Cinta Seorang Perawat

Cinta Seorang Perawat
Episode 41


__ADS_3

*Cemburu


Tepat pukul 09.00 WIB tanpa sepengetahuan rafkil, iksi mengendarai mobil seorang diri untuk menyambangi Zeyyan yang masih dirawat di rumah sakit


Siru : "assalamualaikum..Zey?" pekiknya pelan sembari menuju kursi yang ada disamping tempat tidur Zeyyan


Zeyyan memelekkan matanya saat melihat iksi yang tiba-tiba memberanikan diri untuk menjumpainya itu


Zeyyan : "waalaikumsalam! Angin apa yang membawamu kemari?"


Siru : "aku tau dari rafkil, Gimana kondisi kamu sekarang?"


Zeyyan : "seharusnya aku yang tanya, kondisi kamu sekarang gimana saat tau minggu depan aku bakal nikah ama rafkil?" tanyanya dengan senyum meremehkan


Siru : "alhamdulillah..aku sehat!"


Zeyyan : "sehat..tapi wajah pucat, mata sembab?" cetuhnya sedikit mengejek


Siru : "huuufttt...ya karena sekarang aku masih dalam tahap morning sicknes"


Zeyyan : "what...Morning sicknes???"


Zeyyan terkejut bukan kepalang saat mengetahui iksi yang saat ini tengah berbadan dua, berkali-kali ia mencoba untuk memungkiri hal itu, dengan asumsi bahwa anak yang sedang dikandung oleh iksi saat ini bukanlah anak rafkil, namun tetap saja dari pikirannya sendiri juga tak bisa menyangkal tentang kenyataan


"You must be kidding me, iya kan?" cetuhnya dengan pelototan mata yang terus menyoroti wajah iksi


"Ouw ya...itu..itu pasti bukan anak rafkil kan? Iya kan? Rafkil udah janji sama aku kalau dia gak bakal nyentuh kamu sampai kapanpun, ya aku yakin itu bukan anak rafkil" ia terus berceloteh dan tak percaya dengan keadaan yang terjadi


Iksi hanya terdiam saja saat melihat kondisi psikis Zeyyan yang sangat terganggu itu, rasanya membantah ucapannya bukanlah solusi terbaik saat ini untuk menyelesaikan persoalan rumah tangganya


Siru : "kamu istirahat aja dulu sekarang yah?"


Zeyyan : "No...aku tanya kamu itu bukan anak rafkil kan, jawab aku?" pekiknya ia menunjuk dan meninggikan suara dihadapan iksi


Siru : "suami aku hanya satu, saat ini aku sedang hamil 3 minggu, dan sudah pasti ini adalah anak rafkil" tukasnya dengan suara pelan ia menjelaskan pada Zeyyan


Saat mendengar ucapan iksi sontak ia terdiam seketika dengan tatapan kosong, sesaat setelahnya tampak senyuman yang merekah secara perlahan dari bibirnya, sembari menggeleng-gelengkan kepalanya dengan pelan ke arah kiri dan kanan hingga dengan cepat ia mulai menyoroti iksi dengan tatapan tajam nya.


Zeyyan : "kenapa kamu jahat sama aku? kenapa kamu rebut rafkil dari aku? Kenapa iksi? Kenapa?" pekiknya dengan linangan airmata ia memaksakan tubuhnya yang masih lemah itu untuk duduk

__ADS_1


Siru : "Zey aku gak ngerebut rafkil dari kamu, aku sayang sama kamu!"


Zeyyan : "Bohong!!!?" dengan cepat ia memangkas ucapan iksi


Siru : "Zey..jika dulu kamu tak sanggup jadi penunggu yang mulia, kenapa sekarang kamu harus rela jadi pengganggu yang setia?" dengan pelan iksi menyampaikan ucapannya sembari sedikit menjaga jarak denga Zeyyan


Zeyyan : "maksud kamu? Maksud kamu aku selalu ngeganggu rumah tangga kalian gitu?"


Siru : "Zey..jika sekarang aku ridho kamu menikah dengan rafkil, apakah kamu bisa menjamin diantara kita berdua untuk berdamai dengan rasa cemburu masing-masing?"


