
*Wedding Day
Kini kedua belah pihak keluarga, tengah di sibuk kan dengan persiapan Wedding day, dimulai dari proses pembuatan dan penyebaran undangan, penentuan dekor ruangan sampai varian jamuan makanan untuk para undangan, saat ini suasana rumah rafkil dan iksiru sangat ramai di hadiri para kerabat dan tetangga untuk turut membantu persiapan wedding day tersebut.
Mamah : "pak Rojak udah, bu inten udah, pak deden udah, siapa lagi yah pah ya? " tanya mama iksiru pada suaminya sembari menghitung undangan yang akan dibagikan.
Papah : "pak syawal udah?"
Mamah : "udah pah, coba deh inget inget jangan sampe ada yang kelewat"
Siru : " aamm...mah, undangan buat nisa ada?"
Mamah : "Nisa siapa?"
Siru : "Anisa auliyah mah, temen aku yang dulu!"
Mamah : "ow...iya..iya..iya..mama inget..mama inget, ada kok undangan buat dia, tapi mama kok udah gak pernah dengar kabar dari nisa yah..?"
Siru : "Mungkin dia lagi sibuk sekarang mah, ya udah siru masuk kamar dulu yah"
Mamah : "iya nak!...ayo lanjut pah!"
Tidak jauh berbeda dengan suasana di rumah iksiru, dirumah rafkilpun, mamahnya tengah sibuk menghitung undangan yang akan dibagikan.
Mama ika : "eh..rafkil sayang udah pulang...sini..sini..sini"
Rafkil : "ada apa lagi sih mah...rafkil lelah sekarang, besok aja yah mah!"
Mama ika : "bentar aja sayang sini...kamu liat deh, ini teman-teman kamu udah cukup belum undangannya? Karena sebagian teman kecil kamu dulu mama udah lupa namanya"
Rafkil : "loh..ini..ini..kok ada undangan buat ilyas mah?"
Mama ika : "dia kan teman kamu sayang!"
Rakil : "ini juga ada undangan buat Fariz, Zeyyan untuk apa mah?..mamah udah lupa yah dengan perjanjian kita waktu itu, rafkil mau menikah dengan iksiru asalkan mamah gak ngundang teman-teman dokter aku, apa lagi Zeyyan mah, mama sengaja mau nyakitin hati Zeyyan?"
Mama ika : "ok..ok..mama lupa, mama minta maaf yah sayang, nanti undangan buat mereka mama cancel, okeey"
Rafkil : "hooouufffttt"
Mama ika : "rafkil....jangan cemberut dong sayang, kamu harus banyak-banyak senyum biar aura kamu makin keliatan hehe kan dua hari lagi kamu bakalan nikah" ucap mamanya menghibur rafkil
Rafkil : "rafkil lelah mah, rafkil mau kekamar dulu" dengan wajah lesuh rafkil berjalan menuju kamarnya
Mama ika : "okeeyy....huuummm, di suruh cuti gak mau cuti yah..gitulah" gumam mamahnya
**********
Kini hari yang di tunggu-tunggu pun telah tiba, saat ini mobil pengantin yang terdapat rafkil didalamnya serta diiringi keluarga besar, tengah dalam perjalanan menuju rumah iksiru, didalam mobil rafkil tampak gerogi dengan wajahnya yang memerah dan sesekali ia menghela nafasnya untuk mengatasi rasa gugupnya.
Sesampainya di rumah iksiru, iapun disambut dengan berbagai adat budaya yang dianut oleh keluarga iksiru, setelah semua proses adat terlewati kini saatnya rafkil akan melafadzkan ijab kabul dihadapan keluarga dan seluruh tamu undangan yang hadir saat ini.
"Saya terima nikahnya Iksiru Fakillah binti adnan rahmat dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas 200 gr dibayar tunai" ucap rafkil
Papah Adnan : "gimana..? Sah?" tegas ayah iksiru
"Sah" jawab saksi dan seluruh para tamu undangan yang hadir saat ini.
