
*Beautiful Night
Hujan berjatuhan sangat deras menggelinding di atas atap vila, menghiasi malam yang sangat gelap itu tanpa sinaran bulan maupun bintang-bintang yang biasanya selalu mampir untuk menyapa siapa saja yang selalu menatap langit dengan senyuman, kedinginan mulai menyelimuti suasana vila yang masih dipenuhi tumbuhan hijau, beberapa kali suara petir dan cahaya kilat yang sangat mencekam seakan mengganggu suasana tidur iksi sedangkan rafkil tertidur dengan pulas
Siru : "haaaa mati lampu lagi! Huuffttt Cher..cheri bangun"
"Cheri..cheri bangun dong!" sambung iksi, membangunkan rafkil yang masih tertidur pulas itu
Rafkil : "uuuum..ada apa cheri?" tukasnya masih dengan suara yang serak sembari memutar tubuhnya menghadap iksi
Siru : "mati lampu, aku takut"
Rafkil : "kan ada aku disini cheri, gak usah takut yah, yaudah tidur lagi gak usah mikirin yang macam-macam"
Siru : "tapi cheri..Cher..cheri..??? Yaampun tidur lagi. Huufttt"
Seketika rafkil pun mengusap-usap kepala iksi, namun dengan besar rasa kantuknya rafkilpun tertidur kembali sementara iksi Masih merasa tidak nyaman dengan keadaan yang gelap gulita itu iksipun memberanikan diri menuju dapur untuk mengambil beberapa batang lilin
Dengan langkah yang tertatih-tatih ia terus berjalan sembari melirik ketakutan ke arah atas dan samping kiri kanannya, sembari memikirkan hal-hal yang aneh
Sesampainya didapur, ia meraba-raba sesuatu yang tergeletak diatas meja yang diatasnya terdapat beberapa toples bumbu masak, detak jantung yang semakin kuat berdenyut itu, ia terkejut saat sesuatu mengenai punggung kakinya
"Haaaaaaaaaaa!" iksi berteriak dengan keras saat ia merasakan sesuatu yang menyentuh kakinya
"Cheri...?" panggil rafkil terhadapnya dengan perasaan yang cukup khawatir, dengan mata yang masih melek itu dari kamar ia berlari menuju dapur dan sesegera mungkin ia mendekati isterinya yang duduk ketakutan dilantai sembari menutup kedua bola matanya itu
Rafkil : "hei..are you ok?"
Tanpa membalas pertanyaan rafkil, ia terus mendesah ketakutan dan tak mau melepas kedua tangannya yang masih menempel pada kedua kelopak matanya
Rafkil : "hei it's me, are you ok?"
Dengan pelan rafkil melepas kedua tangan yang menutupi matanya, Tersadar rafkil yang tengan duduk jongkok berhadapan dengannya sontak ia segera memeluknya dengan berjuta rasa takut yang menggebu-gebu
Siru : "hu..hu..hu cheri aku takut"
Rafkil : "yeah what happen to you?"
Siru : "ada sesuatu yang nyentuh kaki aku" tukasnya ketakutan dan tak mau melepas pelukannya pada rafkil
Rafkil : "sekarang masih ada sesuatu itu di kaki cheri?"
Siru : "iya...aku takut banget cheri"
Rafkil : "ya udah tunggu bentar yah!"
Siru : "cheri mau kemana?"
Rafkil : "ngambil handphone buat lighting, gelap kek gini mana bisa kita lihat apa yang nyentuh kaki cheri"
__ADS_1
Siru : "gak..gak cheri gak boleh pergi kemana-mana aku takut sendirian disini"
Rafkil : "cuman dikamar aja cheri, deket kok dari sini"
Siru : "gak, aku takut!"
Rafkil : "ya terus kita hanya stay kek gini aja dan saling bertatap-tatapan dalam kegelapan? Nothing solution cheri"
Siru : "haaaaaa!!! Dia gerak-gerak di kaki aku" teriaknya lagi sembari memukul-memukul punggung rafkil yang sedang dipeluknya itu.
Rafkil : "hei..hei..hei..cheri, look at me cheri harus tenang sekarang, tarik nafas yang dalam lalu hembuskan"
Siru : "okeey..huuuufffttt, trus cheri mau ngapain?"
Rafkil : "sesuatu itu ada di kaki sebelah mana, kanan atau kiri?"
Siru : "kaki kanan, emang cheri mau ngapain?"
Rafkil : "nyentuh sesuatu itu, biar clear masalah yang ada di kaki cheri, gak mungkin kan semalaman suntuk kita akan sperti ini!"
Siru : "okey..!"
Rafkil : "tapi cheri jangan teriak yeah?"
Siru : "ok..janji!"
