
*Permintaan Yang Tertunda
Mama ratna : "kalian udah mau balik kerumah mama ika, tapi kondisi iksi masih seprti ini" ucapnya mencemaskan iksiru
Siru : "iksi gak apa-apa kok mah"
Mama ratna : "gak apa-apa gimana...kondisi iksi kek gini iksi masih aja bilang gak apa-apa? atau kita lapor polisi aja, gimana pah"
Papa adnan : "mah...tolong percayakan iksi sama rafkil"
Mama ratna : "tapi pah..."
Siru : "mah..udahlah, iksi kan udah bilang iksi gak apa-apa"
Mama ratna : " houuufft...nak rafkil, satu yang mama minta sama kamu, tolong jaga iksi, mama gak punya apa-apa yang paling berharga didunia ini, selain iksi"
Rafkil : "iya mah, rafkil akan jaga iksi, kami pamit dulu yah mah" sembari mencium tangan ayah dan ibu mertuanya itu.
Siru : "mah..pah...jangan cemaskan iksi, in sha allah iksi bisa jaga diri kok, iksi pamit yah assalamualaikum.." sambil mencium tangan ayah dan ibunya.
"Wa'alaikumussalam..!" balas ayah dan ibunya.
Saat perjalanan menuju rumah mama ika, didalam mobil rafkil tampak senyum-senyum sendiri sambil sesekali ia melihat wajah iksiru yang duduk disampingnya
Siru : "kenapa senyum-senyum?"
Rafkil : "gak, lucu aja liat muka kamu kek gitu ahaha"
Siru : "emang kamu tuh bener-bener gak punya perasaan yah...selalu tampil bahagia disaat aku menderita, gak peduli sama sekali dengan apa yang aku rasakan"
Rafkil : "hoouuft...kalo aku gak peduli, aku gak bakalan obatin wajah kamu tau gak?" ucap rafkil dengan sikap dinginnya.
"Dasar manusia es..gak punya hati sama sekali" ucap iksiru dalam hati sangat kesal denga rafkil.
Sesaat kemudian mereka pun tiba di rumah mama ika, disana mereka disambut dengan berbagai hidangan yang sudah dipersiapkan khusus untuk penyambutan menantu kesayangannya itu.
Mama ika : "ayo iksi sayang, dimakan makanannya"
Siru : "iya mah...hiisss auu..hiiisss" iksiru kesulitan mengunyah makanan
Papa burhan : "rafkil kamu ngapain aja sih malam itu, sampe-sampe iksi bisa kek gini?"
Rafkil : "malam itu rafkil ada urusan pah"
Mama ika : "hmmm..bener ada urusan? Tapi bukan urusan ketemu ama Zeyyan kan?"
Rafkil : "gak lah mah" ucapnya ngeles
Papa burhan : "hmmm...setelah ini apa rencana kalian?"
Mama ika : "ya bulan madu lah pi, mmm...rafkil kamu ngambil cuti sebulan buat bulan madu, kalian tinggal milih aja dimana tempat yang kalian suka, tenang aja mama sama papah yang sponsori tiket traveler kalian okey..!"
Rafkil : "aammm..mah rafkil sibuk sekarang, kayaknya rafkil gak bisa ngambil cuti"
Mama ika : "rafkil..waktu nikah kemaren kamu gak cuti, sekarang buat bulan madu aja kamu juga gak mau ngambil cuti, apa sih mau kamu rafkil"
Rafkil : "aku cuman mau mama ngertiin aku"
Mama ika : "rafkil...kurang ngerti apa lagi mama sama kamu?"
Situ : "aammm..mah.....untuk masalah itu, nanti rafkil dan iksi bicarakan lagi yah" ucap iksiru menenangkan mama ika yang sedikit lagi akan meluap kemarahannya itu.
Dila : "mah...kok mamah gak ngerti sih maksud kak rafkil kenapa gak mau ngambil cuti"
Mama ika : "maksudnya apa dila kamu ngomong kek gitu?"
Dila : "mama udah lupa dengan perjanjian waktu itu!"