Setelah mengikrarkan janji suci, serempak pasangan mempelai dan seluruh tamu undangan sejenak menundukkan kepala untuk berdo'a, iksiru tampak meneteskan air mata kebahagiaan nya, dengan polesan make up serta gaun berwarna putih yang begitu anggun membuat ia terlihat begitu cantik di hari pernikahannya, begitupun dengan rafkil banyak tamu undangan khususnya wanita yang terpukau dengan ketampanannya tidak sedikit yang menyamainya dengan kim soo jin (salah satu personil boy band BTS).
Mama ika :"rafkil....rafkil...ayo!!" bersuara lirih pada rafkil agar menyarungkan cincin ke tangan iksiru.
Rafkil : "Houuuuuftttt" dengan terpaksa rafkilpun menyarungkan cincin tersebut ke tangan iksiru.
Siru : "aaammm...rafkil tangan kamu" bersuara lirih pada rafkil, sembari menyarungkan cincin serta dengan perasaan canggung ia mencium tangan rafkil.
Mama ika : "rafkil.....cium dahinya sayang"
Rasanya hal terberat yang akan ia lakukan adalah mengecup dahi iksiru, dengan banyaknya pertimbangan rafkil sangat yakin ia tak akan mampu melakukan hal itu kepada orang yang tidak dia cintai.
__ADS_1
Papah burhan : "rafkil..jangan bikin malu papah...kamu" tukas papah nya bersuara lirih
Ia pun tak menghiraukan ucapan ayahnya, ia hanya bisa diam dan masih terus berwajah masam menandakan ia enggan untuk mencium dahi iksiru.
Mama ika : "Rafkil....ayo...kamu mau bikin malu mama sama papah?"
Rafkil : "Hoouuuuftttttt..."
Dengan keadaan terpaksa rafkilpun mencium dahi iksiru, begitu tampak mimik wajah yang penuh kekesalan dengan segala bentuk prosedur pernikahan yang begitu memberatkan nya, belum lagi sesi foto yang harus menuntut keduanya untuk menampilkan senyum bahagia layaknya pasangan yang saling mencintai.
Usai ijab kabul dilanjutkan dengan acara resepsi pernikahan yang di gelar pada malam hari, dengan design dekor yang begitu indah sangat serasi dengan gaun pengantin berwarna cokelat yang mereka kenakan saat ini, begitu banyak tamu undangan yang silih berganti bersalaman dan memberikan do'a restu pada keduanya.
Saat ini jam dinding telah menunjukkan pukul 22.30 WIB, iksrupun bergegas mandi lalu mengganti pakaiannya, sesaat kemudian iapun menunggu kedatangan rafkil untuk bersama-sama menunaikan sholat sunah, ia duduk di atas tempat tidur seakan ia takut untuk merebahkan badannya sambil sesekali ia mencoba menghubungi nomor anisa namun tetap saja nomornya masih sulit dihubungi.
"Haaa???" iksiru terkejut saat rafkil masuk kedalam kamar, sontak rafkilpun menatap iksiru dengan tatapan yang berbeda.
Siru : "ka..ka..kamu ngapain ngeliat aku kek gitu? " tanya iksiru sedikit ketakutan
Tanpa kata rafkilpun mengambil bantal lalu merebahkan tubuhnya di lantai yang hanya beralaskan perlak itu, dari atas tempat tidur iksiru terus memandangi wajah rafkil yang terlihat begitu lelah
Siru : "aammm..ki..ki..kita sholat sunah dulu yuk"
Kini rafkilpun kembali memandanginya dengan tatapan yang lagi lagi selalu membuat iksiru ketakutan.
"Ka..kamu jangan ngeliat aku kek gitu dong!" ucap iksiru dengan nada suara yang sangat gerogi
sontak rafkilpun bangun kembali dari tidurnya lalu berjalan menghampiri iksiru yang masih saja duduk di atas tempat tidur, dengan perasaan yang sangat ketakutan iksirupun beranjak dari tempat tidur lalu menyandarkan tubuhnya pada tembok ia berusahan untuk menjaga jarak dengan rafkil
"Ka..kamu mau ngapain?" ucap iksiru ketakutan.
Rafkil : "kamu jangan kepedean deh, dimana tempat wudhunya?"
