Cinta Seorang Perawat

Cinta Seorang Perawat
Episode 32


__ADS_3

*Malu Sejenak


Cuaca pagi ini kelihatannya cukup bersahabat untuk setiap aktivitas harian diluar rumah, baik itu para petani yang sebagian besar tengah memanen padi yang sudah menguning itu maupun para wisatawan yang kerap memanfaatkan suasana disekitar vila untuk membilas bola mata dan paru-paru dari jahatnya polusi udara yang hampir setiap harinya menyatu dengan kehidupan kota


Setelah mandi rafkil segera merapihkan tempat tidur, kemudian ia melangkahkan kakinya menuju dapur yang sedari tadi sudah tercium aroma masakan, saat ia duduk dimeja makan yang sudah tersaji segelas jus strawberry dan beberapa potong roti itu, ia terus memandangi iksi yang bercucuran keringat sembari mengaduk-ngaduk nasi goreng.


Rafkil : "Huuuum wanginya! Masak apaan?"


Siru : "Nasi goreng" tukasnya sangat datar, sembari berjalan menuju meja makan, tanpa memandang wajah rafkil ia menaruh senampan nasi goreng diatas meja


"Apa rencana kita hari ini?" rafkil mencoba mengubah suasana yang hening itu sembari memasukkan beberapa sendok nasi goreng di piring nya


Sementara iksi hanya menunduk tanpa suara, seakan ia enggan untuk mengeluarkan sepatah kata dalam menjawab pertanyaan suaminya itu, melihat iksi yang tak berespon sontak iapun mengamati wajah iksi yang masih saja menunduk itu


Rafkil : "hei...are you ok?"


Siru : "umm!" jawabnya dengan menunduk sembari menatap nasi goreng yang ada dipiringnya


Rafkil : "cheri kenapa sih dari tadi seakan menghindari ku!"


Siru : "gak..gak kenapa-napa"


Rafkil : "ouuw apa cheri marah soal semalam?"


Siru : "gak...!" tukasnya tak berdaya


Rafkil : "so what? kenapa dari tadi cheri diam aja? Gak seperti biasanya?"


Siru : "huuufftttt...!"


Rafkil : "hei, look at me and say something what happen to you?"


Siru : "gak ada apa-apa!"


Rafkil : "terus..???"


Siru : "aku..aku..aku..!"


Rafkil : "yah..kamu kenapa cheri?"


Siru : "aaaam!"


Rafkil : "hei..liat aku, cheri tuh ngomongnya sama aku kenapa matanya ngeliat ke piring?"


Siru : "hiissss aku malu lah...!"


Rafkil : "haa.. Malu?"


"Bhuwws" rafkil melepaskan setengah tawanya itu rasanya ia sangat paham kenapa saat ini iksi merasa malu dan tidak mau melihat wajahnya

__ADS_1


Siru : "hiis..malah ketawa" tukasnya sedikit kesal melihat rafkil yang menertawainya


Rafkil : "hei listen to me, kenapa cheri harus malu? Yang kita lakukan semalam itu bukan sesuatu yang salah, it's normal!"


Siru : "iya aku tau..tapi..." tukasnya seakan tak mau melanjutkan penggalan ucapannya yang menyisakan tanda tanya besar itu


Rafkil : "but why?"


Siru : "tapi..entahlah kenapa aku malu pas liat cheri"


Rafkil : "Udah..udah don't be shy ok?"


Siru : "uuum!"


Dengan lembut ia mengusap kepala iksi, sembari menyuguhkan senyum termanisnya, iksi seakan meleleh saat melihat senyum termanis dari suaminya itu.


Rafkil : "so...what our plans today?"


Siru : "terserah cheri ajalah, pasti syifa dan yang lainnya ngikut aja!"


Rafkil : "uuum..okey, gimana kalau kita mancing aja?"


Siru : "huumm boleh juga tuh"


Rafkil : "hehe..gitu dong senyum!" tukasnya sembari menyubit pipi sebelah kiri iksi


Rafkil : "ya udah kita makan dulu yuk, aku yang pimpin do'a cheri yang mengamini"


Siru : "ok..!"


