
*Selamat Untuk Apa Yah?
Zeyyan : "wanita cuppu itu mana? Kenapa dia gak ikut makan sekalian?"
Rafkil : "dia ada jadwal shift pagi hari ini, katanya ada berita gembira berita apaan sih?"
Zeyyan : "hei..sayang kamu tau gak?"
Rafkil : "hummm..apa?"
Zeyyan : "akhirnya mama aku udah setuju aku masuk islam, hiiiii" ucapnya kegirangan
Rafkil : "ow..yah, are you sure?"
Zeyyan : "of course sayang"
Rafkil : "but why?"
Zeyyan : "you ask me why? sayang kamu tuh kayak gak bahagia mendengar berita ini, what happen to you?"
Rafkil : "No..I'm Verry happy rigt now honey, but, ok I mean..aneh aja gitu tiba-tiba mamah kamu menyetujui permintaanmu untuk pindah agama, padahal kan kedua orang tuamu terbilang sangat fanatik dengan agama kristen"
Zeyyan : "hei sayang...everyone's mind can change to any time"
Rafkil : "yah syukurlah...if like that ..huuffftt"
Zeyyan : "okeeyy...so kapan kamu akan menceraikan wanita cupu itu sayang?"
Rafkil : "secepatnya"
Zeyyan : "okey sayang!!!" ucapnya sembari merangkul rafkil yang duduk disamping kirinya
Zeyyan : "Hwuuuk...hwuuuk..hwuuk" respon Zeyyan seakan ingin muntah
Rafkil : "heii kamu kenapa sayang? Hei are you ok?"
Zeyyan : "yah I'm fine sayang, hanya sedikit pusing aja dan mual mual, kayaknya asam lambung aku lagi meningkat deh..hehe"
Rafkil : "hei tapi kamu rada pucat, kamu sakit yah?"
Zeyyan : "No sayang..I'm ok..hwuuk..hwuuuk..hwuuk" seketika itu iapun berlari menuju washtafel lalu beberapa kali ia memuntahkan makanan yang baru saja ia makan.
Rafkil : "hei..kita kerumah sakit sekarang"
Zeyyan : "No sayang..I'm ok, please beleave me?"
Rafkil : "No...you are sick now, kita kerumah sakit sekarang, wajah kamu bener-bener pucat"
Zeyyan : "No sayang..No please, aku hanya kelelahan, paling istirahat dikit udah enakan"
Rafkil : "huuufffttt"
Zeyyan : "ya udah aku pulang dulu yah"
__ADS_1
Rafkil : "tunggu bentar aku anter kamu pulang"
Zeyyan : "No sayang..aku bisa lah nyetir sendiri okey"
Rafkil : "No sayang...keadaan kamu sekarang lagi gak stabil, kamu gak boleh nyetir sendiri"
Zeyyan : "aku bisa kok sayang, okeyy please beleave me?"
Rafkil : "huuuffttt yaudah kamu hati-hati yah sayang? Kalo ada apa-apa kamu langsung telpon aku"
Zeyyan : "ok..sayang" tukasnya sembari berjalan menuju pintu depan
Baru beberapa meter ia langkahkan kakinya tiba-tiba saja ia terjatuh pingsan dilantai melihat hal itu rafkilpun segera membawa zeyyan ke rumah sakit.
"Gimana keadaannya dok" tanya rafkil sedikit panik
Dokter : "anda suaminya?"
Rafkil : "ammm..ammm.." rafkil kebingungan akan menjawab apa
Dokter : "saya butuh berbicara dengan suaminya sekarang"
Rafkil : "aaam..iya saya suaminya dok"
Dokter : "ikut saya ke ruangan sekarang"
Sesegera mungkin rafkil mengikuti dokter itu ke ruangannya, disana Terjadi perbincangan yang cukup serius diantara ke duanya
Dokter : "jadi begini pak, pertama-tama saya mau ucapkan selamat pada bapak"
Dokter : "jadi sebenarnya isteri bapak itu sedang hamil"
"Apah...hamil???" gumam rafkil dalam hati
Dokter : "dan usia kehamilannya sekarang baru memasuki 4 minggu, untung saja kondisi ibu dan janin nya tidak ada masalah, hanya saja saya saranin kepada bapak agar lebih intens lagi dalam menjaga ibu Zeyyan karena takutnya akan terjadi benturan berulang mengingat usia kehamilannya yang masih sangat rawan untuk terjadinya abortus atau keguguran pak"
"Pak..? Pak...?" tukas dokter tersebut yang hendak mengejutkan rafkil
Rafkil : "ehh..iya dok?"
