Cinta Seorang Perawat

Cinta Seorang Perawat
Episode 68 (Part II)


__ADS_3

*Menangis Terseduh-seduh


Ternyata Rafkil masih saja memerhatikan Iksi dari depan pintu, betapa terpukulnya ia saat melihat langsung Iksi yang tengah menyeka air matanya, meskipun Rafkil hanya melihat dari belakang namun ia sangat yakin kalau Iksi tengah menangis saat ini.



Tanpa berpikir panjang lagi segera saja ia berlari menghampiri isteri kesayangannya itu, tepat di belakanganya ia kemudian meraih tangan kiri Iksi.


Saat Iksi berbalik arah, ia sangat terkejut ternyata yang baru saja menarik tangannya ialah Rafkil, bagaimana tidak ia tak bisa lagi berkata apa-apa di hadapan Rafkil, matanya yang mulai memerah dan ke dua pipinya yang terus saja di basahi oleh air mata seakan sudah lebih dari cukup untuk membuat Rafkil mengerti dengan perasaan Iksi saat ini.


"Are you cry? why? (kamu menangis? kenapa?)" ujar Rafkil, yang hanya di sambut tangisan seduh oleh Iksi.


"I know you, you will not storng without me! (aku tau kamu, kamu gak akan kuat tanpa aku)" lanjutnya.


"Hiiks..hiiks...hiiks!" Iksi semakin terseduh-seduh saja di buatnya.


"Aku benci, aku benci, aku benci dengan semua keadaan ini Rafkil..hiiks..hiiks..hiiks" semakin sedih bercampur kesal, Iksi kemudian memukul-mukul lengan Rafkil, sontak ia pun memeluk Iksi yang masih terbalut kesedihan itu.


"Hei, hei, look at me, look at me, I love you, love you so much (hei, hei, lihat aku, lihat aku, aku mencintaimu, sangat mencintaimu)" ujar Rafkil sembari mencium dahi sang isteri yang tengah menangis saat ini.

__ADS_1


Sementara pada kondisi yang lain, pak Burhan dan mamah Ika, berkesempatan untuk menyambangi rumah mamah Ratna, cukup lama mereka bercerita mengenai kisah silam yang sempat di rahasiakan pada Iksi.


"Iksi mana jeng?" tanya mamah Ika.


"Iksi keluar tadi jeng, sama temannya!" sahut mama Ratna.


"Sebenarnya kami merasa sangat bersalah, kenapa dari awal kita tidak ceritakan saja semuanya pada Iksi" pak Burhan mulai bersuara menitikkan fokus pembicaraan.


"Sudah lah Burhan, tidak ada yang perlu kita sesali lagi, semuanya sudah terjadi diluar kehendak kita" lanjut pak Adnan.


"Tetap saja kami sekeluarga merasa sangat bersalah, bahkan jika saya berada di posisi Iksi, mungkin hal yang sama akan saya lakukan sebagaimana dengan yang dilakukan Iksi saat ini, marah, kecewa dan menangis" tutur pak Burhan.


"Eeh kok kita malah keasyikan ngobrol, ayo diminum dulu Burhan, Ika" pak Adnan kembali bersuara.


"Iya, iya!" sahut kompak ke duanya.


*****


"Nih, minum dulu!" Rafkil menyedorkan segelas air putih pada Iksi, yabg tengah duduk di ruangannya saat ini.

__ADS_1


"Makasih!" sahutnya pelan.


"Hei, jangan sedih-sedih lagi ya? aku gak suka ngeliat kamu menangis" sontak Iksi pun memberi anggukan kepala pada Rafkil.


"Mana bunga mata hari aku?" mendengar pertanyaan Iksi, sontak Rafkil pun melebarkan ke dua bola matanya.


"Waduuh! bunganya udah aku kasi ama pelayan restoran tadi" cetuhnya sembari menahan tawa yang tawa yang hampir meluap itu.


"Yah cheri gimana sih, kalo tiba-tiba dia jatuh cinta ama cheri gimana dong? siapa yang bakalan tanggung jawab kalo aku cemburu?" Rafkil yang tak kuasa menanggapi omelan manja sang isteri, ia kemudian menggengam ke dua telapak tangan Iksi lalu bersuara pelan padanya.


"Hei, kalo cheri cemburu, aku yang bakalan tanggung jawab.


"15 menit lagi waktunya pergantian shift, setelah dari sini kita langsung ke rumah mamah ratna buat jemput Zilda, terus kita balik ke rumah ya?" lagi-lagi Iksi memberikan anggukan pada Rafkil, entahlah saat ini suasana hati Rafkil tengah berbalut bahagia yang berlapis-lapis, sampai ia tak tahu lagi harus bagaimana mengekspresikan timbunan bahagia itu.


Saat mereka keluar dari ruang bedah, dari arah yang lain terlihat Anisa yang tak sengaja mendapati pemandangan harmonis itu, terlihat Rafkil yang tengah bercanda pada Iksi, sambil sesekali Iksi mengelakkan tawanya lalu mencubit pinggang Rafkil.


"Loh ngapain Iksi datebg ke sini? bukannya mereka tengah cek-cok yah?" gumam Anisa yang mulai risih melihat pemandangan romantis itu.


Jangan lupa follow dan vote yah🤗

__ADS_1


masuk ke grup chat juga, biar kita bisa kopdar online hehe😆


__ADS_2