
*Don't Hurt Me
Usai sholat subuh, iksiru sedikit terkejut saat ia menoleh ke atas tempat tidur yang terlihat sudah rapih itu namu tak terlihat rafkil, tidak seperti biasanya rafkil bangun sepagi ini.
"Haa...rafkil kemana? Hmmm mungkin aja dia udah duluan berangkat ke RS, tapi ini kan masih subuh, apa dia mampir ke rumah Zeyyan? Hmmm..ya udahlah mending aku madi sekarang" gumamnya dalam hati
karena tuntutan jadwal shift pagi tanpa berfikir panjang iapun segera memasuki kamar mandi, setelah itu ia bergegas untuk bersiap-siap.
"Waduuh...mana lagi hairdryer, duuhh..mana udah setengah tujuh lagi" ucapnya sembari membuka beberapa laci untuk menemukan hairdryer.
"Kreeeeeekk!!" bunyi gesekan pintu
"Ha...siapa itu?" tanya iksiru sangat terkejut
"Aauuuuuu..mana hijab...mana hijab?" teriak iksiru sangat histeris, saat melihat rafkil sembari
Sontak rafkil hanya bisa berdiri diam tanpa kata Saat ia melihat iksiru mengeringkan rambutnya, sedangkan iksiru berlari tak karuan mencari hijabnya, wajar saja jika iksiru kelabakan karena ini kali pertama rafkil melihatnya tak mengenakan hijab.
Siru : "kamu kenapa sih gak ngetok dulu, main masuk aja" ucapnya kesal sembari mengenakan hijabnya
Rafkil : "ngapain harus ngetok, ini kan kamar aku, lagipula gak salahkan kalo aku ngeliat rambut kamu, I'm your husband so please remember that"
Siru : "huuhh..malas lah berdebat sama kamu" sembari mengambil tas lalu bergegas meninggalkan rafkil
rafkil : "hei...?"
siru : "mmm...apa lagi?"
rafkil : "siapa yang nganter?"
siru : "siapa lagi kalo bukan pak maman, udahlah aku udah mau telat"
Rafkil : "houuuufftt"
************
Suasana saat di rumah sakit, sedikit riwah dikarenakan ada beberapa pasien yang terjadwalkan untuk pulang dan ada beberapa pasien baru masuk memenuhi ruang VIP
Gina : "eh iksi..?"
Siru : "mmm..?"
Gina : "tuh kamu dipanggil ma pak Zivan"
Siru : "ngapain?"
Gina : "yah pamitan lah..diakan udah mau pulang hari ini"
Siru : "ouww...aamm hari ini ada jadwal visite dr. Akil gak?"
Gina : "ada, dr. Akil visitenya nanti siang"
Siru : "okeyy.."
Tak banyak pertanyaan lagi, kini iksiru bergegas menuju ruang VIP kamar 3, disana sudah terlihat sangat ramai dipenuhi beberapa pengunjung yang juga keluarga besar dan beberapa orang staf yang turut berbahagia menjemput kepulangan pak zivan.
"Pagi pak Zivan" ucap iksiru sembari mendekati pak Zivan
Zivan : "pagi sus, ammm..suster iksi makasih yah, sudah merawat saya dengan baik selama saya berada di RS ini"
Siru : "hehe itu sudah menjadi tugas saya pak zivan"
Zivan : "aamm sus..ini saya ada sedikit hadiah, anggap aja sebagai ucapan terimakasih saya dan saya harap suster iksi mau menerimanya"
__ADS_1
Siru : "aamm..ya ampun pak, pake repot-repot segala ngasih hadiah, ya udah makasih yah pak" sembari menerima hadiah yang diberikan
Zivan : "ammm..sus?"
Siru : "iya ada apa pak zivan?"
Zivan : "aa...kalo nanti saya berkunjung lagi ke ruangan ini boleh?"
Siru : "hehe..pak zivan gak boleh ngomong kek gitu"
Zivan : "loh..emang kenapa?"
Siru : "yang berkunjung ke ruangan ini kecuali orang yang sakit, emang pak zivan mau dirawat lagi disini"
Zivan : "mau, asalkan suster iksi bersedia untuk merawat saya"
"Eheem..ehemm.." tiba-tiba rafkil memotong pembicaraan pak zivan
"haa???..duuuuh..gimana sih, bukannya jadwal visitenya siang" iksiru bergumam dalam hati
Zivan : "eh..dr. Akil, pagi dok"
Rafkil : "pagi..suster iksi ikut saya sekarang, ada hal penting yang harus kita bicarakan" sembari melihat sinis iksiru yang memegang parsel jumbo
Siru : "mau kemana dok?"
Rafkil : "ke ruangan saya sekarang"
Cukup lama iksiru berada di ruangan rafkil, rasanya ada sedikit trauma masa lalu yang pernah di alami iksiru saat ia masih menjadi mahasiswi praktek, diruangan itu pula ia pertama kali dibentak oleh rafkil.
Rafkil : "itu apa?"
Siru : "hadiah"
Siru : "gak tau, aku juga belum buka"
Rafkil : "buka sekarang"
Siru : "ih..kenapa harus dibuka sekarang"
Rafkil : "buka sekarang" teriak rafkil mulai kesal
Siru : "okeeyy..!"
