Cinta Seorang Perawat

Cinta Seorang Perawat
Episode 46


__ADS_3

*Ungkapan Hati


dengan pelan Zeyyan membuka pintu kamar dan mendapati mamahnya yang masih saja terisak diatas tempat tidur, dengan mulutnya yang komat kamit seperti sedang mengungkapkan kalimat-kalimat dengan suara lirih, perlahan Zeyyan mulai mendekati ibunya


Zeyyan : "maah....!!! mah liat Zeyyan mah"


"mah...please maafin Zeyyan mah!" sambungnya


"Keluar kamu dari kamar mamah!!!" ujar mamahnya dengan suara yang cukup pelan


Zeyyan : "mah..Ze..zey..Zeyyan minta maaf sama mamah, Zeyyan tau Zeyyan salah!"


"memanglah kamu salah, apa yang kamu harapkan datang ke sini? berharap kamu akan dibenarkan? gitu?" ujar mamahnya dengan nada suara yang mulai tinggi


zeyyan : "mah...Zeyyan gak ada maksud untuk melukai hati mamah dan papah, Zeyyan hanya.."


"hanya apa??? hanya bertindak sesuka hati kamu? hwuuh terkadang tindakan tak memandang niat dan maksud!" cetuh mamahnya semakin kesal


zeyyan : "Mah...Zeyyan khilaf mah!"


"ow.. jadi sekarang baru sadar kalau kamu itu khilaf? Zey kamu itu seorang dokter, bukan hanya mamah sama papah yang sedang kamu permalukan saat ini, tapi diri dan jas putih kamu juga sedang tercoreng" cetus mamahnya

__ADS_1


"mah...!!!" zeyyan seakan kehabisan kata-kata untuk memberikan penjelasan


mamahnya : "selama ini mamah sudah cukup malu, malu sama tetangga, malu sama teman-teman seprofesi kamu, sama pasien-pasien kamu, terlebih lagi sama rafkil, beribu-ribu tuduhan dan kutukan yang sudah mamah lontarkan pada dia!"


Zeyyan : "mah...Zeyyan minta maaf!"


mamahnya : "maaf aja gak cukup Zey!"


Zeyyan : "mah..tolong jangan siksa Zeyyan seperti ini"


"ouw sekarang kamu merasa tersiksa??? jadi selama ini yang kamu lakuin sama mama dan papah atas semua kebohongan-kebohongan kamu, itu kebanggaan namanya???" lagi-lagi ia melantangkan suaranya dihadapan Zeyyan


Zeyyan : "maah...?"


Zeyyan : "mah..zey ngelakuin itu karena zey sedang stress atas perjodohan rafkil waktu itu mah, dan disaat Zeyyan sedang stress hanya robert yang ada disamping Zeyyan, mamah sama papah sama-sam sibuk nya dan hampir tidak terlihat dirumah"


"ouw jadi sekarang kamu mau nyalahin mamah sama papah?" tanyanya dengan pelototan mata yang cukup tajam


Zeyyan : "gak..mah, Zeyan hanya mencoba menjelaskan yang sebenarnya terjadi"


mamahnya : "dari dulu kamu memang gak pernah percaya sama rafkil, kamu gak percaya sama rafkil? rafkil kan sudah janji akan menikahi kamu apapun yang terjadi, kenapa kamu terlalu bodoh dengan cinta sesaat kamu pada laki-laki berandal itu Zey..??"

__ADS_1


Zeyyan : "mah..mamah tau gak??? satu-satunya alasan yang selalu menjadi penghalang antara aku dengan rafkil untuk menikah adalah keyakinan mah...udah berkali-kali aku bersimpuh sama mama dan papah untuk pindah keyakinan tapi mama dan papah tetap gak ngizinin Zeyyan kan, dan asal mama tau...selagi Zeyyan masih dengan keyakinan Zeyyan yang sekarang selagi itu juga orang tua rafkil gak akan pernah setuju dengan hubungan kami..hoouuuftt...sudah lah mah, gak ada gunanya bahas masa lalu!"


"di mana laki-laki berandal itu?" tanya mamahnya


"mah, bisa gak sih jangan sebut dia laki-laki berandal???" jawab Zeyyan mulai kesal


mamahnya : "ohoow jadi mama harus panggil dia laki-laki yang taat gitu?"


Zeyyan : "mah...suka tidak suka dua hari lagi dia akan menjadi menantu mamah!"


"Bhuwww...Menantu!!! Chuuitss" dengan segala kejengkelannya ia membuang ludah saat mendengar kata menantu yang keluar dari mulut Zeyyan


Zeyyan : "mah...???"


mamahnya : "kamu keluar sekarang dari kamar mamah!!!"


Zeyyan : "mah..???"


mamahnya : "kamu keluar sekarang!!! mamah gak mau lihat muka kamu, hwuuwh muka kamu dengan mukanya sama tau gak, sama-sama muka penipu!"


Zeyyan hanya bisa menarik nafas dalam, dengan mata yang terlihat sangat sembab, dan pipi kanannya terpoles lebam merah sedikit membiru, tak kuasa mendengar cemoohan mamahnya ia pun segera melangkahkan kaki menuju kamar tidurnya, tak berhenti sampai disitu, setibanya di kamar Zeyyan pun melanjutkan isakan tangis seakan tak tahan ia harus menghadapi masalah ini seorang diri tanpa rangkulang dari orang-orang tersayang terutama ke dua orang tuanya

__ADS_1


**********To Be Continue**********


__ADS_2