Papah burhan : "dila..shut up"
Siru : "perjanjian??? Perjanjian apa mah?" tanya iksiru penasaran
Mama ika : "ehehe bukan apa-apa kok sayang" ucapnya menenangkan iksiru
"orang luar gak perlu tahu dengan urusan keluarga kami" sambung dila dengan gayanya yang arogan ia menyinggung iksiru
Papa burhan : "heei dila...what do you say?"
Dila : "yeaah....I'm only talking about reality..pah, is it wrong?"
Papa burhan : "of course that's wrong, dila!"
Mama ika : *"dila..please deh.."*ucap mamahnya kesal.
Dengan melihat tingkah laku adik iparnya itu, iksiru sangat menyadari bahwa bertambah lagi satu orang yang tidak menyukai dengan kehadirannya dirumah ini. Iksiru hanya bisa berusaha tetap bahagia dan tampil tegar dihadapan keluarga barunya itu.
Sesaat kemudian rafkil mengantar iksiru menuju ke kamarnya yang ada di lantai dua.
Rafkil : "ini kamar kita..uuupss maksudnya kamar aku"
Siru : "huummm...bagus kamar kamu, wiihh luas banget"
Rafkil : "nih..aku tidur di kasur, kamu tidur di sofa"
Siru : "loh..kok gitu?"
__ADS_1
Rafkil : "ow..ya, kalo kamu butuh apa-apa panggil aja bi ijah" ucapnya menepis pertanyaan iksiru
Siru : "loh terus kamu mau kemana?"
Rafkil : "bisa gak sih..kamu gak usah kepo dengan urusan orang lain?"
Siru : "oww..orang lain?..jadi aku ini kamu anggap orang lain?"
Tanpa banyak kata, rafkil lalu meninggalkan iksiru, sudah hal biasa bagi iksiru menghadapi sikap dinginnya itu, jika dulu saat pertama kali jatuh cinta dengan khalief jantungnya terus berdegub kencang menahan indahnya warna warni kehidupan cinta, maka sekarang setelah menikah dengan rafkil dada nya terus menerus terasa sesak menahan rasa sakit hati yang begitu dalam.
**************
3 Bulan Kemudian
Siru : "rafkil...aku...aku..pengen kerja"
"No..." sambung rafkil
Siru : "aku bosan tinggal di rumah gak ada kerjaan kek gini"
Rafkil : "kamu kan bisa bantu bi ijah di belakang, atau jalan-jalan kek kemana kamu suka"
Siru : "tapi rafkil..??"
Rafkil : "no..I say No..No" rafkil meninggikan suaranya
Siru : "aammm..rafkil?"
Rafkil : "mmm...apa lagi sih? Aku udah telat 15 menit nih" ucapnya terburu-buru dengan jadwal shift pagi nya itu
Siru : "tangan kamu"
Rafkil : "mau ngapain?"
Siru : "salam..!!!"
Rafkil : "udah..udah..gak usah lebay deh" ucapnya sembari meninggalkan iksiru.
Seperti biasa, tinggal di rumah mertua yang super mewah dilengkapi dengan berbagai fasilitas tentu tidak selalu nya menjamin ketentraman hati, belum lagi sikap rafkil yang selalu dingin ditambah lagi sindiran-sindiran halus yang terucap dari mulut adik iparnya itu, mungkin saat ini satu-satunya orang yang selalu peduli dengan iksiru ialah orang tua beserta mertuanya.
Siru : "aam..bi? Masak apa hari ini?"
Bi ijah : "waduuh bibi gak masak non, soalnya bapak sama ibu kan lagi di amsterdam, terus non dila ama rafkil juga jarang makan dirumah, tapi kalo non mau makan nanti bibi masakkin"
Dila : "aammm..bi...? Bibi istirahat gi sekarang, bibi kan capek..orang luar kalo mau makan yeaah..masak sendiri, dia juga punya tangankan buat masak" ucapnya menyindir iksiru
Siru : "ahaamm..iya bi gak apa-apa, biar iksi aja yang masak..dila mau makan juga? Biar sekalian kak iksi masakin"
Dila : "heiii...berhenti nyebut dirimu kakak yeah di depan aku, karena kamu bukan kakak aku, jijiklah dengarnya" ucapnya sembari berlalu meninggalkan mereka.