Iksiru mulai membuka parsel jumbo tersebut, seketika iksirupun tercengang melihat isi dari parsel jumbo tersebut, betapa tidak, pak zivan menghadiahkannya sepaket tas branded channel yang bernilai ratusan juta.
Rafkil : "waoww.." ucapnya sembari menepuk tangan
"Nih aku mau tanya, sebenarnya ada hubungan apa sih kamu sama dia?" sambung rafkil
Siru : "ya allah..rafkil..houuufftt aku gak ada hubungan apa-apa sama dia, kalaupun ada..."
Rafkil : "ya kalaupun ada?"
Siru : "kalaupun ada, hubungan kami hanya sebatas hubungan persahabatan"
Rafkil : "ohoww..sahabat, nice, aku baru liat yang namanya sahabat ngasih hadiah yang branded-branded yah, bukan hanya sekali, tapi beberapa kali"
siru : "huumm, sekarang udah liat kan?"
rafkil : "bisa gak, jangan membantah ucapan aku?" tukasnya mulai kesal
Siru : "hoouuufft..kamu ngajak aku kesini hanya untuk bertengkar, mending aku keluar sekarang"
__ADS_1
Rafkil : "No...aku belum izinkan kamu untuk keluar"
Siru : "houufftt...aku capek, aku bener-bener capek harus bertengkar tiap hari sama kamu"
Rafkil : "huum..capek bertengkar, tapi tiap hari buat terus"
Siru : "ha..emang tiap hari aku buat apa?"
Rafkil : "iya..tiap hari kamu menggatal dengan pasien VIP nomor 3 itu kan"
Siru : "what..??? Menggatal???" ucapnya seakan tak bertenaga saat mendengar ucapan rafkil yang cukup menyayat hatinya sembari meneteskan air mata
"Rafkil..please don't hurt me with that sentence because I will be very hurt" ucapnya, sembari berlalu meninggalkan rafkil
Rafkil : "iksi...? Iksi..?? Huuuffttt rafkil kamu ngomong apa sih" gumamnya sangat menyesali ucapannya
Saat pergantian shift, iksirupun tidak langsung pulang kerumah, ia menyempatkan waktu untuk berkunjung kerumah syifa disana habis-habisan ia menangis menceritakan kejadian yang baru saja ia alami.
Kini waktu telah menunjukkan pukul 21.00 WIB, iapun bergegas kembali kerumah, saat ia membuka pintu kamar ia melihat rafkil yang berbaring diatas tempat tidur sambil menonton TV.
Rafkil : "dari mana aja kamu?"
Mendengar ucapannya iksiru tak bergairah untuk menjawab pertanyaannya.
Rafkil : "aku tanya, darimana aja kamu?"
Siru : "hoouufftt dari rumah syifa" tukasnya sangat datar
Rafkil : "ngapain disana? Curhat masalah kita?"
Siru : "hoouuftt...bisa gak sih setelah berbuat salah ucapkan kata maaf?"
Rafkil : "huufftt..ok I'm sorry" ucapnya seakan tak ikhlas
"Kamu belum jawab pertanyaan ku, kamu ngapain di rumah syifa? Ow..atau jangan jangan kamu kerumah pasien kamar tiga itu yah? Ya siapa tau kamu kangen sama dia" ucap rafkil santai, seakan tak memikirkan perasaan iksiru
Siru : "astaghfirullah rafkil..bisa gak sih jangan bawa-bawa pak zivan dalam masalah ini"
Rafkil : "kenapa? Ouuww Kamu gak mau kekasih kamu itu disebut-sebut"
Siru : "rafkil stop, bisa gak sih jangan menuduh orang sembarangan, selama ini kamu ketemuan sama Zeyyan, mesara-mesraan sama dia, tapi aku gak pernah usik hubungan kalian, please.. aku dan pak zivan itu hanya sebatas teman"
Rafkil : "hoouufftt"
siru : "rafkil kamu tenang aja, aku tahu kok bagaimana batas-batas pergaulan seorang isteri dengan lelaki yang bukan mahramnya"
Rafkil : "ow...jadi kamu nyindir aku?"
Siru : "haa??? Siapa yang nyindir kamu?"
Mendengar ucapan iksiru, rafkil seakan tertampar dan merasa malu sendiri, seakan ia kehabisan bahan untuk membakar suasana menjadi riwah, ya rafkil seakan tak puas melihat iksiru merasakan ketenangan hidup.
Ucapan iksiru yang menyinggung tentang batasan pergaulan, cukup mengganggu fikiran rafkil, jam dinding telah menunjukkan pukul 02.15 namun ia masih saja sulit untuk memulai tidurnya, tiba-tiba ia mendengar iksiru yang tengah mengigau, dari atas tempat tidur ia mencoba memerhatikan ucapan iksiru yang menyebut nyebut nama seseorang
"Kak khalief...kak khalief aku rindu" ucap iksiru mengigau
Rafkil : "ha...Khalief? Siapa lagi tuh"
Tak puas iapun segera beranjak dari tempat tidur lalu mendekati iksiru yang tertidur pulas di sofa, sembari bertanya tanya tentang nama seorang pria yang disebut iksiru dalam tidurnya.
*******To be continued.....
Note book : jangan lupa Like👍, coment🤓 dan vote sebanyak-banyaknya yah readers🕵♂️🕵🏻♀..biar author makin semangat 💪🏻nulisnya✍️...okey👌😊, Love You kalian semua readers ku😘*******
__ADS_1