Cinta Seorang Perawat

Cinta Seorang Perawat
Episode 20


__ADS_3

*7 bulan setelah pernikahan


Tujuh bulan sudah mereka mengarungi lika liku kehidupan berumah tangga, rasanya sudah sejauh ini tidak ada yang berubah dengan kehidupan rumah tangga iksiru dan rafkil, yang ada tetaplah pertengkaran demi pertengkaran diantara keduanya, menahan kejamnya saat hati dilanda kesakitan, menahan bengisnya saat oksigen mulai berkurang pada paru-paru, namun semua itu telah dilalui iksiru dengan sabar.


Mama ika : "iksi gimana sayang?"


Siru : "aaamm...belum mah"


Mama ika : "what..??? Kalian udah 7 bulan menikah tapi belum ada tanda-tanda?"


Siru : "aamm..ini..a..ap..ini..anu.." iksiru kebingungan tidak tau apa yang harus ia katakan pada mama ika.


Mama ika : "nih..rafkil, iksi..kalian tu kan tenaga medis, apa salahnya kalian coba memeriksakan kesehatan reproduksi kalian, siapa tau salah satu diantara kalian memang bermasalah"


Rafkil : "mah..."


Mama ika : "atau jangan-jangan kalian belum...?"


Rafkil : "ammm..mah, aku sama iksi sehat kok, hanya saja kami sepakat untuk menunda kehamilan"


Mama ika : "rafkil, kamu tau kan mama udah gak sabar pengen menimang cucu"


Rafkil : "iya mah, rafkil tau, tapi..."


Mama ika : "tapi apa? Kalian tuh terlalu sibuk dengan pekerjaan kalian masing-masing, sampai-sampai kalian lupa dengan masa tua kalian nantinya, kalo gak punya anak siapa yang bakalan ngurus kalian dihari tua?"


Rafkil : "iya mah..tapi rafkil"


mama ika : "pokoknya mama gak mau tau kalian harus cuti dan berlibur kemanapun kalian mau, sesuai janji mamah, mamah akan sponsori tiket traveler kalian"


Rafkil : "tapi mah"


Mama ika : "tapi apa rafkil?..kalian tu semakin hari bukan semakin muda, tapi semakin tua, liat iksi..iksi anak tunggal dan kamu...kamu hanya punya satu orang adik rafkil, mama gak mau kalian sampai gak punya keturunan"


Rafkil : "houuufffttt...mah?"


Mama ika : "please don't deny me!...I am very disappointed with you" tukas mamanya menunjuk rafkil sembari meninggalkan rafkil dan iksiru mama ika merasa sedikit kecewa dengan mereka berdua


Rafkil : "mah...? Mah please mah?" ucapnya sembari berusaha menahan langkah mamanya


Siru : "aammm...rafkil?"


"Diaaaaam!!!" teriak rafkil sangat jengkel


Rafkil : "hei..kamu pasti ngadu ke mamah kan, ha?"


Siru : "apa sih, main nuduh nuduh aja, hei mama itu dokter, tanpa aku kasih tau juga mama pasti akan taulah"


Rafkil : "puas kamu? Setelah ini apa harapan kamu? Ha..? Mau liburan bareng ama aku? Jangan mimpi lah!" ucapnya dengan tegas sembari berlalu meninggalkan iksiru seorang diri diruang tamu.


"Hoouuufftt..ya allah..kenapa ujian ini begitu berat hamba rasakan ya allah, masih kuatkah aku bersamanya untuk tahun-tahun kedepannya?...hiiiks..hiiiks" gumamnya dalam hati sembari meneteskan air matanya seakan tak kuat menghadapi sikap ego dari suaminya itu


Dila : "humm..menangis lah, keluarkanlah semua rasa sakit hati itu, jangan dipendam nanti makin kurus..haha" ucapnya dengan mata yang cukup sinis dan menampilkan senyum bahagianya sembari mendekati iksiru yang duduk di sofa


Mendengar ucapan dila, sontak iksiru mengusap air mata nya, ia sedikit terkejut melihat dila yang memergokinya saat menangis.


Siru : "dila..?"