Situ : "aamm..iya gak apa-apa kok bi hehe"
Semakin hari iksiru semakin tertekan dengan sikap dan ucapan adik iparnya itu, berkali-kali ia meneteskan air matanya tanpa di ketahui orang lain.
"Kreeeeeek" bunyi gesekkan pintu
Siru : "eh rafkil..kamu udah pulang" sembari beranjak dari tempat tidur menuju sofa
Lagi dan lagi tanpa menghiraukan ucapan iksiru, rafkil bergegas mandi dan mengganti pakaiannya setelah itu iapun lalu merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, hampir saja ia terlelap tiba-tiba iksiru memanggilnya.
Siru : "ammm..kil???"
Rafkil : "hmmmm"
Siru : "kita kan tinggal disini udah 3 bulan, aku pikir sudah saat nya lah kita untuk pindah" ucapnya dengan perasaan sangat canggung
Rafkil : "are you crazy???" ucapnya terkejut
Siru : "aku serius rafkil, aku rasa uang kamu cukup kok buat beli rumah yang sederhana aja"
Rafkil : "No....!"
Siru : "rafkil...!" iksiru merengek
Rafkil : "heii..aku mau tanya apa alasan kamu untuk pindah ha?"
Siru : "a..a..aku rasa sudah sewajarnya sekarang kita..kita harus punya rumah sendiri"
Rafkil : "No..alasan kamu gak masuk akal sama sekali"
Siru : "loh gak masuk akal gimana?"
Rafkil : "kamu mau biarin dila tinggal sendiri di rumah sebesar ini?"
Siru : "kan nanti kita bisa jenguk dia rafkil"
Rafkil : "No..dila itu masih kecil dan Mama sama papah juga gak selalu nya menetap dirumah, kamu tega biarin dila sendiri di sini"
Siru : "rafkil...dila itu udah semester 6, dia bukan anak kecil lagi rafkil"
Rafkil : "No..I say No...No"
Siru : "houuuffttt"
Iksiru seakan kehabisan kata-kata saat rafkil tak menyetujui permintaannya itu, yang ia bisa lakukan hanyalah sabar dan diam ketika rafkil menetapkan keputusan karena biar bagaimanapun rafkil adalah suaminya.
__ADS_1
Masih pagi-pagi buta rafkil tengah bersiap-siap karena tuntutan jadwal dinasnya. Sementara di dapur iksiru dan bi ijah sudah sibuk membuat sarapan untuk rafkil dan dila.
Siru : "assalamualaikum dila, sarapan yuk nih bibi ama kak iksi udah buatin kalian sarapan"
Dila : "Morning..bi" menepis ucapan iksiru
Bi ijah : "morning non..ayo sarapan dulu, nih masakan kak iksi enak loh"
Dila : "ah..gak lah aku mau makan masakan bibi aja masakan bibi yang mana?"
Bi ijah : "ehehe yang ini non"
Iksiru hanya terdiam dan sesekali menarik napas karena dadanya seakan terasa sesak saat mendengar bait demi bait setiap kalimat yang dilontarkan adik iparnya itu.
Siru : "eh rafkil sarapan dulu yuk, aku udah buatin jus strawberry kesukaan kamu"
Rafkil : "gak usah aku buru-buru, nanti aku sarapan di RS. aja" sembari berlalu meninggalkan iksiru.
Dibalik jendela rumah, iksiru melihat Zeyyan berdiri di pintu gerbang yang tampaknya ia sedang menunggu rafkil, dan tak tanggung-tanggung mereka sama-sama berangkat ke Rumah Sakit. Iksiru hanya bisa menghela nafas melihat kemesraan mereka.
Siru : "eh..dila udah sarapan?"