Siru : "ammm...di..di belakang, de...deket dapur"
Usai menunaikan sholat sunah, maksud hati ingin menyalami tangan rafkil namun dengan sengaja rafkil mengabaikannya lalu bergegas kembali untuk merebahkan badannya, iksirupun seakan malu dan berusaha menahan rasa malunya di hadapan rafkil.
Siru : "aammm...rafkil, kamu tidur aja disini...aku mau tidur sama mamah aja di sebelah" ucapnya dengan salah tingkah
"Rafkil...?" teriak mama ika dari luar.
Mendengar suara mamanya, tanpa berfikir panjang rafkil segera mengambil segala pernak perniknya lalu bergegas ke atas tempat tidur, iksirupun kembali tercengang melihat jarak rafkil yang begitu dekat dengannya belum sempat ia menghindar tiba-tiba dari luar mamah ika membuka pintu kamar mereka
"Kreeeeeeeeekk!!!" bunyi gesekkan pintu
Mamah ika : "rafkil...kamu kenapa sih teriak teriak?"
Rafkil : "gak kok mah...mama salah denger kali..hehe iya kan sayang?" tanyanya pada iksiru.
Siru : "hehe..iya tante..eh iya mah" ucap iksiru sembari tertawa paksa.
Mamah ika : "masa sih mama yang salah dengar...houuuft ya udah lah..nih ini pintu kenapa gak dikunci?"
Rafkil : "ini tadi mau dikunci mah..hehe, mama kok belum pulang sih?"
Mamah ika : "mama mau nginap disini, nih jangn lupa kunci pintu kalian" ucap mamanya mengingatkan sembari berlalu meninggalkan mereka.
Rafkil : "iya mah...! Houuft"
Siru : "ya udah, kamu tidur diatas aku tidur dibawah" ucap iksiru sembari membawa turun kembali pernak pernik yang di bawa rafkil tadi.
Rafkil : "gak apa-apa, aku aja yang dibawah kamu diatas"
Siru : "gak apa-apa, aku aja yang disini, aku udah terbiasa kok tidur melarat seperti ini ketika dinas malam di rumah sakit"
Tanpa banyak kata rafkilpun segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, karena kelelahan rafkilpun mudah terlelap sementara iksiru masih sulit untuk memulai tidurnya, ada banyak hal yang menghantuinya, ia sangat takut untuk terlelap kalau kalau nanti rafkil berbuat hal macam-macam padanya, di samping itu ia juga masih belum terbiasa tidur sekamar dengan laki-laki.
"Duuuuh udah setengah 2, kok aku gak bisa tidur gini yah..haa??? Kecoak..hiiiiss..hiiiss" ucapnya dengan suara lirih.
Kini ia kembali mengangkat pernak perniknya lalu mendekati rafkil yang tidur begitu nyenyak, cukup lama ia memandangi wajah rafkil.
__ADS_1
"Aku bener-bener baru liat wajahnya sedeket ini, sedetail ini, ya allah...ternyata dia lebih tampan dari yang aku bayangkan hanya saja....hiiisss itu kecoak ngapain sih ngikutin aku kesini...hiiis..hiiisss!" gumam iksiru ketakutan
Karena fobia dengan kecoak, sontak ia pun terpaksa naik ke atas tempat tidur, lalu merebahkan badannya, sambil sesekali ia melirik rafkil yang ada di belakangnya, kini fisik dan fikirannyapun mulai lelah hingga perlahan ia mulai terlelap.
Jarum jam telah menunjukkan pukul 06.30 WIB, keduanya masih terlelap dalam tidurnya, tanpa sadar iksiru kini memeluk tubuh rafkil, karena kebiasaan tidurnya yang suka memeluk guling dan semalam suntuk gulingnya dipakai oleh rafkil. Sesaat kemudian rafkilpun terbangun dari tidurnya.
Rafkil : "uuuuuuummmmm..hoaaammm" rafkil meregangkan tangannya namun ia belum menyadari pelukan iksiru.
"Uuuuuuhhhhfff.. berat banget apaan sih ini?" ucap rafkil sembari membuka matanya.