Dila : "kenapa? Kaget?"


"Kamu seharusnya tau diri, kamu itu gak dianggap apa-apa disini, kamu itu hanya sebagai tempat pelampiasan saat kak rafkil sedang marah" sambung dila dengan gaya sinisnya.


Siru : "aku ikhlas dila, mau dia perlakukan seperti apapun hakikatnya dia tetap suamiku"


Dila : "bohong! Kamu gak ikhlas, kamu sakit kan? Yah..kamu pasti sakit hati, karena sampai kapanpun kak rafkil gak akan pernah cinta sama kamu"


"Dila....!!!" teriak papahnya meninggikan suara pada dila,

__ADS_1


Dila : "pa..papah?"


"Sejak kapan pa.. papah ada di..disitu?" sambung dila sedikit terbata-bata saat melihat papahnya


Papa burhan : "kenapa? dila Kaget?"


Dila : "aamm..pah, ini gak seperti yang papa lihat"


Papa burhan : " No...I have seen everything"


Dila : "pah...dila bisa jelasin"


Papa burhan : "No..dila selama ini papa sama mama gak pernah ngajarin dila untuk kurang ajar pada siapapun apa lagi pada orang-orang yang lebih tua dari kamu"


Dila : "pah...?"


Papa burhan : "iksi..???"


Siru : "iya pah!"


Papa burhan : "maafin dila yah?"


Siru : "gak apa-apa kok pah, dila gak sengaja ngomong kek gitu pada iksi, yaudah iksi naik keatas dulu yah pah" ucapnya berupaya tegar sembari menahan air matanya yang akan menetes itu.


Papa burhan : "iya iksi"


Dila : "pah, maafin dila pah dila hanya sedikit kesal pah"


Papa burhan : "kesal sama siapa ha?"


Dila : "huufftt...!"


Papa burhan : "dila....dila tau gak, dila itu gak pantas ngomong kek gitu pada kak iksi, dila juga gak pantes ikut campur hal rumah tangga orang meskipun rafkil itu kakak kamu"


Dila : "I'm sorry pah"


Dila : "huuuffttt...!"


Kini senja sudah tak terlihat lagi, langit yang awalnya berwarna biru kini berubah warna menjadi gelap dengan ditaburi ribuan bintang-bintang kecil sehingga terciptalah keindahan malam, saat ini di meja makan yang cukup megah itu pak burhan dan seluruh anggota keluarga tengah duduk menyantap makan malam


Papa burhan : "aamm kil?"


Rafkil : "iya pah?"


Papa burhan : "ada yang mau papah omongin?"


Rafkil : "ummm..ada apa sih pah? Serius amat"


Papa burhan : "emang serius"


Mendengar ucapan papah nya, sontak dila mulai merasa tak nyaman seakan makanan yang ia makan berasa tawar tanpa rasa, ia sangat takut kalau kalau papah nya akan mengadu pada rafkil tentang sikapnya pada iksiru.


Rafkil : "humm..ada apa pah?"


Papa burhan : "nih...papa rasa sudah saatnya sekarang rafkil dan iksi punya rumah sendiri"


Mama ika : "pah...papa ngomong apa sih?"


Papa burhan : "mah..sekarang sudah sewajarnya mereka untuk punya rumah sendiri, lagipula rafkil mampu kok"


Rafkil : "pah..papa gak suka yah, rafkil tinggal dirumah ini?"


Papa burhan : "No..papa gak bermaksud seperti itu"


Rafkil : "terus maksud papa?"


Papa burhan : "rafkil...bukan hal yang mudah bagi seorang menantu untuk berlama-lama tinggal di rumah mertua"

__ADS_1


Rafkil : "pah..buktinya iksi nyaman kok tinggal disini"


Mendengar ucapan rafkil iksiru hanya bisa menghela nafas rasanya kenyataan yang terjadi berbanding terbalik denga apa yang rafkil simpulkan.


papa burhan : " rafkil..mama dan papah pernah merasakan bagaimana tinggal di rumah mertua, tinggal di rumah mertua gak se nyaman tinggal di rumah orang tua sendiri begitupun tinggal di rumah orang tua gak se nyaman tinggal dirumah sendiri, papa harap kamu mengerti dengan maksud papah"


Mama ika : "pah..tapi kan.."


