww...emang paket dari siapa?"
Gina : "biasalah dok, pasien kamar tiga yang dulu itu, yang naksir berat ama sepupu dokter, masa dokter akil lup...."
Mendengar kalimat yang dilontarkan gina seakan ia tak mau berbuntut panjang membahas hal yang tak penting baginya, tanpa ucapan penutup ia bergegas meninggalkan gina yang masih semangat semangatnya menceritakan kronologi pengiriman paket tersebut.
Gina : "dok...dokter akil? Loh..kok pergi sih...Aku kan belum selesai ngomong"
Arum : "huummm..kamu sih patung diajak ngomong yah..gak nyambung lah"
Gina : "huus..jangan keras-keras ngomongnya, nanti kedengaran sama yang lain loh"
Arum : "biarin aja, emang gue pikirin"
Waktu telah menunjukkan pukul 15.30 WIB, iksiru belum juga kembali ke rumah, rafkil tampak bosan menikmati kesendiriannya di kamar yang cukup luas itu, hingga ia dikejutkan oleh suara seorang pria yang hendak mengantarkan paket.
Rafkil : "pake untuk siapa pak?"
Rafkil : "dari siapa pak?"
Pengantar paket : "dari bapak Zivan"
Rafkil : "loh..dia tau alamat rumah saya dari mana?" ucapnya meninggikan suara dihadapan pria pengantar paket tersebut.
Pengantar paket : "maaf pak, saya tidak tahu menahu kalo soal itu pak, saya hanya disuruh anter kesini aja sama suster gi gina kalo gak salah"
Rafkil : "ow..maaf...." ucapnya sangat datar sembari mengambil paket tersebut
Melihat bingkisan paket tersebut tanpa rasa penasaran melainkan rasa kesal bertubi-tubi dengan sangat bergairah rafkil segera membakar semua paket-paket yang baru saja diterimanya itu.
Sesaat kemudian iksirupun kembali kerumah, ia sempat melihat rafkil yang hendak mebakar paketan yang dikirim oleh zivan namun tanpa menaroh rasa curiga sedikitpun, ia berlalu menuju kamar dari belakang rafkil mengikutinya
Siru : "bakar apa tadi dibelakang?"
Rafkil : "sesuatu yang tak berguna"
Siru : "ouw..nih aku mau minta izin untuk beberapa malam ini aku mau nginap dirumah mama ratna"
Rafkil : "No.."
Siru : "cuma beberapa malam aja, stelah itu aku balik, huufftt....lagipula tulang belakang aku mulai sakit-sakitan karena tidur diatas sofa mulu"
__ADS_1
Rafkil : "No.."
Siru : "rafkil..mama ika dan papa burhan aja ngizinin kok"
Rafkil : "I'm your husband"
Siru : "ya..suami hanya di atas buku nikah aja"
Rafkil : "what???"
Siru : "ya itukan kenyataannya"
Tak peduli ucapan rafkil, iapun segera mengambil mini koper lalu memasukkan beberapa lembar pakaiannya setelah itu saat ia melangkah dan akan membuka pintu tiba-tiba rafkil bersuara dengan lantang
"berani kamu keluar dari kamar ini, lihat saja apa yang akan terjadi dengan dirimu" ucap rafkil dengan wajah yang cukup serius
Mendengar ucapan rafkil iksiru tak berani melangkah untuk keluar dari kamar, ia cukup takut dengan ancaman rafkil, tak sanggup menahan kekesalan iksiru hanya bisa duduk seperti vetus disamping mini kopernya sembari menangis, melihat hal itu rafkilpun seakan tak tega lalu ia berjalan mendekati iksiru.
Rafkil : "ok..mulai malam ini kamu tidur diatas tempat tidur"
Siru : "hiikkss...hiiikss...hiiiikkss.."
Rafkil : "udahlah..gak usah nangis, emang kamu gak malu nangis didepan aku?"
Siru : "hiikss...hiiiks..hiiks.."
Rafkil : "hoouufttt....!!!"
Melihat iksi yang tak ada respon kecuali hanya bisa menangis terseduh-seduh tanpa kata, rafkilpun seketika menjongkok dengan keadaan terpaksa dan sedikit ragu-ragu ia memeluk iksiru sembari mengusap-usap kepalanya.
Siru : "selama kita menikah aku tak pernah meminta apapun dari kamu..hiiiikks..hiiikkss
Tapi kali ini tolong kabulkan satu permintaanku?"
Rafkil : "huumm...permintaan apa?"
Siru : "bisa gak setelah kamu berbuat salah ucapkan kata maaf?" ucapnya sembari menatap rafkil
Rafkil : "huuufftt..ok I'm sorry"
Siru : "dalam bahasa indonesia"
Rafkil : "aku minta maaf"
Mendengar ucapan permintaan maaf dari rafkil, iksirupun semakin berderai air mata, bagaimana tidak selama pernikahannya berkali-kali rafkil melakukan kesalahan yang sangat menyakiti hatinya namun kata maaf hampir tidak pernah terucap dari mulutnya.
Setelah lelah dengan berbagai keadaan kini mereka pun tengah terlelap, selama pernikahan mereka ini kali ke dua iksiru dan rafkil tidur seranjang, hingga tiba-tiba rafkil dikejutkan dengan suara ngigauan iksiru
"Kak khalief...kak khalief aku rindu" ucap iksiru dalam tidurnya
Rafkil : "ha??? Khalief? Siapa sih laki-laki itu, apa dia mantan kekasihnya? Tapi kata mama ratna iksi gak pernah pacaran, terus khalief ini siapa?" tukasnya sedikit penasaran
ketika iksiru dalam keadaan sangat amat sedih, pasti dia selalu mengigau dan menyebut nama orang yang sama, menyadari hal itu rafkil pun beranggapan bahwa khalief merupakan orang yang sangat istimewa di hidup iksiru, meskipun kejelasan status dari khalief masih menjadi tanda tanya besar bagi rafkil.
.................To be Continue..................
__ADS_1
#ow..iya coment reaksi kalian yah pas baca episode ini, karena reaksi kalian bisa membantu author berimajinasi
jangan lupa like👍, coment🤓, vote sebanyak-banyaknya dan Follow🏃🏃♀️ akun ku yah biar pas Novel aku Up teman2 👯dapet Notifikasinya..Love you My Readers