
*Ceraikan Aku
Saat ia akan memasuki rumah, secara refleks ia mendorong keras pintu depan hingga mengejutkan rafkil serta ayah dan ibunya yang sedang terengah-engah menonton film animasi humoris itu.
Mama ratna : "iksi...kamu darimana aja sih, dicariin dari tadi"
papa adnan : "iksi..lain kali kalau mau keluar kemana aja, jangan pernah abaikan suami, harus izin dulu sama suami, dari tadi rafkil nyariin kamu"
siru : "maaf pah, iksi tadi lagi ada urusan mendadak"
Rafkil : "ya udah chery..makan dulu gih"
mama ratna : "iya makan dulu, cobain deh masakan nak rafkil, huuuum enak banget, mama aja sampe dua kali nambah tadi"
Siru : "huuuffttt..nantilah mah, iksi masih kenyang, mah jam berapa mama sama papa balik kerumah?"
Mama ratna : "dikit lagi, mama mau selesai in filmnya dulu"
Siru : "aku ikut yah mah!"
Mama ratna : "ikut kemana?"
Siru : "ikut mama sama papah pulang" tukasnya sembari menuju kamarnya
Mama ratna : "loh..."
papa adnan : "rafkil?"
rafkil : "iya pah?"
papa adnan : "kalian baik-baik aja kan?"
rafkil : *"ammm...kami baik-baik aja kok pah, ow yah mama sama papah tunggu bentar yah aku mau liat iksi dulu"
"umm..." tukas kompak mertuanya*
Rafkil yang melihat tingkah aneh isterinya itu, sesegera mungkin ia menuju kamar, untuk menghampiri isterinya yang terlihat tegang dengan tatapan yang sangat tajam tidak seperti biasanya iksi bertingkah seperti itu.
Rafkil : "chery..kamu kok gak bilang-bilang kalo mau ikut mama sama papah"
Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut iksi, selain pelototan mata dan berjuta kekesalan yang terpancar dari ke dua bola matanya itu, iksi seakan tak bergairah untuk menanggapi setiap pertanyaan yang keluar dari mulut rafkil.
__ADS_1
Rafkil : "chery...kamu kenap"
Siru : "stop panggil aku chery" pungkasnya memenggal ucapan rafkil
Rafkil : "what happen to you?"
Siru : "huuuuffffttt..ceraikan aku" tukasnya pelan seakan tak berdaya sembari menatap rafkil dengan tatapan tajam
Sontak rafkil hanya bisa melongo dengan tatapan kosong, ia terpaku menatap iksi yang terus memasukkan pakaian pada mini koper, dengan ringan langkah iksipun bergegas menuju pintu kamar menyadari hal itu seketika dari belakang rafkil menahan mini kopernya
Siru : "lepas..aku bilang lepas lepas rafkil" teriaknya sangat kesal
Rafkil : "no..iksi whats wrong? Tell me please"
Siru : "ceraikan aku"
Rafkil : "No.."
Siru : "ceraikan aku rafkil"
Rafkil : "tapi kenapa?"
Siru : "bahkan sampai ke tahap inipun kamu masih berpura-pura gak tau segalanya?"
Siru : "ceraikan aku, lalu menikah dengan Zeyyan"
Rafkil : "why?"
Siru : "itukan keinginan kamu dari dulu? Mungkin sudah saatnya sekarang kamu harus menceraikan aku"
Rafkil : "aku akan menceraikan kamu ketika Zeyyan sudah memeluk agama islam, itu yang aku bilang ke kamu"
Siru : "dia mau kok berkorban apa aja demi kamu, dan please jangan paksa dia untuk berkorban lebih dari yang dia sanggupi"
Rafkil : "dia berkorban banyak tentang apa iksi? Kamu sama sekali gak banyak tahu tentang hubungan aku dengan Zeyyan selama ini"
Siru : "yah..memang aku gak banyak tahu tentang hubungan kalian, bahkan sampai kamu menghamili Zeyyan pun aku gak tau"
Rafkil : "apah...???"
Siru : "kenapa Kamu terkejut? Karena aku udah tau semuanya?"
__ADS_1
Rafkil : "ouuw jangan bilang tadi kamu keluar ama Zeyyan?"
Siru : "ya tadi memang aku keluar ama dia"
Rafkil : "terus kamu percaya gitu aja semua ucapan Zeyyan?"
Siru : "terus aki harus percaya ucapan kamu gitu? Dengan semua kebohongan mu selama ini"
Rafkil : "iksi...sumpah aku gak pernah nyentuh dia, dia bohong sama kamu"
Siru : "entah lah...sangat sulit bagiku untuk mempercayai mu rafkil" tukasnya sembari membuka pintu kamar namun dari belakang rafkil langsung memeluk iksi, ia melingkarkan kedua tangannya dengan erat pada pinggang isterinya itu
Rafkil : "please don't leave me alone iksi" tukasnya sembari bersuara pelan
Siru : "lepas...lepas tangan kamu"
Rafkil : "No...and never"
siru : "rafkil ceraikan aku..please...hiikkksss....hiiikss..hiiiikkss"
rafkil : "No.."
siru : "sampai kapan kamu akan terus menyiksa aku dengan semua kebohongan-kebohongan ini"
rafkil : "aku gak bohong sama kamu iksi, aku benar-benar gak nyentuh dia sama sekali, aku harus ngomong apa lagi biar kamu percaya sama aku"
Siru : "ceraikan saja aku rafkil, daripada kita hidup harus sama-sama tersiksa seperti ini..hiiiksss..hiiiiks..hiiiiks.."
Rafkil : "gak akan iksi, aku gak akan pernah menceraikan kamu, kamu hadir dalam kehidupan aku lalu kau hancurkan semuanya, termasuk hati aku dan sekarang aku mulai terbiasa dengan semua itu, lalu kamu akan pergi meninggalkan aku? Maka selamanya aku gak akan pernah utuh tanpa kamu iksi"
Mendengar ungkapan rafkil iksi hanya bisa diam sambil sesekali ia terisak dalam tangisan haru yang semakin membuatnya sulit berfikir jernih tentang akan seperti apa masa depannya nanti.
"Iksi...? Jadi ikut mama gak?" teriak mamanya dari ruang tamu yang ada dilantai satu
"ammm...bentar mah, dikit lagi rafkil turun" teriaknya terburu-buru
"Iksi kamu tunggu disini dulu yah, aku mau nganterin pulang mama sama papah, kamu jangan kemana-mana please" tukas rafkil
Karena saat ini ia melarang iksi untuk keluar rumah maka Rafkilpun mencoba menjelaskan beberapa alibi kepada mertuanya, tanpa menaroh rasa curiga mertuanya pun terlihat sangat memercayai rafkil.
................To be Continue..................
__ADS_1
kirim vote sebanyak-banyaknya yah dan jangan lupa save komentarnya juga yah terkait episode ini, yang belum follow silahkan difollow🏃🏃♀️ akun milik ***author.
mungkin sebagian dari kalian beranggapan bahwa dengan memberikan like, vote, koment dan follow adalah hal yang sepeleh, tetapi bagi author semua itu ialah hal yang sangat-sangat berarti.***