Sesuai rencana, usai sarapan pagi, rafkil, iksi dan ketiga temannya segera menyiapkan beberapa alat pancing yang sempat ia sewa dari pemilik vila tersebut, setelah itu mereka bergegas menuju danau, disana sudah terlihat para wisatawan yang duduk ditepi danau dengan berbagai aktivitas, ada yang sibuk mengambil pose terbaik dari view danau yang cukup luas itu, ada juga yang datang hanya sekedar ngobrol dengan pasangannya, bahkan ada yang hanya menikmati cemilan lalu kembali lagi ke vila masing-masing berbeda dengan mereka, rafkil dan iksi serta ke tiga temannya itu terlihat sangat menikmati suasana layaknya sedang melakukan aktivitas mancing mania, terlebih lagi saat pancingan mereka menggaet beberapa ekor ikan yang akan disantap nanti malam


Entah kenapa sikap dingin rafkil selalu kambuh saat berada di tengah-tengah keramaian orang, disaat iksi dan ketiga temannya tampak sesekali melepaskan tawa bahkan kegirangan yang tak menentu, rafkil seakan tak ikut hanyut dengan apa yang mereka rasakan, ia tak banyak senyum maupun berbicara, ia hanya bisa menyuguhkan wajah datar nya itu, meski begitu tidak sedikit para wisatawati yang berkunjung di situ memintanya untuk foto bersama


************


Setelah beberapa jam menghabiskan waktu didanau, kini merekapun bergegas kembali ke vila


"Haaa lumayan lah hasil pancingan kita hari ini buat barbeque an entar malam!" tukas syifa sedikit girang


Siru : "ha barbeque an?"


Syifa : "ya.."


Siru : "niat amat lu syif, kirain cuman becanda doang"


Syifa : "ya elah iksi, aku tuh kalo ngomong masalah barbeque an, gak ada istilah kata becanda, pokoknya entar malam aku gak mau tau yah semuanya harus tidur di tenda gak ada yang tidur di vila"


Siru : "ok..!"

__ADS_1


"Emang oppa rafkil mau apah tidur ditenda? Uups" tukas elsa kecoplosan


"Mau gak mau yah harus mau, itu kan sudah menjadi rencana awal kita" tukas dina menegaskan


Siru : "cheri gimana?" tanyanya pada rafkil


"huufttt, terserah kalian ajalah" sambung rafkil sembari berjalan mendahului mereka


Syifa : "emang yah..sifat arrogantnya gak pernah ilang"


Siru : "huussh jangan ngomong keras-keras nanti kedengaran ama rafkil"


Syifa : "biarin aja dia dengar!" tukasnya sangat kesal


Siru : "aku minta maaf yah, kalo ucapan rafkil tadi sudah menyakiti hati kamu syif!"


Syifa : "ya ampun gak iksi, aku tuh cuman kesal aja sama dia, huuffttt sifatnya tuh gak pernah berubah dari zaman kita kuliah dulu"


Tak sadar rafkil telah berjalan jauh meninggalkan iksi dan ketiga temannya, namun ada hal yang lebih mencengangkan saat ia melihat sebuah mobil yang terparkir rapih didepan vilanya itu, sepertinya sudah tidak asing lagi baginya saat melihat plat mobil itu, benar saja dari kejauhan ia melihat Zeyyan dengan senyuman lebar yang tengah duduk di kursi yang ada di teras vila itu, melihat Zeyyan rafkil seakan kehilangan mood.


Rafkil : "ngapain kamu kesini?"


Zeyyan : "sayang, I miss you" ucapnya dengan mata yang hampir berkaca-kaca


Rafkil : "kamu pulang sekarang!" tukasnya pelan dengan tatapan yang sinis


Zeyyan : "No...sayang kamu kok tega sama aku? aku jauh-jauh datang kesini untuk menemuimu....dan baru aja aku ketemu sama kamu tiba-tiba kamu nyuruh aku pulang?"


Rafkil : "jangan panggil aku sayang, sekarang apa lagi mau kamu ha?" tukas rafkil semakin geram


Zeyyan : "ok, aku kesini sebenarnya ada yang pengen aku omongin ke kamu, penting!"


Rafkil : "huuufttt, ngomong apa lagi, aku rasa sekarang udah gak ada lagi yang perlu diomongin!"


Zeyyan : "rafkil please marry me!"


Rafkil : "hei..are you crazy?"


Zeyyan : "I'm seriously rafkil"


Rafkil : "hei remember, I will not marry you, so now you can go home,and I hope this is our last meeting"


Zeyyan : "kil dengerin aku dulu please"


Rafkil : "what else?" teriaknya pada zeyyan


"Zeyyan!" sambung iksi yang seketika mengejutkan mereka berdua


melihat iksi, rafkil mencoba untuk meredam emosinya, sementara Zeyyan berusaha menampilkan acting recehannya itu dengan cara menitihkan air mata agar iksi merasa iba dengan kondisinya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2