
*Bertamu Ke Rumah Zeyyan
"malam om...tante!" certuh rafkil sedikit kaku
"malam!!!" balas mamahnya Zeyyan dengan cetus dan tatapan mata seolah-olah ia tak ingin melihat wajah rafkil
"siapa mah?" tanya papahnya Zeyyan dari kejauhan sembari melangkah menuju pintu
mendengar pertanyaan suaminya, ia hanya bisa membungkam dengan tarikan napas yang menggebu-gebu memendam berjuta kekesalannya pada rafkil andaikan kehendaknya bisa di luahkan, saat ini yang ingin ia lakukan ialah menggampar ke dua pipi rafkil
"ouw rafkil, Kirain kamu gak bakal nongol lagi, ternyata kamu masih ingat juga ya, kalau dua hari lagi kamu bakal menikah dengan Zeyyan! aam...silahkan masuk" sambungnya
"Aam..om kenalin ini Robert!" cetuhnya sembari menepuk lengan kanan robert
"Hai..om..sa..sa..saya Rwobert!" tukasnya terbata-bata saat melafadzkan kalimat dalam bahasa indonesia
"Ok..dia siapa sepupu kamu?" tanyanya pada rafkil
Seketika itu robert pun menoleh ke arah rafkil, dengan tatapan yang sama rafkilpun menunduk sejenak sembari menghela napasnya, ia cukup terlihat gugup untuk memulai pembicaraan
"aamm..dia ini temen saya om!" cetuh rafkil dengan singkat
"uummm sudah saya duga, dia gak mungkin sepupu kamu, setidaknya dia lebih kurang ajar dari pada kamu!!" papah nya Zeyyan semakin geram dengan sikap robert
"maksudnya apa om?" rafkil berbalik tanya
"dia gak tau sopan santun ya, saya paling pantang liat orang duduk dijursi sambil goyang kaki seperti dia" tukasnya dengan suara lantang sembari menunjuk tajam robert
"aaam..sebenarnya dia ini bukan orang indonesia om, dia berkebangsaan inggris!" cetuh rafkil seketika itu terperanjat dari tempat duduknya
"ok lupakan...saya bukan mau bahas dia sekarang, huuufftt...jadi gimana masalah pernikahan kalian?" tanyanya lagi dengan pelan
"apah..gimana maksudnya om???" tanya rafkil
__ADS_1
"yah...sudah sampai dimana persiapan kalian setelah sejauh ini?" jelas papah nya Zeyyan
"Aaam...jadi begini om, sebenarnya robert ini...adalah ayah dari anak yang dikandung Zeyyan!" tukas rafkil sedikit gerogi
"Apaaaah???" suara lantang itu keluar dari mulut papahnya Zeyyan
"Berapa kamu bayar laki-laki ini?" ucapnya dengan jari telunjuk yang terus ia arahkan ke arah robert
Rafkil : "Maksudnya om?"
"Stop belagak bodoh didepan saya!!! Saya tanya berapa kamu bayar laki-laki ini, sampai-sampai dia rela menjual masa depannya untuk menikahi Zeyyan?" ujarnya semakin murka dengan pelototan matanya yang cukup menakutkan itu
"Kamu pikir Zeyyan barang dagangan ha? Yang dengan seenaknya kamu oper sana sini!!" mamahnya Zeyyan mulai membuka suara seakan merasa terhina dengan ucapan rafkil
"Mau berapa kali lagi kamu akan memalukan kami, kamu membuat seolah-olah Zeyyan gak ada harganya tau gak!" sambung mamahnya Zeyyan
rafkil : "Aaaaam..om..tante.."
"Cukup!!! Saya benci sama kamu!, saya bbbbbenciiiiii...!" tambah papahnya Zeyyan dengan tegas kalimat itu ia utarakan dengan penuh kebencian
"Hwaaah..kamu datang-datang belaga jadi pahlawan!" papah nya Zeyyan kembali berucap dengan menampilkan sedikit tawa kekesalannya
robert : "Apa yang saya katakan itulah kenyataannya, anak itu adalah anak saya, saya sengaja memaksa Zeyyan untuk memalsukan hasil tes DNA atas nama dr. Rafkil karena pada saat itu saya tak bisa memilih, saya panik dan..dan saya terlalu takut saat mendengar Zeyyan mengatakan pada saya kalau dia sedang hamil"
"Ehheiii...kamu pikir dengan kamu berbicara seperti itu, kami akan percaya dengan ucapan kamu...?" papah nya zeyyan makin kesal
"mah..mana Zeyyan???" dengan tegas ia melontarkan pertanyaan itu
"ada dikamar pah!" balas mamahnya Zeyyan
"panggil dia kesini!" teriaknya lagi
belum lagi mamahnya Zeyyan melangkahkan kaki, tiba-tiba Zeyyan bersuara lalu menghampiri ayahnya
__ADS_1
"saya pah!" cetuh Zeyyan
"Zey....zey..it's me!" tukas robert sedikit kegirangan saat melihat zeyyan sembari melangkah maksud hati ingin berdiri didekat Zeyyan
"hei..jangan dekati anak saya!!!" dihadapan robert ayah Zeyyan melantangkan suaranya
"okeey!" cetuh robert sangat santai dengan menaikkan salah satu alisnya sembari mengangkat kedua tangannya
"zey..papah tanya sama kamu, kamu kenal dengan laki-laki bengis itu?" papahnya Zeyyan kembali melontarkan pertanyaan pada putri semata wayangnya itu
Zeyyan hanya membungkam dengan titihan air mata, yang semaki menimbulkan beribu tanya dibenak ayahnya, rasanya hati tak puas melihat respon Zeyyan seperti itu
"Zey... papah tanya sama kamu!!! kamu kenal dengan laki-laki bengis itu? papah gak butuh airmata kamu!" tegasnya
Zeyyan : "hiiiks...hiiiks..pah! maafin Zeyyan pah..mah?" cetuhnya tak kuasa sembari bersimpuh dibawah kaki ayah dan ibunya
"Zey..papah tanya sama kamu...kamu kenal.." lagi-lagi ia meninggikan suaranya dihadapan putri kesayangannya itu
"iya pah Zey kenal sama dia!" dengan lantang zeyyan langsung memotong ucapan ayahnya yang hendak meledak-ledakan suaranya itu
"hiiikss..hiiikss..iya dia yang papah sebut laki-laki bengis itu ialah X my Boyfriend and he still a Father from my child!" jelasnya
"Kurang ajar! tapraaaaakkkkk!!!" dengan gigi yang menutup rapat ia melayangkan sebuah tamparan keras di pipi Zeyyan
"pah...!!!" teriak mamahnya Zeyyan yang tak bisa berbuat apa-apa
"kamu mau buat papah sama mamah malu??? beginikah cara kamu untuk berterima kasih?" dengan tatapan tajam ia melototi Zeyyan
Zeyyan : "pah..maafin Zeyyan pah, hiiiks zeyan gak ada maksud untuk menyakiti hati papa sama mama!"
"Zey...?" cetuh robert
"kamu....laki-laki biadab!!!" cetus papah nya Zeyyan sembari berjalan menghampiri lalu menghajar robert, melihat kejaduan itu rafkil dan Zeyyan berusaha untuk menahan keduanya.
__ADS_1
sementara di sudut lainnya mamahnya Zeyyan duduk tersungkur dan menangis sampai-sampi sudah tak ada suara yang keluar dari mulutnya setelah mengetahui kejadian yang sebenarnya