Dokter : "kalau boleh ibu Zeyyan jangan terlalu banyak beraktivitas dulu, soalnya sekarang kadar Hb dan tekanan darahnya menurun kondisi seperti ini sedikit berbahaya bagi ibu hamil yah pak"
Rafkil : "iya dok"
Dokter : "apakah bapak sudah paham dengan penjelasan saya?"
Rafkil : "iya dok saya paham"
Sesaat setelahnya rafkil pun segera menemui Zeyyan yang berada diruang perawatan, sedari tadi ia berusaha menampung amarahnya seakan ia masih belum bisa untuk menerima kenyataan yang teramat pahit itu, langkah demi langkah seakan berat untuk ia hentakkan, ia sama sekali tak percaya Zeyyan yang selama ini satu-satunya wanita yang sangat ia cintai itu sanggup membohonginya.
Zeyyan : "sayang, kenapa aku bisa ada sini?"
Mendengar suara Zeyyan rasanya rafkil semakin sakit hati
__ADS_1
Rafkil : "ini obat kamu" ucapnya sembari menaroh obat tersebut diatas meja, lalu ia bergegas akan keluar
Zeyyan : "sayang tolong dong kupasin aku apel"
Rafkil : "dengan siapa kamu melakukan hal itu?"
Zeyyan : "ha? Melakukan apa sayang?"
Rafkil : "dengan siapa kamu melakukan hal itu?"
Zeyyan : "melakukan apa sayang aku gak ngerti maksud kamu?"
Rafkil : "siapa ayah dari janin yang kamu kandung itu?" teriaknya pada zeyyan, kali ini rafkil benar-benar terlihat sangat marah padanya
Zeyyan : "sayang...aku..aku..aku"
Rafkil : "stop panggil aku sayang, aku tanya siapa ayah dari janin yang kamu kandung itu? Jawab Zeyyan jawab?" teriak rafkil
Zeyyan : "please rafkil...I'm scared with you" ucap zeyyan sangat gemetaran
Rafkil : "kenapa kamu harus takut dengan aku ha?"
Zeyyan : "aku takut ngeliat kamu marah kek gini..hiiikss..hiikkss"
Rafkil : "yah..karena selama ini kamu sudah terbiasa dengan cinta dan kasih sayang, sepenuhnya kuserahkan padamu, sementara setiap kesal dan amarahku selalu ku lampiaskan pada seseorang yang sering kau sebut cuppu, dan aku sadar selama ini aku telah berbuat kesalahan yang sanagat besar"
Zeyyan : "kill..rafkill..maafin aku kil..hiiks..hiiks..hiiks" tukasnya sambil menggapai tangan rafkil
Rafkil : "jangan sentuh aku, kamu belum jawab pertanyaan aku, siapa ayah dari janin yang kamu kandung itu?"
Zeyyan : "dia...dia..dia.."
Rafkil : "dia siapa?" rafkil kembali meninggikan suaranya
Zeyyan : "dia..robert kil..hiiks..hiikks.."
Rafkil : "huuufffttt..sudah kuduga, pasti mantan terindah kamu itu "
Zeyyan : "kil..please I'm so sorry, please"
Rafkil : "huiuffftt...mulai sekarang anggap aja kita udah gak saling kenal lagi, and I think everything is over"
Zeyyan : "No..rafkil I'm still love you, please forgive me honey..please don't leave me please ..rafkil..rafkil..hiiiks..hiiiks..hiiiiks"
Dengan perasaan kecewa rafkilpun berlalu meninggalkan zeyyan yang masih menangis dan berharap rafkil mau memaafkan kesalahannya, penyesalan terbesar saat ini tengah melanda keduanya
Dengan penampilan kusut dan wajah lesuh rafkil seakan tak ada semangat untuk hidup, dari halaman parkiran rumah sakit dengan cepat ia mengendarai mobilnya menuju beberapa tempat tongkrongan yang biasa ia datangi untuk menghilangkan stresnya
**...............To be Continue................
oke..yang belum follow silahkan difollow🏃🏃♀️ akun milik author yah, biar kalo udah Up readers semua dapet Notifikasinya, petunjuknya ada pada gambar dibawah👇
__ADS_1
**