Rafkil : "okeeyy!!!"
saat bolam lampu tiba-tiba menyala dengan penasaran mata mereka berdua langsung mengarah ke arah kepalan tangan rafkil uang ternyata sesuatu yang ia kurung dengn erat pada sebuah kepalan tangan kanannya itu ialah seekor cicak, menyadari hal itu sontak rafkil menjulitkan matanya dan segera menghempas seekor cicak yang hendak ia genggam itu, mereka pun langsung berteriak geli sembari melompat-lompat dan segera berlari menuju kamar tidur mereka.
Diatas tempat tidur iksi mengambil posisi semi Fowler sembari menstabilkan pernapasannya, sementara rafkil segera membilas tanganya sesaat kemudian iapun mendekati iksi yang masih terlihat sedikit ketakutan itu.
Rafkil : "hei..are you ok?"
Siru : "yeah, hanya kaget aja tadi, kirain apaan ternyata hanya seekor cicak"
Rafkil : "umm emang cheri ngapain sih ke belakang?"
Siru : "huuuftt nyari lilin lah ngapain lagi!"
Rafkil : "nyari lilin untuk apa?"
Siru : "lighting lah, aku gak suka tidur gelap-gelap kek tadi!"
Rafkil : "lighting kan Handphone bisa"
Siru : "handphone aku lowbat lah!"
Rafkil : "kan bisa make handphone aku"
__ADS_1
Siru : "mana aku tahu handphone cheri dimana!"
Rafkil : "tuh..disamping meja, cheri sih panikan jadi orang!"
"Mana aku tau" sambung iksi sembari memonyongkan bibirnya yang kecil itu
"Bhuuwss,,!!" rafkil hanya bisa melepaskan setengah tawanya itu, karena mengetahui tingkah polos isterinya yang terlihat kesal dengan ucapannya.
Siru : "kenapa ketawa?"
Rafkil : "gak, cuman lucu aja kalau cheri ketakutan kek gini!"
Siru : "aku gak takut kale, cuman terkejut aja!"
Rafkil : "benar gak takut?"
Siru : "iya lah!"
Rafkil : "terus tadi siapa yang histeris sambil meluk-meluk aku, pelukan erat pula, haha" tukasnya menjaili iksi
Siru : "hiiiiiiiss gak sengaja lah aku meluk cheri tadi"
Rafkil : "gak sengaja tapi aku benar-benar menikmatinya" tukasnya sembari memberikan senyum termanisnya pada iksi
Iksi yang melihat senyum manis suaminya itu sesegera mungkin ia mengalihkan pandangannya ke arah langit-langit, dengan ekspresi yang kaku dan dada yang berdebar-debar ia hanya bisa sesekali menelan ludahnya tanpa kata ia seakan tak berani melihat sosok seorang lelaki berwajah tampan yang saat ini masih saja terpaku menatap iksi dengan suguhan senyum termanisnya.
Rafkil : "hei..look at me" sembari menyentuh dagu iksi yang sangat kaku itu
Siru : "hiiiisss..tidurlah udah tengah malam ni!"
Rafkil : "No..I want to talk to you!"
Siru : "houuuftt, gima kalo ngomongnya besok aja?"
Rafkil : "No!"
Iksi semakin gemetar dan tak tahu harus berkata apa lagi saat ia melihat rafkil yang masih saja menatapnya dengan sebuah tatapan yang penuh makna
Siru : "e..eee..emangnya che..ce..cheri mau ngomong apa?" tanyanya dengan terbata-bata
"Aku...!" tukas rafkil sembari mengelus-elus kedua tangan isterinya itu, dengan perlahan ia mendekati iksi yang masih saja terpaku diatas tempat tidur.
"Che..cheri mau ngapain?" tukasnya dengan perasaan was-was seakan ia tau maksud dari tatapan dan tingkah rafkil yang membuat jantungnya tiba-tiba berdegub kencang itu.
"Aku..aku mau malam ini cheri melayaniku layaknya seorang suami pada umumnya, aku udah halal untuk cheri begitupun cheri, cheri udah halal untuk aku, jadi gak ada yang salah jika kita melakukannya malam ini, I Love You" dengan pelan ia melontarkan kalimat yang sangat menggetarkan itu ditelinga iksi sembari membacakan do'a saat akan bersenggama, dengan perlahan ia mengecup dahi dan kedua pipinya.
Mendengar permintaan rafkil yang hampir saja membuatnya shock itu, ia seakan tak ada kalimat bantahan apapun untuk menolak permintaan suaminya itu, ia hanya bisa pasrah dan sudah sepantasnya iksi memberikan segala sesuatu yang sudah ia jaga selama ini pada seseorang yang sudah halal untuknya.
................To be Continue..................
__ADS_1
*jangan lupa follow, like dan komen yah😊