"haaa???" sambung rafkil masih belum percaya
Seketika ia pun terkejut melihat tangan dan kaki iksiru yang mendekap tubuhnya dengan erat, sesaat kemudian ia pun berusaha keras untuk melepas tangan iksiru.
"Huuuufttt...berat amat sih tangannya, hiiiisss...hiiiisss...huuufftt, kok dia bisa ada di atas sini sih, pake meluk-meluk gue segala lagi" ucap rafkil kesal sembari menghempas tangan iksiru yang masih saja terlelap dengan tidurnya.
Kemudian rafkilpun mengambil atribut mandi, dan menuju dapur, disana mama ratna tengah sibuk menyiapkan sarapan pagi.
Rafkil : "pagi mah!"
Mama ratna : "iya nak, ow iya mama ika udah pulang tadi subuh,..iksi mana?"
Rafkil : "uummm...iksi lagi tidur mah, ow yah kamar mandi dimana mah?"
Mamah ratna : "tuh di sebelah, nanti setelah mandi kita sarapan yah nak."
Rafkil : "iya mah"
Sesaat kemudian iapun bergegas ke kamar mandi.
"Hmmm, gak ada shower, terus aku mandinya pake gayung gini..huuufftt" ucap rafkil melihat kondisi kamar mandi yang sangat jauh dari kata mewah layaknya kamar mandi yang sering ia gunakan di rumahnya.
Sesaat kemudian iapun menyempatkan waktu untuk sarapan.
Papah adnan : "nak rafkil ada jadwal dinas pagi?"
Rafkil : " aammm..iya pah"
Papah adnan : "kenapa gak ngambil cuti aja nak rafkil?"
Rafkil : "aaaammmm...aaammm.."
Mamah ratna : "udah..udah..ayo nak rafkil dimakan makanannya, iksi kok jam begini belum bangun sih, suaminya udah mau berangkat dia masi aja tidur pules dikamar"
Kini jam dinding telah menunjukkan pukul 09.30 WIB, iksirupun terbangun dari tidurnya, sesekali ia masih sering lupa kalau dirinya sudah bersuami.
Siru : "hmmm..ya ampun aku gak sholat subuh tadi, kok ada pakaian cowok sih...huuummm ya ampun aku kan udah nikah, hoouuftt ini juga rafkil kenapa sih bajunya berantakan kek gini..huuumm..huuummm wangi banget baju bajunya" ucapnya sembari membereskan pakaian rafkil yang berhamburan di atas tempat tidur.
"permisi....paket...paket!!!" teriak seorang pria di depan pintu ruang tamu
siru : " iya pak...peket untuk siapa yah?" sembari berjalan menuju pintu ruang tamu
pengantar paket : "untuk mba Iksiru Fakillah, mba"
siru : "ow iya saya sendiri pak..aamm dari siapa yah pak?"
pengantar paket : "dari mba anisa auliyah"
siru : "ow..iya makasih yah pak"
pengantar paket : "iya, tolong tanda tangan disini mba"
siru : "iya pak"
dengan perasaan yang tidak sabar iksiru segera membuka paket tersebut, dan ternyata anisa menghadiahkan sepasang baju piyama couple dengan titipan pesan yang ia tulis di selembaran potongan kertas yang berukuran kecil.
isi tulisan Anisa :
{selamat iksi sayang, gak nyangka ternyata kamu udah nikah, dan aku minta maaf gak sempat menghadiri undangan mu, dan maaf juga mungkin hadiah yang aku kirimkan gak seberapa, tapi yang jelas aku sangat bahagia melihat kehidupanmu sekarang, ow..iya suami kamu ganteng banget yah..beruntung banget kamu hehe, aku pengen suatu saat nanti aku bisa berkunjung di rumah keluarga kecil kalian, sekali lagi maafkan aku siru..salam rindu dari jauh untukmu}
__ADS_1
"nis..sumpah, aku kangen banget sama kamu...kamu dimana sih sekarang..hiikss... hiikss..hiikkss, entahlah nis andaikan saja kamu tahu hal yang sebenarnya terjadi dengan pernikahanku mungkin kamu akan meralat kata keberuntungan yang sudah kamu tulis itu..hiiiks..hiikss" gumam iksiru tak mampu menahan kesedihannya.