
*This is His Child
Saat hari mulai gelap, usai sholat isa, rafkil dan iksi tengah menikmati beberapa film action war amerika, di sofa yang cukup panjang itu mereka tidak hanya berdua, melainkan di temani dengan beberapa cemilan yang sangat mereka gemari
Rafkil : "mmmm..chery?"
Siru : "mmm...?"
Rafkil : "apa yang kalian omongin sama khalief kemaren?"
Siru : "gak..bukan sesuatu yang penting kok"
Rafkil : "uum..kalo boleh tau siapa khalief di hidup chery sebelumnya?"
Siru : "temen..kita cuman temen, hehe emang kenapa chery nanyain hal itu?"
Rafkil : "gak, hanya saja keliatannya dia suka sama chery"
Siru : "gak kok, itu hanya perasaan chery aja" ucapnya sembari mengusap punggung tangan rafkil yang ia letakkan di atas meja makan tersebut
Rafkil : "trus chery sendiri?"
Siru : "humm? Kenapa dengan aku?"
Rafkil : "I mean how about your feeling to khalief ?"
Siru : " hummm..perasaan aku ke khalief?"
Rafkil : "ya..!"
Siru : "aku gak ada perasaan apa-apa kedia, haaa...jangan-jangan chery cemburu yah? Chiee ngaku aja chery cemburu kan?" tukasnya sembari sedikit bercanda ke suaminya itu
Rafkil : "of course I'm jealous" tukasnya dengan tegas
Mendengar hal itu iksiru sedikit terkejut rasanya kalimat sakral itu baru saja rafkil ucapkan selama pernikahan mereka, tentu saja jantungnya mulai berdetak kencang lagi, dan ini pertama kali ia rasakan saat bersama rafkil, namun ia mencoba untuk menepis semua yang dirasakan saat ini dengan beberapa kalimat candaan
Siru : "apa..apa..aku gak dengar?" tukasnya bercanda
Rafkil : "I'm jealous"
Siru : "apa..apa kurang kencang, aku gak denger"
Rafkil : "I'm jealous you know"
Siru : "aku gak denger, kurang kencang ngomongnya, apa tadi..apa tadi?" tukasnya sembari mendekatkan telinganya ke wajah rafkil
Rafkil : "I love you" ucapnya sembari mencium pipi iksi
Siru : "haaaaa.."
ia kaget bukan kepalang saat rafkil mendaratkan ciuman pertamanya itu di pipi iksi, serasa jantungnya seakan berhenti untuk berdenyut ditambah lagi rafkil mengungkapakan kalimat sakral ke dua yang hampir setiap isteri mendambakan kalimat sakral itu diucapkan setiap hari oleh sang suami.
Rafkil : "why?"
Siru : "kenapa chery mencium ku tanpa meminta izin terlebih dahulu?"
Rafkil : "why?"
Siru : "chery tau gak tindakan chery itu salah, ya allah pipi aku nih belum pernah disentuh oleh pria manapun tau gak?"
Rafkil : "No...I'm not wrong 'cause I'm your husband, chery Look at me..itu baru cium pipi aja, bahkan jika aku mau aku bisa minta lebih dari itu"
Siru : "hiiiiissss...ngomong apa sih!!!" ucapnya sangat kesal dengan ekspresi geli ia berlalu meninggalkan rafkil
Rafkil : "hei..mau kemana? Abisin dulu snacknya"
Siru : "chery habisin ajalah semuanya aku udah kenyang" tukasnya masih kesal sembari menanjaki satu per satu anak tangga menuju kamar.
Melihat tingkah isterinya yang sangat polos itu, rafkil hanya bisa tersenyum sembari menggeleng-gelengkan kepalanya, tak lama kemudian iapun segera membereskan beberapa tumpukan snack dan sampah-sampah yang masih berserah kan diatas meja, sesaat kemudian rafkiloun menyusul ke kamar
Rafkil : "hei..chery kok belum tidur?"