Zeyyan seketika mulai menunduk lesuh, sembari mengelus-elus rambutnya yang hanya sebahu itu, dengan pelan ia mulai bersuara pada iksi


Zeyyan : "cemburu adalah salah satu bentuk cinta, bukankah cemburu itu hal yang wajar?"


Siru : "tapi cemburu yang terus menerus itu bukanlah cinta, karena cinta butuh kepercayaan, Zey...hal yang wajarpun terkadang bisa membakar, tidak semua wanita terlahir untuk ikhlas berbagi apa lagi terbagi"


Zeyyan : "andaikan cinta datang selalu menyapa, pasti aku gak akan selarut ini, aku ingin cinta itu seperti senja yang tau caranya berpamitan.....pergi secara perlahan karena pergi secara tiba-tiba hanya akan menyakiti siapapun yang menikmatinya"


siru : "Zey...jika kamu gak keberatan aku akan bantu kamu untuk mencari robert"


Zeyyan : "stop for mention his name" tukasnya lagi-lagi ia meninggikan suara dihadapan iksi


Zeyyan : "aku benci sama dia, jangan pernah kamu sebut nama laki-laki itu dihadapan aku...aku benci..benci..benci..


benci..benci!!!" tukasnya dengan segala kebenciannya ia lampiaskan dengan mengacak-ngacak tempat tidurnya


siru : "Zey..tenang zey..!!!"


Zeyyan : "keluar sekarang dari ruangan ini..aku terlalu sakit untuk melihat kebahagiaan kalian, sesederhana itukah kalian menyakitiku?"


siru : "Zey...!!!"


Zeyyan : "keluar...!!! aku bilang keluar..keluar sekarang"


siru : "ok...aku keluar sekarang!"


********


baru saja ia memasuki rumah, tiba-tiba rafkil segera menghampirinya,

__ADS_1


rafkil : "Cheri darimana aja?"


siru : "jenguk Zeyyan!"


rafkil : "ow yah..!!!kenapa gak bilang-bilang sama aku?"


siru : "aku bisa sendiri, lagipula cheri kan banyak pekerjaan yang harus diselesaikan!" tukasnya sangat datar


rafkil : " cheri mau gak..nemenin aku.....beli cincin pernikahan?" tanyanya dengan sedikit ragu


siru : "huuufft...!" ia hanya mendesis


rafkil : "are you ok?"


siru : "kenapa sih harus sesakit ini?"


rafkil : "What do you mind cheri?"


siru : "kamu itu..orang pertama yang aku kenal, yang gak pernah peka sama sekali dengan perasaan orang lain, tapi kamu juga orang yang paling bersih keras untuk melepaskan aku..kenapa?" tanyanya dengan mata yang mulai berkaca-kaca


rafkil : " 'cause I love you" cetuhnya pelan


siru : "kenapa cintamu begitu menyakitkan rafkil kenapa???" ia mulai meninggikan suaranya


rafkil : "Cheri..Cheri ngomong apa sih?"


siru : "kamu bilang kamu cinta sama aku, tapi kenapa sampai sekarang kamu diam aja..kenapa kamu gak mencari laki-laki yang bernama robert itu..kenapa? kenapa rafkil?" cetuhnya dengan nada suara yang tinggi sembari terus memukul dada rafkil


rafkil : "Cheri..robert gak ada di indonesia sekarang!"


siru : "kamu tau gak..saat ini Zeyyan terlihat sangat putus asa, kondisi psikisnya benar-benar terganggu, gara-gara ulah laki-laki itu rafkil..hiiiikss..hiiikss...hiiikss"


rafkil yang saat itu masih menopang pinggangnya dengan mengerutkan keningnya ia tak tahu harus berbuat apa saat melihat iksi yang terus-terusan meninggikan suara dihadapnnya, tanpa berfikir panjang sontak rafkil lalu memeluk iksi dengan erat, meskipun kulitnya yang putih itu harus memerah bahkan tergores karena cengkraman iksi


rafkil : "Cheri..aku janji, aku akan cari robert sampai ketemu, bahkan harus ke luar negeri sekalipun, I'm so sorry cheri..I'm so sorry"


siru : "hiiiks...hiiiks...hiiiks!!!"


rafkil : "sshhhh..jangan nangis lagi yah cheri, I promise to you"

__ADS_1


__ADS_2