Papa burhan : "mah..biarkan aja mereka belajar untuk hidup mandiri, lagipula nanti kita bisa sesekali untuk menengok mereka"


Usai makan malam, semuanya kembali kekamar masing-masing, seperti bisanya sebelum tidur rafkil sempatkan duduk santai pada meja komputernya sembari mencari situs penjualan rumah secara online tak lupa ia menikmati sekotak jus strawberry kesukaannya, sedangkan iksiru


Masih saja duduk santai pada sofa yang dijadikan tempat tidurnya itu.


Siru : "aammm kil?"


Rafkil : "hmmm..?"


Siru : "kamu lagi apa sih?"


Rafkil : "bisa gak sih jangan ganggu aku? Ucapnya sangat kesal


Siru : "aammm..aku mau tanya, sampai kapan sih aku tidur di sofa?"


Rafkil : "sampai aku menceraikan kamu dan menikah dengan Zeyyan, disitulah kamu akan bebas untuk tidur di kasur empuk kamu yang ada dirumah mama ratna"


Siru : "apah?"


Rafkil : "why?"


Siru : "jadi apa maksud kamu menikahi aku ha?"


Rafkil : "gak ada maksud apa-apa, hanya ingin membuat kamu menderita" jawabnya dengan santai


Siru : "buat aku menderita? Emang aku salah apa sama kamu?"


Rafkil : "ow..jadi kamu udah lupa apa kesalahan kamu?"


Siru : "heii dari awal aku gak kenal yah sama kamu"


Rafkil : "aku juga dari awal gak kenal sama kamu, bahkan saat pertama kali ketemu sama kamu aku benar-benar telah membencimu"


Siru : "ohoow...jadi karena masalah itu, ok aku minta maaf!"


Rafkil : "hmmm...maaf diterima"


Siru : "hoouuffttt....ja..jadi kapan kamu akan menceraikan aku?" ucapnya sembari menahan sesak dadanya karena sakit hati


Rafkil : "nanti setelah Zeyyan sudah siap masuk islam"


Siru : "huuufftttt.."


Rasanya iksiru tak mampu berkata-kata lagi, iapun segera merebahkan tubuhnya pada sofa dan mengizinkan matanya untuk mengeluarkan air yang sedari tadi ia tampung pada kelopak matanya, jantungnya terasa seakan membeku saat mengetahui keputusan sepihak rafkil yang akan menikahi Zeyyan.


Disisi lain ia sangat memikirkan ke dua orang tuanya, yang sampai saat ini belum mengetahui kisah pilu dibalik pernikahannya, ketika ibunya menelpon ia selalu mengatakan sangat bahagia menikah dengan lelaki pilihan orang tuanya itu, sesekali jika ayah dan ibunya mengunjungi keduanya mereka selalu menunjukkan wajah kebahagiaan seolah-olah tidak ada yang harus dikhawatirkan.


Saat rafkil akan bergegas ke tempat tidur ia sempat melirik iksiru yang masih terseduh-seduh menangis tanpa suara


Rafkil : "hei..jangan tengkurap tidurnya, kamu gak sayang sama jantung kamu yang tertindih"


Siru : "sama aja lah, mau tidur tengkurap mau gak, jantung aku selalu tertindih" tegasnya sembari merapatkan giginya menahan sakit hati tanpa melihat wajah rafkil


Rafkil sangat paham maksud dari ucapan iskiru namun ia tak berniat untuk memperpanjang percakapan, seketika rafkilpun meredupkan lampu lalu merebahkan tubuhnya yang kelelahan itu di atas tempat tidur.


.................To be Continue..................


ow..iya coment reaksi kalian yah pas baca episode ini, karena reaksi kalian bisa membantu author berimajinasi

__ADS_1


jangan lupa like👍, coment🤓, vote sebanyak-banyaknya dan Follow🏃🏃‍♀️ akun ku yah biar pas Novel aku Up teman2 👯dapet Notifikasinya..Love you My Readers


__ADS_2