__ADS_1
Siru : "huum..aku tuh emang kek gini, sebelum tidur harus baca buku dulu, lagipula aku kan perawat yang masih minim ilmu dan skill jadi harus banyak-banyak belajar"
"Hooouuuuftttt" rafkil hanya bisa menghembuskan nafas panjang saat mendengar ucapan iksi yang sedikit menyindirnya itu
Siru : "ow...yah chery ngapain di tadi? Lama amat"
Rafkil : "yah beresin ruang nonton lah, berantakan gitu?"
Siru : "uuum..chery baik banget, ow yah..Zeyyan apa kabarnya?"
Rafkil : "aaam..she is good"
Siru : "soalnya akhir-akhir ini aku liat chery udah jarang telponan ama dia, tapi gak taulah kalo di rumah sakit kek gimana kan"
Rafkil : "hubungan aku ama Zeyyan emang udah gak seintens dulu lagi, soalnya kita kan sama-sama sibuk"
Siru : "tapi bagus jugalah, setidaknya chery gak nambah-nambahin dosa lagi"
Rafkil : "ammm..chery?"
Siru : "hmmm?"
Rafkil : "emang chery gak panas yah setiap mau tidur gak pernah lepas hijab?"
Siru : "gak"
Rafkil : "gimana kalo mulai saat ini, chery lepas hijab aja saat dirumah"
Siru : "gak ah...malu"
Rafkil : "loh..kenapa harus malu chery? Aku ini kan suami kamu?"
Siru : "ya..tapi aku belum terbiasa"
Rafkil : "ya maka dari itu, mulai sekarang chery harus membiasakan diri ok"
Siru : "hiisss..nantilah yah?"
Rafkil : "okey aku malas untuk berdebat so..sekrang saatnya untuk tidur" ucapnya sembari memperbaiki posisi tidurnya.
namun ia terus mencoba untuk tetap berfikiran positif terhadap rafkil, meski terkadang sesekali ia bertanya-tanya seorang diri karena terlalu mudah untuk mendefinisikan kondisi rumah tangganya sekarang dengan kata harmonis
***********
Masih pagi-pagi rafkil sudah sibuk menyiapkan makan didapur, selain jago menyayat-nyayat tubuh manusia diruang operasi, rafkil juga sangat jago dalam hal memasak.
Siru : "uuum..wanginya..ternyata chery pinter juga masak yah" tukasnya sambil nyengir-nyengir di samping suaminya itu
Rafkil : "iya dong, dulu kan aku sempat kursus buat masak-masak kek gini"
Siru : "haa..buat masak aja chery harus kursus?"
Rafkil : "of course, aku kan orangnya totalitas, gak suka yang setengah-setengah"
Siru : "huumm..ok lah, aku udah gak sabar deh pengen cicipin masakan chery"
Rafkil : "hehe..jangan cuman cicipin aja tapi kasih komentar juga"
Siru : "okey...hehe"
Rafkil : "hehe..ow iya mama sama papa jam berapa dateng ke sini"
Siru : "umm..tadi sih mama udah ngeWA aku katanya udah dijalan"
"Trinding...Trinding...Trinding...!!!" bunyi bel pintu
Rafkil : "tuh..mungkin mama sama papah"
Siru : "ya udah bentar yah, aku bukain pintunya dulu"
Rafkil : "uum..!"
__ADS_1
Dengan senyuman lebar iksiru berlari kecil menuju ruang tamu, dan tak tanggung-tanggung ia segera membuka pintu, tiba-tiba senyumannya yang lebar tadi berubah menjadi datar dan seketika wajahnya seakan sendu saat melihat sosok wanita yang berdiri dihadapannya itu ialah Zeyyan.
Siru : "Ze..Zeyyan.!!!" tukasnya terbata-bata
Zeyyan : "hai..."
Siru : " ka...kamu nyari rafkil yah? Be..bentar yah aku"
Zeyyan : "gak...gak...gak..aaaam iksi?"
Siru : "mmmm...?"
Zeyyan : "se...sebenarnya aku kesini mau ketemu sama kamu"
Siru : "hmmm...ketemu sama aku?"
Zeyyan : "ya..ada yang mau aku omongin, this is very important"
Siru : "ya..yaudah masuk dulu"
Zeyyan : "aaaam..kalo boleh kita ngomongnya di luar aja"
Siru : "tapi...."