Tidaka ada sepatah katapun yang keluar dari mulut dila untuk menjawab pertanyaan iksiru, ia hanya sibuk membuka buku catatan kuliahnya, sembari menonton TV, melihat hal itu iksirupun segera menghampiri dila
Siru : "duuh kamu ngerjain tugas apa dila?" ucapnya mencoba mengambil hati adik iparnya itu
"Ouuw tugas statistik..kakak bisa bantu kok, sini kak iksi bantuin" sambung iksiru
Dila : "heiii..pantas yah kak rafkil gak suka sama kamu, ternyata memang benar kamu itu terlalu sibuk ngurusin urusan orang lain" tukasnya sembari meninggalkan iksiru.
Tak mampu menahan sakit hatinya iksirupun menangis dan menuju kamarnya yang ada dilantai dua.
"Ya allah....aku gak kuat tinggal disini...hiikss...hiiiks..aku bener-bener gak kuat..hiiiks..hiiiks."
Setelah lama menangis, tak sadar iksirupun terlelap, karena hampir seharian ia menangis kelopak matanyapun tampak sembab dan bengkak.
Kini waktu telah menunjukkan pukul 16.25 WIB. rafkil pun segera menuju kamar iapun sedikit tercengang melihat iksiru yang keenakan tidur di atas tempat tidurnya.
Rafkil : "loh..tumben banget jam segini dia belum bangun....hei..hei..bangun, sadar tempat tidur kamu tuh bukan disini"
Siru : "uuumm..iya maaf aku ketiduran disini tadi"
Rafkil : "mata kamu kenapa?"
Siru : "aamm..gak apa-apa cuman kelilipan aja"
Meskipun iksiru mencoba untuk membohongi rafkil namun tetap saja ia tak bisa membohongi seorang dokter, rafkil sangat tau penyebab matanya sembab dan bengkak ialah karena menangis yang terlalu berlebihan.
Rafkil : "kamu kenap sih? Lagi ada masalah? Coba cerita ke aku"
Siru : "gak..gak ada apa-apa"
Rafkil : "gak mungkin..aku tau, mata kamu yang sembab dan bengkak itu bukan karena kelilipan tapi karena kamu menangis kan?"
Siru : "gak..sok tau kamu"
Rafkil : "heiii..kamu gak bisa bohongin aku, kamu cerita sekarang kenapa kamu menangis"
"Tumben banget manusia es ini banyak ngomong" gumam iksiru dalam hati
Rafkil : "heii..kamu gak mau cerita sama aku?"
Siru : "aam..aku...aku sebenarnya kangen sama mama dikampung"
Rafkil : *"*oww...kalau kangen juga gak mungkin nangis sampe mata sembab kek gitu, pasti ada masalah lain kan? Okey kalo kamu gak cerita gak apa-apa" sembari beranjak menuju kamar mandi
Siru : "aamm..rafkil?"
Rafkil : "hmm...apa lagi?"
Siru : "a...aku..aku boleh kerja gak?"
Rafkil : "ammmmmmmm........boleh!"
Siru : "haa...??? Bener boleh??" ucapnya kaget
Rafkil : "aku kalo ngomong sekali aja, kalo ada pertanyaan ke dua maka jawaban aku tidak"
Siru : "okey..pertanyaan ke dua batal...yeaayyy aku seneng banget..ya allah makasih rafkil"
Iksiru benar-benar kegirangan, Saking senangnya tanpa sadar ia bergegas akan memeluk rafkil.
Rafkil : "eeiitts...gak ada peluk peluk"
Siru : "ow..maaf...aku..aku terlalu senang"
Rafkil : "kamu boleh kerja tapi..."
Siru : " tapi apa?"
Rafkil : "bukan di ruang bedah, kamu akan mulai kerja di ruang perawatan, kamu harus mengikuti alur..okeyy?"
Siru : "oke..gak apa-apa yang penting aku kerja"
Rasanya sudah cukup lama iksiru tak memegang jarum suntik dan instrumen-instrumen kesehatan lainnya, moment seperti itu sudah sangat lama ia nantikan.
__ADS_1