Cinta Seorang Perawat

Cinta Seorang Perawat
Episode 6


__ADS_3

*Ada Sesuatu Yang Hilang


"Halo assalamu'alaikum jeng..iya jeng ika, ini aku lgi beres-beres udah mau balik ke kampung lagi besok..iya dia wisuda hari ini..ow mau ngomong, bentar yah jeng aku panggilin dulu" ucap ibu iksi lewat telpon, sambil memasukkan pakaian-pakaiannya ke dalam koper.


"Iksi?" panggil ibunya.


"Iya mah, ada apa?" sahutnya, dengan tergesa-gesa ia berlari menuju ibunya.


"Nih, tante Ika mau ngomong" sambung mamanya sambil menyedorkan handphonenya ke iksi.


"Tante ika siapa mah?" tanya iksi penasaran


"Mamanya Rafkil"


"duuh, malu mah!" seketika Iksi menggaruk kepalanya sembari mengerutkan dahinya.


"Udah ngomong aja!" ucap mamanya mulai kesal, dalam keadaan terpaksa Iksi pun meraih handphone tersebut.


"Halo! assalamualaikum tante?"


"Wa'alaikumussalam Iksi, ini tante Ika, sahabat mamamu nak, ow iya selamat yah sayang, udah wisuda hari ini" ucap tante Ika


"Iya tante terimakasih hehe" ucapan Iksi agak sedikit canggung.


"Iya sayang, ow iya nanti kamu kabari Rafkil yah, pasti dia ikut bahagia dengar Iksi udah wisuda, pokoknya kalo Iksi lagi butuh bantuan, apapun itu tinggal ngomong aja ke Rafkil yah sayang" sambung tante Ika kegirangan


"Aam, insya allah tante"


"Ok, sayang tante tutup telpon yah, jaga diri baik-baik disitu, salam sama mama papah yah" ucap tante Ika mengakhiri pembicaraan.


"iya tante" balas iksi.


"Gimana? apa kata tante Ika?" tanya mamanya sedikit penasaran alias kepo.


"Yah, gitu lah mah, masa tante ika nyuruh aku kabari Rafkil kalo hari ini aku udah wisuda, aku kan perempuan mamah, orang dianya juga gak kenal sama aku" jawab Iksi sangat kesal.

__ADS_1


"Ya gak ada salahnya kan, kalo Iksi kabari nak Rafkil, ngitung-ngitung juga bisa sekalian kenalan kan!"


"Hiss! Iksi malu lah mah, nginboks-nginboks cowok duluan"


"Sudah, sudah, sudah, ayo makan dulu, nanti keburu dingin makanannya" pungkas ayahnya, memotong pembicaraan mereka.


Setelah selesai makan, ayah dan ibunya bergegas tidur, sedangkan iksi masih sulit untuk memejamkan matanya.


"Kok, akhir-akhir ini aku gak ngeliat Khalief yah, ow yah dia kan kuliah di UGM, apa dia udah balik ke jogja?" terus saja ia dalam hati, rasanya masih banyak pertanyaan-pertanyaan tentang khalief yang belum terjawab.


"Kring! kring! kring!" terdengar bunyi nada pesan masuk.


"Siapa sih yang nge WA tengah malam gini, nomor baru pula" seketika Iksi bersuara lirih sembari membuka chat tersebut.


"Haa...?" Iksi sangat terkejut melihat isi chat tersebut.


Isi chat :


"Hai iksi sayang! ini tante Ika, kok belum kabari Rafkil sih sayang, nanti kabari yah, jangan lupa ya syg, ow iya save nomor tante yah!"


Seketika iksi pun membuka kontak Rafkil, ternyata kontaknya terhubung ke Whatsapp, dengan sedikit penasaran ia lalu membuka foto kontak Rafkil, namun fotonya tidak begitu jelas, hanya gambar seorang pria menggunakan jas hitam namun pada bagian wajahnya di crop.


"Hum, ya elaah! mending gak usah pake foto kontak kalo kek gini fotonya" ucap iksi sedikit kesal.


Tak menunggu waktu lama, iksi pun langsung membuka kolom Chatting lalu ia mengirimkan pesan pada Rafkil.


isi chat iksiru :


Assalamu'alaikum, maaf ganggu pak, ini aku iksiru, mau ngabarin kalo hari ini adalah hari graduation aku.


Setelah keesokan harinya, ayah dan ibunya pun bergegas kembali ke kampung. sedangkan iksi melanjutkan perjalanannya menuju kota jogjakarta.


Di kota jogja iksi masih bergelut dengan berkas-berkas pendaftaran kuliah profesi (Ners), kali ini iksi mengambil kuliah profesinya di kampus Universitas Gadjah Mada Jogjakarta, selain melanjutkan kuliah profesi, tujuan lainnya ialah ia ingin bertemu dengan Khalief Riskiansyah.


"Huuffft, alhamdulillah! semua urusan beres" ucap iksi, sembari mencari tempat duduk di pinggiran taman lalu menikmati sebotol Aqua untuk menghilangkan dahaganya, sesaat setelahnya iksi pun melanjutkan perjalanan, tak sengaja ia berapapasan dengan beberapa mahasiswa yang hendak melewati taman tersebut.

__ADS_1


"Ini tugas pak Khalief dikirim via email aja kan?" tanya seorang mahasiswa kepada temannya, Iksi yang tertegun saat mendengar nama Khalief, seketika ia menghampiri komplotan mahasiswa itu.


"Aamm, permisi!" iksi memotong pembicaraan mereka.


"Iya, ada apa kak?" jawab salah satu mahasiswa tersebut.


"Kalian jurusan apa dek?"


"Kami jurusan kimia murni kak, ada apa yah?" tanya mahasiswa tersebut penasaran.


"Kalian kenal dengan Khalief Riskiansyah?"


"Ow iya kak, pak Khalief itu asisten dosen, tapi gak lama lgi udah mau jadi dosen kok kak" sambungnya lagi.


"Ough gitu, trus sekarang dia dimana?"


"sekarang pak Khalief lagi studi banding di china kak"


"Kira-kira berapa lama pak Khalief disana?"


"Kalo soal itu, kita juga kurang tau sih kak" ucap mahasiswa tersebut.


"Umm! iya makasih yah dek"


"Iya sama-sama kak!" ucap mahasiswa tersebut sembari berlalu meninggalkan iksi.


Waktu telah menunjukkan pukul 16.20 WIB, kini iksi bergegas menuju ke kos-kosan dimana tempat ia tinggal, suasana yang masih baru, tentunya masih membuat iksiru merasa canggung dengan orang-orang yang ada disekitarnya.


"Duuh, nis! kenapa sih nomor Hp lu gak pernah aktiv" terus saja ia menghubungi kontak Anisa.


"Huuftt! disaat aku pengen cerita semuanya ke lu, lu nya malah gak ada kabar" gumamnya dalam hati.


Karena keadaan yang begitu membosankan Iksi mulai terlihat begitu suntuk, ia pun memainkan layar Handphonenya, tak sengaja jempolnya menekan aplikasi whatsapp dan terlihat chattingan yang ia kirimkan ke Rafkil.


"Loh, dia udah baca, tapi dia kok gak bales, gak sopan banget jadi orang, huufttt" Iksi bersuara lirih dan merasa sangat kesal pada Rafkil.

__ADS_1


Tak dapat dipungkiri, Iksi benar-benar merasakan seperti ada sesuatu yang hilang, setelah mengetahui saat ini Khalief sedang melanjutkan studi banding di china, terlebih lagi ia tidak mengetahui berapa lama khalief akan kembali ke indonesia.


__ADS_2