Zeyyan : "please iksi!" tukasnya sembari menggapai kedua tangan iksi seraya memohon agar iksi bersedia ikut dengannya
Siru : "aaamm..kalo gitu aku izin dulu sama rafkil"
Zeyyan : "iksi..kamu gak perlu izin sama rafkil, kita keluar sekarang"
Siru : "loh emangnya kenapa? Rafkil itu suami aku, jadi kemanapun aku pergi, aku harus minta izin dia dulu"
Zeyyan : "iksi please, nanti aku bakal jelasin semuanya, sekarang kamu ikut aku dulu" tukasnya sembari menggiring iksi masuk kedalam mobilnya
Beberapa saat kemudian mobil Zeyyan menepih di salah satu restoran mewah yang letaknya cukup jauh dari rumah iksi.
Zeyyan : "kamu mau pesan makan apa, pesan aja nanti aku yang bayar"
Siru : "huuufftt..aku gak lapar, kalo ada yang mau kamu omongin, lebih baik ngomong aja sekarang karena aku gak punya banyak waktu buat ladenin kamu" tegasnya dengan mata jelalatan ke arah lain seakan ia enggan melihat wajah cantik dr. Zeyyan itu
Zeyyan : "ok..ok sebenarnya aku..aku...tapi sebelumnya aku mau nanya sama kamu, apakah selama beberapa bulan ini rafkil udah..udah..udah nyentuh kamu?"
"Hwuuuwh..!!!" iksi hanya bisa tertawa konyol saat mendengar pertanyaan Zeyyan yang sangat creepy itu.
"Huuufft..dr. Zeyyan Arishka, anda jauh-jauh bawa aku kesini hanya untuk menanyakan hal rumah tangga orang lain?" sambung iksi yang masih terlihat woles itu.
Zeyyan : "actually....kamu belum pernah disentuh sekalipun oleh rafkil kan?"
Siru : "heii..kamu gak perlu tau lah urusan rumah tangga aku" tukasnya dengan nada agak sedikit keras
Zeyyan : "sebenarnya tanpa kamu ngasih tau juga, aku udah tau kok masalah rumah tangga kalian, soalnya rafkilkan selalu cerita sama aku, everything..and he say his not happy with you"
Siru : "terserahlah kamu mau ngomong apa"
Zeyyan : "fine, satu hal yang harus kamu tau, dan aku rasa rafkil juga belum cerita ke kamu"
Siru : "cerita tentang perceraian? Tenang aja kamu gak perlu khawatir dia udah cerita semua ke aku"
Zeyyan : "no...selama ini rafkil selalu memberikan apa yang aku inginkan, dia sangat tulus menyayangi dan mencintaiku begitu juga dengan aku, dan sekarang dia memberiku hadiah yang sangat istimewa dalam hidupku, tetapi disisi lain hadiah ini akan jadi bumerang dalam hubungan pernikahan kalian hihihi.." ucapnya cengengesan sambil mengelus-elus perutnya yang terlihat sedikit menebal itu.
Siru : "maksud kamu?"
Zeyyan : "coba tebak anak siapa yang sedang aku kandung sekarang?"
Siru : "apa maksud kamu?"
Zeyyan : "this is his child"
Siru : "apah....gak..gak mungkin, itu gak mungkin"
Zeyyan : "iksi...setelah dia tau aku hamil anaknya, dia tinggalin aku begitu saja, dan seakan-akan dia bakal ngilang dari kehidupan aku...hiiks..hiiiks..dan aku juga gak yakin kalo dia bakal tanggung jawab atas kehamilanku ini" ucapnya sembari menangis terisak-isak
__ADS_1
Mendengar kabar buruk itu dada iksi seakan terbakar dan tertindih, tanpa banyak kata dan memang iksi seakan kehilangan kata-kata tanpa pamit ia bergegas meninggalkan Zeyyan yang masih bersedih meratapi nasibnya itu.
kirim vote sebanyak-banyaknya yah dan jangan lupa save komentarnya juga yah terkait episode ini, yang belum follow silahkan difollow🏃🏃♀️ akun milik author